Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

BSB BAB 1_Mutiara di Tengah Lumpur

Matahari baru saja menampakkan diri di ufuk timur, menyirami kota Jakarta dengan cahaya oranye yang lembut.

Namun bagi Arumi pagi hari bukanlah waktu untuk bersantai atau menikmati secangkir kopi hangat.

Pukul lima pagi, ia sudah berkutat di dapur sempit rumah keluarganya, menyiapkan sarapan untuk orang tua dan adik perempuannya yang selalu menuntut banyak hal.

Arumi adalah definisi gadis yang "terlupakan" di rumahnya sendiri.

Parasnya cantik alami yaitu matanya jernih seperti telaga, kulitnya bersih meski tanpa perawatan mahal, dan rambut hitamnya selalu diikat rapi.

Namun kecantikan itu seolah tertutup oleh pakaian lusuh dan beban pekerjaan rumah tangga yang ditumpukan padanya sejak ia masih remaja.

"Arumi! Mana kopiku? Kenapa lama sekali?" Suara melengking itu berasal dari Siska, adik kandung Arumi.

Siska keluar dari kamarnya dengan piyama sutra mahal sangat kontras dengan daster katun Arumi yang sudah memudar warnanya.

Siska adalah anak kesayangan, di mata ibunya Siska adalah tiket menuju kekayaan, sementara Arumi hanyalah "asisten rumah tangga gratis" yang kebetulan memiliki hubungan darah.

"Sebentar, Siska. Ini sedang dituang," jawab Arumi lembut.

Ia meletakkan secangkir kopi di meja makan, lalu kembali membalikkan telur di penggorengan.

Tak lama kemudian, Ibu mereka, Bu Ratna, keluar dengan wajah masam, ia langsung memeriksa meja makan.

"Hanya telur dan roti? Arumi, kau tahu kan Siska harus makan makanan bergizi untuk audisi modelnya siang ini? Kenapa kau begitu pelit dan malas?"

Arumi menunduk. "Maaf, Bu. Uang belanja yang Ibu berikan kemarin sudah habis untuk membayar tagihan listrik yang menunggak. Ini sisa yang bisa kubeli."

Plakk!

Bu Ratna menggebrak meja. "Alasan! Kamu pasti menyisihkan uang itu untuk keperluanmu sendiri, kan? Dasar anak tidak tahu diuntung. Padahal kami sudah berbaik hati memberimu tempat tinggal."

Hati Arumi mencelos. Tempat tinggal? Seingatnya, rumah ini dicicil menggunakan gaji Arumi selama tiga tahun pertama ia bekerja sebagai buruh cuci dan pelayan toko, sebelum akhirnya ia dipecat karena sering diminta pulang mendadak oleh ibunya untuk melayani Siska.

Kini, Arumi hanya bekerja serabutan sebagai pembersih taman di sebuah kompleks perumahan elit.

Meskipun diperlakukan tidak adil, Arumi tidak pernah melawan.

Bukan karena ia lemah, tetapi karena ia sangat menghargai konsep keluarga, ia percaya bahwa suatu saat, kebaikan akan berbuah manis.

Setelah selesai membereskan dapur dan mencuci piring bekas sarapan keluarganya, Arumi segera bersiap.

Ia mengenakan kemeja flanel yang sudah sikutnya menipis dan celana kain hitam.

Ia mengambil sepeda tuanya dan mengayuh menuju kawasan perumahan mewah Emerald Estate.

Di sana, Arumi bekerja sebagai perawat taman di salah satu rumah besar milik seorang pengusaha tua yang baik hati.

Namun hari ini ada pemandangan yang berbeda, di mana di gerbang kompleks ia melihat seorang pria terduduk di pinggir jalan.

Pria itu mengenakan kaos oblong putih yang sedikit kotor dan celana jeans belel.

Di sampingnya ada sebuah tas ransel yang tampak berat, wajahnya sangat tampan, dengan rahang tegas dan hidung mancung, namun matanya memancarkan kelelahan yang luar biasa.

Arumi berhenti, sifat penolongnya tiba-tiba saja muncul. "Permisi, Mas? Apa Mas baik-baik saja?"

Pria itu mendongak, matanya bertemu dengan mata Arumi yang tulus.

Pria itu adalah Adrian, yang sebenarnya merupakan CEO dari Arkadia Group, perusahaan properti terbesar di negeri ini.

Namun saat ini ia sedang melakukan "penyamaran" atas wasiat kakeknya untuk mencari pasangan yang mencintainya tulus tanpa melihat harta.

Adrian tertegun melihat gadis di depannya, ei tengah lingkungan elit ini, ada seorang gadis yang penampilannya sangat sederhana namun memiliki aura yang sangat tenang.

"Saya... saya hanya sedikit pusing. Saya baru sampai di kota ini untuk mencari kerja, tapi saya tersesat," bohong Adrian dengan lancar.

Arumi tersenyum tipis, ia merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah botol air mineral yang masih segel dan sebungkus roti kecil yaitu sarapannya sendiri yang belum sempat ia makan.

"Ini, Mas. Diminum dulu. Jakarta memang keras kalau baru pertama kali datang. Kalau Mas tidak keberatan, di dekat sini ada warung milik Pak De yang biasa menerima pekerja serabutan. Mas bisa coba tanya di sana," ujar Arumi sambil memberikan roti itu.

Adrian menerima roti tersebut dengan ragu. "Terima kasih... namamu siapa?"

"Arumi. Saya harus segera bekerja, Mas. Semoga beruntung dengan pencarian kerjanya," ucap Arumi sebelum kembali mengayuh sepedanya.

Adrian memperhatikan punggung Arumi yang menjauh, ia tersenyum sinis, namun ada kilatan ketertarikan di matanya.

'Biasanya wanita akan menghindariku jika aku berpenampilan seperti gembel begini, atau setidaknya merasa jijik. Tapi dia... dia memberikan sarapannya sendiri padaku?' gumamnya dalam hati.

Sore harinya, Arumi pulang dengan tubuh lelah, namun ia tidak disambut dengan kehangatan.

Di ruang tamu, Bu Ratna dan Siska sedang berbincang dengan seorang pria paruh baya bertubuh tambun yang dikenal sebagai Juragan peminjaman uang di kampung mereka, Pak Broto.

"Nah, ini dia anaknya baru pulang!" seru Bu Ratna dengan wajah sumringah yang dibuat-buat.

Arumi merasa perasaannya tidak enak. "Ada apa ini, Bu?"

Pak Broto menatap Arumi dengan pandangan lapar. "Arumi, ibumu bilang kau bersedia menikah denganku untuk melunasi hutang keluarga kalian yang lima puluh juta itu. Benar begitu?"

Dunia Arumi seolah runtuh, lima puluh juta? Seingatnya mereka tidak pernah meminjam uang sebanyak itu, ia menatap ibunya dengan nanar.

"Bu... apa maksudnya ini? Aku tidak pernah setuju," bisik Arumi bergetar.

Bu Ratna menarik Arumi ke dapur dan berbisik tajam, "Dengar, Arumi! Siska butuh biaya untuk masuk sekolah model internasional. Ini kesempatan kita! Pak Broto kaya, kau akan hidup enak. Jangan jadi anak durhaka! Kalau kau menolak, Ibu akan mengusirmu dan menganggapmu bukan anak lagi!"

Arumi terdiam, air mata menetes di pipinya. Inilah hidupnya, dianggap sebagai barang dagangan oleh ibunya sendiri demi kepentingan adik kesayangannya.

Malam itu, Arumi melarikan diri ke taman kota, tempat ia biasa menenangkan diri.

Ia duduk di bangku taman yang sama di mana ia melihat pria "miskin" tadi pagi.

Tanpa disangka, pria itu masih ada di sana, sedang memakan roti pemberian Arumi tadi pagi dengan perlahan.

"Mas... masih di sini?" tanya Arumi dengan suara serak karena habis menangis.

Adrian menoleh dan ia melihat mata Arumi yang sembab. "Arumi? Ada apa? Kenapa menangis?" tanyanya.

Arumi menggeleng, mencoba menghapus air matanya. "Hanya masalah kecil. Mas sendiri, kenapa belum pulang?"

Adrian menatap langit malam. "Saya tidak punya tempat tinggal, saya baru saja ditolak di penginapan karena uang saya kurang." ucap Adrian.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

YEYYY AKHIRNYA UPLOAD CERITA BARU NIHHHH....

JANGAN LUPA MAMPIR BACA, FAVORITKAN, JANGAN LUPA VOTE JUGA, ULASAN BINTANGNYA, LIKE, KOMEN SAN HADIAH BIAR TAMBAH SEMANGAT BUAT UPDATE BAB SELANJUTNYA

JANGAN LUPA MAMPIR KE IG AKU YAAA DI

@Lala_Syalala13

Terpopuler

Comments

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Assalammualaikum Kk. Aku mampir ya.

2026-04-23

2

Mazree Gati

Mazree Gati

tolol arumi di tindas bukanya keluar dari rumah malah bertahan,,untung hanya sinetron,, goblok goblok

2026-04-20

1

Murni Syahfutri

Murni Syahfutri

Baca bab 1 menarik, belum tau bab selanjutnya, apa lebih menarik lagi atau akan membosan kan, ,,

2026-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 BSB BAB 1_Mutiara di Tengah Lumpur
2 BSB BAB 2_Sang Elang yang Menanggalkan Sayapnya
3 BSB BAB 3_Suami Miskin
4 BSB BAB 4_Menikah
5 BSB BAB 5_Paket Bantuan Sosial
6 BSB BAB 6_Penyamaran Yang Berbahaya
7 BSB BAB 7_Murka Sang Raja yang Tersembunyi
8 BSB BAB 8_Dua Wajah Sang Penguasa
9 BSB BAB 9_Jebakan
10 BSB BAB 10_Bakat yang Tersembunyi
11 BSB BAB 11_Syarat Sang Penyelamat
12 BSB BAB 12_Benang Merah yang Mulai Terurai
13 BSB BAB 13_Pertemuan Yang Tak Terduga
14 BSB BAB 14_Sabotase di Balik Bayang-bayang
15 BSB BAB 15_Berlian yang Mulai Bersinar
16 BSB BAB 16_Tawaran dari Surga
17 BSB BAB 17_Roda Nasib yang Berputar
18 BSB BAB 18_Tiket Keberuntungan
19 BSB BAB 19_Pertemuan di Negeri Singa
20 BSB BAB 20_Nomor Tak di Kenal
21 BSB BAB 21_Singa di Tengah Malam
22 BSB BAB 22_Suara di Balik Tirai Kekuasaan
23 BSB BAB 23_Perintah Sang Patriark
24 BSB BAB 24_Kebohongan Yang Terbongkar
25 BSB BAB 25_Satu Syarat
26 BSB BAB 26_Hari Pertama Menjadi Kuli
27 BSB BAB 27_Kegaduhan ditengah Malam
28 BSB BAB 28_Titik Lemah
29 BSB BAB 29_Proyek Pertama
30 BSB BAB 30_Sabotase di Balik Debu Konstruksi
31 BSB BAB 31_Rekaman Palsu
32 BSB BAB 32_Kiriman Anonim
33 BSB BAB 33_Kartu Nama
34 BSB BAB 34_Menghancurkan Nama Baik
35 BSB BAB 35_Kebangkitan Sang Elang
36 BSB BAB 36_Satu Rahasia Besar
37 BSB BAB 37_Murka Sang Elang Tua
38 BSB BAB 38_Ini Bukan Mimpi
39 BSB BAB 39_Arsip Masa Lalu
40 INFORMASI
41 BSB BAB 40_Benih Keraguan di Atas Tanah Keramat
42 BSB BAB 41_Makam Para Sesepuh Desa
43 BSB BAB 42_Mencari Damai
44 BSB BAB 43_Labuhan Hati di Balik Sketsa
45 BSB BAB 44_Kemandirian
46 BSB BAB 45_Rahasia di Balik Debu
47 BSB BAB 46_Akhir dari Sebuah Labirin
48 BSB BAB 47_Toko Roti Sari Atmojo
49 BSB BAB 48_Berhalusinasi
50 BSB BAB 49_Memperbaiki Nama Ayahku
51 BSB BAB 50_Memiliki Jangkar Yang Kuat
52 BSB BAB 51_Tamu Tak Diundang
53 BSB BAB 52_Waktunya Pergi
54 BSB BAB 53_Proyek Rahasia
55 BSB BAB 54_Kejutan
56 BSB BAB 55_Tamu VIP
57 BSB BAB 56_Terancam
58 BSB BAB 57_Ketegasan Arumi
59 BSB BAB 58_Orang Dimasa Lalu
60 BSB BAB 59_Sudah Lama Dinanti
61 BSB BAB 60_Ngidam
62 BSB BAB 61_Kehebohan Kakek Haris
63 BSB BAB 62_Kerupuk Misnad
64 BSB BAB 63_Melihat Calon Pewaris Arkadia
65 BSB BAB 64_Sego Sambel Tumpang Daun Jati
66 BSB BAB 65_Tidak Lagi Cantik
67 BSB BAB 66_Fenomena Baru
68 BSB BAB 67_Mengenal Ritme Dunia Bisnis
69 BSB BAB 68_Arsitek Melawan Kontraktor
70 BSB BAB 69_Rahasia Dibalik Kanvas
71 BSB BAB 70_Hutan Kehidupan
72 BSB BAB 71_Kesepakatan Yang Menguntungkan
73 BSB BAB 72_Lelah Yang Menyenangkan
74 BSB BAB 73_Rencana 7 Bulanan
75 BSB BAB 74_Acara 7 Bulanan
76 BSB BAB 75_Insomnia Trimester Ketiga
77 BSB BAB 76_Tugas Duniaku
78 BSB BAB 77_Gejala Diakhir Trimester
79 BSB BAB 78_Verifikasi Data
80 BSB BAB 79_Tas Rumah Sakit
81 BSB BAB 80_Tidak Enak Padamu
82 BSB BAB 81_Kelahiran Pewaris Arkadia
83 BSB BAB 82_Aturan Mutlak
84 BSB BAB 83_Pulang
85 BSB BAB 84_Tangisan Arkananta
86 New Story: Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin
87 BSB BAB 85_Merasa Terabaikan?
88 BSB BAB 86_Pergerakan Tidak Biasa
89 BSB BAB 87_Akhir Dari Serangan
90 BSB BAB 88_Cinta Ibu Padamu
91 BSB BAB 89_Tumbuh Gigi
92 BSB BAB 90_Merangkak
93 BSB BAB 91 (END)_Terima kasih sayang, I Love You
94 New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
95 New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
96 New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
Episodes

Updated 96 Episodes

1
BSB BAB 1_Mutiara di Tengah Lumpur
2
BSB BAB 2_Sang Elang yang Menanggalkan Sayapnya
3
BSB BAB 3_Suami Miskin
4
BSB BAB 4_Menikah
5
BSB BAB 5_Paket Bantuan Sosial
6
BSB BAB 6_Penyamaran Yang Berbahaya
7
BSB BAB 7_Murka Sang Raja yang Tersembunyi
8
BSB BAB 8_Dua Wajah Sang Penguasa
9
BSB BAB 9_Jebakan
10
BSB BAB 10_Bakat yang Tersembunyi
11
BSB BAB 11_Syarat Sang Penyelamat
12
BSB BAB 12_Benang Merah yang Mulai Terurai
13
BSB BAB 13_Pertemuan Yang Tak Terduga
14
BSB BAB 14_Sabotase di Balik Bayang-bayang
15
BSB BAB 15_Berlian yang Mulai Bersinar
16
BSB BAB 16_Tawaran dari Surga
17
BSB BAB 17_Roda Nasib yang Berputar
18
BSB BAB 18_Tiket Keberuntungan
19
BSB BAB 19_Pertemuan di Negeri Singa
20
BSB BAB 20_Nomor Tak di Kenal
21
BSB BAB 21_Singa di Tengah Malam
22
BSB BAB 22_Suara di Balik Tirai Kekuasaan
23
BSB BAB 23_Perintah Sang Patriark
24
BSB BAB 24_Kebohongan Yang Terbongkar
25
BSB BAB 25_Satu Syarat
26
BSB BAB 26_Hari Pertama Menjadi Kuli
27
BSB BAB 27_Kegaduhan ditengah Malam
28
BSB BAB 28_Titik Lemah
29
BSB BAB 29_Proyek Pertama
30
BSB BAB 30_Sabotase di Balik Debu Konstruksi
31
BSB BAB 31_Rekaman Palsu
32
BSB BAB 32_Kiriman Anonim
33
BSB BAB 33_Kartu Nama
34
BSB BAB 34_Menghancurkan Nama Baik
35
BSB BAB 35_Kebangkitan Sang Elang
36
BSB BAB 36_Satu Rahasia Besar
37
BSB BAB 37_Murka Sang Elang Tua
38
BSB BAB 38_Ini Bukan Mimpi
39
BSB BAB 39_Arsip Masa Lalu
40
INFORMASI
41
BSB BAB 40_Benih Keraguan di Atas Tanah Keramat
42
BSB BAB 41_Makam Para Sesepuh Desa
43
BSB BAB 42_Mencari Damai
44
BSB BAB 43_Labuhan Hati di Balik Sketsa
45
BSB BAB 44_Kemandirian
46
BSB BAB 45_Rahasia di Balik Debu
47
BSB BAB 46_Akhir dari Sebuah Labirin
48
BSB BAB 47_Toko Roti Sari Atmojo
49
BSB BAB 48_Berhalusinasi
50
BSB BAB 49_Memperbaiki Nama Ayahku
51
BSB BAB 50_Memiliki Jangkar Yang Kuat
52
BSB BAB 51_Tamu Tak Diundang
53
BSB BAB 52_Waktunya Pergi
54
BSB BAB 53_Proyek Rahasia
55
BSB BAB 54_Kejutan
56
BSB BAB 55_Tamu VIP
57
BSB BAB 56_Terancam
58
BSB BAB 57_Ketegasan Arumi
59
BSB BAB 58_Orang Dimasa Lalu
60
BSB BAB 59_Sudah Lama Dinanti
61
BSB BAB 60_Ngidam
62
BSB BAB 61_Kehebohan Kakek Haris
63
BSB BAB 62_Kerupuk Misnad
64
BSB BAB 63_Melihat Calon Pewaris Arkadia
65
BSB BAB 64_Sego Sambel Tumpang Daun Jati
66
BSB BAB 65_Tidak Lagi Cantik
67
BSB BAB 66_Fenomena Baru
68
BSB BAB 67_Mengenal Ritme Dunia Bisnis
69
BSB BAB 68_Arsitek Melawan Kontraktor
70
BSB BAB 69_Rahasia Dibalik Kanvas
71
BSB BAB 70_Hutan Kehidupan
72
BSB BAB 71_Kesepakatan Yang Menguntungkan
73
BSB BAB 72_Lelah Yang Menyenangkan
74
BSB BAB 73_Rencana 7 Bulanan
75
BSB BAB 74_Acara 7 Bulanan
76
BSB BAB 75_Insomnia Trimester Ketiga
77
BSB BAB 76_Tugas Duniaku
78
BSB BAB 77_Gejala Diakhir Trimester
79
BSB BAB 78_Verifikasi Data
80
BSB BAB 79_Tas Rumah Sakit
81
BSB BAB 80_Tidak Enak Padamu
82
BSB BAB 81_Kelahiran Pewaris Arkadia
83
BSB BAB 82_Aturan Mutlak
84
BSB BAB 83_Pulang
85
BSB BAB 84_Tangisan Arkananta
86
New Story: Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin
87
BSB BAB 85_Merasa Terabaikan?
88
BSB BAB 86_Pergerakan Tidak Biasa
89
BSB BAB 87_Akhir Dari Serangan
90
BSB BAB 88_Cinta Ibu Padamu
91
BSB BAB 89_Tumbuh Gigi
92
BSB BAB 90_Merangkak
93
BSB BAB 91 (END)_Terima kasih sayang, I Love You
94
New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
95
New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
96
New Story: Benih Rahasia Sang Dokter

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!