NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Caniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Sekar," ucap dokter Rayyan diikuti Suster Intan, mereka berhenti melangkah, kaget melihat kedekatan Sekar dengan Arka.

Sekar hanya tersenyum menatap dokter Rayyan lalu minta untuk memeriksa Arka. Namun, Arka justru merangkul erat tubuh Sekar seolah takut wanita yang ia panggil mama itu pergi. "Mau sama Mama saja..." ucap Arka manja.

Dokter dan Intan saling pandang, merasa aneh dan bingung, baru kali ini ada pasien manja dengan perawat terlebih Arka anak kecil biasanya paling sulit didekati selain ibunya.

"Ada yang dikhawatirkan, Sekar?" Tanya Rayyan yang sempat khawatir ketika Sekar menghubunginya agar cepat kembali ke ruangan. Tetapi begitu melihat Arka yang tampak nyaman di pangkuan Sekar, ia merasa lega. Dokter Rayyan maju lalu membungkuk memeriksa luka di dahi Arka yang masih di perban.

"Tidak Dok, tapi saya takut Arka linglung akibat benturan di kepalanya. Masa... Dia menganggap saya mamanya," Sekar takut jika sikap Arka seperti itu faktor gegar otak.

"Mama..." Arkan menarik wajahnya dari dada Sekar, menatap Sekar sendu, rupanya anak itu sudah cukup mengerti apa yang diadukan Sekar kepada dokter.

"Iya... anak Mama," Sekar akhirnya mengalah. "Sebentar sayang... Pak dokter mau periksa dulu, oke," ucap Sekar membujuknya dengan lembut. Setelah Arka mengangguk pasrah, Sekar baringkan di tempat periksa.

"Alhamdulillah... sudah stabil, Sekar..." ucap Rayyan lalu minta Suster Intan untuk mencatat perkembangan Arka.

"Berarti Arka tidak mengalami gangguan kognitif, Dok?" Tanya Sekar berharap akan seperti itu.

"Kita lihat perkembangan Arka beberapa hari lagi, Sekar," jawab dokter. Di saat mereka membahas kesehatan Arka, anak itu pun tidur pulas.

"Mungkin saja Arka sudah tidak punya Ibu, makanya menganggapmu seperti itu Sekar," Intan punya pandangan sendiri.

"Tidak, In. Menurut Nenek Arka, orang tuanya di luar negeri," papar Sekar seperti yang nenek Arka katakan.

"Banyak kemungkinan, mungkin saja orang tua Arka terlalu sibuk," sela dokter Rayyan. Dia berpikir jika Arka kurang kasih sayang.

Sekar mengangguk, ia sepemikiran dengan Rayyan.

 "Sebaiknya kamu panggil keluarga Arka, Intan," titah dokter Rayyan agar keluarga Arka menjaganya, dan Sekar pun bisa istirahat. Rayyan memang selalu perhatian terhadap Sekar.

"Baik Dok," Jawab Sekar dan Intan, memandangi Rayyan yang sudah keluar meninggalkan mereka.

"Sekar, jangan-jangan Papa Arka duda, kalau sampai Arka tidak mau pisah sama kamu, siap-siap jadi istri duda. Hihihi..."

"Ah, jangan ngaco kamu, panggil nenek gih," Sekar tidak mau mendengarkan Intan yang memang selalu menjodoh-jodohkan. Kemarin dokter Rayyan, sekarang Papa Arka, besok entah siapa lagi. Sekar pun beranjak.

"Kamu kan suruh istirahat sama Dokter Rayyan, Sekar," Intan geleng-geleng, sahabatnya itu tak pernah lelah.

Tetapi Sekar bukan istirahat justru pamit Intan ingin membuat minuman hangat ke pantri. Sekar duduk bersandar di kursi koridor dengan wajah yang masih sedikit pucat. Ia menyesap teh manis hangat yang diberikan rekan kerjanya untuk memulihkan tenaganya. Saat itulah, seorang wanita lansia dengan langkah gemetar mendekatinya.

Wanita itu adalah nenek dari anak Arka. Dengan mata yang sembab dan tangan yang masih gemetar karena syok, ia langsung menggenggam tangan Sekar erat.

"Suster... terima kasih," ucap sang nenek dengan suara parau yang sarat akan kelegaan. "Dokter baru saja memberi tahu saya. Suster bukan hanya merawat cucu saya, tapi suster juga memberikan darah suster sendiri untuknya," nenek pun tergugu pilu.

Sekar tersenyum tulus, meskipun ia merasa sedikit pening saat mencoba duduk tegak. "Sudah tugas saya, Nyonya," Yang penting cucu Nyonya sekarang sudah melewati masa kritisnya."

Nenek itu menggeleng pelan, air matanya kembali jatuh. "Tidak, ini lebih dari sekadar tugas. Cucu saya adalah satu-satunya harta yang kami miliki. Jika bukan karena keikhlasan suster, saya tidak tahu bagaimana hidup saya tanpa dia."

Mendengar kata-kata itu, hati Sekar seperti teriris sekaligus terobati. Ia teringat bagaimana hancurnya tiga tahun yang lalu saat kehilangan bayinya, dan kini ia berhasil mencegah kehancuran yang sama terjadi pada wanita tua di hadapannya.

"Sama-sama, Nyonya, " ucap Sekar, padahal jika nenek tahu, setelah mendonorkan darah untuk Arka, ia merasakan kepuasan tersendiri.

"Jika Arka sudah mengerti nanti, saya akan menceritakan kepadanya, bahwa ada seorang malaikat berbaju perawat yang memberinya kesempatan kedua untuk hidup."

Sekar merasakan kehangatan yang menjalar di dadanya. Genggaman tangan sang nenek seolah memberikan kekuatan baru baginya. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, Sekar merasa bahwa lubang di hatinya mulai tertutup oleh rasa syukur yang luar biasa. Ia menyadari walau tidak bisa menjadi ibu bagi bayinya sendiri, tapi bisa menjadi pelindung bagi anak-anak lain yang membutuhkan pertolongan darinya.

"Suster, boleh Nenek minta nomor rekening kamu?" Tanya nenek.

Sekar terkejut hingga tersedak. "Maaf Nyonya, saya menolong Arka tulus, bukan minta imbalan," jawab Sekar tegas. Sebenarnya ia tersinggung mendengar pertanyaan nenek.

"Maafkan saya, tidak bermaksud menyinggungmu. Nenek lalukan ini hanya sebagai ucapan terima kasih," Nenek merasa bersalah, melihat ketulusan Sekar.

"Saya mengerti, Nyonya."

**********

Beberapa hari kemudian, Arka dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Saat Sekar masuk ke kamar untuk mengecek suhu tubuhnya, mata bulat bocah itu langsung berbinar. Meskipun kepalanya masih dibalut perban, semangat hidupnya telah kembali.

Begitu melihat Sekar mendekat, Arka langsung merentangkan tangan kecilnya, meminta pelukan. "Suster cantik!" serunya dengan suara cadel yang menggemaskan.

Sekar terkekeh dan membungkuk untuk memeluknya dengan hati-hati agar tidak mengenai luka-lukanya. Namun, yang terjadi selanjutnya membuat seluruh orang di ruangan itu terdiam. Arka menyandarkan kepalanya di bahu Sekar, menghirup aroma minyak kayu putih dan sabun khas rumah sakit yang menempel pada seragam Sekar, lalu berbisik manja.

"Mama... Mama Kecil," ucap Arka sambil mengeratkan pelukannya.

Sekar mematung, ternyata Arka hingga beberapa hari tidak merubah panggilan. Suster Intan yang berada di ruang itu senyum-senyum.

Sang nenek yang duduk di pojok ruangan tampak terkejut sekaligus terharu. "Maafkan Arka, Suster Sekar. Sepertinya dia merasa sangat nyaman dengan Suster. Mungkin karena darah Suster sekarang mengalir di tubuhnya, dia merasa ada ikatan batin," papar nenek panjang lebar.

"Tidak apa-apa, Nyonya," jawab Sekar, ia sebenarnya senang Arka memanggilnya seperti itu. Tetapi yang ia khawatirkan bagaimana jika sewaktu-waktu mama Arka datang bisa terjadi salah paham.

Arka tidak mau melepaskan genggamannya. Setiap kali Sekar hendak memeriksa infus, Arka akan merengek dan hanya mau tenang jika tangannya dipegang oleh Sekar. Bocah itu menolak disuapi oleh perawat lain, bahkan oleh neneknya sendiri, jika 'Mama' Kecilnya tidak ada di sana.

"Mama Kecil, jangan pergi... di sini saja," pinta Arka saat jam tugas Sekar hampir berakhir.

Sekar merasakan matanya memanas. Ia mengusap rambut Arka dengan penuh kasih sayang. Panggilan itu bukan lagi luka bagi Sekar, melainkan sebuah anugerah. Ia merasa Arka adalah jawaban dari doa-doanya selama ini. Meskipun bukan ibu kandungnya, Sekar merasa memiliki tanggung jawab jiwa untuk menjaga bocah yang kini memiliki darahnya itu.

Sejak hari itu, seluruh perawat di rumah sakit yang mengenal Sekar mulai menggodanya dengan sebutan "Mama Kecil" Sekarang semakin khawatir jika mama Arka datang.

Setelah beberapa hari di rawat, Arka akhirnya diperbolehkan pulang, tapi masih harus berobat jalan.

"Aku mau pulang, tapi Mama Kecil harus ikut," permintaan Arka kepada Sekar membuat nenek, dokter, dan Sekar sendiri tercengang

...~Bersambung~...

1
bibuk Hannan & Afnan
karyamu keren Thor ringan gak berattt, semangat 💪 sukses selalu
bibuk Hannan & Afnan
waaahhh Mujayana namaku Thor bedanya diakhiran ada h nya klo aku Mujayanah panggilanku yanah, senengnya makasih 🙏 lho Thor namaku dipake 🤗🤗
bibuk Hannan & Afnan: sehat sehat juga buat KK othornya sukses selalu 🤗
total 2 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
keyla juga sebenernya baik sih, sampe mau ngejelasin ke sekar kenapa si rayyan tiba2 nikah sama orang lain cuma tetep aja kayak nyesek aja bayangin jd sekar 🥲 dah lah emang sekar sm rayyan ga jodoh 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gua juga udah kaga respect 😛
bibuk Hannan & Afnan
kok jd manggilnya Bu? bukannya Ilham manggilnya Mama ya thor
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
eh gimana udah 6 tahun? tp aneh juga masa pernikahan artis 6 tahun publik gatau apa kalo si ilham suami nya luna? logika aja kalo emang si luna artis pasti orang2 tau ilham suami luna seharusnya si sekar juga tau kan pernikahan sebelumnya ga di private, masa sekar se enggak tau itu kalo ilham suami artis besar mana nikah udah 6 tahun lagi 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jujur aku sih dukung sekar, ya gimana sih si kocak juga aneh dia mau punya anak gilira di kasih lewat sekar selama masa kehamilan dia ga mau nurutin ngidam anak nya tp mau ngambil anak nya doang 😩 lu kucing ape gimana sih cuma bisa bikin anak nya doang 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah gitu dok, cukup peja**t aja yg di suap jangan sampe pekerja kemanusiaan juga 🤭
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
parah sih, ya bener kasian luna karena ga bisa punya anak tp ga seplenger ini juga masa tega bohongin seorang ibu bilang anak nya meninggal 😩 gimana kalo fakta ini ga kebuka, ada ibu yg menganggap anak nya udah mati seumur hidupnya 🥲 luna sm ilham yg enak anda ikut kena dosa nya 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
semua rumah sakit nya ada unsur sayang dan cinta ya tp kelakuan ilham kayak orang ga punya perasaan 🤣
bibuk Hannan & Afnan
typo thor sayu=saya
bibuk Hannan & Afnan
kayaknya Sekar dijadikan istri kedua hanya untuk mencetak keturunan saja supaya tdk dituntut cucu lg oleh nyonya Pratiwi,
bibuk Hannan & Afnan
typo thor sedanf=sedang
tripledi
berarti sekar menikah ma ilham gak dikenalin ma ortu nya ilham yaa... si cewe kok mau mau aja di kadalin ma buaya
PNC
ini si Ilham kalo kerja Ama tidur

kayak orang mati ya
kok bisa ga denger apa apa
padahal sdh heboh begitu
PNC
si Ilham ini DUNGU
PNC
lagian pas hamil kok ga peduli
jelas jelas itu anak si Ilham
seharusnya kan dirawat biar sehat
utk anaknya ga cacat n si Sekar ga bunuh diri waktu hamil
PNC
si Ilham ini kok sangat tergila gila ma Luna ya

apa Krn artis
Mas Garden
dokter tidak bertanggung jawab dan tidak ngerti kondisi, kekayaan dan kemewahan bukan ukuran kebahagiaan
tapi hanya salah satu jalan yang dilalui
Jetva
pemikiran org kaya selalu sama....😔🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!