NovelToon NovelToon
Diamonds & Deception

Diamonds & Deception

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dikelilingi wanita cantik / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

"Cinta adalah akting terbaik, dan kebenaran adalah kemewahan yang tidak mampu mereka beli."

Di tengah gemerlapnya Paris Fashion Week dan eksklusivitas jet pribadi, Serena Rousseau Mane, sang supermodel yang beralih menjadi aktris, memiliki satu aturan emas: jangan pernah berurusan dengan Nicholas Moreau Feng.

Nicholas bukan hanya aktor papan atas dengan reputasi predator di depan kamera, tetapi juga pria yang menghancurkan hatinya di masa SMA mereka. Kembalinya Nicholas ke dalam hidup Serena lewat proyek film jutaan dolar bukan sekadar reuni profesional, melainkan sebuah permainan kekuasaan. Di balik setelan bespoke dan perhiasan berlian yang mereka kenakan, tersimpan dendam lama tentang pengkhianatan masa lalu dan ketakutan Serena akan "ciuman mematikan" Nicholas yang sanggup menghancurkan kariernya—atau lebih buruk, kembali mencuri hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandiwara di Lokasi Syuting

Satu bulan telah berlalu sejak drama pertama mereka meledak di pasaran. Kini, industri hiburan kembali diguncang dengan pengumuman proyek kedua bertajuk "Cold Ashes". Ironisnya, di drama baru ini mereka berperan sebagai sepasang kekasih yang saling mengkhianati. sebuah refleksi yang terlalu nyata dari kehidupan mereka saat ini.

Strategi "Tiga Bulan" dimulai di sini. Lokasi syuting drama baru ini menjadi medan tempur sandiwara mereka yang paling berbahaya.

Di bawah pengawasan ketat Valerie yang hampir setiap hari hadir sebagai "pendamping setia" Nicholas, Serena menjalankan perannya dengan sempurna.

Saat sesi latihan adegan, Nicholas mencoba memberikan masukan tentang dialog mereka. Serena, dengan wajah datar yang mematikan, melempar naskahnya ke atas meja hingga menimbulkan suara dentuman keras.

"Bisa kau diam dan ikuti saja arahan sutradara, Nicholas?" bentak Serena di depan seluruh kru dan Valerie yang duduk di kursi VIP.

"Hanya karena kau merasa sudah menjadi bintang besar, bukan berarti kau bisa mengatur aktingku. Simpan saranmu untuk calon tunanganmu yang mengagumimu itu. Bagiku, kau hanyalah rekan kerja yang sangat amat mengganggu."

Seluruh kru menahan napas. Nicholas terdiam, wajahnya tampak memerah menahan malu (sebuah akting yang luar biasa dari seorang aktor papan atas).

Valerie yang melihat itu tersenyum puas di pojok ruangan. Ia merasa Serena benar-benar sudah muak dan benci pada Nicholas, yang artinya posisinya sebagai calon istri Nicholas tidak akan terancam.

"Maaf, Serena. Aku hanya ingin hasilnya maksimal," jawab Nicholas dengan suara rendah yang terdengar seperti pria yang tertekan oleh arogansi lawan mainnya.

Puncak dari sandiwara ini terjadi pada acara gala premiere film pertama mereka yang baru saja dirilis. Red carpet dipenuhi oleh ratusan fotografer. Serena tampil memukau dengan gaun hitam backless yang membuatnya tampak seperti dewi yang tak tersentuh.

Nicholas datang menggandeng Valerie. Saat mereka berada di titik pusat pemotretan, Valerie tiba-tiba menarik kerah jas Nicholas dan menciumnya tepat di bibir di hadapan ribuan kamera. Kilatan lampu flash membabi buta mengabadikan momen itu.

Serena, yang baru saja turun dari mobil tepat di belakang mereka, harus menyaksikan pemandangan itu secara langsung. Jantungnya terasa seperti diremas, namun ia teringat janji sembilan puluh hari itu.

Ia berjalan melewati mereka dengan langkah yang sangat anggun. Saat mata Nicholas yang penuh rasa bersalah meliriknya dari sela-sela ciuman Valerie, Serena hanya mengangkat dagunya. Ia tidak menunjukkan amarah, tidak menunjukkan kecemburuan. Ia hanya memberikan tatapan kosong, seolah Nicholas dan Valerie hanyalah debu di karpet merah yang tidak sengaja ia injak.

"Nicholas, Valerie! Bisa foto bersama Serena?" teriak salah satu wartawan.

"Maaf," sahut Serena tanpa menghentikan langkahnya, suaranya terdengar jernih melalui mikrofon media. "Aku tidak punya waktu untuk berfoto dengan orang yang tidak ada dalam daftar prioritasku. Nikmati malam kalian."

Malam itu, berita utama di seluruh dunia bukan hanya tentang kesuksesan film mereka, tapi tentang bagaimana Serena Rousseau secara terang-terangan menghina pasangan "Golden Match" itu.

Di balik pintu kamar hotelnya malam itu, Serena merosot di lantai, menangis tanpa suara sambil meremas kancing manset 'NF' yang selalu ia bawa, sementara Nicholas harus terjebak di pesta perayaan bersama Valerie, menghitung hari menuju kehancuran keluarga Han.

Malam itu, setelah drama di red carpet, Nicholas berhasil menyelinap ke balkon hotel tempat Serena menginap hanya untuk mengirimkan pesan suara singkat melalui perangkat terenkripsi.

Nicholas: "Setiap detik bibirnya menyentuhku, aku hanya membayangkan kau yang membunuhku dengan tatapanmu. Aku merasa kotor, Serena. Sabarlah, sisa 60 hari lagi. Hanya 60 hari menuju kebebasan kita."

Serena mendengarkan pesan itu berulang kali sambil menatap lampu kota Paris. Rasa sakitnya sedikit terobati, namun ia tahu ujian terberat baru saja dimulai: Adegan Puncak di Drama "Cold Ashes".

Minggu berikutnya, seluruh kru berkumpul di sebuah perpustakaan tua yang megah untuk syuting adegan kunci. Karakter Nicholas dan Serena sedang bertengkar hebat tentang pengkhianatan, yang diakhiri dengan ciuman penuh keputusasaan.

Valerie duduk di kursi monitor dengan tangan bersilang, matanya mengawasi setiap gerik Nicholas.

"Action!" teriak Sutradara.

Nicholas menarik lengan Serena, tatapannya menyala antara kebencian sandiwara dan kerinduan nyata. "Kenapa kau tidak pernah mengerti?" bentaknya sesuai naskah.

Serena membalas dengan tatapan yang menghujam, "Karena kau tidak pernah memberiku alasan untuk percaya!"

Lalu, sesuai arahan, Nicholas merengkuh wajah Serena dan menciumnya. Namun, kali ini ada yang berbeda. Nicholas tidak lagi melakukan teknik vacuum (ciuman tanpa sentuhan bibir yang sebenarnya) atau ciuman aman yang biasa ia lakukan demi menjaga perasaan Valerie atau reputasinya.

Nicholas mencium Serena dengan seluruh rasa haus selama beberapa bulan ini. Ia menciumnya seolah-olah dunia akan kiamat besok pagi. Serena, yang awalnya terkejut, akhirnya membalas dengan intensitas yang sama. Napas mereka memburu, dan emosi yang mereka tumpahkan begitu mentah sehingga seluruh kru di lokasi syuting terdiam seribu bahasa.

"CUT! PERFECT!" teriak sutradara dengan histeris. "Itu adalah ciuman terbaik dalam sejarah karier kalian berdua! Totalitas yang luar biasa!"

Begitu potongan adegan itu bocor sebagai teaser dan foto-foto dari lokasi syuting tersebar, media sosial meledak. Perbedaan gaya ciuman Nicholas menjadi topik hangat di majalah gaya hidup dan forum gosip.

Media Headline Entertainment : "Nicholas Feng Akhirnya Bangun, Ciuman dengan Serena Rousseau Sangat Berbeda dengan Aktris Lain."

Paris Style : "Tanpa Ciuman Vakum: Nicholas Tampak Lupa Bahwa Dia Punya Calon Tunangan Saat Berada di Pelukan Serena."

Netizen Comment : "Kenapa saat mencium Valerie di red carpet dia tampak kaku, tapi saat mencium Serena yang katanya dia benci, dia tampak seperti ingin menelan wanita itu hidup-hidup?"

Valerie murka. Ia membanting tabletnya di ruang ganti. Media mulai mengolok-oloknya, menyebut bahwa Nicholas mungkin "takut" padanya secara publik, tapi jiwanya tetap milik lawan mainnya.

"Apa itu tadi, Nicholas?" tanya Valerie tajam di dalam mobil saat mereka pulang. "Kau bilang kau membencinya, tapi kau menciumnya seperti dia adalah oksigenmu."

Nicholas hanya menatap keluar jendela dengan ekspresi datar yang dingin. "Itu disebut akting, Valerie. Bukankah itu yang kau inginkan? Film ini sukses agar saham keluargamu naik? Aku hanya memberikan apa yang diminta sutradara."

Namun di dalam saku mantelnya, tangan Nicholas mengepal. Ia tahu ciuman itu telah membangkitkan kecurigaan Valerie, tapi ia tidak peduli. Waktunya semakin sempit, dan perang di lantai bursa sudah dimulai.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 😍😍😍

1
Fbian Danish
ceritanya bagus bgt. aku suka.... satset tanpa banyak drama, tapi alurnya enak untuk diikuti... suka..suka..suka..
Fbian Danish
baguuuuussss bgt ceritanya kak. cerita sat set tanpa banyak drama tapi alurnya enak dan konflik yg tidak terlalu pelik. aku suka bgt asli.....
Fbian Danish
bapaknya memberi jaminan kancing, anaknya gantungan kristal... like father like son😄
Salsabiell Jannah
sukaaaaa bangetttt sama novel ini 😍😍😍😍
Ros_10: Makasih 😍
total 1 replies
Fbian Danish
bagus bgt karyamu Thor... 🔥🔥🔥🔥
Fbian Danish
happy bgt kak❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!