NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Kini mobil Reynaldo telah sampai di salah satu Hotel terdekat dari tempat itu.

Reynaldo dengan cepat membopong Nabila yang kini semakin meracau akibat obat yang diberikan.

"President Suite Room!" ucap Reynaldo sambil mengeluarkan kartu hitam dari kantongnya.

Kemudian pegawai hotel itu memberikan kunci kamar itu kepada Reynaldo, dan salah satu pelayan mengantarkan Reynaldo dan Nabila.

"Reynaldo!! Tolong akuuu!" ucap Nabila meracau, bahkan beberapa kali Nabila mencium dan menjilat leher Reynaldo.

"Bertahanlah monyet! Kamu menyusahkan sekali!" ucap Reynaldo datar.

Sampailah pada depan kamar hotel itu.

Kemudian Reynaldo memasukkan Nabila ke dalam kamar itu, meletakkan istrinya di atas ranjang. Namun Nabila dengan cepat mengalungkan tangannya pada leher Reynaldo. Mencium bibir Reynaldo, kemudian Nabila membuka kancing kemeja Reynaldo. Reynaldo membalas ciuman itu bahkan ciuman yang awalnya lembut kini semakin liar. Bahkan Nabila kini mencium leher Reynaldo. Membuka kemeja milik Reynaldo bahkan tangan Nabila semakin menjelajah ke bagian sensitif Reynaldo. Reynaldo terus mencium ceruk leher Nabila. Mereka saling bertukar saliva. Nabila dengan napas memburu terus melepaskan hasratnya.

Nabila yang semakin liar kini membiarkan bibir Reynaldo menjelajah ke bagian dadanya.

"Reynaldoo... Ahhhhhh..mmmmpp.." racau Nabila yang semakin tidak tahan dengan kondisinya akibat obat rangsang itu.

Nabila dengan cepat membuka kemeja Reynaldo, beberapa kali Nabila mendesah karena Reynaldo terus memainkan buah ranum milik Nabila, sesekali Reynaldo meremas dada Nabila bahkan Reynaldo terus mencium bibir Nabila. Tangan Reynaldo tidak tinggal diam, bahkan Reynaldo sampai membuat bekas merah pada leher Nabila. Entah mengapa Reynaldo begitu menikmati setiap sentuhan Nabila. Tiba-tiba tangan Nabila menyentuh Reynaldo Junior.

"Reynaldo!! Ak--- aakuuu sudah tidak tahann.."

"Sialann!!" Reynaldo tersadar dia menjauhi dari Nabila.

Reynaldo menatap wajah Nabila, mencium kening wanita itu, kemudian membopong tubuh Nabila ke dalam kamar mandi.

Meletakkan wanita itu ke dalam bathtub kemudian merendam tubuh istrinya ke dalam air bathtub itu agar bisa menetralisir obat perangsang itu.

"Aku tidak ingin mengambil kesempatan di saat kamu tidak sadarkan diri.." ucap Reynaldo.

Kini Reynaldo meninggalkan Nabila sendiri, hasratnya tertunda membuat dia harus menyelesaikannya sendiri.

Setiap lima menit Reynaldo selalu memperhatikan Nabila. Sampai dokter datang. Reynaldo meminta pegawai hotel untuk membantu Nabila, menggantikan pakaian Nabila. Dokter mengobati setiap luka yang Nabila lakukan pada dirinya untuk tetap menjaga kehormatannya.

"Berikan dia obat untuk menenangkan dirinya yang terkena obat perangsang..!" ujar Reynaldo datar.

"Tapi Tuan, mengapa Tuan tidak melepaskan saja sebagai sepasang suami istri itu jauh lebih baik.." ucap Dokter itu ramah.

"Aku membayarmu bukan untuk memberitahuku itu, berikan saja dia obat penetralisir.." ucap Reynaldo menatap tajam dokter itu.

"Ba-baikk Tuan.."

Kini Nabila sedang terbaring tidak sadarkan diri, luka pada paha dan tangannya membuat Reynaldo meringis kesakitan melihat Nabila berjuang untuk menjaga kehormatannya sampai sejauh itu.

Setelah selesai dokter memberikan resep obat untuk Nabila setelah sadar nanti. Setelah obat suntikan penenang yang diberikan dokter.

Dokter meninggalkan ruangan itu. Kemudian Reynaldo mendekat ke arah Nabila, duduk di samping istrinya yang sedang tidak sadarkan diri. Reynaldo mengelus-elus kepala Nabila. Menatap wajah cantik wanita yang selalu membuat harinya berwarna meskipun setiap harinya mereka bertengkar namun Nabila terkadang menunjukkan sisinya yang lemah hanya ketika bersama Reynaldo. Membuat Reynaldo merasa sangat diperlukan.

"Seharusnya aku tidak telat tadi menjemputmu. Lihatlah ini kamu terluka monyet kecil.. aku bisa saja menolongmu tadi, tapi aku takk ingin kamu membenciku, jika aku melakukan itu padamu. Aku tidak akan memaksamu untuk melakukan itu. Aku akan melakukannya jika kamu mengizinkannya dan kamu dalam keadaan sadar.." ucap Reynaldo lembut.

Reynaldo mencium bibir Nabila dengan lembut. Memeluk tubuh istrinya yang sedang tidak sadarkan diri. Kini Reynaldo tidur di samping monyet kecil yang sedang terluka.

Thalita kini sedang menatap dirinya pada cermin di kamarnya.

"Bagaimana ini! Aku akan semakin sulit untuk mendapatkan seluruh harta Mahkota jika memang nanti gadis itu berhasil merebut hati Reynaldo! Susah-susah aku membuat wanita tua itu mati, kini datang penggantinya yang memiliki sifat yang sama seperti wanita tua itu..! Aku harus memikirkan bagaimana caranya untuk membuat wanita itu mati atau ditendang keluar dari kehidupan Reynaldo. Harta Matthew tidak sebanding dengan milik putranya. Bahkan jauh berbeda jika dibandingkan dengan aset milik Reynaldo.

Kini mereka menghabiskan waktu di Kota Perak, aku harap wanita itu tidak akan melahirkan penerus keluarga ini!" ucap Thalita sambil menyisir rambutnya di depan cermin itu.

"Sayangg... Apa yang kamu lakukan??" ucap Matthew yang baru saja memasuki kamar mereka.

"Aku sedang berpikir untuk menjauhkan wanita itu dari kehidupan Reynaldo sayang, lihatlah dia tidak pantas untuk masuk keluarga kita.."

"Kamu benar, seharusnya wanita itu tidak ada dalam dunia ini, kita harus menghabisi wanita itu sebelum dia membuat putraku kehilangan akal karenanya"

"Sayang bagaimana jika kita memanggil Laura untuk bekerja sama dengan kita, aku yakin dengan begitu kita dengan mudah menghempaskan wanita sialan itu!"

"Kamu benar! Tapi di mana Laura sekarang.. bahkan kabar mengenai dirinya saja kita tidak tahu..!"

"Aku akan mencarinya, setelah itu kita akan membuat wanita itu pergi! Dan Laura akan kita bayar untuk meninggalkan Reynaldo."

"Baru kita akan kembali menjodohkan Cecilia dengan Reynaldo.." ucap Matthew tertawa memeluk tubuh istrinya itu, sedangkan Thalita sudah tersenyum licik ke arah depan, dia sudah membayangkan bagaimana nanti seluruh kekayaan ini menjadi miliknya.

"Tolong... Tolongg..!!" teriak Cecilia saat seorang pria sedang menghadang jalannya.

"Tenanglah sayang kita akan bersenang-senang hari ini ..."

"Pergi kalian!! Pergii!! Jangan ganggu aku !!" teriak Cecilia yang ketakutan.

Saat pria itu ingin memeluk Cecilia, tiba-tiba seorang pria datang di depan Cecilia kemudian menendang keras pria itu hingga terlepas.

"Wahh pahlawannya sudah datang... Pergilah kawan atau mari ikut dengan kami, kamu lihat wanita cantik itu sangat menggoda, bahkan aku ingin melihat dia menari di atasku.. hahahah" ucap salah satu gangster itu.

Zayn tetap dia. Sifat irit bicara Zayn pada banyak orang membuat siapapun yang melihatnya kesal.

"Pergiii atau akan ku habisi kalian!!" teriak Zayn kepada perampok itu. Sedangkan Cecilia berada di belakang Zayn, bersembunyi di balik tubuh pria itu.

"Habisi pria itu dan bawa wanita itu!" ucap perampok itu kepada gengnya. Namun saat hendak ingin memukul Zayn, para gangster itu sudah lebih dulu babak belur oleh Zayn.

Terdengar jelas suara tulang patah dan beberapa di antara mereka tidak sadarkan diri akibat ulah Zayn. Hingga pada ketua gangster itu Reynaldo langsung mengeluarkan pistol dari saku jasnya.

"Dooorr!!"

"Dorr!! Dorrrr!!!" Para gangster itu mati di tempat mereka berdiri. Cecilia yang melihat penembakan itu hanya menutup mata dan telinganya.

Zayn mendekat ke arah Cecilia.

"Kamu tidak apa-apa Nona??" suara bariton Zayn membuat Cecilia kini menatap wajah tampan itu.

"Ka-kamuu.. terima kasih sudah menolongku..!" ucap Cecilia terbata.

"Sama-sama Nona, lagipula sedang apa Anda di luar malam-malam seperti ini di tempat sepi?"

"Aku baru saja selesai acara peresmian pembukaanku, dan ini aku ingin pulang namun tiba-tiba seluruh ban mobilku bocor di jalan ini"

"Mereka pasti sudah mengincar kendaraan ini..., Terus bagaimana Anda akan pulang?? Jika harus menunggu aku rasa itu tidak akan baik, bagaimana jika saya mengantar Anda saja.."

"Tidak perlu Tuan, saya akan pulang dijemput oleh sopir lain.."

"Ini sangat berbahaya Nona, lebih baik saya mengantar Anda saja, tenang saja saya tidak akan menyakiti Anda.." ucap Zayn tersenyum.

"Baiklah terima kasih sekali lagi Tuan.." ucap Cecilia lembut.

Kini Zayn membawa Cecilia menuju mobilnya. Zayn berniat untuk mengantarkan Cecilia ke mansion keluarganya.

Kini suami istri sedang tertidur pulas hampir sepuluh jam lebih mereka tertidur. Bahkan Reynaldo masih tertidur dengan posisi memeluk tubuh ramping istrinya. Entah sudah menjadi candu baginya, setiap kali dia tidur dipelukan Nabila maka Reynaldo selalu tidur dengan nyaman. Tidak seperti hari-hari tanpa Nabila. Semenjak kematian ibunya Reynaldo hanya tidur satu jam dan itu di sela-sela waktunya dalam mobil ketika dia memutuskan untuk bekerja.

Nabila kini terbangun dari tidurnya dan ketidaksadarannya akibat kejadian kemarin. Kini kepalanya sangat terasa sakit. Terlebih tubuhnya terasa perih akibat tusukan yang dia lakukan sendiri. Dia melihat tangan Reynaldo yang memeluk pinggang rampingnya bahkan Nabila merasakan deru napas suaminya yang berada dekat di ceruk lehernya.

Nabila mencoba menggeser tubuhnya dalam kungkungan Reynaldo, Reynaldo sendiri membiarkan wanita itu kini berbalik badan ke arahnya. Dengan sedikit meringis kesakitan kini wajah Reynaldo dan Nabila berhadapan, Reynaldo masih dengan mode tidurnya memejamkan matanya namun tetap memeluk tubuh Nabila. Jari lentik Nabila kembali merapikan rambut Reynaldo kemudian membelai pipi Reynaldo lembut.

Nabila tidak merasa risih lagi ketika berdekatan seperti ini dengan Reynaldo, bahkan Nabila merasa tenang saat berdekatan dengan Reynaldo. Seperti sebelumnya Nabila memainkan jakun suaminya, bahkan dengan sengaja atau tidak Nabila mencium kening Reynaldo.

Reynaldo yang pura-pura tertidur itu setelah aksi ciuman istrinya pada keningnya kini dia semakin mendekatkan tubuhnya dengan Nabila.

"Kamu membangunkanku..." ucap Reynaldo masih memejamkan matanya.

"Diamlah aku tahu kamu berpura-pura tidur.. " ujar Nabila yang masih serak.

"Kamu tahu tapi kamu seolah-olah tidak sadar.."

"Hemm.." ucap Nabila dengan sedikit bergetar.

Reynaldo yang menyadari itu langsung membuka matanya, matanya langsung menatap mata indah istrinya yang sudah memerah menahan air matanya. Reynaldo yang melihat itu, membelai lembut wajah cantik itu.

"Kamu baik-baik saja.." ucap Reynaldo lembut.

"Aaahhhhhh Reynaldooo Kadal Air mesumkuuu terima kasih.." pekik Nabila keras.

"Apa kamu tak memiliki panggilan lain.."

"Tidakk kamu lebih pantas dipanggil dengan sebutan Kadal air..." ucap Nabila sambil menangis.

Kemudian Reynaldo memeluknya dengan erat, membiarkan wanita itu menangis.

"Tenanglahh.. aku takkan lagi membiarkan hal ini terjadi, maafkan aku.." ucap Reynaldo lembut.

"Padahal kemarin bisa saja kamu mengambil kesempatan di situasiku, tapi kamu memilih untuk tidak melakukan itu" gumam Nabila dalam hati.

Dia ingat kejadian malam itu, saat Reynaldo membalas ciumannya dan mulai mengimbangi permainan Nabila, namun saat kata-kata Reynaldo ketika menghindarinya itu semua jelas terdengar oleh Nabila.

Bahkan Nabila berusaha sekuat tenaga di kamar mandi untuk tetap menahan reaksi obat itu ketika melihat Reynaldo beberapa kali melihat situasi Nabila di kamar mandi.

"Apa kita balik ke Kota Perak saja, agar kamu lebih tenang...?" ucap Reynaldo lembut.

"Pekerjaanmu??"

"Aku akan membatalkan semua, dan sedikit pelajaran saja.."

"Tidak aku masih ingin mengelilingi Korea.."

"Baiklahh kita akan mengelilingi Korea, tapi untuk hari ini kamu harus beristirahat, lihat banyak bekas luka di paha dan tanganmu.."

"Maafkan aku yang menjadi menyusahkanmu"

"Aku salah memilih istri yang menyusahkan sepertimu" ucap Reynaldo tersenyum kemudian menekan hidung Nabila.

Kemudian bangkit dari tidurnya, duduk di samping Nabila yang masih tertidur. Nabila langsung memindahkan kepalanya kepada suaminya. Reynaldo sendiri terkejut dengan gerakan cepat itu.

"Reynaldo!.." panggil Nabila lembut.

"Apa monyet kecil, mengapa kamu selalu ingin menempel!" ucap Reynaldo datar.

"Bisakah kamu lembut sedikit saja di saat aku sakit! Kamu bertindak seperti suami yang kejam ternyata.." ucap Nabila dengan drama.

"Yah yah yahh, ada apa?? Kamu lapar? Ingin apa??" ucap Reynaldo langsung ke poin kehidupan Nabila.

"Heheh kamu tahu saja, tapi aku mau bilang kepalaku pusinggg.." pekik Nabila kencang.

"Bisa tidak suaramu tidak berteriak, aku tidak tuli Nabila.." ucap Reynaldo kesal namun tangannya memijit kepala Nabila dengan lembut.

Entah mengapa Nabila ingin bersikap manja dengan Reynaldo. Meskipun begitu tidak pernah sedikitpun Reynaldo menolaknya bahkan Reynaldo selalu memberi yang terbaik untuk istri kontraknya.

"Reynaldo ini sudah 15 hari pernikahan kita dan sisa 75 hari lagi pernikahan ini, setelah itu aku akan pergi meninggalkanmu.." cicit Nabila sangat pelan, namun Reynaldo memilih diam seolah-olah dia tidak mendengarkan suara Nabila.

"Reynaldo apa kamu mendengarku??"

"Hahhh? Kamu bicara apa?" ucap Reynaldo berpura-pura tidak mendengarnya.

"Tidak jadi, lupakan saja.."

"Baiklah, aku akan memesan makanan, dan kamu harus segera meminum obat agar lukamu tidak menimbulkan infeksi.."

"Baiklah, aku ingin ke toilet.." ucap Nabila mencoba bangun tapi dia meringis kesakitan.

"Auuhhhhhhkk..." pekik Nabila.

Reynaldo berdiri kemudian dia membantu Nabila untuk ke toilet. Dia membawa Nabila ala bridal style, sampai di toilet duduk Reynaldo membantu Nabila, dia mendirikan wanita itu, terus saat semua selesai Reynaldo keluar tanpa berbicara apapun. Nabila yang melihat perlakuan manis Reynaldo membuat dia tersenyum bahagia. Rona merah pada pipinya terlihat jelas. Setelah selesai Reynaldo yang mendengar suara air dan langkah kaki dia masuk kembali.

Nabila menatap Reynaldo yang kini berdiri.

"Kamu ingin masuk??"

"Tidak aku hanya memastikan kamu baik-baik saja.."

"Aku ingin membilas wajahku.."

"Kemarilah aku akan membantumu" ucap Reynaldo kini menggendong tubuh Nabila ke tempat wastafel tempat mencuci wajahnya. Reynaldo mendudukkan Nabila di dekat wastafel. Terus Reynaldo memberikan sikat dan pasta gigi untuk Nabila menggosok giginya, kemudian Reynaldo membantu Nabila untuk membilas wajahnya.

Reynaldo membasahi handuk kecil dengan air hangat.

Dia mengelap tangan Nabila dengan lembut memastikan perban lukanya tidak akan basah. Kemudian mengelap kaki wanita itu.

Reynaldo melakukan semua dengan lembut.

Wanita mana yang tidak luluh diperlakukan seperti ratu oleh seorang pria.

"Kamu tidak perlu melakukan semua itu.." ucap Nabila kini mengalungkan tangannya ke leher Reynaldo kemudian menatap wajah tampan Reynaldo.

Sedangkan Reynaldo sedang mengelap bagian leher istrinya. Nabila semakin mendekatkan wajahnya ke hadapan Reynaldo.

Kini mata mereka seperti mengirimkan sinyal. Nabila memejamkan matanya dan Reynaldo mengerti. Reynaldo mencium bibir Nabila dengan lembut, merasakan manisnya bibir Nabila. Nabila membiarkan Reynaldo bermain di bibirnya, bahkan Nabila membuka mulutnya agar lidah Reynaldo bermain di dalam mulutnya. Bahkan Nabila membalas ciuman itu. Lambat laun ciuman itu semakin panas, bahkan beberapa kali Nabila harus mengambil napas kemudian dia membalas lagi ciuman Reynaldo. Kini mereka sama-sama terhanyut dalam ciuman itu. Bahkan Reynaldo kini telah mencium leher Nabila, memberi tanda pada leher putih itu. Nabila tahu akan hal selanjutnya namun dia memilih untuk melakukannya, membiarkan semua terjadi layaknya sepasang suami istri.

"Jikapun aku berpisah denganmu, setidaknya kamu orang yang baik untukku pertama dan ku harap menemukan pengganti seperti dirimu nantinya" gumam Nabila dalam hati.

Ciuman itu masih terus berlanjut, bahkan tangan Reynaldo kini telah masuk ke dalam baju Nabila, tangan itu terus membelai perut ramping Nabila, bahkan terkadang menyentuh dada Nabila dan memberikan remasan lembut membuat Nabila mendesah pelan.

Reynaldo menggendong tubuh Nabila menuju tempat tidur. Membaringkan wanita itu.

Reynaldo kembali menatap Nabila, Nabila mengangguk seraya menjawab persetujuan Reynaldo.

Reynaldo kembali mencium bibir Nabila.

Nabila membantu Reynaldo membuka baju bagian atas Reynaldo. Nabila terkejut dengan bentuk tubuh Reynaldo. Namun siapa yang menolak tubuh atletis seperti itu. Nabila memegang perut delapan kotak itu, jari lentik itu bermain di perut suaminya itu. Reynaldo kini membuka baju yang menutup tubuh Nabila.

Melihat penampakan itu membuat Reynaldo tersenyum manis.

Reynaldo mencium bibir Nabila kembali, dan tangan tetap bermain di bagian dada Nabila terkadang dia meremasnya dan meraba lembut tubuh istrinya. Sampailah

1
Adin Syarif
ceritanya bagus
Nur Holis
sangat serruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!