kisah ini menceritakan seorang gadis bernama NEINA KHUMAIRA yang terjebak pernikahan atas dasar balas dendam antara dua orang bersaudara.
Neina mencintai kekasihnya , seorang duda beranak satu, mereka berencana akan menikah setelah Neina lulus Sekolah. Namun di hari pernikahan seorang yang mirip dengan kekasihnya menjadi mempelai pria.
Sanggupkah Neina mengubah hati seorang Tuan Muda yang Sombong dan keras kepala menjadi cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang Hariyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#sandiwara
Setelah sampai di kamar Neina langsung menginterogasi Rayhan. "Apa maksud dari perkataanmu tadi?"
"Tidak bermaksud apa-apa" jawab Rayhan santai sambil membuka kancing lengan bajunya." Tenang saja aku tidak akan menyentuhmu aku tidak bernafsu "
Neina menganggukkan kepalanya" Itu bagus"ucap Neina." Lalu kenapa mengatakan masalah anak di depan orang tuaku?"
"Aku hanya menambah kesuksesan sandiwaramu, kau jangan baper"
Rayhan segera mengambil handuk dan membersihkan dirinya ke kamar mandi. Meninggalkan Neina yang menatapnya penuh tanya.
Neina menatap punggung Rayhan kemudian ia duduk menyandarkan kepalanya di atas tempat tidur." Untunglah dia tidak bernafsu padaku, aku bebas. ini akan lebih mudah bagiku menjalaninya" senyum Neina mengembang.
Rayhan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan sebatas pinggang. Ia menatap Neina yang seluruh tubuhnya di tutupi selimut. Setelah mendengar pintu kamar mandi terbuka Neina segera tidur menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Apa kau yakin tidur seperti itu sampai pagi? jangan sampai kau mati karena kehabisan nafas" ucap Rayhan.
"Bukan urusanmu" jawab Neina dari balik selimut.
"Terserah kau saja"
Rayhan mengenakan piyamanya kemudian menaiki tempat tidur. Ia menatap selimut yang membungkus tubuh Neina. " Jangan gentayangan mencariku jika kau mati"
Neina langsung membuka selimut yang menutupi wajahnya "Kau menyumpahiku mati! dasar monster" maki Neina.
"Aku pikir gadis desa sepertimu akan bersikap lemah lembut, sungguh di luar ekspetasi ku"
"Aku akan lemah lembut jika kau orang baik" kesal Neina.
Rayhan kembali bangkit dari ranjang kemudian mengambil sebuah map dan menyerahkannya pada Neina. "Apa ini?" tanya Neina bingung.
"Tanda tangani itu !"
Karena mengantuk Neina segera menandatangani tanpa membaca terlebih dahulu.
Rayhan tersenyum kemudian mengambil kembali surat perjanjian yang sudah di tanda tangani Neina. Ia kemudian meletakkannya di atas nakas.
"Tidurlah " Rayhan menarik selimut.
Mereka tidur di tepi ranjang dengan posisi saling membelakangi.
****
Paginya Neina mengantarkan kedua orang tuanya menuju bandara. " Aku pasti merindukan kalian " ucap Neina berkaca - kaca. " Jaga dirimu, sekarang kau sudah bersuami patuhi suamimu dia menggantikan posisi Ayah"
"Ayah mengucapkannya berkali -kali, aku sudah mengerti Ayah." Jawab Neina.
Rayhan yang ikut mengantar mertuanya tersenyum mendengar nasihat Ayah Ardi.
"Satu lagi, belajar yang rajin" pesan Ibu Mia.
"Iya ibu Ayah, aku akan selalu mengingat pesan kalian. " Neina kemudian memeluk kedua orang tuanya.
"Kau tidak memelukku kakak?" protes Adam.
"Sini adik kesayanganku" Neina memeluk Adam.
Neina melambaikan tangannya. Tak terasa air mata sudah menganak di pelupuk matanya. Kini tinggallah ia sendiri jauh dari keluarga.
"Mari kita pulang nak, " suara Mama Maya Membuyarkan lamunan Neina.
"Iya Ma" jawab Neina mengusap air mata di pipinya.
"Jangan bersedih, di sini ada kami yang selalu bersamamu" ucap Mama Maya lembut.
Neina mengangguk kemudian berjalan menuju parkiran mobil. Rayhan yang sudah menunggu di parkiran menatap Neina datar." Cepat masuk ke dalam mobil, kita pulang" ucap Rayhan tak terbantah.
"Aku akan pulang ke rumah Mama, ada barangku yang tertinggal di sana"
"Arsen yang akan mengambilnya"
Dengan terpaksa Neina masuk ke dalam mobil. Ia duduk sambil menatap keluar jendela mobil. Rayhan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Bukankah kau bilang aku mulai masuk kuliah hari senin?" tanya Neina.
"Minggu depan bukan hari ini"
"Ohhh" Neina membulatkan bibirnya.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam laeut dalam pikiran masing- masing.
"Kita sudah sampai" ucap Rayhan menoleh ke samping." Astaga, dia tidur"
Rayhan mengguncang pelan bahu Neina" Hei bangun, kita sudah sampai"
"Eum..kita sudah sampai ya..." Neina mengucek kedua matanya.
"Iya , turunlah" perintah Rayhan.
"Kau tidak ikut turun?"
"Tidak, aku langsung berangkat ke kantor." Neina menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari mobil.
Neina menatap mobil Rayhan yang sudah menghilang dari gerbang. Kemudian ia masuk ke dalam rumah.
Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Tentang Kenangan💙 disini
udh up lohh
Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
rayhan tegas x. olivi gk tau diri. rayhan hrus lbih waspada.