NovelToon NovelToon
Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / Bad Boy / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / Enemy to Lovers / Nikah Kontrak
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Qiara adalah anak yatim piatu yang selalu dimanfaatkan oleh pamannya. Hidupnya begitu menderita. Bahkan dirinya juga disuruh bekerja menjadi pelayan tiga badboy kembar yang akhirnya menjamah dirinya. Hidupnya penuh penderitaan, sejak ke dua orang tuanya meninggal. Dia harus bekerja mencukupi kebutuhannya. Namun akhirnya, ketiga kembar kaya raya itu jatuh cinta pada Qiara. Bahkan saling berebut untuk mendapatkan cintanya? Siapakah dari pada kembar yang bisa bersama dengan Qiara? Apakah Nolan? Apakah Natan? Apakah Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.

Dalam hatinya, rasa cemburu semakin mendalam, namun ia berusaha untuk menahan perasaan tersebut agar tidak mempengaruhi tindakannya.

Namun, sayang. Karena tangan Natan begitu besar dan kekar. Tangan Natan yang sebelumnya berada di pundak Qiara terlihat malah berpindah ke dada Qiara.

"Astaga Qiara dada lo besar banget. Bahkan baru kali ini gue megang dada sebesar ini," ujar Natan keheranan, bahkan demi memastikan ucapannya.

Natan dengan kurang ajarnya malah meremas dada milik Qiara. Yang mana langsung membuat emosi Qiara nampak terpatik.

"Kurang ajar, dasar laki laki mesum!" bentak Qiara.

Plakk! Qiara terlihat memukul pipi Natan dengan segenap kemarahan yang membara.

"Tapi beneran Ra, punya lo itu sangat besar. Bahkan lebih besar dari para perempuan yang pernah gue pegang dadanya. Jangan jangan lo operasi itu dada lo, makanya jadi besar besar banget seperti sekarang ini," ujar Natan dengan nada kagum.

Bukannya takut akan kemarahan Qiara, Natan malah semakin larut dalam perbicaraannya yang menggoda, seolah tidak peduli pada perasaannya.

Qiara merasa frustasi dan berusaha melepaskan diri, dengan menggerakkan bagian tubuhnya yang lain. Namun, hal tersebut hanya membuat Natan semakin mudah menyentuh lekuk tubuh Qiara yang indah.

"Arggh Natan," teriak Qiara.

"Gue gak yakin, kalau lo itu masih segel, jangan-jangan selama ini lo itu jadi sugar baby ya," tebak Natan dengan nada santai.

"Naa... Taaaaan...." Teriak Qiara sambil mencoba meredam amarah di dalam hatinya.

Mengapa Natan bisa begitu tidak peka terhadap perasaannya?

"Kenapa dia terus saja menggodaku seperti ini?"

Qiara benar-benar merasa di buat geram dengan tingkah laku Natan.

"Okey, kalau lo memang ingin bermain main dengan gue. Akan gue ladenin!" ujar Qiara dalam hatinya dengan penuh tekad.

"Rasakan ini Natan," kata Qiara, wajahnya terlihat seperti siren yang sedang marah.

**

**

*

Pagi pun tiba, dan yang duduk di ruang makan sekarang ini hanya Qiara dan juga Natan.

"Kalau Kentung milik gue gak bisa bangun lagi gimana? Ini semua gara gara lo tendang semalam, sumpah sakit banget!" gerutu Natan, ia nampak berjalan ke arah ruang makan dengan ekpresi wajah kesakitan.

"Biarin! Siapa yang nyuruh lo pegang pegang! Dasar mesum!" Qiara malah menanggapi ucapan Natan dengan ejekan.

Natan terlihat menarik kursi lalu duduk di kursi makan miliknya, sementara Qiara sendiri sekarang ini sedang menyiapkan makanan di atas meja.

"Makanan apaan ini!" keluh Natan.

"Udah gak usah banyak ngeluh, memangnya lo bisa masak. Biasa nya kan yang masak Nolan dan Nolan sekarang sedang sakit. Dah buruan makan, dari pada lo gak makan." Qiara menambah keluhan Natan dengan sengit.

"Iya ... Iya, kalau gak sarapan perut gue gak sakit. Pasti gue milih gak makan, makanan sampah ini!"

Apa?" sungut Qiara dengan nada marah.

***

*

"Mah, bukan Nolan kan yang menyebabkan Mamah menabrak orang sampai sekarat seperti itu," tanya Nolan kecil dengan wajah takut, kala melihat mobil yang di kemudikan oleh Mamah nya menabrak pasangan suami istri yang berboncengan naik sepeda motor.

"Mah ... Kenapa malah diam saja?" kata nolan lagi, mengingat ucapannya sama sekali tidak di tanggapi oleh Mamah nya.

"Bukan sayang, diem dulu ya. Mamah lagi fokus menyetir," sahut sang Mamah.

Nolan nampak mengernyit kan dahinya. Kala melihat ibunya itu malah memutar stir untuk meninggalkan korban kecelakaan.

"Kenapa mamah gak menolong mereka, merdeka sekarat? Kalau mamah tidak menolong mereka. Mereka bisa mati," kata Nolan kecil yang mengerti akan situasi yang sebenarnya terjadi.

"Ini demi kepentingan mu dan Mamah sayang," sahut sang ibu santai, tanpa ekspresi bersalah.

Nolan kecil nampak pindah ke kursi belakang, guna melihat keca mobil belakang, banyak orang yang berusaha untuk mengejarnya. Dan akhirnya dirinya dan ibunya mengalami kecelakaan karena mengebut, berusaha untuk menghindar.

"Mah ... Nolan tidak bersalah kan ... Mah," teriak Nolan dalam tidurnya sampai membuat dirinya itu bangun.

Air mata nampak keluar dari ke dua pelupuk mata Nolan, kala mimpi buruk itu terus menghantui pikirannya.

Nolan adalah saksi kejahatan yang di lakukan ibunya. Dan dirinya juga saksi ibunya berselingkuh dengan seorang pengacara yang mana meninggalkan ayahnya untuk mengasuh dirinya dan juga ke dua adik kembarnya itu sendirian.

Hal itu lah yang menjadi kan Nolan pribadi pendiam, tidak mudah percaya dengan orang dan juga sangat dingin sulit dekat dengan orang lain.

Karena di masa lalu, ibunya yang menjadi cinta pertamanya di dunia ini. Melakukan banyak sekali kejahatan dan juga kesalahan di depan matanya. Bahkan juga tega meninggalkan dirinya dan adik adiknya.

Apalagi, Nolan juga menderita trauma berat. Kala dia dan Mamah di jadikan saksi di pengadilan.

Mamahnya mengelak atas semua tuduhan, dan malah menuduhnya menjadi dalang, kenapa mamahnya bisa menyetir tidak aman. Namun, karena dirinya masih di bawah umur, tentu saja di bebaskan.

Ternyata keluarga korban meninggal kan seorang gadis kecil yang menjadi yatim piatu. Hal itu sungguh menambah trauma dan rasa bersalah di dalam hati Nolan.

Sampai sekarang Nolan trauma menaikkan mobil. Takut, kalau sampai ia menabrak orang dan menjadikan orang lain kehilangan nyawa.

"Dari pada hidup dengan rasa penuh bersalah seperti sekarang ini. Apa aku cari saja gadis kecil yang saat sidang kecelakaan itu hadir. Gadis kecil polos yang kehilangan ke dua orang tuanya. Karena sampai sekarang, aku dan Mamah belum pernah meminta maaf padanya, bahkan mamah juga sudah memblokir berita tentang kecelakaan itu," gumam Nolan dengan ekspresi wajah yang sulit untuk jelaskan.

Trauma itu kembali, bukan.

Lebih tepatnya sebuah rasa bersalah yang mendalam.

Rasa bersalah karena menghancurkan hidup seseorang tanpa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

*****

**

*

"Hari ini lo gak berangkat ke sekolah kan Qia?"

"Gue maunya sih berangkat, terus gimana dengan Nolan. Kan memang tugas gue di rumah ini menjadi pengasuh kalian," sahut Qiara dengan nada ketus, sembari memakan nasi goreng polosan yang ia masak.

"Tapi gue akui, walaupun nasi goreng yang lo masak itu gak ada apa apanya. Alias nasi aja, tapi rasanya sungguh enak." puji Natan.

"Emangnya lo itu minta nasi goreng isinya apa Natan?" tanya Qiara kesal sembari menaikkan satu alisnya.

"Minta isinya ayam doang gitu, itu namanya ayam goreng. Gue gak nyangka, ternyata gue ada temennya bodoh," imbuh Qiara tak kuasa menahan tawa.

"Yee, lo aja yang memang gak tau maksud gue. Maksud nya nasi goreng lo itu, cuman nasi ma bumbu aja gitu lo. Kalau yang Nolan masak kan, nasi di campur dengan berbagai seafood dan kadang ayam," sahut Natan tak kuasa menahan kesal.

"Ya itu nasi goreng Nolan. Kan kalau ini nasi goreng gue, nasi goreng irit. Jadi uang yang gue gunakan buat belanja bisa sisa," ucap Qiara lega.

"Wah ... Wah ini gak bisa di biarin, korupsi sejak dini!" sarkas Natan.

"Hah, korupsi? Maksud lo itu apa?" tanya Qiara bingung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!