NovelToon NovelToon
PENYESALAN DI UJUNG TALAK

PENYESALAN DI UJUNG TALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Duda
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gibrant Store

Rangga rela banting tulang siang-malam sebagai kuli dan tukang ojek demi membahagiakan istrinya, Laras. Tapi bagi Laras, kerja keras Rangga cuma "recehan" yang memalukan. Puncaknya, Laras tertangkap basah berselingkuh dan malah berbalik menghina Rangga hingga meminta cerai.
Dengan hati hancur, Rangga menjatuhkan talak dan pergi membawa putri kecil mereka, Rinjani, ke Bandung. Di tengah perjuangan hidup dari nol, hadir Syakira—gadis salafi yang tidak cuma membawa kesuksesan pada usaha Rangga, tapi juga menjadi ibu sambung yang dicintai Rinjani.
Saat Rangga mulai meraih kebahagiaan dan kesuksesan, karma datang menjemput Laras. Hidupnya hancur, disiksa suami barunya, hingga menderita penyakit kronis. Laras merangkak memohon ampun, tapi bagi Rinjani, ibunya sudah lama mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gibrant Store, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENYESALAN YANG SIA-SIA

Udara malam Bandung yang biasanya terasa menyejukkan, seketika berubah jadi mencekam bagi Laras. Dia masih bersimpuh di atas paving blok yang kasar, tidak peduli lagi dengan harga dirinya yang sudah hancur lebur di depan banyak orang. Tangannya mencoba meraih ujung celana Rangga, memohon dengan isak tangis yang terdengar pilu sekali di telinga siapa pun yang lewat. Wajahnya yang dulu selalu dipoles riasan mahal, kini basah oleh air mata dan keringat, tampak kusam dan menyedihkan.

"Mas... tolong maafin aku, Mas. Aku mengaku salah, aku khilaf sekali dulu," rintih Laras dengan suara serak. "Badru itu jahat, Mas! Dia tipu aku habis-habisan. Dia cuma mau uangku, lalu dia tinggalin aku pas dia dikejar polisi. Sekarang aku nggak punya tempat tinggal, aku diusir, aku nggak makan seharian, Mas..."

Laras mendongak, menatap wajah Rangga yang tetap datar bagaikan batu karang. Dia berharap ada sedikit saja kilat rasa kasihan di mata pria itu. Tapi yang dia dapati cuma tatapan kosong. Laras pun mulai mengeluarkan jurus terakhirnya, senjata yang dia pikir tidak akan bisa ditolak oleh Rangga.

"Mas, demi Rinjani... tolong kasih aku kesempatan sekali lagi. Rinjani butuh ibu kandungnya, Mas. Apa kamu tega lihat anak kita tumbuh tanpa sosok ibu di sampingnya? Aku janji bakal berubah, aku bakal jadi istri yang baik. Kita mulai dari nol lagi di sini ya, Mas? Tolong deh, Mas, jangan sekejam ini sama aku," rayu Laras sambil terus menangis.

Syakira yang berdiri tidak jauh dari sana merasa serba salah. Dia bisa merasakan kesedihan Laras sebagai sesama wanita, tapi dia juga tahu betapa dalam luka yang sudah ditanamkan wanita itu di hati Rangga. Syakira mulai melangkah mundur perlahan, ingin memberi ruang bagi mereka untuk bicara secara pribadi. Dia merasa tidak enak kalau harus ikut campur dalam urusan masa lalu yang begitu pelik.

"Mas Rangga, saya... saya masuk ke dalam ruko dulu ya bersama Rinjani. Sebaiknya Mas selesaikan dulu masalah ini," bisik Syakira pelan, mencoba menarik Rinjani dengan lembut.

Tapi, seketika Rangga mengulurkan tangannya. Dia menahan lengan Syakira agar tetap di tempatnya. "Tetap di sini, Syakira. Jangan pergi. Kamu nggak perlu sembunyi karena kamu bagian dari masa depanku sekarang. Dan kamu, Rinjani... sini sayang, jangan takut," ujar Rangga dengan suara yang berat tapi sangat mantap.

Rangga menatap Laras yang masih bersimpuh. Keheningan tercipta selama beberapa saat, cuma suara desis sate di atas panggangan yang sesekali memecah suasana. Pelanggan lain mulai berbisik-bisik, tapi Rangga tidak peduli. Dia ingin menyelesaikan semua ini sekarang juga agar bayang-bayang masa lalu tidak lagi menghantui langkahnya.

Rangga menarik napas panjang, lalu dia berjongkok sedikit agar matanya sejajar dengan mata Laras. Tapi, tidak ada kehangatan di sana. "Laras, kamu ingat nggak malam itu? Malam saat hujan deras dan aku sujud di depan pintu apartemenmu cuma buat minta kamu jangan pergi? Aku sujud di kakimu demi cinta kita, demi Rinjani... tapi apa yang kamu lakukan? Kamu injak harga diriku, kamu usir aku kayak binatang, dan kamu bilang aku ini parasit yang cuma bisa bikin kamu malu."

Laras terdiam, tangisnya tertahan di tenggorokan. Dia ingat sekali malam itu. Malam di mana dia menertawakan tangisan Rangga sambil menggandeng tangan Badru yang kaya raya.

"Sekarang, roda itu sudah berputar, Laras," lanjut Rangga dengan suara tenang tapi terasa mematikan sekali. "Sekarang kamu sujud di kakiku. Tapi aku tahu, kamu sujud bukan karena cinta. Kamu sujud karena harta yang aku punya sekarang. Kamu sujud karena kamu sudah nggak punya sandaran lagi setelah laki-laki pilihanmu itu lari. Kamu datang pas aku sudah sukses, ke mana kamu waktu aku lapar dan kedinginan di terminal dulu, hah?"

"Nggak gitu, Mas... aku beneran menyesal kok!" bantah Laras dengan wajah memelas.

"Penyesalanmu itu sia-sia, Laras. Kamu bilang Rinjani butuh ibu kandungnya? Kamu telat. Rinjani butuh ibu yang ada buat dia saat dia susah, bukan ibu yang buang dia demi laki-laki lain. Lihat dia sekarang," Rangga menunjuk ke arah Rinjani yang memeluk kaki Syakira dengan erat. "Dia bahkan takut menatap wajahmu. Kamu itu bukan lagi ibunya di matanya, kamu cuma orang asing yang pernah kasih dia luka."

Rangga berdiri tegak kembali. Dia merogoh kantong celananya, lalu mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan. Dia menjatuhkan uang itu dengan pelan di depan Laras. Bukan bermaksud menghina, tapi sebagai tanda kalau dia sudah benar-benar selesai.

"Ini ada uang. Pakai buat ongkos kamu pulang ke Jakarta atau cari penginapan murah. Makan yang kenyang ya. Anggap saja ini sedekah terakhirku sebagai manusia," kata Rangga dingin. "Jangan pernah balik lagi ke sini. Talak tiga yang aku ucapkan dulu sudah sah. Pintu hatiku sudah tertutup rapat, sudah dikunci, dan kuncinya sudah aku buang ke laut. Nggak ada lagi ruang buat kamu, Laras."

Laras menatap uang di lantai itu dengan perasaan yang hancur berkeping-keping. Dia merasa sangat rendah, lebih rendah dari debu di jalanan. Uang itu jumlahnya tidak seberapa dibanding semua penderitaan yang pernah dia berikan pada Rangga, tapi simbol penolakan Rangga-lah yang paling menyakitkan.

"Mas... kok kamu tega sekali sih sama aku? Apa nggak ada sisa cinta sedikit pun?" tanya Laras dengan suara yang hampir habis.

"Cinta itu sudah kamu bunuh sendiri malam itu, Laras. Sekarang, pergi deh. Jangan bikin anakku makin ketakutan. Aku sudah punya hidup baru, dan di hidupku yang sekarang, nggak ada tempat buat wanita pengkhianat kayak kamu," tegas Rangga.

Rangga lalu membalikkan badannya, mengabaikan Laras yang masih menangis tersedu-sedu. Dia menggandeng tangan Rinjani di sisi kanan dan menatap Syakira di sisi kiri. "Ayo kita masuk, sudah mau hujan. Galih, tolong bereskan mejanya ya," perintah Rangga pada pegawainya.

Laras cuma bisa menatap punggung mereka yang menjauh masuk ke dalam ruko yang terang benderang. Dia melihat bagaimana Rangga mengusap kepala Rinjani dengan penuh kasih, dan bagaimana Syakira tersenyum menenangkan pada pria itu. Mereka terlihat seperti keluarga yang sempurna, sebuah keluarga yang harusnya milik Laras kalau saja dia tidak silau oleh harta palsu.

Di bawah gerimis Bandung yang mulai turun, Laras memungut uang pemberian Rangga dengan tangan yang gemetar. Dia berdiri perlahan, berjalan tertatih-tatih meninggalkan area ruko itu dengan hati yang mati. Dia tahu, mulai malam ini, dia benar-benar sendirian. Penyesalannya memang sudah terlambat, dan cahaya di ujung harapan yang dia cari, ternyata sudah padam untuk selamanya.

1
Ara putri
Hay kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Kar Genjreng
semoga punya istri yang ke dua amanah benar benar tulus bisa menjadi istri dan menjadi ibu pengganti yang baik
Kar Genjreng
nah ras penyesalan memang datangnya belakangan,, kalau duluan namanya lamaran,,jadi sekarang nikmat rasa yang pernah kamu torehkan kepada Rangga dan Rinjani,,, sombongmu seperti malaikat pencabut nyawa ,,, sekarang justru mirip seonggok sampah 😆👍👍
Kar Genjreng
😮😮kapok tempe mu sudah ga laku mau balik ke mantan suami yang Lo buang Lo ko enak ,,,,ketika Lo senang ninggalin Suami yang bau oli,,, sekarang begitu si bau oli sudah mandiri bersama putrinya Lo ngemis ihhh menjijikan
Kar Genjreng
sekarang mau mencari pria sampah dan menjijikan ga malu dih kalau Ak jadi mantan Amel ogah amat ga usah di terima barang sudah di jamah pria lain ,,
Kar Genjreng
👍👍harus semangat ya Mas agar kelak bisa meraih kesuksesan Aamiin 🙏🙏
Mistikus Kata: ya harus itu
total 1 replies
Kar Genjreng
Oalah nasib kalau beruntung baru satu malam laku hanya lima ribu,,,dan toko itu sudah di sewakan semoga ada tempat lagi yang lebih ramai dan ramah lingkungan nya 😭😭
Mistikus Kata: semoga mas
total 1 replies
Kar Genjreng
semangat. menjemput rezeki
Mistikus Kata: itu suatu kewajiban
total 1 replies
Kar Genjreng
👍👍 semogaa berhasil ya Rangga tekatmu pasti akan terwujud bismillah,,🙏
Mistikus Kata: kita berdoa saja
total 1 replies
Kar Genjreng
😭😭mudah mudahan ketemu orang baik' dan menolong ayah dan putrinya,, kelak akan hidup bahagia dan bisa membagakan ayahnya,, aamiin 🙏🙏
Mistikus Kata: kerasa banget di bab ini
total 1 replies
Kar Genjreng
seru dan bagus,,
Kar Genjreng
biarpun laki laki jelaskan kumuh tetapi berjuang untuk menyenangkan mu apa balasan nya Lo hina suami li dan ayah dari Putrimu,,,lihat Lo hanya berdagang barang
doa laki laki yang terani Aya juga bisa merubah nasibmu seperti debu
Kar Genjreng
pergi saja Rangga kalau tidak biar binimu yang suruh pergi dan kamu tinggal berdua dengan Rinjani,,
Kar Genjreng
😭😭 terkadang seperti ini suami kerja kasar wanita kerja halus,,,tapi biasanya Wanita nya baik ini beda Wanita nya kejam
jahat selingkuh dan membiarkan suami dan Anaknya ,,
Kar Genjreng
mampir semoga bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!