NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Kalung Berpasangan

Queen baru saja selesai menyusui Ellara. Sofia sudah tertidur sejak tadi setelah menyusu. Saat dia hendak menutupi dadanya, Bryan tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.

Queen mendelik kesal. "Tidak bisakah kamu mengetuk pintu dulu, tuan Bryan." Queen buru-buru menutupi buah dadanya dan mendekap Ella untuk menutupi bagian yang kasih belum tertutup sempurna.

"Maaf, maaf. Aku tidak bermaksud mengintipmu."

Telinga Bryan memerah, ekspresi yang dia tunjukkan tampak Normal, tetapi tidak dengan debaran jantungnya. Pria itu merasa jantungnya hampir terlempar saat melihat dada Queen yang terekspos, karena kebetulan Queen menyusui menghadap ke arah pintu.

"Berbalik!" Perintah Queen mutlak dan tidak tahu mengapa Bryan dengan kesadaran penuh menuruti ucapan wanita itu.

Setelah beberapa detik, Queen berkata, "Sudah." Bryan pun kembali berbalik menatap ke arahnya.

Queen kemudian meletakkan baby Ellara di samping Sofia. Setelah itu, Bryan menyerahkan amplop coklat di tangannya.

"Lihat ini, aku yakin kamu pasti akan menyukainya."

Queen mengambil amplop coklat itu dengan penasaran. Saat dia menatap gambar di dalam amplop itu alisnya berkerut dalam.

"Ini bukan Mia?"

"Bukan, dia seorang wanita panggilan yang kebetulan ku pekerjakan untuk menggoda suamimu, tetapi siapa sangka dia benar-benar tidak tahan dengan godaan."

"Jangan sebut dia sebagai suamiku," kata Queen datar. Bryan bisa merasakan nada bicara Queen sama sekali tidak terdengar pura-pura. Dia pun hanya bisa mengangguk.

Bryan melihat kalung yang dipakai oleh Queen. Dia merasa kalung itu memiliki daya tarik tersendiri. Pria itu pun mencoba mengalihkan pembicaraan, "Kalung yang kamu kenakan bagus sekali."

Queen menunduk dan meraba kalungnya. Dia menatap liontin hitam yang memancarkan kilau misterius itu dengan senyum getir.

"Kalung ini peninggalan ibuku, dia mendapatkannya dari neneknya nenek buyut. Bisa dibilang ini peninggalan turun temurun. Dulu katanya kalung ini berpasangan dengan sebuah cincin. Kata ibuku dulu, ini mahar yang terputus. Saat itu nenek moyangku pernah dilamar oleh seorang pria. Namun, keluarga dari pihak nenekku menolak pria itu karena mereka berbeda kasta. Lalu pria itu membuktikan bahwa dia mampu menyetarakan kasta mereka. Dia bekerja keras siang dan malam untuk membelikan diamond hitam ini dengan harga yang sangat mahal saat itu dan meminta pengrajin untuk membuat kalung dan cincin. Cincin untuk pria itu dan kalung untuk nenek buyutku, tetapi sayangnya setelah menerima kalung ini, nenekku sakit dan meninggal.

Menurut cerita ibuku, pria yang melamar nenek buyutku akhirnya bunuh diri karena tidak bisa menahan patah hatinya. Namun, sampai sekarang aku tidak pernah tahu ada keluarga di kota ini yang memiliki cincin pasangan dari kalung ini. Mungkin cincin itu ikut dikubur bersama laki-laki itu." Tatapan mata Queen tampak menerawang saat menceritakan semua itu. Lalu tiba-tiba dia merasa seperti disengat tepat di liontin kalungnya.

"Aah." Queen mengusap dadanya. Alisnya berkerut bingung.

Hal yang sama terjadi pada Bryan. Dia merasa sengatan panas di cincin yang melingkar di jarinya. Namun, saat ia melihat Queen. Dia tiba-tiba mendapat gambaran tentang cincin yang dia pakai.

Mungkinkah cincin ini memang cincin pasangan kalung Queen. Jika benar, dia harus berterima kasih pada takdir. Dia mendapatkan cincin ini dari kakeknya. Dulu kakeknya membeli cincin dengan berlian hitam ini di pelelangan, karena dia menyukainya dalam sekali pandang.

"Ada apa?"

"Tidak tahu, tadi rasanya seperti disengat, tetapi sepertinya aku salah."

"Kamu mungkin kelelahan. Sebaiknya kamu beristirahat."

"Terlalu pagi untuk beristirahat. Aku harus kembali ke rumahku dulu, khawatir ba*jingan itu akan datang ke rumah."

"Dia tidak akan datang. Aku sudah bicara pada Ethan untuk membuatnya sibuk di perusahaan agar dia tidak mengganggumu lagi. Jadi selama waktu yang kamu butuhkan, kamu bisa tenang."

Queen mengangguk, dia menunduk, menatap foto foto di tangannya. Dia tidak menyangka dulu terlalu buta sehingga berani menentang keluarga yang menyayanginya, demi pria tidak tahu diri ini.

Queen meremas foto itu dan melemparkannya di tong sampah.

"Besok aku akan menemui pengacara perceraianku untuk menyusun surat cerai. Pastikan saja mulai besok kamu atur bagianmu, buat supaya dia mulai membuat kesalahan. Keluargaku siap bekerja sama. Kamu tinggal katakan saja semuanya pada Blake."

Bryan memberi anggukan pada Queen. Dia menatap Queen cukup lama sebelum akhirnya tersenyum tipis. Dia semakin mengagumi wanita ini berkali-kali lipat.

Dia bisa bersikap lembut dan tegas sesuai dengan situasi. Bryan menyukai tipe perempuan seperti ini.

Queen melirik kedua bayinya. Mereka tidur pulas. Ia memutuskan untuk mengisi perutnya. Akhirnya Queen dan Bryan turun bersama-sama.

Dibawah tangga, sepupu Bryan menatap dua orang itu dengan senyum penuh arti. Queen tidak terlalu memperhatikan karena dia sibuk berkirim pesan. Akan tetapi, Bryan sangat tahu betul arti senyum yang Henry tunjukkan.

"Kenapa belum berangkat ke perusahaan?"

"Kakek akan ke perusahaan hari ini. Dia bilang kamu boleh cuti selama dua hari untuk bersenang-senang. Kakek bilang akan membereskan semua urusanmu di perusahaan. Jadi aku sedang menunggu kakek."

"Baiklah. Terima kasih. Bekerjalah yang benar."

Henry mendengus, dia seolah terlihat benar-benar tidak berguna. Saat kakek Lewis turun, dia sudah rapi dengan setelan jasnya. Meski sudah tua, kakek Lewis terlihat sangat gagah dan berwibawa. Dia memang wujud asli dari old money yang sesungguhnya. Mau berpakaian santai atau berpakaian rapi, dia tampak seperti orang yang hidup bergelimang harta.

"Kalian sarapan dulu. Aku dan Henry akan ke perusahaan."

"Baiklah, Kek. Jika kakek membutuhkan sesuatu, bilang saja pada Ethan."

Kakek Lewis hanya mengangguk. Dia lantas mengajak Henry pergi.

Begitu kakek Lewis masuk ke dalam mobil, dia menghela napas panjang, "Apakah menurutmu ini akan berhasil, Henry?"

"Berhasil tidaknya kita tunggu saja. Kakek tidak perlu begitu cemas. Masih ada dua tahun. Lagi pula Queen belum bercerai dengan suaminya. Jangan sampai keluarga kita dicap sebagai perusak rumah tangga orang."

"Kamu benar sekali."

Queen dan Bryan sama sekali tidak tahu dengan rencana kakek Lewis yang berniat mendekatkan mereka berdua. Keduanya sedang makan tanpa berbicara sama sekali.

Setelah makan, Bryan ke ruang kerjanya, sementara Queen menghubungi pengacara perceraiannya. Queen sepakat untuk bertemu di salah satu cafe yang ada di dekat perusahaan Celeste.

Di dalam ruang kerjanya, Bryan sedang berbicara dengan Ethan lewat telepon. Dia menceritakan rencana Queen pada Ethan dan meminta Ethan untuk segera membuat perencanaan.

"Jangan sampai meninggalkan celah apapun. Untuk saat ini usahakan jangan terlalu berlebihan. Jangan sampai ketahuan."

"Baik, Tuan."

Bryan menutup panggilannya, dia menatap keluar dimana terlihat taman dari balik jendela besarnya. Dia melihat Queen sedang duduk sambil menelepon. Entah apa yang dia bicarakan yang jelas Queen tampak terlihat bahagia.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hubungi saja terus sampai kau bosan😏
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bangun woii, jangan ngimpi/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hihh udah gedeg rasanya sama pasangan ular ini/Hammer/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cpt hmpaskn mokondo tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
💪💪💪💪💪💪moga lncr semua
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kebtln cincin ny sm bryan.. apakh....??
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat... Semoga rencana kalian berjalan dengan baik
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee ada yg udah nggak sabar nunggu status jandanya Queen ini mah🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh ngaca woii, ngaca/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berasa kek anak kembar, jangan² benar lagi kalo mereka dari bibit cebong yg sama😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cihh bilang saja kamu sibuk dengan j4l4ng itu kan😏
Apthiana Devi
cerita nya selalu bagus2
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next ahhh🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mcm ank kmbr mog xan tmbh mnjd ank yg baik slig pengrtian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
menjijikn x gy kau tu
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo status Queen sudah jelas, coba minta Bryan untuk menikahinya, kek😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Queen
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!