NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Alana 2

Takdir Cinta Alana 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anisah Cute

******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.TCA 2

Sedang kan Raka yang tak melihat mobil sang istri langsung saja melajukan mobil nya menuju kearah makam di mana Indah Prameswari di makam kan.

Mahar melihat area pemakaman ingat jika daerah itu adalah makam di mana Indah berada. Saat Raka turun Maharani pun mengikuti nya dari jarak jauh agar tak terlihat oleh sang suami. Saat sampai Raka langsung duduk bersimpuh di dekat makam Indah.

"Assalamualaikum Indah." ucap Raka saat dia sampai dan meletakkan bunga yang dia beli.

"Kamu tau aku benar - benar menyesal Indah. sudah mengabaikan perasaan mu saat itu. Kamu gadis yang baik, saat terakhir kamu berbicara dengan ku aku juga mengabaikan mu. Maaf kan aku Indah tolong maaf kan aku." ucap Raka dengan memegang batu nisan bertuliskan nama Indah.

Mahar benar - bener terkejut saat tau siapa yang di datangi suami nya diam - dian dari dirinya.

Raka mengingat bagaimana Indah memanggil nya saat dia melihat diri nya bersama dengan teman - teman nya saat baru datang.

Flashback saat Raka Shaquille teringat Indah saat sebelum Indah pergi untuk selama nya.

"Kak Raka..!" panggil Indah sebelum dia benar - benar pergi menuju ke pesawat tujuan paris.

Raka langsung menghentikan langkah nya saat mendengar suara yang tak asing dia dengar dan menyuruh teman satu profesi nya untuk pergi terlebih dahulu. Melihat Raka berhenti dengan wajah yang dingin Indah mendekat, dia bukan ingin menggoda calon dari kakak nya, tapi dia hanya ingin mengucapkan kata perpisahan sebelum dia pergi.

"Ada apa?" Tanya Raka dengan nada dingin.

Indah hanya bisa tersenyum menahan sakit hati nya saat mendengar jawaban dari Raka. Dia bisa merasakan jika Raka tak menyukai keberadaan nya dari cara dia berbicara.

"Indah cuma mau bilang dan kakak cukup dengar kan saja. Indah gak butuh jawaban karena Indah tau jawaban nya." jawab Indah dengan lembut dan putus asa. Air mata nya hampir saja terjun bebas saat dia berhadapan dengan orang yang dia sukai tapi tak menyukai diri nya.

"Katakan!" ucap Raka tanpa menatap ke arah Indah.

"Maafin Indah kalau Indah pernah menaruh hati sama kakak. Indah gak tau jika kakak sudah menyukai kak Mahar. Indah akui Indah sangat mencintai kakak dan cinta Indah tulus buat kakak. Indah iklas melihat kakak bersanding dengan kak Mahar. Mungkin ini terakhir kali kakak melihat Indah dan dengar suara Indah. Indah cuma mau bilang Indah cinta sama kakak dan cinta ini hanya akan Indah bawa sampai mati. Kakak gak perlu jawab karena Indah gak butuh jawaban. Selamat tinggal kak semoga setelah kepergian Indah kakak dan kak Mahar bahagia Indah pamit." ucap Indah pergi dengan senyum lega. Lega sudah memberi tahu perasaan nya walau perasaan itu tak terbalas.

Raka hanya bisa menatap saja kepergian Indah menuju ke pesawat tujuan Paris. Raka bisa merasakan setiap kata - kata Indah terdapat ketulusan dan ada rasa aneh saat melihat wajah itu seperti menyiratkan perpisahan. Raka terkejut saat seseorang menyentuh pundak nya.

Flashback off.

"Kenapa kamu menangis nak?" tanya pak tua yang selalu membersihkan makam keluarga Indah.

"Gak ada apa - apa pak." jawab Raka.

Setelah mendengar jawaban Raka, pak tua itu pergi dari hadapan Raka dan Raka benar - benar menangis saat dia ingat jika Indah membawa cinta nya sampai mati.

"Maafin aku Indah, sumpah kata maaf pun mungkin tak bisa menyembuhkan rasa bersalah ku terhadap mu, kenapa takdir harus merenggut diri mu Indah." ucap Raka.

Penyesalan Raka benar - benar dalam untuk Indah dia menyesal mengabaikan cinta tulus seorang Indah, bahkan saat hari terakhir pun dia tetap mengabaikan seorang Indah demi menjaga hati Maharani Admaja.

Mahar yang melihat suami nya menangisi makam Indah mengepal tangan nya dia mulai benci dengan almarhum Indah.

"Sumpah Indah aku yang terlebih dulu bertemu dengan mas Raka, tapi kenapa kamu yang merebut nya sekarang kau sudah tiada pun dia menangisi mu, aku benci kamu Indah." batin Mahar.

Mahar yang mulai cemburu langsung mendekat kearah sang suami saat dia sedang meratapi penyesalan karena mengabaikan ucapan Indah saat Indah akan pergi ke Paris

"Mas...!" panggil Mahar.

Raka yang sadar dengan suara siapa langsung menghapus air mata nya dan menatap kearah Mahar.

"Mahar! Sedang apa kamu disini?" tanya Raka

"Harus nya aku yang tanya kamu mas sedang apa kamu di sini dan menangis di depan makam almarhum Indah kamu cinta sama dia?" tanya Mahar.

"Kamu ngomong apa sih Mahar, pulang lah gak baik marah - marah di depan makam." ucap Raka dengan lembut

"Jawab saja mas, mas cinta sama dia yang sudah tiada, mas nyesel nikah sama aku iya. " ucap Mahar dengan nada yang tinggi.

"Mahar jaga ucapan mu ayo pulang." ajak Raka.

Raka menarik tangan Maharani dengan paksa karena dia yak ingin ribut di depan makam Indah.

Sedangkan Maharani dia terus berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman sang suami, karena dia terbakar api cemburu saat melihat suami menangisi wanita lain apalagi wanita itu sudah tiada.

"Lepas mas aku bukan anak kecil yang kamu paksa untuk pulang, aku ingin kejelasan sudah berapa lama kamu datang ke makam Indah kamu cinta sama orang yang sudah mati." ucap Mahar dengan kesal.

Raka yang mendengar perkataan Mahar benar - benar di uji kembali dengan sifat keras kepala nya Mahar. Dia jadi ingat Vina, Vina yang manja tapi tak seperti Maharani sifat nya.

"Cukup Mahar tuduhan mu tak beralasan. Kita sudah memiliki putra dan putri mana mungkin aku selingkuh, sudah pulang lah mas mau ke bandara harus kerja."

"Kerja... Mas bilang kerja, harus nya mas jujur jika mau kemakam Indah bukan pergi secara diam - diam dari aku." ucap Mahar yang masih kesal dengan Raka suaminya.

"Sudah lah kita bahas di rumah ya gak baik di jalan marah - marah. Masuk lah ke dalam mobil mu jangan ngebut mas pergi dulu." jawab Raka yang tak ingin berdebat dengan istri nya.

"Brengsek kamu mas, kamu tega bikin aku sakit hati dengan pergi ke makam Indah secara diam - diam." kesal Mahar.

"Jaga ucapan kamu Maharani aku ini suami kamu bukan teman kamu yang kamu katakan brengsek aku pria baik - baik paham."

"Jika pria baik - baik mana mungkin pergi ke makam wanita lain tanpa izin dari istrinya aku benci Indah sudah mati pun masih ingin merebut pasangan kakak nya sendiri." ucap Maharani.

Raka yang mendengar perkataan Mahar dibuat kesal hampir saja dia melayangkan tamparan di wajah Mahar, tapi dia tahan saat tangan itu ingin melayang kearah wajah istrinya.

"Aps... mas mau nampar aku?" tanya Mahar.

Raka menarik nafas nya saat dia mendengar perkataan Maharani, Raka langsung saja meninggalkan Mahar yang kesal dengan diri nya, Raka yang mudah terpancing emosi langsung pergi karena dia takut saat Maharani sedang emosi dia jadi tak bisa di tebak.

1
kalea rizuky
cepetan pergi kan moga dpet yg lebih tajir. lebih kaya dr Riski itu dan buat si Helen sepupu durjana makan itu Riski cwok kere
Anan Sah
Pintar banget Alan menyimpan semua rasa sakit nya sampai ga ada yang tau apa yang di rasakan sama Alan sehingga Alan memutuskan untuk pergi jauh dari keluarga...Semangat ya Alan...😍😍😍
Ani Rohayani
Alana terlalu pintar menyimpan rahasia alasan sebenarnya tentang kepergiannya ke Malaysia
Ani Rohayani
ya ampun Mahar kamu terlalu membesar besarkan masalah sampai akhirnya kamu sendiri terluka
Ani Rohayani
cinta pada pandangan pertama tuh saga😄
Ani Rohayani
ya ampun saga apa yang terjadi,kamu nabrak orang ya
Sahidah Sari
wih mantap nih Alana menang balapan sepeda,emng keren Alana!.
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
Sahidah Sari
Ken dan saga selalu menjadi pelindung bagi Alana dr siapa pun termasuk dr ayah nya sendiri,, mereka ga mau Alana knp2 padahal Adit hanya ingin Alana belajar bertanggung jawab atas apa yg dia perbuat.
Sahidah Sari
ya ampun Alana kelakuan nya bikin orang ngakak juga geleng geleng kepala tau, ada aja kelakuan nya buat pusing om nya ..
kalea rizuky
ambil aja Riski cwok miskin aja dihh Alana bisa dpet yg lebih
kalea rizuky
pergilah Alana yg jauh cari bahagia mu
Anan Sah
😍😍😍
SusiVikers
Ken kamu gak perlu khawatir ya, aku yakin Alana pasti baik² aja kok dia bisa jaga diri
doakan saja agar semuanya lancar ya
SusiVikers
sakit bgt ya pasti jadi Alana
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
SusiVikers: lah iya haha
Bagas siapa coba ampun dah🤣🤣
total 2 replies
SusiVikers
aduh untung aja ya langsung banting stir kalo enggak bisa nabrak org tuh
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
SusiVikers
alana kamu bner² pandai menutupi semua rasa sakit yg kamu rasakan
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
Ratih Tyas
Alan pasti bisa jaga diri
Ratih Tyas
Mungkin Humaira jodoh Saga🤭
Ratih Tyas
Kok Helen jadi ngeselin ya
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄
Estri Gunyani
Ken jangan kwatirkan Alan dia gadis yg pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!