Tertarik pada seorang wanita adalah hal tersulit untuk David rasakan setelah beberapa tahun yang lalu ditinggal pergi begitu saja oleh wanita yang sangat dicintainya.
Di usianya yang tak lagi muda, David bahkan tidak memikirkan untuk menikah dan berusaha memulai menjalin hubungan kembali dengan seorang wanita.
Di tengah ketenangan hidupnya, David mulai merasa terusik dengan kehadiran seorang wanita bernama Embun yang berstatus anak dari pembantu yang bekerja di rumahnya.
Menurut David, kehadiran Embun di rumahnya hanya membuat petaka untuknya sebab sang mama yang awalnya sudah tak lagi berniat menjodohkannya, kini kembali berniat untuk menjodohkannya dengan Embun dan melakukan berbagai cara agar dirinya mau menikahi Embun.
Hingga tanpa David sadari, di suatu malam ia terjebak dengan rencana sang mama yang mengharuskannya untuk menikahi Embun. Anak dari pembantu yang sudah lama bekerja di rumahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 - Terpesona
"Ini aku sudah tersenyum sejak tadi." Balas David yang merasa sudah tersenyum namun tidak sadar jika senyumannya itu tidak terlihat oleh siapa pun termasuk dirinya sendiri.
Danesh sampai terperangah mendengarnya. Bagaimana bisa kakaknya itu mengatakan jika ia sudah tersenyum sedangkan raut wajahnya yang terlihat sejak tadi hanyalah tatapan datar yang menyebalkan.
Tak ingin memperpanjang percakapan di antara mereka, Danesh memilih diam saja hingga akhirnya keduanya berhenti di teras rumah Bu Jihan untuk menyalimi ibu dua anak itu.
"David, ayo salim dulu sama calon mertua." Kata Mom Meisya seraya tersenyum pada putranya.
David kembali mencoba tersenyum kemudian mengulurkan tangan pada Bu Jihan untuk menyaliminya.
Sophie yang sejak tadi berdiri di sebelah ibunya dan mulai menyadari siapakah calon kakak iparnya pun berbisik di telinga Bu Jihan setelah menyalimi David dan keluarganya. "Ibu, bukankah Kakak ini yang kemarin mengantarkan Sophie ke rumah sakit?" Tanya Sophie.
Bu Jihan mengangguk. "Benar. Kak David juga yang akan menjadi calon kakak iparmu, Nak."
"Apa?" Kedua bola mata Sophie membola. Ia pikir David adalah pria yang sudah menikah dan mungkin sudah memiliki seorang anak melihat wajah pria itu yang sudah matang. Sophie tidak mengira jika anak Mom Meisya yang dimaksud akan menjadi kakak iparnya adalah pria yang pernah menolong dirinya. "Tapi, Bu..." Sophie menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ayo kita masuk." Ajak Bu Jihan pada Sophie setelah mempersilahkan keluarga calon besannya masuk ke dalam rumah.
Sophie dibuat bungkam. Ia memilih melanjutkan perkataannya dalam hati. "Tapi Kak David sepertinya udah tua, Bu. Beda jauh sama Kak Embun yang masih muda."
Setelah berucap dalam hati, Sophie segera melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah kemudian duduk bergabung bersama ibunya di ruang tengah rumah.
**
Acara lamaran malam itu pun dibuka setelah seluruh keluarga besar David duduk di ruang tengah rumah. Dad Berto yang diminta menjadi perwakilan pembicara dari keluarga David pun mulai bersuara membuka acara mereka malam itu.
"Jadi maksud dan tujuan kedatangan keluarga kami datang ke sini adalah untuk melamar Embun menjadi istri dari anak kami, David." Kata Dad Berto seraya tersenyum.
Seluruh orang yang mendengarkannya pun ikut tersenyum. Terkecuali David yang hanya diam dengan ekspresi datarnya. Pria itu baru tersenyum namun dalam hati setelah pandangan semua orang tertuju kepadanya meminta persetujuan jika dirinya akan melamar Embun malam ini.
Embun yang sejak tadi diminta berada di dalam kamar lebih dulu sebelum diminta untuk keluar pun akhirnya keluar dari dalam kamarnya setelah dipanggil oleh Sophie.
"Kenapa rasanya aku deg-degan begini ya, Nya." Kata Embun pada Kanya yang sejak tadi menemaninya di dalam kamar.
"Gak perlu gugup. Ini baru acara lamaran. Bukan acara buka segel." Kelakar Kanya.
Embun melototkan kedua matanya mendengar perkataan Kanya. Kanya pun hanya tertawa melihat ekspresi wajahnya itu. Tak ingin berlama-lama berada di dalam kamar karena semua orang telah menunggu kedatangannya, akhirnya Kanya membawa Embun keluar dari dalam kamar bersama dengan Sophie.
Deg
Baru saja Embun keluar dari dalam kamarnya, jantung David sudah berdetak tak karuan menatap sosok Embun yang terlihat sangat cantik dan manis menggunakan kebaya bewarna senada dengan batik yang ia kenakan saat ini.
"Sepertinya ada yang tersepona nih lihat calon istri." Bisik Danesh pada David yang nampak termenung menatap wajah cantik Embun.
***
Berikan giftnya dulu yuk sebelum lanjut. Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya SHy yang lainnya❤️
Terima kasyi❣️