-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 : Persiapan pergi ke pesta
Sherly mengangkat tangannya, merenggangkan tubuhnya setelah 8 jam duduk di kursi itu, kini akhirnya jam dinding menunjukkan angka 4 sore, waktunya kembali ke rumah, setelah menghadapi pekerjaan yang cukup melelahkan, karena hari ini jadwal Jeremy cukup padat.
Ada beberapa meeting penting yang harus di hadiri Jeremy, dan lagi ternyata Sherly di haruskan untuk ikut menemani Jeremy, di dalam meeting dan mencatat beberapa jadwal pertemuan selanjutnya.
“Lelah ??”
“Sedikit..” Sherly bersyukur, Ana membantunya selama dirinya bekerja di perusahaan Cherryl. Dan di jam terakhir inilah, Sherly akan datang ke ruangan Ana, keduanya akan membahas kembali jadwal untuk keesokan harinya, agar tidak terjadi kesalahan atau perbedaan di antara hasil laporan Ana dan Sherly.
“Oh iya, Sherly.. Untuk malam ini, aku tidak bisa ikut datang ke pesta.” Ujar Ana dengan tidak enak.
Malam ini, Jeremy akan datang ke sebuah pertemuan seperti pesta, yang di adakan oleh beberapa pengusaha lainnya. Jeremy meminta Ana dan Sherly untuk ikut hadir di dalam pesta ini, siapa tahu jika mereka bisa mendapatkan partner bisnis lainnya.
“Kenapa ??” Tanya Sherly dengan sedikit kecewa, bukannya dia tidak senang jika pergi berdua hanya dengan Jeremy. Hanya saja, Sherly berpikir dengan adanya Ana, dia memiliki teman bicara di pesta itu.
“Maaf... Aku ada kencan dengan Jefry.” Ujar Ana menggaruk tengkuknya dengan malu-malu, membuat Sherly mengubah ekspresinya kini tersenyum jahil, membuat Ana semakin malu.
“Ciee.. Mau kencan dimana nih~”
“Ihh~ jangan gitu..” Ujar Ana dengan malu-malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, membuat Sherly tertawa kecil.
“Aku kira awalnya pikir, kamu suka sama Jeremy.” Ujar Sherly dengan perlahan, membuat Ana membuka tangannya, dan menampilkan ekspresi kaget saat mendengarkan perkataan Sherly.
“Gak lah !! Ngapain suka sama Jeremy !! Apalagi awal-awal aku kerja, Jeremy itu sosok yang galak, dingin, ketus banget !! Aku kaget, waktu tahu dia bisa lembut sama kamu.” Ujar Ana sedikit melampiaskan kekesalannya pada Jeremy pada awal-awal bekerja di perusahaan Cherryl.
Sherly terkejut dengan perkataan Ana, “Memang Jeremy bisa galak ya ??”
Ana mengangguk mantab, “Banget !! Aku aja di bentak, waktu awal-awal kerja. Hasil laporanku di lempar ke muka lah, banyak deh !! Jadinya aku niat balas dendam !! Nyoba kencan sama kakaknya, eh malah jadi suka beneran.” Ujar Ana dengan nada kesal di awal, tapi kemudian malu di bagian akhir. Padahal niat awal, Ana berkencan dengan Jefry untuk balas dendam kepada Jeremy, tapi justru dirinya terjebak pada rencananya sendiri.
Sherly yang mendengarkan cerita dari Ana malah tertawa geli. Beginilah kedua kaum hawa itu, yang awalnya membahas masalah pekerjaan, berakhir curhat masalah hati mereka. Ana juga menceritakan betapa romantisnya, Jefry kepadanya, sehingga membuat wanita itu jatuh hati pada Jefry.
Dan percakapan di antara mereka, justru membuat Sherly yang awalnya merasa lelah, kini malah terhibur dan rasa lelah itu hilang seketika.
...
“Sudah siap ??”
Sherly menganggukkan kepalanya, seperti biasa. Setelah pulang dari bekerja, Sherly akan ikut pulang dengan Jeremy.
“Setelah ini kita beli baju di mall, lalu mampir ke hotel sebentar dan langsung pergi.”
“Lho ?? Ngapain beli baju ??”
“Ya, buat pertemuan nanti malam.”
“Kan masih ada baju di rumah.”
Jeremy menggelengkan kepalanya, “Kamu juga calon istri aku, jadinya pakai pakaian yang bagus ya. Terus juga, jarak antara rumah sama lokasi pestanya agak jauh, jadi kita mampir ke hotel untuk mandi dan berganti pakaian, terus langsung ke pesta.”
Mata Sherly membulat mendengar penjelasan dari Jeremy. Mampir hotel ?? Hanya untuk mandi dan berganti pakaian ?? Ya Tuhan, sekaya itukah Jeremy ?? Dan apa katanya, membeli pakaian baru hanya karena pergi ke pesta ?!
“Kita ke hotel, cuma buat mandi sama ganti baju aja ?? Yakin ?? Kan biaya penginapan di hotel mahal, kalau cuma buat numpang mandi aja.”
“Siapa bilang kita harus bayar buat numpang mandi di hotel ??”
“Lho ??”
“Itu hotel punyaku, tempat usahaku juga. Jadi kita gak usah bayar.” Ujar Jeremy tersenyum geli melihat ekspresi Sherly yang kembali di buat terkejut dengan perkataannya.
“HAH ?!”
Jeremy malah tertawa geli melihat ekspresi Sherly yang sangat terkejut dan tidak percaya, bahkan mulutnya sempat ternganga mendengarkan perkataan Jeremy. Gila !! Hotel juga adalah bagian usaha milik Jeremy ?? Ya Tuhan !! Sherly asli benar-benar b*d*h mengabaikan lelaki sekaya ini demi lelaki br*ngs*k yang memukulinya !!
Jeremy menghentikan tawanya, tangannya terjulur ke depan tepatnya pada bagian dagu Sherly seakan menutup mulut wanita di depannya yang ternganga karena ulahnya. Sherly yang menyadari hal itu, langsung memerah, dan memalingkan wajahnya malu.
“Kamu lucu banget~” Ujar Jeremy dengan nada gemas, melihat tingkah Sherly, membuat wanita di depannya semakin malu-malu mendengarkan suara Jeremy.
“U.. Udah.. Nyalain mobilnya, nanti kita telat..” Ujar Sherly dengan malu-malu, Jeremy tersenyum kecil.
“Iya, sayang~” Jeremy mengalihkan pandangannya dari Sherly ke arah depan.
Duh mulut ini pakai buka lebar lagi !! Malu !! Tapi ya, memang hebat banget Jeremy, banyak banget usahanya !! Yakin aku sampai tujuh turunan kekayaannya gak bakalan habis !! Batin Sherly dengan malu-malu, tapi juga kagum dengan apa yang dimiliki oleh Jeremy.
...
“Kamu bagus, pakai itu.”
“Terus aku harus beli yang mana ??” Tanya Sherly mengamati pakaian yang dia coba di tubuhnya, wanita itu merasa suka dengan model dan warna baju yang dia coba.
“Beli aja semua.”
“Hah ?! Ini udah baju kelima, Remy~ kamu bilang beli satu aja buat ke pesta !!” Sherly langsung mengangkat kepalanya menatap ke arah Jeremy.
Sherly tidak mengerti kelakuan dari lelaki yang duduk di depannya. Jeremy menyuruhnya membeli satu baju saja, dan dia juga yang membantu memilihkan pakaian yang bagus, tapi lelaki itu sedari tadi hanya memberikan respon dengan mengangkat ibu jarinya, dan berkata bagus ke setiap baju yang dia coba.
“Baru lima kan ?? Belum sepuluh... Atau kamu mau beli semua baju di toko ini ??” Ujar Jeremy dengan santainya, membuat Sherly menepuk keningnya.
“Remy~ !!”
“Iya.. Iya bercanda, pakai yang itu aja.” Ujar Jeremy tertawa kecil sambil menunjuk ke arah baju yang dipakai oleh Sherly saat ini.
Sherly menghela nafasnya berat, dirinya benar-benar harus ekstra bersabar menghadapi Jeremy, entah kenapa hari ini lelaki itu selalu menggodanya, dan membuatnya kesal. Ditambah lagi, alasan Jeremy yang cukup menyebalkan dilontarkan lelaki itu.
“Kamu itu cantik kalau lagi marah-marah. Makanya aku suka godain kamu, biar wajah kamu kelihatan cantik terus.”
Mana Jeremy mengatakan alasannya sambil senyum-senyum, membuat Sherly semakin sebal saja.
Jeremy bangkit dari kursi sofanya, dan melangkah mendekati Sherly yang memakai pakaian berwarna biru muda. Jeremy mengamati pakaian itu terlihat bagus, dengan warna yang indah, tapi sayang pakaian itu menunjukkan jenjang leher putih Sherly, sebenarnya Jeremy merasa tidak rela membiarkan satu inchi tubuh Sherly terekspos di hadapan para laki-laki, tapi apa daya sepertinya Sherly sangat menyukai pakaian itu.
🌟🌟🌟🌟🌟
..