Di Universitas Negeri Moskow, kekuasaan tidak hanya diukur dari nilai, tapi dari sirkel pergaulan. Sky Remington adalah puncaknya, putra konglomerat Rusia yang sempurna, dingin, dan tak tersentuh. Selama empat bulan terakhir, ia menjalin hubungan yang tampak ideal dengan Anastasia Romanov, gadis tercantik di kampus yang sangat membanggakan statusnya sebagai kekasih Sky.
Di dalam sirkel elit yang sama, ada Ozora Bellvania. Meskipun ia adalah pewaris kekaisaran bisnis perkapalan yang legendaris, Ozora memilih menjadi bayangan. Di balik kasmir mahal dan sikap diamnya, ia menyimpan rasa tidak percaya diri yang dalam, merasa kecantikannya tak akan pernah menandingi aura tajam Anastasia, Stevani, atau Beatrix.
Selama ini, Sky dan Ozora hanyalah dua orang yang duduk di meja makan yang sama tanpa pernah bertukar kata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Drama Sempurna
Sky menghela napas panjang, ketegangan di rahangnya perlahan mengendur saat merasakan jemari Ozora yang gemetar, setidaknya, itulah yang dirasakan Sky, meremas lengannya dengan lembut. Ia menatap lekat mata sayu Ozora yang tampak begitu rapuh di bawah sorot lampu kristal.
"Ozora, katakan padaku, apa yang dia bicarakan? Kenapa kau tampak begitu pucat?" tanya Sky dengan suara yang kini melunak, penuh kekhawatiran yang nyata.
Ozora menunduk sedikit, memainkan ujung gaun peraknya dengan gerakan malu-malu yang sangat meyakinkan. Ia melirik sekilas ke arah Cristine yang masih berdiri kaku, lalu kembali menatap Sky.
"Bukan apa-apa, Sky... Jangan marahi Cristine," ucap Ozora dengan suara yang sangat tipis, nyaris seperti embusan angin. "Dia tidak melakukan apa-apa. Ini hanya... aku yang merasa kurang percaya diri, seperti biasa. Berada di lingkungan seperti ini, di depan teman masa kecilmu yang begitu sempurna... aku merasa sangat kecil."
Ozora mengembuskan napas panjang yang terdengar berat. "Cristine hanya sedang bercerita tentang masa kecil kalian yang hebat, dan aku tiba-tiba merasa tidak pantas berada di sini bersamamu. Jangan salahkan dia, Sky. Pikiranku sendiri yang jahat," lanjutnya dengan raut wajah paling polos yang pernah ada.
Cristine yang mendengar itu hampir saja memekik karena tidak percaya. Berakting? Gadis ini benar-benar sedang memutarbalikkan kenyataan! Namun, lidah Cristine terasa kelu. Jika ia membantah sekarang, ia akan terlihat seperti orang jahat yang tidak punya empati.
Sky terdiam sejenak. Ia menatap Ozora dengan tatapan yang sangat dalam, penuh rasa bersalah. Ia tahu betul bagaimana Ozora selalu merasa tidak percaya diri dengan status sosial mereka. Penjelasan Ozora terdengar sangat masuk akal bagi logikanya yang sudah tertutup oleh rasa cinta.
Sky kemudian berbalik menghadap Cristine. Ekspresinya yang tadi penuh amarah kini berubah menjadi sedikit canggung.
"Cristine," panggil Sky dengan nada formal namun terdengar menyesal. "Maafkan aku. Aku tadi sempat berpikir buruk dan menuduh mu yang tidak-tidak. Aku hanya terlalu protektif jika menyangkut Ozora."
Cristine hanya bisa mengerjapkan mata, ia merasa seperti baru saja ditabrak kereta api di siang bolong. "Ah... itu... tidak apa-apa, Sky. Aku mengerti," ucap Cristine dengan suara yang dipaksakan. Ia ingin berteriak bahwa Ozora baru saja mengancamnya, tapi melihat Sky yang kini memeluk pinggang Ozora dengan begitu sayang, ia tahu kata-katanya tidak akan dipercaya.
"Terima kasih sudah mengerti, Cristine. Kau memang teman yang baik sejak dulu," ucap Sky memberikan senyum tipis, senyum yang bagi Cristine terasa seperti ejekan karena ia baru saja kehilangan taringnya di depan Sky.
Sky kemudian merunduk, membisikkan sesuatu tepat di telinga Ozora yang membuat bulu kuduk gadis itu berdiri. "Jangan pernah merasa tidak percaya diri lagi. Di mataku, tidak ada satu pun wanita di ruangan ini yang bisa menandingi mu. Terutama bukan Cristine," gumam Sky dengan nada yang sangat posesif.
Ozora menyandarkan kepalanya di bahu Sky, menyembunyikan senyum kemenangan yang sangat tipis dari pandangan Sky. Dari balik bahu pria itu, matanya bertemu dengan mata hijau Cristine yang menyala karena amarah.
Ozora tidak mengatakan apa-apa, ia hanya memberikan satu kedipan mata yang sangat halus, sebuah ejekan bisu yang mengatakan: Aku menang.
Cristine tidak bisa menerima kekalahannya begitu saja. Baginya, ketenangan Ozora yang mematikan di balik pilar malam itu adalah bukti bahwa gadis itu menyimpan monster di balik wajah malaikatnya. Seseorang tidak mungkin bisa berakting sekejam itu tanpa memiliki masa lalu yang gelap.
Setelah acara yayasan berakhir, Cristine segera menyewa biro penyelidik swasta paling elit di Rusia, orang-orang yang mampu menggali rahasia terdalam hingga ke liang lahat.
Tiga hari kemudian, Cristine duduk di ruang kerjanya yang mewah, menunggu laporan itu tiba. Ia sudah membayangkan akan menemukan skandal besar, mungkin Ozora pernah terlibat narkoba, memiliki catatan kriminal, atau setidaknya pernah menjadi simpanan pria tua untuk membiayai kuliahnya.
Brip.
Sebuah dokumen digital masuk ke komputernya. Cristine membukanya dengan tangan yang gemetar karena antusias.
Namun, semakin ia membaca, wajahnya semakin pucat.
"Tidak mungkin..." gumam Cristine sambil menggulir layar dengan cepat.
Hasil penyelidikan itu menunjukkan profil yang sempurna. Benar-benar tanpa cacat.
Dibagian Akademis, Ozora selalu menjadi peringkat sejak sekolah dasar hingga universitas. Ia memenangkan berbagai kompetisi karya ilmiah dan seni.
Pergaulan Tidak pernah masuk ke klub malam yang mencurigakan. Teman-temannya hanya segelintir orang dari kalangan akademis yang sangat bersih.
Keuangan Keluarganya, Hampir di level Remington, memiliki bisnis properti yang stabil dan bersih dari pencucian uang.
Masa Lalu, Tidak ada mantan kekasih yang bermasalah. Tidak ada foto skandal. Bahkan akun media sosialnya hanya berisi foto-foto pemandangan dan buku.
"Dia bersih... dia terlalu bersih untuk menjadi nyata," ucap Cristine dengan nada frustrasi. Ia melemparkan tabletnya ke atas meja.
Laporan itu bahkan menyertakan testimoni dari para dosennya: "Ozora adalah gadis yang paling lembut, berempati tinggi, dan selalu membantu sesama. Dia adalah definisi murni dari seorang wanita."
Cristine mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya hampir melukai telapak tangannya sendiri. Ia menyadari bahwa ia baru saja berhadapan dengan lawan yang jauh lebih berbahaya daripada Anastasia yang bodoh. Ozora bukan hanya pintar bermain peran, tapi dia telah membangun citra diri yang tak tertembus selama bertahun-tahun.
"Kau pikir kau tidak punya celah, Ozora?" desis Cristine dengan tatapan mata yang gelap. "Orang yang terlalu sempurna biasanya menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih gila. Dan aku akan menemukan sesuatu itu, meski aku harus menghancurkan seluruh Moskow."
Sementara itu, di sebuah kafe tersembunyi, Ozora sedang duduk bersama ibunya, Nyonya Bellvania. Ozora menyesap tehnya dengan sangat tenang, sementara sang ibu tersenyum melihat putrinya.
"Penyelidik itu sudah selesai melakukan tugasnya, Sayang," ucap Nyonya Bellvania dengan nada datar. "Seperti yang kau minta, aku sudah memastikan semua akses informasi tentang sisi lain mu telah dihapus atau ditutup rapat bertahun-tahun yang lalu. Gadis Jerman itu tidak akan menemukan apa pun selain kesucianmu."
Ozora tersenyum manis, senyum yang sama yang ia berikan pada Sky setiap hari. "Terima kasih, Mommy. Membiarkan seseorang mencari celah dan tidak menemukannya adalah cara terbaik untuk membuat mereka perlahan-lahan menjadi gila karena rasa penasaran."
"Lalu apa langkahmu selanjutnya?" tanya ibunya.
Ozora menatap keluar jendela, melihat mobil Sky yang baru saja sampai untuk menjemputnya. "Aku akan membiarkan Cristine terus mengejar ku. Semakin dia terobsesi mencari kesalahanku, semakin dia akan terlihat jahat dan paranoid di mata Sky. Aku hanya perlu tetap menjadi... sempurna."
Ozora bangkit, merapikan syal wolnya, dan berjalan keluar menyambut Sky. Dari kejauhan, Sky melambaikan tangan dengan tatapan penuh damba, sebuah tatapan yang menunjukkan bahwa bagi Sky, Ozora adalah satu-satunya hal suci yang tersisa di dunianya yang penuh tipu daya.
🌷🌷🌷
Happy Reading Dear 🥰