NovelToon NovelToon
SETELAH KAMU MENJADI ASING

SETELAH KAMU MENJADI ASING

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Diam-Diam Cinta / Mantan / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sefna Wati

Menjadi orang asing adalah satu-satunya cara kita bisa bekerja sama tanpa harus saling menghancurkan lagi."
Lima tahun lalu, Maya pergi membawa luka yang tidak sempat ia jelaskan. Ia mengira waktu dan jarak akan menghapus segalanya. Namun, takdir memiliki selera humor yang pahit. Maya dipaksa kembali ke hadapan Arlan Dirgantara—pria yang kini menjadi sosok dingin, berkuasa, dan penuh kebencian.
Arlan bukan lagi pria hangat yang dulu ia cintai. Arlan yang sekarang adalah klien sekaligus "penjara" bagi karier Maya. Arlan menuntut profesionalisme, namun tatapannya masih menyimpan bara dendam yang menolak padam.
Di tengah proyek renovasi rumah tua yang penuh kenangan, mereka terjebak dalam permainan pura-pura. Berpura-pura tidak kenal, berpura-pura tidak peduli, dan berpura-pura bahwa getaran di antara mereka sudah mati.
Mampukah mereka tetap menjadi asing saat setiap sudut ruangan mengingatkan mereka pada janji yang pernah terucap? Ataukah kembali mengenal satu sama lain justru akan membu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefna Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Rumah di Balik Kabut

Enam Bulan Kemudian.

Dago selalu punya cara untuk menyambut pulang mereka yang sempat tersesat. Pagi ini, kabut tipis menyelimuti perbukitan, namun cahaya matahari menembusnya dengan lembut, menyinari sebuah bangunan kolonial yang kini berdiri kokoh dengan cat putih mutiara yang baru.

Rumah itu tidak lagi tampak angkuh atau angker. Jendela-jendela besarnya terbuka lebar, membiarkan udara pegunungan masuk membawa aroma pinus. Tidak ada lagi bau bensin, tidak ada lagi sisa jelaga kebakaran.

Maya berdiri di teras depan, memperhatikan para pekerja yang sedang menata taman bunga lili di halaman. Ia mengenakan terusan panjang berwarna peach, wajahnya tampak jauh lebih muda dan tenang. Di lehernya, kalung perak itu masih melingkar—bukan lagi sebagai beban rahasia, tapi sebagai simbol kemenangan.

"Semuanya sudah siap, May?"

Arlan muncul dari dalam rumah. Ia memakai kaos putih santai, tangannya yang dulu dibalut perban kini hanya menyisakan bekas luka tipis yang memudar—sebuah tanda jasa atas keberaniannya. Ia memeluk pinggang Maya dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu wanita itu.

"Ibu sedang di dapur bersama Pak Jaka. Beliau bersikeras ingin membuat sambal dadak sendiri untuk syukuran siang ini," ucap Maya sambil terkekeh pelan.

"Biarkan saja. Melihat Ibu kembali bersemangat memasak adalah obat terbaik untuk semua tagihan rumah sakit kemarin," Arlan mengecup pipi Maya singkat.

Kehidupan mereka berubah total setelah drama di ruang rapat itu. Paman Hendra sedang menunggu vonis di balik jeruji besi, sementara Sandra menghilang setelah seluruh asetnya dibekukan. Arlan kini memimpin Dirgantara Group dengan integritas baru, sementara Maya telah membuka biro desain interiornya sendiri di salah satu lantai kantor Arlan.

"Lan," panggil Maya pelan.

"Ya?"

"Kamu ingat saat pertama kali kita kembali ke rumah ini? Saat kamu mengurungku di antara pilar itu dan bilang kita harus jadi asing?"

Arlan terdiam sejenak, lalu ia tertawa rendah, suara yang kini penuh dengan kehangatan. "Aku adalah pria paling munafik saat itu. Mulutku bilang kita harus asing, tapi jantungku hampir meledak karena ingin memelukmu."

"Aku juga," aku Maya. "Aku sangat membencimu karena membuatku merasa sangat rindu di saat aku harus menjauh."

Arlan membalikkan tubuh Maya agar mereka berhadapan. Ia menggenggam kedua tangan Maya, menatap matanya dengan kejujuran yang tak menyisakan ruang untuk keraguan sedikit pun.

"Terima kasih sudah bertahan, Maya. Terima kasih sudah menjadi orang asing yang paling keras kepala untuk kembali ke pelukanku."

Arlan merogoh saku celananya, lalu berlutut di satu kaki di atas lantai kayu teras yang wangi pernis. Ia mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil. Di dalamnya bukan lagi kunci brankas atau rahasia gelap, melainkan sebuah cincin dengan berlian tunggal yang berkilau di bawah sinar matahari Dago.

"Rumah ini sudah jadi, May. Tapi aku nggak mau tinggal di sini sendirian. Aku mau setiap sudut rumah ini diisi oleh suaramu, tawamu, dan mungkin nanti... langkah kaki kecil yang mirip denganmu."

Maya menutup mulutnya dengan tangan, air mata bahagia menggenang di pelupuk matanya.

"Maya , maukah kamu berhenti menjadi asing dan menjadi rumahku selamanya? Maukah kamu menikah denganku?"

Maya tidak butuh waktu lama untuk menjawab. Ia mengangguk berkali-kali di tengah isak tangis bahagianya. "Iya, Arlan. Aku mau. Aku mau pulang padamu setiap hari."

Arlan memasangkan cincin itu di jari manis Maya, lalu berdiri dan mengangkat tubuh Maya, memutarnya di tengah teras. Suara tawa mereka bergema, memecah kesunyian Dago, menyatu dengan suara burung-burung yang berkicau.

Di balik jendela, Ibu Sarah menatap mereka dengan air mata haru. Ia tahu, suaminya di sana juga sedang tersenyum melihat putri mereka akhirnya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Malam itu, mereka mengadakan syukuran kecil-kecilan. Hanya ada mereka, Ibu Sarah, dan beberapa pekerja setia. Di dinding ruang tengah, mural perjalanan mereka tetap ada—namun kini Arlan menambahkan satu lukisan baru di bagian akhir: sepasang pria dan wanita yang sedang berdiri di depan rumah putih di bawah cahaya jingga.

Sambil menatap mural itu, Arlan berbisik di telinga Maya.

"Beberapa orang bilang kita harus melupakan masa lalu untuk bahagia. Tapi bagiku, masa lalu kita adalah pondasi paling kuat. Tanpa rasa sakit itu, aku nggak akan pernah tahu seberapa berharganya kamu."

Maya menggenggam tangan Arlan erat. "Kita pernah menjadi asing, Lan. Tapi sekarang, kita adalah satu-satunya alasan untuk tetap tinggal."

Di bawah langit Dago yang mulai dihiasi bintang, dua jiwa yang pernah hancur itu akhirnya benar-benar pulang. Bukan ke sebuah bangunan, tapi ke dalam pelukan yang tak akan pernah lagi membiarkan mereka menjadi asing.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!