NovelToon NovelToon
Kisah Nyata- Suamiku Berubah Setelah Kaya

Kisah Nyata- Suamiku Berubah Setelah Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Pelakor jahat / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dri Andri

Ia dulu berdoa agar suaminya kaya.
Ia tak pernah membayangkan doa itu justru menjadi awal kehancuran rumah tangganya.

Naura menikah dengan Zidan saat mereka hanya punya cinta, iman, dan sepiring nasi sederhana. Mereka menangis bersama di sajadah lusuh, bermimpi tentang hidup yang lebih layak. Ketika Allah mengabulkan, Zidan berubah. Kekayaan menjadikannya asing. Ibadah ditinggalkan, wanita lain berdatangan, tangan yang dulu melindungi kini menyakiti.

Naura dibuang. Dihina. Dilupakan.

Bertahun-tahun kemudian, Naura bangkit sebagai wanita kuat. Sementara Zidan kehilangan segalanya.

Saat Zidan kembali dengan penyesalan dan permohonan, satu pertanyaan menggantung:

Masih adakah pintu yang terbuka…
atau semua telah tertutup selamanya?

Dan ini adalah kisah nyata.

(±120 kata)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dri Andri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Transaksi Kedua

#

Empat bulan setelah transaksi pertama yang berhasil, Pak Rahmat dapat info tentang proyek besar. Ada developer properti yang lagi cari tanah luas buat bangun perumahan. Mereka butuh minimal lima kavling tanah, masing masing seribu meter persegi, di lokasi strategis.

Pak Rahmat langsung manggil Zidan ke ruang kerjanya di rumah.

"Zidan, ini peluang besar. Developer ini bonafid. Mereka mau beli cash. Tapi mereka butuh cepet. Maksimal dua bulan harus dapet lima kavling."

Zidan duduk di depan meja kerja Pak Rahmat sambil catat cepet. "Lima kavling, masing masing seribu meter ya Pak? Di mana lokasinya?"

"Bebas. Asal di radius sepuluh kilometer dari pusat kota. Dekat akses jalan. Nggak banjir. Sertifikat harus bersih."

"Harga maksimal berapa Pak?"

"Mereka mau beli maksimal dua ratus juta per kavling. Total satu miliar buat lima kavling. Tapi kita harus beli lebih murah dari itu biar dapat untung. Kamu pikir bisa?"

Zidan mikir keras. Dua bulan. Lima kavling. Ini tantangan besar. Tapi kalau berhasil, keuntungannya pasti gede.

"Saya coba Pak. Saya akan survey mulai besok."

"Bagus. Modal dari Bapak seperti biasa. Keuntungan bagi dua."

Dua minggu pertama, Zidan keliling pinggiran kota tiap hari setelah selesai anterin Pak Rahmat kerja. Dia survey lokasi demi lokasi. Nanya nanya ke warga setempat siapa pemilik tanah kosong. Catat alamat. Catat harga pasaran.

Dia dapat lima kavling potensial. Semuanya harga di bawah seratus lima puluh juta. Lokasi strategis. Sertifikat bersih.

Minggu ketiga, dia mulai nego satu per satu sama pemiliknya. Ini bagian yang paling susah. Beberapa pemilik minta harga tinggi. Beberapa ragu mau jual. Zidan harus pinter pinter bujuk. Pake ilmu yang dia pelajari dari Pak Rahmat.

"Pak, tanah Bapak bagus. Tapi kalau nggak dijual sekarang, tahun depan mungkin harganya turun karena rencana pemindahan pasar tradisional dibatalin. Saya kasih harga yang fair. Seratus tiga puluh juta. Cash. Langsung."

Pemilik tanah pertama setuju. Transaksi jalan. Satu kavling aman.

Kavling kedua, pemiliknya nenek nenek tua yang udah nggak punya anak. Tanah warisan dari almarhum suaminya. Dia mau jual buat biaya hidup.

"Nek, saya beli seratus dua puluh juta. Uangnya bisa Nenek pake buat biaya hidup bertahun tahun. Nggak usah khawatir lagi."

Nenek itu setuju sambil nangis. "Terima kasih Nak. Kamu anak baik. Semoga rezeki kamu lancar."

Kavling ketiga, keempat, kelima. Semua berhasil. Total biaya pembelian enam ratus lima puluh juta. Rata rata seratus tiga puluh juta per kavling.

Minggu keenam, semua surat surat beres. Zidan serahin lima sertifikat tanah ke developer. Developer transfer satu miliar ke rekening Pak Rahmat.

Untung bersih tiga ratus lima puluh juta.

Bagi dua.

Zidan dapat seratus tujuh puluh lima juta.

Tapi Pak Rahmat bilang, "Zidan, kamu yang kerja keras banget di transaksi ini. Survey sendiri. Nego sendiri. Urus surat surat sendiri. Bapak cuma modal doang. Jadi Bapak kasih kamu enam puluh persen. Bapak ambil empat puluh persen aja."

Enam puluh persen dari tiga ratus lima puluh juta.

Dua ratus sepuluh juta.

DUA RATUS SEPULUH JUTA RUPIAH.

Zidan duduk di kursi ruang kerja Pak Rahmat sambil megang cek yang baru dikasih. Tangannya gemetar parah. Matanya menatap angka di cek itu.

210.000.000

Dua ratus sepuluh juta.

Dia nggak pernah ngebayangin dalam hidupnya akan pegang uang sebanyak ini. Bahkan ngebayanginnya aja nggak pernah.

"Zidan, kamu kenapa? Kok diam aja?" tanya Pak Rahmat.

"Pak... ini... ini beneran buat saya?"

"Iya. Kamu yang kerja keras. Kamu yang pantas dapat segini."

Air mata Zidan jatuh. Nggak bisa ditahan. Dia nangis sambil megang cek itu erat erat.

"Terima kasih Pak. Terima kasih banyak. Saya... saya nggak tau harus bilang apa. Ini uang paling banyak yang pernah saya pegang. Saya... saya..."

Pak Rahmat berdiri terus tepuk pundak Zidan. "Kamu pantas dapat ini. Kamu udah buktiin kamu bisa. Sekarang pulang. Kasih tau istri kamu. Rayain sama keluarga."

Zidan langsung pamit terus naik motornya. Cek dua ratus sepuluh juta dia masukin ke dalam jaket. Resleting rapat rapat.

Sepanjang jalan pulang, dia nggak fokus. Pikiran kemana mana. Dua ratus sepuluh juta. Dengan uang segini dia bisa beli rumah. Beli mobil. Buka usaha sendiri. Sekolahin Faris sampai kuliah. Masih sisa banyak.

Sampe di kontrakan, dia parkir motor terus langsung masuk.

Naura lagi main sama Faris di tikar. Faris udah mulai bisa tengkurap sendiri. Lucu banget. Naura lagi video pake handphone sambil ketawa ketawa.

"Naura."

Naura noleh. Begitu liat wajah suaminya, senyumnya langsung ilang. Wajah Zidan pucat. Basah keringat dingin. Mata merah.

"Mas kenapa? Mas sakit? Kenapa mukanya pucat gitu?"

Zidan jalan pelan ke arah istrinya. Duduk di sampingnya. Keluarin cek dari jaket dengan tangan gemetar.

"Naura... lihat ini."

Naura terima cek itu. Matanya langsung melotot begitu baca angkanya.

"Mas... ini... ini berapa?"

"Dua ratus sepuluh juta."

"DUA RATUS SEPULUH JUTA?" Naura teriak sambil berdiri. Faris yang lagi main kaget terus nangis.

Zidan langsung angkat Faris. Gendong sambil goyang goyang. "Ssshh, nggak apa apa sayang. Ayah cuma ngagetin Ibu aja."

Naura duduk lagi sambil megang cek itu dengan tangan gemetar. "Mas... ini uang dari mana? Kenapa bisa sebanyak ini?"

Zidan jelasin semua. Tentang transaksi lima kavling tanah. Tentang keuntungan yang gede. Tentang Pak Rahmat yang baik hati kasih dia enam puluh persen.

Naura dengerin sambil nggak berhenti menatap cek itu. Kayak nggak percaya.

"Ini... ini rezeki dari Allah ya Mas?"

"Iya. Ini rezeki dari Allah. Allah udah jawab doa doa kita."

Naura langsung nangis. Nangis keras sambil peluk suaminya yang lagi gendong Faris. Peluk erat sambil terisak.

"Ya Allah... Ya Allah terima kasih. Terima kasih ya Allah. Engkau udah kasih kami rezeki yang luar biasa. Terima kasih..."

Zidan ikut nangis. Mereka bertiga berpelukan di tengah ruangan kontrakan yang sempit itu. Faris di tengah bingung kenapa Ayah dan Ibunya nangis terus.

"Naura, kita... kita udah nggak miskin lagi. Kita punya uang. Banyak."

"Iya Mas. Alhamdulillah."

Mereka duduk di tikar sambil masih sesekali nangis. Cek itu diletakkan di tengah. Mereka berdua ngeliatin angka di sana.

210.000.000

"Mas, kita harus ngapain sama uang sebanyak ini?" tanya Naura dengan suara masih bergetar.

"Aku... aku belum mikirin. Terlalu banyak. Aku bingung."

"Kita harus hati hati Mas. Jangan sampe uang ini bikin kita lupa diri."

"Iya. Aku inget. Kita harus tetep inget janji kita."

Sore itu mereka nggak kemana mana. Cuma duduk di kontrakan sambil liat cek itu. Sesekali saling tatap. Sesekali senyum. Sesekali nangis lagi.

Ini hari paling membahagiakan sekaligus paling menakutkan dalam hidup mereka.

Membahagiakan karena akhirnya mereka punya uang banyak.

Menakutkan karena mereka nggak tau harus ngapain sama uang sebanyak itu.

Malam harinya, setelah sholat Isya berjamaah, mereka duduk di sajadah sambil angkat tangan.

Zidan berdoa dengan suara bergetar.

"Ya Allah, terima kasih. Terima kasih udah kasih hamba rezeki sebesar ini. Hamba nggak pernah bermimpi akan dapat uang sebanyak ini. Tapi Engkau kasih. Ya Allah, hamba mohon, jaga hati hamba. Jangan biarkan hamba sombong. Jangan biarkan hamba lupa diri."

Dia sujud sambil nangis.

"Ya Allah, ingetin hamba terus tentang janji janji hamba. Tentang sumpah sumpah hamba di sajadah dulu. Hamba janji akan sedekah. Akan bantu yang susah. Akan bangun masjid. Hamba nggak akan lupa. Tolong jaga hamba ya Allah. Jaga keluarga hamba."

Naura mengaminkan sambil ikut nangis. "Aamiin ya Allah. Aamiin."

Tapi di sudut hati Zidan, ada bisikan kecil yang mulai berbisik.

Dua ratus sepuluh juta.

Dengan uang segini dia bisa beli rumah yang bagus. Mobil yang bagus. Baju baju branded. Handphone terbaru.

Kenapa nggak?

Dia kan udah kerja keras.

Dia pantas menikmati hasil kerja kerasnya.

Bisikan itu pelan.

Sangat pelan.

Tapi ada.

Dan bisikan itu akan terus membesar.

Hari demi hari.

Minggu demi minggu.

Sampai suatu saat nanti...

Bisikan itu jadi suara keras yang menguasai hatinya.

Tapi untuk malam ini, dia masih bisa mengabaikan bisikan itu.

Masih bisa fokus pada doanya.

Masih bisa pegang janjinya.

Dan dia tidur dengan hati yang mencoba tenang.

Meski di kepalanya, pikiran terus berputar.

Dua ratus sepuluh juta.

Mau diapain?

1
checangel_
Jangan heran, Zidan. Hidup di perkampungan memang seperti itu, jadi harus sabar seluas samudera 🤝
checangel_
Andai saja saat itu mereka terdaftar dalam KIS 🤧
checangel_
lebih tepatnya melawan ego diri sendiri dari setiap orang yang datang dan juga pergi🤧
checangel_
Lagi dan lagi-lagi ku mendengar janji 🤣, sudahi janji-janji itu bisa nggak🤧, biasanya yang berbau janji, hanya bergeming di perbatasan antara luka dan bahagia
Ema Susanti
cerita ini real bget, terjadi di kehidupanku. sampe aku di ceraikan karena wanita lain yang berstatus janda dan berkedok pula teman kerja.
aa ge _ Andri Author Geje: iya kak.. ini juga kayak gini cerita nya semua karna harta orang bisa lupa
total 1 replies
ceuceu
Bayar bunga doang 2 juta tapi hutang tetep blm kebayar,itulah makanya jgn pinjem rentenir selain dosa besar tap nyekek.
ceuceu
Naura suami pulang kerja jgn ngadu yg bikin hati suami sakit,ademin suami klo pulang kerja,nanti ceritanya klw udah santai.
ceuceu
Naura knp ga jagain ibunya dirumah sakit?
kasihan ibunya stroke ga ada yg jaga
ceuceu
kok malam abis penyatuan subuh langsung wudhu?
harusnya mandi hadast besar dulu thor,ini mah mandinya pagi sebelum kerja
aa ge _ Andri Author Geje: makasih dah ingetin revisi
total 2 replies
checangel_
Bentar, nggak ada KIS kah?
aa ge _ Andri Author Geje: bisa di bilang kan belum semua nya dapat
total 2 replies
checangel_
No, jangan lebih dari apa pun! Ingat, karena yang lebih hanya milik Allah 😇
checangel_
Gimana tuh nangis dalam diam? 🤧
aa ge _ Andri Author Geje: pura pura kelilipan lahhh🤣
total 3 replies
checangel_
الله اكبر
checangel_
Begitulah perasaan wanita, jika sudah terluka, walaupun hanya sebatas omongan tetangga/Facepalm/, tapi .... kembali lagi pada pribadi yang kuat dan tentunya cuek aja🤭
checangel_
Komitmenmu harus abadi ya, Mas Zidan 🤝
aa ge _ Andri Author Geje: semoga aja...tapi ya namanya manusia

Indosat (ingat doa saat gelap)
lupa akan prosesnya
total 1 replies
checangel_
Anggap saja kehadiran mereka seperti angin lewat yang tak pernah ada (abaikan jangan diambil pusing perkataan mereka yang tak penting)/Facepalm/
checangel_
Wah, pernikahan islami yang indah 😇, berbeda dengan realita zaman sekarang ...... tahulah seperti apa keadaan latar panggungnya /Facepalm/
checangel_
Biasalah, anggap saja riuh mereka seperti iklan drama lewat (cuek aja, dengarkan lalu hempaskan)/Hey//Facepalm/
checangel_
Yang bener Mas Zidan?/Chuckle/
aa ge _ Andri Author Geje: begitu lah relalita kehidupan nya
total 1 replies
checangel_
Kata hati memang selalu tepat sih, tapi tak semua 🤧
aa ge _ Andri Author Geje: benar
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!