NovelToon NovelToon
Pedang Penakluk Langit

Pedang Penakluk Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: hakim2501

di Benua Roh Azure, kekuatan adalah segalanya. Ye Yuan, seorang murid luar dari Sekte Pedang Surgawi, ditakdirkan menjadi sampah seumur hidup karena Dantian-nya yang direbut kembali. Saat ia didorong ke dalam keputusasaan dan dibuang ke Lembah Kuburan Senjata, ia mendengar panggilan. Bukan dari pedang suci yang berkilauan, melainkan dari sebilah pedang besi hitam yang patah dan berkarat. Pedang itu bukan sekedar rongsokan; ia adalah pecahan dari "Penyegel Langit" yang dulu digunakan oleh Dewa Perang kuno untuk memenggal bintang. Dengan pedang patah di tangan, Ye Yuan bersumpah:"Jika Langit menindasku, akan kubelah Langit itu. Jika Dewa menghalangiku, akan kupatahkan leher Dewa itu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Gema Gurun dan Cincin Gagak Api

Matahari gurun yang terik memanggang sisa-sisa pertempuran di Reruntuhan Kota Api Kuno.

Jauh dari pusat reruntuhan, di sebuah celah sempit di antara dua bukit batu pasir yang menjulang seperti taring naga, Ye Yuan duduk bersandar dengan napas berat.

Keringat mengucur deras dari tubuhnya, bukan hanya karena panas, tapi karena kelelahan ekstrem. Di pangkuannya, tergeletak Pedang Penakluk Langit yang kini utuh. Pedang itu hitam legam, panjangnya hampir dua meter, dengan lebar bilah setelapak tangan orang dewasa.

Beratnya yang 1.000 kilogram menekan paha Ye Yuan hingga memar, tapi dia enggan melepaskannya.

"Kau... benar-benar rakus," gumam Ye Yuan, menepuk bilah pedang yang dingin itu.

Satu tebasan terakhir di dalam reruntuhan tadi tidak hanya menguras Qi-nya, tapi juga hampir menyedot kesadarannya. Pedang ini memiliki jiwa yang kuat—terlalu kuat. Jika tekad Ye Yuan lemah sedikit saja, dia pasti sudah menjadi boneka pembunuh yang dikendalikan oleh pedang ini.

Zing...

Pedang itu bergetar pelan, seolah meminta maaf, atau mungkin mengejek kelemahan tuannya.

Ye Yuan memaksakan diri untuk menelan tiga butir Pil Pengumpul Qi sekaligus. Rasa hangat menjalar di perutnya, perlahan mengisi kembali Dantian-nya yang kering kerontang.

"Aku tidak bisa membawa benda seberat satu ton ini di punggung terus-menerus," pikir Ye Yuan. "Tulang punggungku akan patah sebelum aku keluar dari gurun."

Tiba-tiba, sebuah informasi baru mengalir dari gagang pedang ke dalam benaknya. Itu adalah bagian lanjutan dari Sutra Hati Pedang Asura yang baru terbuka setelah pedang utuh.

[Teknik Penyatuan Roh: Penyimpanan Dantian]

Deskripsi: Senjata Roh yang telah mengakui tuannya dapat disimpan di dalam Dantian untuk dipelihara oleh Qi tuan rumah.

Mata Ye Yuan berbinar. "Masuk ke Dantian? Mari kita coba."

Ye Yuan memusatkan pikirannya. Dia membayangkan pedang besar itu menyusut menjadi cahaya dan masuk ke dalam pusaran energinya.

"Masuk!"

WUSH!

Pedang hitam raksasa itu berubah menjadi seberkas cahaya hitam-merah, melesat masuk ke perut Ye Yuan.

Tidak ada rasa sakit. Sebaliknya, Ye Yuan merasa tubuhnya menjadi "penuh". Di dalam Dantian-nya, pedang kecil seukuran jari kini melayang di atas lautan Qi cair, perlahan berputar dan memurnikan setiap tetes Qi yang melewatinya.

"Luar biasa..." Ye Yuan mengepalkan tangannya. "Dengan adanya pedang di dalam, kecepatan pemulihan Qi-ku meningkat dua kali lipat! Dan kualitas Qi-ku menjadi lebih tajam."

Beban fisik di punggungnya hilang. Kini dia merasa seringan bulu.

Setelah masalah pedang selesai, Ye Yuan mengalihkan perhatiannya pada "harta karun" lain.

Dia mengambil Cincin Penyimpanan milik Zhu Hong, Murid Inti Sekte Gagak Api yang dia tebas tadi.

Cincin itu berwarna merah delima, memancarkan hawa panas. Ada segel jiwa di atasnya, tapi karena pemiliknya sudah mati, segel itu rapuh.

Ye Yuan menyalurkan Qi Bintang Dingin-nya.

Krak!

Segel itu hancur. Ye Yuan melongokkan kesadarannya ke dalam cincin itu.

Detik berikutnya, mata Ye Yuan terbelalak.

"Kaya raya... Murid Inti Kekaisaran tetangga benar-benar level yang berbeda."

Ruang di dalam cincin itu seluas kamar tidur kecil. Dan isinya:

50.000 Batu Roh Tingkat Rendah. (Jumlah yang cukup untuk membeli sebuah kota kecil di perbatasan!)

500 Batu Roh Tingkat Menengah. (Energinya 100x lebih murni, sangat langka).

3 Botol Pil Api Gagak: Obat khusus untuk meningkatkan kultivasi elemen api.

Cambuk Api: Senjata Roh Tingkat Menengah (Sayangnya sudah putus ujungnya oleh Ye Yuan, tapi bahannya masih berharga).

Token Identitas Emas: Bertuliskan "Zhu Hong - Putri Ketiga Keluarga Zhu, Kota Gagak Api".

"Putri Ketiga?" Ye Yuan mengerutkan kening. "Rupanya aku membunuh bangsawan lagi. Nasibku memang selalu bersinggungan dengan tuan muda dan nona muda sombong."

Selain harta itu, Ye Yuan menemukan sebuah gulungan peta kulit binatang yang sangat detail. Peta itu menggambarkan wilayah perbatasan antara Kekaisaran Roh Azure (tempat asal Ye Yuan) dan Kekaisaran Gagak Api.

Di tengah peta itu, ditandai sebuah lokasi netral yang besar.

Kota Perdagangan Barat (West Trade City).

Ye Yuan ingat Jin Ling dan karavannya menuju ke arah sana.

"Kota itu adalah pusat pertemuan pedagang dari dua kekaisaran," gumam Ye Yuan. "Tempat yang sempurna untuk menghilang, menjual barang jarahan, dan mencari informasi tentang dunia yang lebih luas."

Dan yang lebih penting... Ye Yuan melihat catatan kecil di pinggir peta itu.

"Lelang Tahunan Kota Barat: Tiga bulan lagi. Barang utama: Peta Kuno menuju Ranah Rahasia Naga Tulang."

Jantung Ye Yuan berdesir. Naga. Pedangnya bereaksi terhadap kata itu.

"Tiga bulan..."

Ye Yuan berdiri. Dia membersihkan pasir dari jubahnya. Kondisi fisiknya sudah pulih 70%.

Dia melihat ke arah barat, tempat matahari mulai terbenam.

"Kekaisaran Roh Azure sudah tidak aman bagiku karena Sekte Pedang Surgawi. Kekaisaran Gagak Api mungkin akan memburuku karena kematian Zhu Hong. Kota Barat adalah satu-satunya tempat netral."

Ye Yuan melangkah keluar dari celah batu.

Namun, baru lima langkah berjalan, tanah di depannya bergetar.

Bukan gempa bumi. Bukan binatang buas.

Itu adalah getaran langkah kaki manusia. Banyak manusia.

Ye Yuan segera melompat ke atas bukit batu, menyembunyikan auranya.

Dari kejauhan, terlihat rombongan pasukan berbaju zirah hitam dengan lambang Elang Besi sedang menyisir gurun.

"Pasukan Kekaisaran Roh Azure?" Ye Yuan mengenali seragam itu. "Kenapa tentara perbatasan ada di sini?"

Dia menajamkan pendengarannya. Angin gurun membawa percakapan para prajurit itu.

"Cari sampai dapat! Tetua Sekte Pedang Surgawi menawarkan hadiah besar!"

"Ciri-cirinya pemuda dengan pedang patah di punggung!"

"Laporan intelijen bilang dia terlihat bersama Karavan Klan Jin dua hari lalu!"

Wajah Ye Yuan menjadi dingin.

Ternyata Sekte Pedang Surgawi tidak hanya mengirim penegak hukum internal. Mereka menggunakan pengaruh politik mereka untuk menggerakkan tentara perbatasan kekaisaran!

"Mereka mengejar Karavan Klan Jin..." Ye Yuan mengepalkan tinjunya.

Dia sudah berpisah dengan Jin Ling. Gadis itu tidak tahu apa-apa. Tapi jika tentara ini menemukan karavan itu, mereka pasti akan menyiksa semua orang untuk mendapatkan informasi tentang Ye Yuan.

Jin Ling, Kakek Gu... mereka akan mati karena menolongnya.

Ye Yuan melihat ke arah barat, arah Kota Barat. Itu adalah jalan menuju kebebasan.

Lalu dia melihat ke arah jejak kaki pasukan itu, yang mengarah ke utara—jalur yang diambil karavan Jin Ling.

Ye Yuan memejamkan mata sesaat.

"Asura berjalan di jalan pembunuhan," bisik Ye Yuan pada dirinya sendiri. "Tapi Asura tidak pernah meninggalkan hutang budi."

Dia membuka matanya. Ungu menyala.

Dia tidak berbalik ke barat. Dia berbalik ke utara, mengikuti jejak pasukan Elang Besi itu.

"Kalian mencari Ye Yuan?"

Ye Yuan mencabut pedang besarnya dari dalam tubuhnya. Pedang hitam itu muncul dalam kilatan cahaya, berat dan mematikan di tangannya.

"Baiklah. Aku akan datang. Tapi jangan harap kalian bisa pulang."

Ye Yuan melesat. Bukan dengan Langkah Hantu yang mengendap-endap, tapi dengan ledakan kecepatan penuh yang menciptakan badai pasir di belakangnya.

Dia akan melakukan pembantaian lagi sebelum meninggalkan gurun ini.

[Bersambung ke Bab 27]

Poin Ringkas Bab 26:

Pedang Baru: Ye Yuan belajar cara menyimpan pedang seberat 1 ton ke dalam Dantian-nya, mempercepat kultivasi.

Loot: Mendapatkan kekayaan besar dari Zhu Hong (50k Batu Roh!) dan peta wilayah perbatasan.

Target: Tujuannya adalah Kota Perdagangan Barat.

Konflik: Mengetahui bahwa Tentara Kekaisaran (suruhan Sekte) mengejar Karavan Jin Ling yang tidak bersalah.

Keputusan: Ye Yuan memilih menunda pelariannya demi menyelamatkan teman barunya, menetapkan panggung untuk perang terbuka melawan tentara.

1
Nanik S
pergi ke Benua Timur
Nanik S
Ronde dua pembantaian
Nanik S
Sial benar mereka berdua
Nanik S
apakah Ye Yuan dan Mu Bingyun bisa lolos dari mereka
Nanik S
Mu Bingyun peka sekali
Nanik S
Ye Yusn licin seperti belut
Nanik S
Bisakah Yuan selamat
Nanik S
Mu Bingyun... apakah Ye Chen akan pulang bersama Mu Bingyun
Nanik S
Kenapa tidak diambil cincin Komandan Zhu
Nanik S
Ye Chen.... jangan biarkan mereka membunuh Kakek Gu dan Jin Jinoi
Nanik S
Akirnya pedangnya yang patah kini telah utuh
Nanik S
Maaantap
Nanik S
Yuan ada saja.. ngakak main petak umpet di Neraka 🤣🤣🤣
Nanik S
Ternyata kota itu adalah Kuburan para Dewa dan Iblis
Nanik S
Perjalan baru di reruntuhan kuno
Nanik S
Harusnya menemui Tetua Mu
Nanik S
Mantap Tor... 👍👍👍
Nanik S
Semua masuk jebakan Yuan
Nanik S
Makin seru Tor
Nanik S
Shiiiip
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!