Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.
Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
asosiasi seni beladiri negara
Langkah pertama Luna Zhang sebagai penguasa ekonomi baru adalah melakukan Rebranding Total. Ia tahu bahwa nama "Zhang" kini telah tercemar oleh asosiasi dengan pengkhianatan, kekejaman, dan korupsi. Untuk menghapus bayang-bayang masa lalu, Luna melakukan transformasi identitas korporasi secara masif.
Luna secara resmi membubarkan Zhang Global Enterprises dan menyatukan seluruh asetnya di bawah bendera baru: Eternal abadi Group (Grup Abadi).
Nama ini dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada garis keturunan Chen Song sekaligus simbol bahwa kejayaan mereka akan abadi. Logo perusahaan yang dulunya berupa naga emas (simbol keserakahan Zhang) diganti menjadi Teratai Ungu yang Melilit Pedang Hitam, melambangkan keseimbangan antara kebijaksanaan Luna dan perlindungan Chen Song.
Luna tidak hanya mengganti papan nama. Dalam rapat umum pemegang saham pertama, ia melakukan tindakan drastis:
Pemecatan Massal Semua direktur yang merupakan kroni William Zhang dipecat secara tidak hormat tanpa pesangon.
Kenaikan Gaji Karyawan Bawah Untuk memenangkan hati rakyat, Luna menaikkan gaji buruh dan karyawan tingkat bawah sebesar 50%, yang seketika menciptakan loyalitas buta dari ribuan pekerja.
Sumpah Darah Digital Setiap manajer baru harus menandatangani kontrak kerahasiaan yang telah diperkuat dengan sedikit energi kultivasi Luna—jika mereka berkhianat, mereka akan merasakan sesak napas yang luar biasa.
Luna mengadakan konferensi pers internasional. Ia tampil dengan setelan bisnis formal berwarna ungu gelap, didampingi oleh Chen Song yang berdiri sebagai "Kepala Keamanan Global". Dunia sekuler melihatnya sebagai kebangkitan pengusaha jenius, sementara dunia bela diri melihatnya sebagai deklarasi wilayah kekuasaan baru.
Luna Zhang "Grup Zhang telah mati bersama keserakahannya. Hari ini, Eternal abadi Group lahir bukan untuk menguasai pasar dengan rasa takut, tetapi untuk memimpin dunia dengan kekuatan yang tak tergoyahkan."
Dari dalam sel mereka, Carren dan Monica melihat berita peluncuran ini melalui layar televisi yang sengaja dipasang Chen Song. Mereka melihat Luna yang dulu mereka panggil "pembawa sial" kini menjadi wanita terkaya dan terkuat di negara itu. Itu adalah siksaan mental yang jauh lebih menyakitkan daripada cambukan fisik.
Suasana di lobi utama Eternal abadi Group mendadak berubah mencekam. Suhu udara turun drastis, dan para karyawan biasa merasa sesak napas tanpa alasan yang jelas. Tiga orang pria mengenakan jubah abu-abu tradisional dengan bordir lambang "Giri" di dada mereka melangkah masuk.
Mereka adalah delegasi dari Asosiasi Seni Bela Diri (ASBD), penjaga hukum dunia persilatan yang sangat disegani.
Alih-alih menyambut mereka di lobi, Luna memerintahkan pengawal untuk membawa mereka langsung ke ruang kerjanya di lantai paling atas. Di sana, Luna duduk dengan tenang di balik meja marmer hitamnya, sementara Chen Song berdiri di dekat jendela, membelakangi pintu, menatap pemandangan kota.
Pimpinan delegasi, seorang pria tua bernama Elder Gusion, menghentakkan tongkat kayunya ke lantai, menciptakan getaran energi yang memadamkan semua perangkat elektronik di ruangan itu.
Elder Gusion"Chen Song! Luna Zhang! Kalian telah melanggar Perjanjian Keseimbangan. Pembantaian di Lembah Kematian, meskipun senyap, telah meninggalkan lubang energi yang mengganggu aliran Qi di wilayah ini. Asosiasi tidak bisa membiarkan kekuatan sebesar kalian bergerak tanpa kendali!"
Chen Song berbalik perlahan. Matanya tidak merah, namun tatapannya sangat tajam hingga membuat dua pengawal Elder Gusion mundur satu langkah.
Chen Song "Asosiasi? Ke mana kalian saat klan Zhang menindas orang-orang dengan ilmu hitam Elder Feng? Ke mana hukum kalian saat aku dibuang seperti sampah? Kalian hanya muncul saat pemenang sudah ditentukan agar bisa menjilat sisa-sisa kekuatan yang ada."
Sebelum Elder Gusion meledakkan amarahnya, Luna mengangkat tangannya. Kelopak teratai ungu kecil muncul di atas meja, memancarkan aura ketenangan yang menetralkan tekanan energi dari tongkat Elder Gusion.
Luna Zhang "Tuan Gusion, kami tidak ingin berperang dengan Asosiasi. Tapi kami juga tidak akan tunduk pada aturan yang sudah usang. Eternal abadi Group adalah entitas legal di dunia sekuler, dan wilayah ini adalah milik kami. Jika Asosiasi ingin 'ketenangan', maka biarkan kami mengatur wilayah kami sendiri."
Luna menggeser sebuah tablet ke arah Elder Gusion. Isinya bukan sekadar angka, melainkan koordinat tambang Giok Ungu yang baru saja ditemukan di lahan bekas klan Zhang—sumber daya yang sangat dibutuhkan Asosiasi untuk melatih murid-murid mereka.
Luna Zhang"Bekerjalah dengan kami. Kami berikan akses ke sumber daya ini, dan sebagai gantinya, tutup mata atas apa yang terjadi di Gou Tun City. Jadikan kami 'Anggota Khusus' yang tidak terikat hukum biasa kalian."
Elder Gusion terdiam. Ia melihat kekuatan luar biasa di tangan Chen Song dan kecerdasan taktis di mata Luna. Menghancurkan pasangan ini berarti memulai perang besar yang akan menghancurkan Asosiasi, namun menerima tawaran ini berarti melanggar aturan berabad-abad.
Elder Gusion "Kalian bermain dengan api. Tapi... Giok Ungu ini sangat menggoda. Aku akan membawa tawaran ini ke Dewan Tertinggi. Namun ingat, jika satu manusia biasa mati karena energi kalian, aku sendiri yang akan memimpin sepuluh Grandmaster untuk meratakan gedung ini!"
Setelah delegasi itu pergi, Chen Song mendekati Luna dan menggenggam tangannya. "Kau baru saja menyuap hakim tertinggi dunia persilatan, Istriku."
Luna tersenyum tipis. "Bukan menyuap, Song. Aku hanya memberi mereka alasan untuk tetap hidup."