NovelToon NovelToon
Between Kook & V

Between Kook & V

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / BXB / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Axeira

Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.

Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 CALM MEET CHAOS

Kalau ada satu hal yang lebih mengerikan dari Geng Chaos, itu adalah—

Dosen yang suka kerja kelompok.

Dan pagi itu, mimpi buruk itu datang dengan suara datar dan senyum tipis yang mencurigakan.

“Baik,” kata dosen mereka sambil nutup buku.

“Hari ini saya bagi kalian ke dalam beberapa kelompok.”

Suara gesekan kursi langsung kedengeran.

Mahasiswa auto waspada.

“Kelompok ini akan berjalan selama satu bulan,” lanjutnya santai.

“Dan nilainya besar.”

Satu kelas langsung hening.

Jungkook nyengir.

“Tenang,” bisiknya ke Namjoon.

“Selama gak sekelompok sama—”

“Kelompok satu,” potong dosen itu.

Nama-nama mulai disebut.

“Jeon Jungkook.”

Jungkook refleks angkat dagu.

“Siap.”

“Kim Taehyung.”

Jungkook langsung nengok.

Taehyung juga.

Tatapan mereka ketemu.

Bukan kaget.

Lebih ke… sial.

“Kim Mingyu.”

“Jeon Wonwoo.”

“Park Jimin.”

“Min Yoongi.”

Satu kelas mulai ribut pelan.

“ANJIR,” bisik Mingyu.

“GUE SEKELAS SAMA DIA?”

Wonwoo ngelirik sekilas.

“Sial.”

Jimin nutup muka.

“Dosa apa sih gue"

Yoongi cuma sandar di kursi.

“Bangun gue pagi ini sia-sia.”

Dosen lanjut ngomong seolah gak terjadi apa-apa.

“Silakan duduk berkelompok.”

Dan begitulah…

Chaos dan Calm resmi satu meja.

Meja itu terasa… salah.

Jungkook duduk bersandar, kaki selonjoran.

Taehyung duduk tegak, rapi.

Mingyu geser kursinya terlalu dekat ke Wonwoo.

Wonwoo geser balik.

“Lo ngapain deket-deket?” Wonwoo datar.

“Meja sempit,” Mingyu santai.

“Lagian kita satu kelompok.”

“Bukan berarti satu napas,” balas Wonwoo.

Jimin nyengir.

“Wih, udah ribut duluan aja nih sebelah.”

Yoongi buka laptop.

“Bisa diem gak? Kepala gue berisik.”

Taehyung buka buku catatan.

“Topiknya kebijakan publik.”

Jungkook melirik.

“Lo serius banget.”

“Namanya juga tugas,” jawab Taehyung tanpa nengok.

Jungkook nyengir tipis.

“Lo emang selalu gitu?”

“Gitu gimana?”

“Tenang. Dingin. Kayak gak peduli apa pun.”

Taehyung akhirnya nengok.

“Gue peduli hal penting.”

“Gue gak penting?” Jungkook refleks nanya.

Seisi meja langsung nengok.

Jungkook bengong sendiri.

“…bukan gitu maksud gue.”

Taehyung menatap Jungkook sebentar.

Lalu kembali ke bukunya.

“Buktiin aja,” katanya pelan.

Dan entah kenapa—

Kalimat itu nyangkut di kepala Jungkook.

“Oke,” Namjoon—yang duduk di kelompok lain—teriak dari kejauhan.

“Kerja yang bener, Chaos.”

“Gue bukan Chaos doang,” Jungkook balas.

“Gue sekarang Chaos plus Calm.”

Mingyu ngakak.

“Cocok.”

Wonwoo mendesah.

“Gak.”

Taehyung ngetik di laptop.

“Kita bagi tugas. Gue sama Yoongi riset. Jungkook dan Jimin presentasi. Mingyu dan Wonwoo data lapangan.”

Mingyu melongo.

“Kenapa gue sama dia?”

“Karena kalian berdua sama-sama tinggi,” jawab Taehyung datar.

“Itu alasan paling gak ilmiah,” Mingyu protes.

Yoongi ngangguk.

“Tapi masuk akal.”

Wonwoo nengok Taehyung.

“Gue setuju.”

Mingyu nunjuk Wonwoo.

“LO LIAT? DIA SELALU BEGITU.”

Jimin ngakak.

“Selamat ya kalian bisa berduaan”

Mingyu mendengus.

“Ini bukan kencan.”

Wonwoo angkat alis.

“Berisik”

Kelas selesai.

Tapi neraka belum.

“Besok kita ketemu di perpustakaan,” kata Taehyung sambil nutup laptop.

Jungkook refleks nyaut.

“Gue ikut.”

Taehyung nengok.

“Emang lo bisa diem?”

Jungkook senyum.

“Gue bisa fokus… kalau mau.”

Taehyung berdiri.

“Yaudah”

Kalimat itu lagi-lagi sederhana.

Tapi Jungkook ngerasa—

Dia ditantang.

Di luar kelas, Geng Chaos langsung nyamperin.

“LO SEKELAS SAMA DIA?” Seokmin heboh.

“Dan satu kelompok,” jawab Jungkook.

“Doaku menyertaimu kawan,” Hoseok tepuk pundaknya.

Namjoon nyengir.

“Lo keliatan seneng.”

Jungkook refleks nolak.

“Enggak.”

“Tapi dari tadi lo senyum mulu,” kata Jimin.

Jungkook diem.

Di kejauhan, Taehyung jalan bareng Seokjin.

Langkahnya tenang.

Dan untuk pertama kalinya—

Jungkook ngerasa

ketenangan itu ganggu pikirannya

Sementara itu, di sisi lain kampus…

Mingyu dan Wonwoo jalan berdampingan.

Canggung.

Sunyi.

“Jadi…” Mingyu buka suara.

“Kita ke lapangan kapan?”

Wonwoo melirik.

“Kapan pun asal lo bisa tepat waktu.”

“Gue selalu tepat waktu,” Mingyu protes.

Wonwoo senyum tipis.

“Itu lelucon.”

Mingyu bengong.

“…eh?”

Dan untuk pertama kalinya—

Wonwoo ketawa kecil.

Mingyu langsung berhenti jalan.

“Eh.”

Wonwoo nengok.

“Kenapa?”

“…Lo barusan ketawa.”

Wonwoo diem.

“Dan?”

“Gak apa-apa,” Mingyu nyengir lebar.

“Cuma… keren aja.”

Wonwoo mendengus.

“Lo aneh.”

Mingyu makin seneng.

Hari itu berakhir dengan satu kesimpulan besar:

Kerja kelompok ini bukan sekadar tugas.

Ini adalah awal dari

kekacauan yang makin dekat

dan ketenangan yang mulai retak.

1
elleaa_
kapan lanjut lagi kakkk? aku menunguuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!