NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 : Pengawal

Lin Yue segera keluar dari kolam setelah bayangan itu menghilang. Ia menyambar jubah mandinya yang besar dan tebal,

melilitkannya ke tubuh buntalnya dengan cepat. Meskipun tubuh ini lambat, insting bertarungnya tetap waspada. Ia tidak

memanggil Xiao Xiao, ia ingin menghadapi pengintai itu sendiri.

​Di sisi lain tirai, seorang pria berpakaian hitam legam dengan penutup wajah berdiri mematung di bayang-bayang pilar paviliun. Jantungnya berdegup kencang,

bukan karena takut, melainkan karena malu yang luar biasa.

​Sial, aku salah arah, batin pria itu, yang tak lain adalah Han Shuo, pemimpin pengawal bayangan pribadi Kaisar.

​Han Shuo seharusnya menuju pemandian pribadi Kaisar di sayap utara untuk memberikan laporan rahasia. Namun,

karena kabut malam yang tebal dan pikirannya yang sedang terganggu oleh laporan perbatasan, ia malah melompati pagar paviliun yang salah. Ia tidak menyangka akan melihat sosok Permaisuri yang selama ini dirumorkan hanya bisa terbaring tak berdaya, justru sedang duduk dengan tatapan setajam elang di tengah kolam uap.

​"Siapa di sana? Keluar, atau aku akan berteriak!" suara Lin Yue terdengar tegas, memecah kesunyian malam.

​Han Shuo tahu ia tidak bisa lari begitu saja tanpa memberikan penjelasan, atau ia akan dianggap sebagai pembunuh bayaran. Dengan gerakan yang sangat halus, ia menampakkan dirinya di bawah cahaya rembulan yang masuk melalui celah jendela.

​Ia berlutut satu kaki, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Ampun, Yang Mulia. Hamba adalah pengawal bayangan istana pusat. Hamba... hamba salah mengambil jalan karena kabut."

​Lin Yue

menyipitkan matanya. Ia berjalan mendekat dengan langkah berat yang menciptakan suara berdebam pelan

di lantai kayu. Ia berdiri hanya beberapa langkah di depan pria itu.

Dari jarak ini, Lin Yue bisa mencium aroma kayu cendana dan besi yang samar dari tubuh pria itu—aroma seorang pejuang sejati.

​"Salah jalan?" Lin Yue mendengus kecil.

"Seorang pengawal bayangan kelas atas bisa nyasar ke pemandian wanita? Apakah kau pikir aku bodoh?"

​Han Shuo memberanikan diri untuk sedikit mendongak. Di bawah sinar lampu minyak yang redup, ia melihat wajah Permaisuri dari dekat. Meski wajah itu sangat bulat karena lemak, ada sepasang mata yang berkilat penuh kecerdasan dan keberanian—mata yang sangat berbeda dari mata Putri Bangsa Tang yang ia kenal dulu yang selalu ketakutan.

​"Hamba pantas mati jika Yang Mulia meragukan kesetiaan hamba," jawab Han Shuo dengan suara rendah dan berat.

"Namun, hamba baru saja kembali dari misi di perbatasan utara. Pikiran hamba sedikit kacau."

​Lin Yue terdiam. Ia memperhatikan postur pria itu. Bahunya lebar, otot-otot lengannya terlihat kokoh di balik kain hitamnya, dan ada luka gores kecil yang masih segar di punggung tangannya. Lin Yue merasa ada semacam kekaguman spontan terhadap kekuatan pria ini. Sebagai petinju, ia selalu menghargai orang yang memiliki fisik yang terlatih.

​"Bangunlah," perintah Lin Yue.

​Han Shuo berdiri, namun tetap menunduk. Tingginya jauh melampaui Lin Yue, menciptakan bayangan panjang yang mengurung wanita itu.

​"Siapa namamu?" tanya Lin Yue.

​"Nama hamba adalah Han Shuo, Yang Mulia."

​Lin Yue mengangguk pelan. "Baiklah, Han Shuo. Karena kau adalah orang Kaisar, aku akan melepaskanmu kali ini. Tapi ingat, jika aku melihatmu mengintai di paviliunku lagi, aku tidak akan menggunakan suara untuk mengusirmu, melainkan batu pijat ini." ia menunjukkan batu besar di tangannya.

​Han Shuo terpaku sejenak melihat batu itu, lalu sudut bibirnya di balik penutup kain sedikit terangkat. "Hamba mengerti. Terima kasih atas kemurahan hati Anda."

​Saat Han Shuo bersiap untuk melompat kembali ke kegelapan, matanya tanpa sengaja menangkap sisa-sisa latihan Lin Yue di halaman—tanda jejak kaki yang dalam dan peralatan yang tertata rapi.

​"Yang Mulia," panggil Han Shuo sebelum pergi.

​"Apa lagi?" Sahut Yue malas.

​"Tubuh yang kuat dimulai dari tekad yang tidak goyah. Hamba melihat... Anda memiliki itu."

​Setelah mengatakan hal itu, Han Shuo melesat hilang ke kegelapan malam seperti asap.

​Lin Yue berdiri terpaku di tempatnya. Jantungnya berdesir aneh. Bukannya merasa terhina karena dikomentari, ia justru merasa semangatnya terpompa kembali.

​"Pengawal yang menarik," gumam Lin Yue sambil menyentuh pipinya yang panas.

"Tapi tunggu... apakah dia tadi baru saja memujiku atau menyindir lemakku?"

​Di kejauhan, di atas atap istana, Han Shuo berhenti sejenak dan menoleh ke arah paviliun Permaisuri. Ia menyentuh dadanya yang masih berdegup tidak karuan. Ada sesuatu pada diri Permaisuri yang baru saja ia lihat—sesuatu yang lebih indah dari sekadar kecantikan wajah, yakni bara api kehidupan yang sangat kuat. Keinginan balas dendam.

***

Mohon Dukungan untuk :

• Like

• Komen

• Subscribe

• Follow Penulis

Terimakasih banyak❤️

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!