NovelToon NovelToon
Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

Lana (17 tahun) hanyalah siswi SMA yang memikirkan ujian dan masa depan. Namun, dunianya runtuh saat ia dijadikan "jaminan" atas hutang nyawa ayahnya kepada keluarga konglomerat Al-Fahri. Ia dipaksa menikah dengan putra mahkota keluarga itu: Kolonel Adrian Al-Fahri.
​Adrian adalah pria berusia 29 tahun yang dingin, disiplin militer, dan memiliki kekayaan yang tak habis tujuh turunan. Baginya, pernikahan ini hanyalah tugas negara untuk melindungi aset. Bagi Lana, ini adalah penjara berlapis emas.
​Di sekolah, ia adalah siswi biasa yang sering dirundung. Di rumah, ia adalah nyonya besar di mansion mewah yang dikawal pasukan elit. Namun, apa jadinya saat sang Kolonel mulai terobsesi pada "istri kecilnya"? Dan apa jadinya jika musuh-musuh Adrian mulai mengincar Lana sebagai titik lemah sang mesin perang?
​"Tugas saya adalah menjaga kedaulatan negara, tapi tugas utama saya adalah memastikan tidak ada satu pun peluru yang menyentuh kulitmu, Lana."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Sisi Lain Adrian Al-Fahri

Sisi lain Adrian Al-Fahri yang baru saja ia lihat seolah tertutup kembali oleh bayang-bayang rahasia besar yang mulai menghantui hidup mereka. Lana mematung di depan pintu kamar sambil menatap amplop hitam misterius yang tergeletak diam di atas lantai marmer yang dingin.

Jantungnya berdegup kencang saat ia menyadari bahwa segel pada amplop tersebut membawa lambang yang sangat ia kenal dari masa lalu ayahnya. Dengan tangan yang gemetar hebat, ia mengambil amplop itu dan segera masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu rapat-rapat.

Di dalam kamar yang luas itu, Lana merasa oksigen di sekitarnya seolah menipis saat ia merobek kertas tebal tersebut dengan terburu-buru. Sebuah foto kusam terjatuh dari dalamnya, memperlihatkan Adrian muda yang sedang berdiri di samping mendiang ayah Lana dalam seragam tempur yang penuh noda darah.

"Jadi mereka berdua benar-benar memiliki ikatan yang jauh lebih gelap daripada sekadar hutang nyawa biasa," bisik Lana dengan suara yang nyaris pecah.

Pintu kamar tiba-tiba diketuk dengan sangat keras hingga membuat Lana tersentak dan segera menyembunyikan foto itu di balik bantal tidurnya. Adrian masuk tanpa menunggu izin dengan ekspresi wajah yang sudah kembali mengeras seperti baja yang baru saja ditempa.

Ia membawa sebuah kotak kecil berisi obat salep dan kain kasa bersih untuk mengobati luka bakar di jemari Lana akibat kejadian di dapur tadi. "Kenapa wajahmu terlihat seperti baru saja melihat hantu di siang bolong, Lana?" tanya Adrian sambil menarik kursi untuk duduk di hadapan istrinya.

Lana hanya bisa menggelengkan kepala dengan cepat sambil menyembunyikan tangannya di balik punggung agar Adrian tidak melihat getaran ketakutannya. Adrian tidak mempedulikan penolakan tersebut dan langsung menarik tangan Lana secara paksa namun tetap terasa sangat hati-hati.

Ia mulai mengoleskan cairan dingin ke atas kulit Lana yang memerah dengan gerakan yang sangat telaten dan penuh konsentrasi. "Ada banyak hal di dunia ini yang lebih menakutkan daripada hantu, termasuk rahasia yang disimpan oleh orang-orang di sekitarmu," lanjut Adrian dengan nada suara yang penuh teka-teki.

Lana menatap wajah suaminya dari jarak dekat, mencoba mencari kejujuran di balik sorot mata elang yang selalu tampak sangat waspada tersebut. Ia ingin sekali bertanya tentang foto yang baru saja ia temukan namun lidahnya terasa sangat kelu dan kaku untuk mengeluarkan suara.

Adrian menyelesaikan tugasnya membungkat luka Lana lalu menatap jam dinding yang sudah menunjukkan waktu bagi mereka untuk beristirahat. "Mulai besok pagi, kamu akan menemukan sebuah kejutan kecil yang sudah saya siapkan di dalam loker sekolahmu," ucap Adrian sambil bangkit berdiri.

Lana merasa sebuah firasat buruk kembali menyelimuti pikirannya saat mendengar kata kejutan keluar dari mulut pria yang penuh dengan rencana militer tersebut. Ia hanya bisa terdiam membisu sambil memperhatikan punggung tegap Adrian yang perlahan menghilang di balik pintu penghubung kamar mereka.

Di bawah bantalnya, foto kusam itu seolah terus memanggilnya untuk mengungkap kebenaran yang selama ini sengaja disembunyikan oleh semua orang. Malam itu Lana tidak bisa memejamkan mata sedikit pun karena ia terus memikirkan apa yang akan ia temukan di sekolah esok hari.

Rasa penasaran yang bercampur dengan ketakutan luar biasa membuatnya terus terjaga hingga sinar matahari mulai menyelinap masuk melalui celah gorden. Ia segera bersiap menuju sekolah dengan perasaan was-was akan adanya hadiah misterius di loker sekolah miliknya.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!