NovelToon NovelToon
Selepas Kau Selingkuh

Selepas Kau Selingkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Selingkuh / Cerai / Pelakor
Popularitas:228.1k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Bumi serasa akan runtuh menerpa Kirana ketika dia mengetahui fakta bahwa Bryan, suaminya, ternyata berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, Maudy.

Tak tebersit sedikitpun dalam benak Kirana kalau sahabatnya itu akan menjadi duri dalam rumah tangganya.

Sepuluh tahun menikah dengan Bryan kini diambang kehancuran. Tidak sudi rasanya Kirana berbagi suami dengan wanita lain apalagi wanita itu adalah sahabatnya sendiri hingga dia memutuskan untuk bercerai.

Lantas, bagaimana Kirana menghadapi hidupnya setelah berpisah dengan Bryan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Surprise

Bryan bergegas meninggalkan hotel tempat gathering kantornya dilaksanakan. Sejak semalam, Maudy terus mengingatkannya untuk berkunjung ke apartemen wanita itu.

Bryan terpaksa meninggalkan acara ramah tamah bersama rekan-rekan dari kota lain, karena dia hanya mempunyai kesempatan malam ini untuk bertemu dengan Maudy. Sebab, besok sore dia dan rombongan dari kantor akan kembali ke Jakarta.

Bryan memakai ojek online menuju apartemen Maudy. Dia sengaja memakai motor agar lebih cepat sampai dan tak membuang waktu, karena sebelum jam sepuluh dia harus kembali ke hotel.

Perjalanan sampai di apartemen Maudy tak mengalami hambatan, hingga ia sampai di depan apartemen wanita yang sudah menjalin hubungan asmara dengannya selama setahun ini.

Bryan menekan bel seraya menoleh ke kanan dan ke kiri secara refleks, padahal ia tahu tak ada orang di sekitar.

Tak lama menunggu, pintu apartemen terbuka. Netra Bryan langsung dimanjakan dengan tubuh Maudy yang mengenakan lingerie merah sebatas pinggul. Membuat ia langsung menelan saliva menikmati kemolekan tubuh Maudy.

Maudy langsung menyambut Bryan dengan merangkulkan tangannya di tengkuk Bryan hingga mereka berdua kini saling berpagutan seakan melepas kerinduan telah lama tak bersua. Padahal dua Minggu lalu mereka sempat bertemu dan memadu kasih kala Maudy berkunjung ke Jakarta.

"Sepertinya ada yang rindu berat denganku." Saat pagutan mereka terjeda, Bryan menggoda Maudy yang menyambutnya dengan hangat.

"Tentu saja, Mas. Aku kangen berat sentuhanmu." Maudy melucuti kancing kemeja yang dikenakan Bryan, tak memberi jeda Bryan beristirahat atau sekedar menikmati secangkir kopi.

"Kamu sangat pandai menggodaku." Bryan mengangkat kedua pah4 Maudy hingga kaki jenjang wanita itu kini melilit pinggangnya. Mereka kembali berpagutan dan Bryan langsung membawa Maudy ke kamar wanita itu.

Sepertinya Bryan memang sudah hapal setiap sudut apartemen milik Maudy, karena ia tahu ke mana harus membawa Maudy untuk menyalurkan h4sratnya pada sahabat istrinya itu.

Bryan menjatuhkan tubuh Maudy di atas tempat tidur. Dia melepas kemeja yang telah dilucuti kancingnya oleh Maudy dan menghempasnya ke sembarangan tempat. Masih dengan berpagutan, ia pun melonggarkan ikat pinggang dan melepas pengait celananya.

Mereka berdua asyik memadu asmara, Menikmati keint!man mereka. Sama-sama melepaskan rindu, seperti tak perduli ada hati yang terluka dan tersakiti karena ulah mereka berdua.

Bryan terus menghujani sentuhan memabukkan pada tubuh Maudy. Suara er4angan dan de5ahan mereka berdua mendominasi ruangan kamar apartemen, menandakan mereka begitu menikmati surga dunia yang memabukkan.

Ddrrtt ddrrtt

Suara ponsel di saku celana Bryan berbunyi, membuat keint!man mereka terjeda. Bryan tak bisa mengabaikan panggilan telepon itu karena bunyi panggilan yang berdering menggunakan nada panggilan yang ia setting untuk Kirana.

"Kirana telepon." Bryan segera meraih ponselnya. Namun, ternyata Kirana melakukan panggilan video..

Bryan melirik pada Maudy di sampingnya, karena tidak mungkin ia mengangkat panggilan telepon Kirana saat ia berada di apartemen Maudy.

"Berani angkat, Mas?" bisik Maudy menantang Bryan seraya menggigit cuping telinga Bryan.

Bryan mereject panggilan Kirana. Namun, ia segera mengirim sebuah pesan pada sang istri

"Yank, aku sedang di aula. Nggak bisa terima telepon. Di sini berisik banget."

Itu alasan yang diberikan Bryan pada Kirana.

Tak lama pesan balasan dari Kirana masuk di ponselnya.

"Adek pingin lihat papanya, Mas. Dia sudah ngantuk, tapi nggak bisa tidur sebelum lihat papanya."

"Aku keluar apartemen sebentar, supaya Kirana nggak curiga." Bryan meminta pengertian Maudy, padahal mereka berdua belum mendapatkan pelepasan.

Bryan pun dengan cepat membalas pesan terakhir dari Kirana.

"Oke, tunggu sebentar. Aku keluar aula dulu, nanti aku telepon balik kamu."

Ketika Bryan hendak menjauh darinya, Maudy menahan tubuh Bryan dengan memeluk Bryan. Dia tak rela Bryan meninggalkan, sementara percintaan mereka belum sampai puncak.

"Mas, tanggung! Nanti saja, deh!" Maudy kini turun dan berlutut di depan Bryan yang duduk di tepi tempat tidur. Tangannya dengan lihai menyentuh milik Bryan dan menenggelamkannya di kedalaman rongga mulutnya.

Bryan mengerang, sensasi yang diberikan Maudy sulit untuk ia abaikan hingga dia melupakan niatnya menelepon balik Kirana, tapi justru melanjutkan kemesraan mereka.

Teett

Lima menit berlalu, kini justru suara bel apartemen yang berbunyi mengusik keasyikan mereka.

"Si4l! Ada saja yang mengganggu!" Bryan mengumpat kesal karena lagi-lagi keasyikan mereka terganggu.

"Siapa, sih?" Kini Maudy yang bangkit. Dia mengambil jubah pakaian tidur untuk melihat siapa yang mengunjunginya

Maudy lalu melangkah ke luar kamar, sementara Bryan menghempaskan tubuh di atas tempat tidur kembali.

Dari lubang pengintip yang ada di depan pintu depan, Maudy melihat seseorang membawa buket mawar di tangannya. membuat Dia mengerutkan keningnya. Namun, ia menduga kalau orang itu adalah suruhan Bryan yang ingin memberikan kejutan kepadanya, sehingga ia pun memutuskan membuka pintu apartemen miliknya.

"Surprise ...!"

Bola mata Maudy terbelalak ketika ia melihat kemunculan orang yang tidak ia duga ada di hadapannya saat ini.

"K-Kirana?" Maudy terperanjat, dia mencoba mengerjapkan matanya berharap apa yang ia lihat adalah sebuah halusinasi. Sebab, orang yang ia lihat di lubang pengintip tadi bukanlah Kirana.

Maudy sampai melongok ke luar, mencari keberadaan orang yang membawa buket bunga yang ia lihat dari lubang pengintip.

Lorong apartemen terlihat sepi. Tak ada orang sama sekali saat ia melongok ke kanan dan ke kiri.

"Cari apa, Dy? Kok, kayak orang bingung gitu?" tanya Kirana yang merasa puas melihat Maudy yang terkejut melihat kedatangannya.

"Hmmm ..." Lidah Maudy terasa kelu, seperti sulit untuk berkata-kata.

Kirana melihat penampilan Maudy yang menggunakan pakaian tidur mini. sudah dapat ia duga apa yang sedang dilakukan Bryan dan Bryan di dalam tadi.

"Tenang, Na. Tenang!" Kirana mengatur nafas, mencoba meredam emosinya yang sedang meletup-letup.

"Kok, kamu kayak nggak senang lihat aku, Dy? Nggak suruh aku masuk juga." Kirana menerobos masuk ke apartemen Maudy.

"Hmmm, Na." Maudy menahan langkah Kirana dengan menarik Kirana agar Kirana tidak sampai masuk ke dalam kamarnya, di mana saat ini Bryan berada.

"Kenapa sih, Dy? Aku nggak boleh masuk ke apartemen kamu?" Kirana berpura-pura bingung karena Maudy tak memberi izin dirinya masuk apartemen sahabat yang telah mengkhianatinya itu.

"Hmmm, bukan gitu, Na." Maudy terlihat kebingungan, serba salah dan juga ketakutan. Ekor matanya mengarah ke arah kamar, berharap agar Bryan segera sembunyi supaya Kirana tidak memergoki mereka berdua sedang bersama.

Kirana mengikuti arah pandangan Maudy hingga tertuju ke ruangan yang ia duga adalah kamar Maudy. Namun, matanya kini menangkap sepasang sepatu yang ada di dekat kursi di ruangan depan. Kirana sangat hapal seperti itu milik siapa? Tentu saja ia sangat mengenal sepatu itu, karena dialah yang membelikan sepatu itu sebagai hadiah ulang tahun Bryan tahun lalu.

Bukti itu semakin kuat. Tidak ada kebetulan yang benar-benar sama, membuat dada Kirana bergolak, tapi, dia harus menahan amarahnya sampai Bryan benar-benar keluar dari persembunyiannya.

"Eh, ada sepatu cowok? Ada kekasih kamu di sini, Dy? Kebetulan sekali, bisa sekalian kamu kenalkan ke aku dong, kekasihmu itu. Di mana dia?" Mungkin terkesan kurang sopan masuk ke dalam apartemen Maudy tanpa seizin pemiliknya. Tapi, kali ini Kirana sedang ingin mendapatkan bukti dengan memergoki mereka berdua.

Kirana lalu melangkah ke arah kamar yang dilirik Maudy tadi. Dia ingin menangkap basah sang suami yang sudah berani berselingkuh di belakangnya.

Seketika wajah Maudy memucat ketika melihat Kirana melangkah ke arah kamarnya.

*

*

*

Bersambung ...

1
🌻͜͡ᴀs🍁Bila❣️💋🅚🅙🅢👻
Maudy kenapa ya kok pingin bertemu dengan Andra, semoga dia tidak buat ulah dengan Andra ini
Tasmiyati Yati
awas nanti Maudy ada di ruangan Andra Kirana datang tanpa ada pemberitahuan bisa ada perang dunia dalam rumah tangga 😂
Uthie
Wadduuhhhh.. gak siangka banget itu! 🤨

gak jauh beda sama Maudy . teman penusuk belakang! 😡
Ucio
Laki sama istri sma² sudh putus urat malunya
Uthie
Ada kesempatan tidak dilewatkan Andra 👍😆
Sunaryati
Panggil Bryan Andra agar tahu apa yang dilakukan Maudy, ini akan membuat Bryan tahu perangaii asli Maudy, jangan- jangan anak yang dikandung Maudy bukan anakmu kan kalian LDRan siapa tahu saat kau di rumah Kirana dia bersama orang, diakan sepertinya juga tertarik sama suami Gladis. Cuma tebakan lho jika benar alangkah ruginyy Bryan
Uthie
Pepet terusss 😁
Sunaryati
Maudy benar-benar sudah hilang urat malunya, gagal bertemu Kirana kini menemui Andra, pasti minta bantuan agar Bryan dimudahkan bertemu dengan Ryan dan Reva, serta boleh dibawa ke rumah Bryan. Mimpi kau Maudy, membawa Ryan dan Reva ke rumah Bryan sama saja memberi tahu kebejadan ayah kandungnya bersama pengkhianat sepertimu. Rasakan bagaimana bersuamikan hasil merebut suami orang yang tidak bisa move on dan dapat hatinya merasa bersalah da menyesal makin lama akan jijik pada diri sendiri dan pasangan selingkuhannya, maka siapkan hati dan mentalmu jika nantinya Brian jijik dan tidak mau menentuhmu, dekat lingkunganmu ada seperti itu.
partini
ehhh betul bisa pak ,, harusnya ada orang di situ kalau Maudy macam" kn bisa buat jaga" hadehhhhhh gimana sih
kalau tuh cewe main grep peluk macam mana
so gaya lagi bisa menghendel
Esther Lestari
Maudy nekat banget mau ketemu Andra
Dest Cookies
diihh.. ga punya malu si maudy
mau ngapain coba ketemu sama andra...dasar pelakor ..
Uthie
Maudy 🤨
Uthie
aku curiga itu perbuatan si Maudy 🤨
☠ᵏᵋᶜᶟSundariᵇᵃˢᵉ
wwkkk takut ketahuan jadinya mengkambinghitamkan asisten nih Andra,untung Nathan paham ya 🤭
jangan lupa Tan minta bonus karena udah mau dikambinghitamkan bosmu 😂
☠ᵏᵋᶜᶟSundariᵇᵃˢᵉ
ada yg typo Mak,yg dibalik meja tuh bukan Nathan tapi Andra
Uthie
biar kena karma kalian 😡
Uthie
aamiin 😁
Uthie
Iya kalau laki peselingkuh ada mikir dan nyesel soal keluarga nya! 🤨
biasanya mahh Mereka lebih membela pada orang ketiganya, daripada mikir yg udah ada !!! 😤😤😡
Uthie
otw masa depan 🤩🤩
Uthie
otw calon 😁👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!