Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.
Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.
Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.
Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang dari Rumah Sakit
Keesokan hari, Setelah di cek badan ku tak ada pendarahan, Atau masalah lain usai melahirkan, Aku sudah boleh pulang, Aku tambah senang, Melihat ibu sudah sampai klinik, Di balut perut ku dengan stagen, di tambah korset, membuat ku nyaman ketika berjalan.
"Jalan nya hati hati ya nak, Luka dalam rahim nya belum sembuh." Kata ibu
Ibu memapah ku jalan, Adik ku membawakan tas berisi perlengkapan yang aku bawa sebelumnya. Dan Bani menggendong bayi kecil kami.
\=\=\=\=
"Sudah sampai rumah sayang, ini rumah kita," Kata Bani sambil meletakkan bayi di atas kasur.
"Hati hati duduknya nak, Nanti jahitan nya lepas, Soalnya baru dua hari." Pesan ibu sambil meluruskan kaki ku.
"Baik bu." Jawab ku.
Ibu merawatku sampai bayi ku Puput puser, Banyak nasehat yang di sampaikan ke bani, Soal merawat ibu nifas dan bayi. Bani tampak mengangguk dan mengerti. Selama ibu merawatku, Mertua tidak ke rumah sama sekali, aku senang sekali, tidak mendengar ocehannya, Aku tetiba sedih saat ibu dan adikku berpamitan pulang.
"Sahara, ibu dan Adik mu pamit pulang ya, Jaga dirimu baik baik, Jangan sedih, jangan banyak pikiran, Nanti Asi nya seret loh, Kasihan Bayi mu." Kata ibu memeluk ku
"Maaf kan Sahara ya Bu, masih merepotkan ibu, Ibu ngga bisa lebih lama lagi Bu, Di sini menemani Sahara." Kata ku
"Adik mu harus sekolah, Kamu harus kuat, Ibu lihat Bani suami dan ayah yang bertanggung jawab, Semoga kalian bisa merawat bayi ini bersama ya." Jawab ibu
"Ibu, taxi online nya sudah sampai, Mari Bu, saya bawakan tas yang mau di bawa." Kata Bani
"Nak Bani, titip Sahara ya, Sementara kamu yang nyuci baju, sama beberes rumah ya, Luka di tubuh Sahara pasca persalinan belum sembuh total sampai 40 hari, Jangan Angkat berat dulu ya." Kata ibu menasehati Bani
"Baik bu." Jawab Bani, Menganggukkan kepala.
Aku bersyukur sekali, Mempunyai suami seperti Bani, Dia membantuku mengurus Bayi ini, Sebelum berangkat kerja dia memasak nasi, Dan membelikan ku lauk pauk, untuk Sore hari dia membawa makanan baru, Aku tidak di perbolehkan nya berberes rumah, Sesuaj Nasehat dari ibu.
\=\=\=\=
"Ya Ampun, ini rumah debu nya tebel sekali, lantai ngeres seperti ngga pernah di pel, lihat ni kaki mama kotor." Kata mertua yang datang langsung mengomel.
"Emang belum di pel kok ma rumah nya, Nissa (Nama Anakku), Ngga mau di taruh dia maunya di gendong Mulu." Jawab ku
"Anak jangan di gendongan terus, Nanti bau tangan." Kata mertua lagi
"Nangis ma, masa ngga di gendong, Mau di biarin nangis ngga berhenti, Emang anakku tipe nya cengeng." kata ku lagi
"Sini Gendong Nenek." kata mertua dan langsung merebut bayi yang ku gendong.
Aku hanya menghela nafas panjang, Kulihat anakku di timang, di Ayun dengan kencang oleh mertua, Ku ingin menasehati tapi, Pasti akan ribut besar. Jadi aku diam kan dulu.
Mertua membereskan rumah ku, Menyapu, Mengepel, cuci piring, Bukanya aku Ngga senang di bantu beberes rumah. Namun Aku ingat tempo hari, mertua juga pernah menginap di rumah ini, Dan berberes namun tidak pakai tanya dulu, Ada barang yang masih terpakai di buang nya. katanya terlihat tak terpakai dan berdebu makanya di buang sama mertua.
"Begini kan, Rumah bersih, Sudah steril, Orang ada bayi masa rumah kotor, Jangan males kamu Sahara, Baru punya anak satu." Kata mertua.
"Anak ku tipe yang ngga bisa di tinggal, sama ibu nya ma, Kalau luka ku sudah sembuh juga ngga usah di omong rumah bersih setiap hari." Jawab ku
"Alasan aja kamu, Mama dulu pulang lahiran dari Rumah sakit, bisa nyuci baju sambil berdiri, Kasihan anak ku, Sudah capek nyari duit, dirumah masih berbenah." Kata mertua lagi.
"Ma, Saya kan baru selesai lahiran, Kondisi fisik setiap ibu kan berbeda." Sahut ku
"Makanya pakai gerak, biar cepet sembuh, terus ini obat apa." Tanya mertua sambil menunjuk Asi booster yang ada di atas lemari.
"Itu Namanya Asi booster ma." Jawab ku
"Asi booster itu apa?" Tanya mertua
"Biar Asi nya lancar." Jawab ku
"Alah kebanyak gaya, Ngapain pakai obat obatan segala, makan daun katuk." celetuk mertua ku
Ku geram dengan semua ocehan mertua, Ku ingin membantah dia, Namun ku lihat bayi mungil ku, Ku hembuskan nafas panjang, mencoba untuk tidak emosi, Aku percaya, Kalau aku emosi Asiku bakal seret dan Bayi ku Akan kelaparan.
~Bersambung~
Jangan lupa vote, coment, dan klik favorite dari pembaca adalah semangat dari penulis
mohon maaf jika tulisan ini membosankan dan kurang menarik.
salam hangat dari penulis😘😘😍😍
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗