NovelToon NovelToon
Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action
Popularitas:668
Nilai: 5
Nama Author: samSara

罪から生まれ、 遺産を求める血に追われる。 Tsumi kara umare, isan o motomeru chi ni owareru. (Born from sin. Hunted by blood that demands legacy) Nakamura Noa, gadis miskin yang bekerja serabutan sekaligus merawat ibunya yang sakit parah. Noa dan ibunya yang sedang dalam persembunyian, tidak sadar bahwa klan besar Yamaguchi-gumi telah mengawasi mereka sejak lama. Mereka beranggapan bahwa Noa adalah pewaris roh leluhur Yamaguchi: 'Kuraokami' yang bangkit saat berada diambang batas. Sampai akhirnya Noa dijemput paksa dan dibawa kembali ke dunia kelam para algojo. Ia harus memilih: tunduk pada mereka atau hancurkan warisan yang telah merenggut hidupnya. ⛔️"DILARANG KERAS menyalin atau mengambil ide, alur, plot twist, tokoh, dialog, maupun bagian cerita, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa izin penulis."⛔️ Copyright© 12/07/2025 - SAMSARA. Technical Advisor : Aimarstories Cover : pinterest Dark psychological thriller Dengan gaya sinematic noir - slow burn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samSara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17 - Tatakai part II

...**...

...⚠️⛔️part ini mengandung kekerasan⛔️⚠️...

...__________________________________...

...第二の血戦:拒めぬ遺産...

...-Daini no kessen: kobamenu isan-...

...'Pertarungan Kedua Berdarah: Warisan yang Tak Bisa Ditolak'...

...⛩️🏮⛩️...

..."Kau bisa membunuh sepuluh serigala. Tapi seekor naga tak pernah diuji dengan serigala. Ia diuji oleh naga lainnya."...

...⛩️🏮⛩️...

Desis lembut sol karet dari tabi¹ modern mengisi keheningan.

Tiga pria muda segera turun dari tribun kehormatan.

Akiro, si sulung—tubuh tegap, wajah kaku seperti ukiran batu. Tidak ada senyum, tidak ada emosi, hanya disiplin murni. Matanya gelap dan dingin, membawa aura pemimpin yang tak perlu dijelaskan. Ia berjalan dengan tenang, mengenakan hakama dan haori serba hitam, sebilah katana² di sisi kanan, tangan kirinya terbungkus kain merah tua—bekas luka dari latihan keras yang tak pernah ia biarkan sembuh sempurna. Aura konservatif terpancar dari cara jalannya yang lurus, tanpa ragu.

Reiji, anak kedua—lebih tinggi, sedikit lebih ramping. Rambut diikat tinggi seperti samurai lama, sorot matanya mencibir bahkan tanpa perlu mengerutkan alis. Auranya santai dan tubuhnya lentur, seolah itu hanya kamuflase. Setiap orang yang pernah melawannya tahu bahwa setiap sendinya siap berubah jadi serangan tajam. Ia mengenakan hakama polos dan gelap dengan haori pendek warna abu gelap dengan motif mencolok—gambar naga berwarna emas dan bunga sakura berwarna merah muda—kontras dibanding saudara yang lain. Haori itu terbuka dan terayun bebas diatas perban-perban yang melilit perutnya. Dua kodachi² tergantung di pinggang, seperti taring ganda yang sabar menunggu.

Kaede, si bungsu—paling muda, tapi memancarkan aura paling dingin. Wajahnya polos, bahkan tampak hampir kekanak-kanakan. Tidak ada ekspresi, tidak ada reaksi, seakan dunia hanyalah bayangan di sekelilingnya. Ia berpakaian hakama hitam dengan haori tipis warna biru gelap tanpa motif, dan di kedua tangannya tergenggam katana dan wakizashi³. Gerakannya sunyi, tapi tajam—seperti embun yang bisa memotong kulit.

Mereka bertiga berdiri sejajar, menghadap Noa.

Raizen hanya berkata satu kalimat dari atas.

"Buktikan darahmu layak disebut naga."

...⛩️🏮⛩️...

Pertarungan tiga lawan satu dimulai, Noa berjuang dengan separuh kekuatan Kuraokami.

Langkah Akiro membuka duel. Katana meluncur dalam tebasan textbook samurai—satu garis lurus, sempurna, teknik tanpa cela. Noa mengangkat lengan kosongnya, tubuhnya mundur satu langkah untuk meredam hantaman. Bilah itu tetap mengiris kulit, darah terhambur, namun aliran Kuraokami di dalam tubuhnya memaksa ototnya bertahan utuh. Rasa sakit membakar tulang, dan meski berhasil mengurangi kekuatan penuh tebasan, tubuhnya tetap terpental, menghantam tanah dengan keras.

Tangannya meraba lantai arena. Jemarinya menemukan sesuatu—sepotong yari5 patah dari pertarungan sebelumnya. Bilah bercabangnya sudah patah, gagangnya terpotong setengah. Tapi di tangan Noa, senjata rapuh itu menjadi kuku naga. Ia menggenggam erat.

Reiji menyusul—meluncur bagai bayangan gesit. Dua kodachi berkilat. Satu menusuk rendah, satu lagi menyayat tinggi. Gerakannya seperti tarian kungfu. Noa memutar, menangkis dengan tombak patah. Dentum bilah menghantam tulang pergelangan, membuat sendinya nyeri.

Belum sempat menarik napas, Kaede sudah menyusup. Sunyi. Dingin. Katana dan wakizashinya berkelebat: kiri ke leher, kanan ke perut. Tebasan presisi, tanpa ampun. Noa menunduk, menahan satu ayunan dengan gagang tombak, tapi bilah lain berhasil mengiris pinggangnya.

Tiga arah. Tiga gaya. Satu koordinasi.

Tubuh Noa terbanting menghantam ke dinding batu. Napasnya tercekat. Dunia berputar.

Tapi ia bangkit. Jemarinya mencengkeram gagang tombak patah itu seolah mencengkeram nyawanya sendiri.

...⛩️🏮⛩️...

Kuraokami masih terjaga. Hanya mengamati—seolah ia masih enggan untuk bangkit secara utuh. Urat-urat di leher Noa mulai menonjol, kulit memucat. Nafasnya berubah jadi desis.

Ia menerjang.

Pukulan keras dengan gagang tombak patah menghantam Kaede, membuat Kaede terpental dua meter ke belakang. Reiji meluncur masuk dengan kodachi, menyerang tanpa jeda—senyumnya tetap tak berubah, bahkan saat Noa menangkis dengan tombak patah, sementara tangan lain menahan bilah dengan tangan kosong. Darah Noa mengalir, tapi serangan Reiji tertahan.

'Kau beruntung Noa-chan... Kuraokami membuat tanganmu masih utuh,' gumam Reiji nyaris tak terdengar tapi penuh arti.

Tiba-tiba dari sisi lain arena.

Akiro sudah berdiri tepat di depan wajahnya. Katana masih separuh keluar dari sarung, ujung bilahnya berkilat di antara cahaya. Tangan kirinya yang berbalut kain merah menempel kuat di dada Noa, menyalurkan tekanan yang membuat tulang-tulangnya bergetar.

Noa terhuyung mundur, tubuhnya seolah tertahan oleh daya yang tak terlihat. Getaran itu berasal dari energi murni yang menghantam nadinya.

Ia meraung. Bukan karena rasa sakit, melainkan karena darahnya sendiri seakan terpacu, dipaksa menyala oleh kekuatan lawannya.

...⛩️🏮⛩️...

Kekuatan Kuraokami berdenyut di dalam tubuh Noa, setiap detak seperti gelombang yang menekan tulang dan ototnya. Energi liar itu meledak dari dalam, memaksa setiap serat tubuhnya bergerak, mengalir ke ujung jari dan kaki seakan ingin menghancurkan apa pun yang menghalangi.

Noa melawan kekuatan yang presisi dan penuh teknik, sementara ia mengandalkan ledakan energi liar Kuraokami yang tak terarah. Tubuhnya menegang, otot menjerit, dan setiap gerakan terasa seperti menahan badai dari dalam dirinya.

Noa mengayun tombak patahnya seperti cambuk—Reiji mundur selangkah. Noa menangkis katana Kaede, memutar tubuh, dan memanfaatkan tenaga lawan untuk membanting dirinya sendiri ke lantai. Bahkan Akiro terdorong mundur lima langkah—untuk pertama kalinya, ekspresi terkejut muncul di wajahnya.

Namun kekuatan itu belum cukup.

Arena berubah menjadi pusaran maut. Benturan demi benturan membuat tombak patah semakin retak; serat kayu berderit setiap kali menangkis. Dan justru di situlah bahaya tersembunyi: pukulan liar yang tak tertebak menghantam bahu Reiji, membuat senyumnya hampir hilang.

Kaede menusuk cepat dari samping. Noa menangkis—bilah tombak pecah total. Kini hanya tersisa gagang kayu sepanjang lengan, ujungnya tak beraturan.

"Sudah selesai," suara Akiro tenang, seperti vonis.

Tapi Noa terkekeh. Napasnya berat, darah menetes dari lengan, mata biru keperakan yang bersinar masih memantulkan aura naga Kuraokami.

Ia menerjang.

Gagang patah menghantam dada Reiji, keras hingga salah satu kodachinya terlepas. Kaede maju, tapi Noa memutar tubuh, menghantam wajah Kaede dengan kepalan kosong. Arena terdiam sejenak, napas tertahan.

Akiro melangkah, katana terangkat. Sekali tebas bisa mengakhiri segalanya. Noa, goyah dan berdarah, mengangkat gagang patah untuk menahan. Dentum keras memecah udara, kayu patah hancur berkeping. Tapi Noa memanfaatkan momentum, menghantam lengan Akiro dengan tangan kosong, memaksa bilahnya menyimpang. Tebasan hanya menggores bahu.

Dengan erangan terakhir, Noa membanting bahunya ke dada Akiro. Tubuh Akiro bergetar, mundur setengah langkah. Untuk pertama kalinya, tribun bergemuruh.

Noa berdiri di tengah arena, terengah, kedua matanya kosong.

Reiji berdarah di bibir.

Kaede tersungkur, napas berat.

Akiro tetap tegak—tetapi kini matanya benar-benar serius.

Noa tersenyum samar.

Lalu lututnya runtuh. Tubuhnya jatuh berlutut, darah menetes deras, pandangan kabur, napas putus-putus. Ledakan energi Kuraokami terlalu besar untuk tubuhnya. Ia telah memaksimalkan semua kekuatan yang dimiliki—dan sekarang tubuhnya menuntut harga yang tak terelakkan.

...⛩️🏮⛩️...

Langkah-langkah berat terdengar di antara debu dan sisa gema benturan. Akiro masih tegak dengan napas berat, Reiji berdiri tersenyum tipis dengan darah kering di sudut mulutnya, sementara Kaede tersungkur, ambruk menyentuh tanah.

Sunyi.

Lalu perlahan, Kaede menekan tanah dengan telapak tangannya. Gerakan itu lambat, tapi tekadnya dingin. Ia berdiri kembali, tubuhnya goyah namun matanya tetap membeku seperti es yang tak pernah mencair. Setetes darah menuruni sudut bibirnya, tapi wajahnya tak bergeming sedikit pun.

Kini ketiganya kembali berdiri.

Noa menatap mereka, dadanya naik turun cepat. Dunia seakan menyempit, udara makin berat. Tiga sosok itu berdiri bagaikan dinding yang tak tergoyahkan.

Seketika, Noa ambruk kehilangan tenaga. Pandangannya bergetar, bayangan tiga pria itu menutup seluruh cahaya. Noa mencoba menatap mereka sekali lagi. Tapi tubuhnya menyerah.

Kekuatan Kuraokami masih meraung di dalam darahnya. Tapi tubuhnya sudah tak mampu lagi menampungnya. Sorotan matanya yang meredup menatap ke arah lawannya—tiga pria muda itu. Kesadarannya digulung kegelapan. Nafasnya terputus-putus.

Noa pingsan, tubuhnya jatuh telungkup tanpa daya di tengah arena.

Dengan seiring kesadaran mulai lenyap, tubuhnya sendiri yang menutup jalurnya. Seperti pintu yang tertutup paksa, aura Kuraokami tersedak kembali ke dalam kegelapan.

...—つづく—...

Sepatu tradisional Jepang yang unik karena memiliki jari kaki terpisah antara ibu jari dan jari-jari lain, sehingga mirip kaus kaki khusus.

Pedang tradisional Jepang yang sangat terkenal, simbol samurai dan budaya perang Jepang.

Pedang pendek tradisional Jepang, ukurannya lebih kecil dari katana biasa tapi lebih panjang dari wakizashi.

Pedang tradisional Jepang yang ukurannya lebih pendek daripada katana dan kodachi.

Tombak tradisional jepang. Berupa setongkat kayu dengan panjang 2-6 meter—mata tombaknya dari baja ada yang lurus ada juga yang bercabang.

1
Dylla
jadi sekalian belajar bahasa jepang kan kwkw emosional banget alurnya mak
Dylla
ga bisa berkata-kata lagi. suka banget detail nya
Faeyza Al-Farizi
bagian ini penuh teka-teki, yang paling bikin penasaran sih... siapa bapaknya si bayi. apakah oyabun? atau.... ah mari kita cari petunjuknya di bab berikutnya 👍
Faeyza Al-Farizi
Noa, mati waktu lahir. Tapi keknya bakalan mati lagi di depan. walau secara kertas lagi🥲
Faeyza Al-Farizi
walau kebenaran dikubur sekalipun, suatu saat akan bangkit 🥴
Hasif Akbar
Kasihan ya ... Misao, pasti menanggung klan Yamaguchi dan pasti menjadi buronan, sudah dipisahkan sama ibunya, ngeness gak bisa menikmati sisi cahaya dunia 🙏
Chuen lie Liem
serpihan puzzle yang ditemukan Tadashi saling melengkapi. dia yakin ini semua bukan kebetulan, RIN DAN ANAKNYA MASIH HIDUP HANYA GANTI IDENTITAS, pen. di satu tempat terpencil. Bagaimana keadaan Rin dan anaknya ? apa yang akan dilakukan Tadashi? Kita lihat saja episode berikutnya, alur ini semakin menarik, penasaran dengan plot twistnya...
Diaz Ardi
pada akhirnya tetap dipenggal, meski gen membuka mulutnya, sedari awal tadashi tidak memberikan pilihan untuk hidup.
​disisi lain, noa bener² berjuang bertahan hidup bersama bibi yang memang sebenarnya ibu kandungnya. kondisi yang cukup memprihatinkan untuk mereka berdua yang sebatang kara
Happy Netta
Ceritanya terenyuh banget, apalagi sosok bayi tak berdosa harus tumbuh didalam rahim namun keluar sudah tak bernyawa dan ngerinya berstatus cacat.. tapi salut dengan perempuan itu yg melahirkannya, ia tetap merawatnya didalam kandungan sampe di hari persalinan yg walaupun tidak akan pernah ia bisa rawat seperti saat didalam kandungannya.🥹
Happy Netta
Di awal udah negthink, tp ternyata bikin nyesek.. author bisa aja ngasih settingannya se real itu. Omg.. wajib masuk list bacaan nih!!!
Dylla
patriaki garis keras ini. apalagi latar waktunya zaman baheula
Chuen lie Liem
Hidup Rin se-derita itu, seorang gadis penghibur yang pasti cantik, mempunyai anak dari bangsawan Jepang. Bayi itu tak diakui, ibunya iusir dan didengungkan berulang anak yang lahir itu cacat dan mati. Setelah ini Rin hidup tanpa identitas, dengan anak yang tumbuh bersamanya di suatu tempat yang tersembunyi. Diksi cerita ini kuat, penjabaran membawa kita masuk ke dalam cerita tanpa dapat ditolak. padahal ini baru prolog udh sebagus ini. sangat bikin penasaran.
Zainab Firman
Langkah atau tindakan apakah yang akan dilakukan Tadashi terhadap Misao yang tak lain adalah Rin?
sungguh alur cerita ini membuat penasaran untuk terus membacanya
Zainab Firman
Karya yang sangat interest untuk dibaca, seperti mudah ditebak alur ceritanya, padahal tidak, alur ceritanya sangat kompleks dan penuh intrik
Faeyza Al-Farizi
Sumpah, ini baru prolog loh. catat, prolog.
kuat banget udahan, pengambilan konfliknya juga menarik. Geisha, si penghibur yang dihargai di Jepang. pasti si Rin ini cantik banget sampai kayaknya jadi pusat. Btw kakak Author kamu risetnya jalur film apa pernah kesana, bisa buat setting yang jepang banget 👍
Diaz Ardi
Apakah Rin ini seorang yamato nadeshiko? Tetapi menjalin hubungan dengan orang yang tak seharusnya ia bersamanya? Sehingga saat memiliki buah hati bersama sang Oya-bun. Keberadaannya harus dihapuskan bersama jejak kelahiran anak tersebut.
Faeyza Al-Farizi
kalau gitu kenapa disentuh dan dibuat ada si bayi 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!