NovelToon NovelToon
Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia
Popularitas:23.3k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Setelah patah hati dimanfaatkan teman sendiri, Alana Aisyah Kartika dikejutkan dengan tawaran yang datang dari presdir tempatnya bekerja, Hawari. Pria itu menawari Lana menikah dengan anak satu-satunya, Alfian Abdul Razman yang lumpuh akibat kecelakaan. Masalahnya, Fian yang tampan itu sudah menikah dengan Lynda La Lune yang lebih memilih sibuk berkarier sebagai model internasional ketimbang mengurus suaminya.

Hawari menawari Lana nikah kontrak selama 1 tahun dengan imbalan uang 1 milyar agar bisa mengurus Fian. Fian awalnya menolak, tapi ketika mengetahui istrinya selingkuh, pria itu menjadikan Lana sebagai alat balas dendam. Lana pun terpaksa menikah karena selain takut kehilangan pekerjaan, adiknya butuh biaya untuk kuliah.

Namun, kenyataan lain datang menghadang. Fian ternyata bukan anak kandung Hawari melainkan anak seorang mafia Itali yang menghilang sejak bayi.

Mampukah Lana bertahan dengan pria galak, angkuh, dan selalu otoriter ini? Lalu, bagaimana nasib mereka ketika kelu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Pulang

"Maa ...." Giorgio menggenggam tangan ibunya. "Daddy tak percaya padaku, Ma."

Adrian mendengus kesal. "Sampai kapan anak ini dewasa? Huh! Selalu bergantung dengan ibunya. Makanya aku membutuhkan Alessandro karena aku yakin, sifatku pasti banyak turun padanya daripada anak ingusan ini!"

"Adrian, jangan keras pada anakmu. Dia 'kan sedang belajar. Beri tahu di mana yang salah agar dia bisa memperbaikinya, jangan marah-marah seperti ini," bujuk Vivianna.

"Mmh, kamu terus membelanya! Kapan dia bisa jadi pemimpin!? Dia akan terus bersembunyi di ketiakmu!" sindir Adrian geram.

"Adrian!"

Tiba-tiba seorang pelayan masuk. "Maaf, Tuan." Ia menunduk karena begitu takut sebab berani memotong pertengkaran majikannya.

"Ada apa?" Adrian masih mentolerir karena pasti ada yang penting.

"Di luar, eh ...." Pelayan itu masih belum berani mengangkat wajah.

"Apa, katakan saja." Suara Adrian ditekan lebih rendah. Ia berharap sesuatu yang berbeda.

"Ada seseorang mengaku anak Anda, Tuan."

"Apa?" Mata tua Adrian terbelalak. "Maksudmu Alessandro?"

"Aku tidak tahu, Tuan." Pelayan itu masih bergeming.

Bergegas Adrian melangkah keluar sedang Giorgio memeluk lengan ibunya.

"Ma ...," rengek Giorgio pada Vivianna. Ia menatap sang ibu.

Wanita itu menepuk-nepuk tangan anaknya. "Tidak apa-apa. Setidaknya satu-satu pekerjaan selesai. Tinggal kita tunggu yang berikutnya. Ayo kita ke luar."

***

Terdengar bel menggema di ruangan. Lana dan Fian yang tengah menonton tivi terpaksa menoleh. Mereka baru saja selesai makan malam. Paket apalagi yang datang kali ini? Keduanya saling berpandangan.

"Oke." Fian beranjak berdiri. Setelah memakai topi, ia beranjak ke pintu. Ia terbelalak melihat siapa yang datang. Pria itu memindainya dari atas hingga bawah. "Sophie? Kamu sudah kembali?" Ia tampak senang melihat kehadiran wanita ini.

"Kamu merindukanku?" Sophie berdiri dengan celana jeans yang robek di lutut dan baju kemeja berwarna abu-abu, tersenyum manis ke arahnya.

Wajah Fian langsung merengut. Ia menengok ke dalam memastikan Lana tak marah dan kembali menatap Sophie. "Bukan itu maksudku. Aku ingin pulang ke Indonesia saja. Di sini bahkan aku tidak bisa melakukan apa pun."

"Oh, itu malah bahaya. Selama Adrian belum melihat wajahmu, nasibmu dalam bahaya." Sophie mendorong kopernya ke dalam rumah.

Fian memberi jalan. "Jadi aku harus bagaimana?"

"Sebentar, aku capek baru pulang dari Moskow. Beri aku waktu untuk istirahat dulu."

"Sophie?" Lama terkejut dengan kedatangannya. "Kamu mau minum?" Ia beranjak berdiri.

"Eh, tidak usah. Aku bisa mengambilnya sendiri." Sophie ke dapur lalu mengambil gelas dan botol minuman di kulkas. Kemudian meneguk air dari gelas yang ia tuang.

Fian sudah berdiri di samping Lana. Keduanya menunggu. Sophie kemudian mendekat. "Ah, capek hari ini. Aku mau tidur dulu." Ia beranjak pergi dengan santai. Ia tahu keduanya tampak penasaran.

"Eehh ...." Fian dan Lana meraih baju Sophie dari belakang hingga wanita itu tak bisa membawa kopernya ke kamar.

Sophie berbalik dan tersenyum. "Aku capek." Ia pura-pura merengut. "Ya udah, aku tuker baju dulu ya."

"Eehh ...." Kembali Fian dan Lana menahan baju Sophie di belakang.

Sophie senang menjahili keduanya. Kembali ia pura-pura merengut. "Masa tuker baju sebentar saja, gak boleh sih?" Wajahnya tampak memelas.

"Ya udah!" Fian dan Lana melepas baju Sophie berbarengan.

Tak lama Sophie pun keluar kamar. Ia pakai piyama dan sepertinya baru selesai mandi. "Ah, aku minum bir dulu ya," ucapnya saat Fian dan Lana menoleh dari layar tivi. Ia mengambilnya di kulkas. Kemudian ia mencari di rak atas, snack dalam bungkusan besar. Ia membawanya ke ruang tengah.

"Kalian mau?" Ia menyodorkan pada Fian dan Lana bungkus snack yang sudah ia buka. Hanya Lana yang mengambil sedikit snack yang ditawarkan padanya. "Kalo mau bir dingin, ambil aja. Kok gak ada yang minum? Masih utuh di lemari es." Ia mengambil snack jagung dalam bungkusan dan mengunyahnya.

"Kami orang islam, tidak minum minuman yang mengandung alkohol," sahut Fian datar.

"Oh, begitu. Maaf, aku tidak tahu," jawab Sophie santai.

"Jadi, kami ke depannya bagaimana?"

"Sebentar ya. Karena kesibukanku, masalahmu jadi terbengkalai. Tapi tenang saja, aku akan kerjakan." Sophie bicara sambil mengunyah. Sesekali ia meminum dari botol kaleng bir yang telah ia buka. "Ah, segar!"

"Terus?" Fian masih menatap Sophie dengan fokus. Menyebalkan kalau harus bergantung pada orang lain. Kalau bukan karena peristiwa mobil yang dibom waktu itu, mungkin sampai sekarang ia tak akan percaya pada wanita satu ini.

"Mmh, rencananya, aku akan menyusup kembali ke rumah keluarga Fiore. Aku ingin lihat situasinya. Sepertinya ada kabar baru yang aku lewatkan."

"Kabar apa?"

Seketika Sophie berhenti mengunyah. Ia menatap Fian dengan serius. "Alessandro, ada yang mau aku tanyakan."

Fian memejamkan mata. "Namaku Fian! Aku masih berharap mereka salah orang," ucapnya tegas.

"Tapi kamu memang Alessandro. Aku sudah lihat foto kamu ketika masih bayi di galeri foto di hapemu."

"Kamu membuka hapeku?" Fian membuka matanya dan mengerut dahi.

"Maaf, tapi aku perlu banyak memeriksa agar bisa melakukan segala sesuatunya dengan benar." Sophie menatap Fian. "Jadi Lana ini istrimu, 'kan?"

Fian melirik Lana sekilas. "Iya."

"Lalu, Lynda siapa? Kenapa di internet Lynda tertulis sebagai istrimu?"

"Oh, Lynda memang istriku. Aku punya dua istri."

"Apa?" Sophie terperangah untuk sesaat. Ia menatap Lana dan kemudian Fian. "Jadi benar ya, orang islam bisa punya istri dua. Aku pikir ini hanya rumor."

"Panjang ceritanya. Aku juga tidak ingin beristri dua. Oya, boleh aku pinjam hapeku kembali? Aku ingin menelepon Lynda dan orang tuaku." Fian mengulurkan tangan.

"Ya, keduanya memang meneleponmu tapi ada satu lagi yang ingin aku beri tahu." Sophie menatap Fian sendu. Entah bagaimana perasaan pria itu bila mengetahui berita ini. "Lynda meninggal dibunuh oleh orang tak dikenal di Paris."

"Apa?" Seperti tersambar petir, kabar itu membuat Fian syok! "Di-di-bu-nuh ...?"

Lana menutup mulutnya karena kaget tapi ia juga mengkhawatirkan suaminya. Di liriknya Fian di samping. Wajah pria itu tampak pucat.

"Jadi feeling-ku benar waktu itu?" "Dia dibunuh ...."

"Tiga hari yang lalu. Sekarang aku rasa sudah dibawa keluarganya ke Indonesia," lanjut Sophie.

"Bi-biarkan aku telepon orang tuaku! Aku harap mereka baik-baik saja." Namun Fian tampak kebingungan dan panik.

Lana meraih lengan suaminya dan memeluknya.

"Kamu boleh bicara pada orang tuamu, tapi jangan ceritakan pada mereka kamu di mana. Bahaya. Jangan-jangan orang yang membunuh Lynda adalah orang yang sama dengan yang membunuh ibumu. Mereka bisa ada di mana saja."

Fian kembali terkejut. Pikirannya kalut. Seketika ia berdiri. "A-aku ingin berpikir sejenak." Matanya sudah berkaca-kaca, tapi ia malah meninggalkan Lana dan bergegas ke kamar. Saat Lana beranjak ingin menyusul, ternyata Fian menutup pintu dan menguncinya karena terdengar jelas. Lana terperangah.

"Sudah jangan dipikirkan. Kalau nanti kamu ngantuk, tidur saja di kamarku. Kita tidur seranjang, gak papa, 'kan?" Hibur Sophie.

Lana menoleh. Ia mengangguk, tapi pikirannya masih mengkhawatirkan Fian. Entah kenapa ia merasa tersisih. Fian pastinya lebih mementingkan Lynda daripada dirinya. Ia hanya istri kontrak. Yang diakui istri oleh Fian adalah Lynda, kan? Kini istrinya benar-benar pergi. Sangat pantas kalau pria itu berkabung karenanya.

Bersambung ....

1
Uthie
finally... baru kelar dehhh 😂
erviana erastus
ya benci jadi cinta 🤭
Rahma Inayah
salh faham berakhri JD bnr2 cinta
Uthie
ditunggu lagiiii 💪
erviana erastus
kalo kamu curiga knp anteng2 aza adrian menyebalkan
Rahma Inayah
lnjutkn thir
Uthie
lanjutttt 💪💪💪
Rahma Inayah
cerita Sophie semasa kecil panjg juga
Baby_Miracles: heum, iya
total 1 replies
erviana erastus
flashback nya panjang banget thor 🤭
Uthie: betullll sekali 🤭
total 1 replies
Rahma Inayah
oh bgtu cerita hidup Aurora bearti penjahat nya salh tangkap .untung Aurora mau bertukar baju klu TDK nyawa nya melayang sdh
Uthie
Lagiiiiii 🤩
Rahma Inayah
up LG penasaran dgn ceritanya
Uthie
Lagiiii dong 😍👍
Uthie
Duhhh... kapan sihh tuhhhh si Vivian dan anaknya ke bongkar 😌
Rahma Inayah
kan bnr semua nya rencana viviana dan gorgio ank nya bgtu pun dgn ledakan di bandara .semoga Fian BS membongkr penghianatan viviana dan anknya juga selingkhn viviana juga tentg kematian ibunya
erviana erastus
pak tua tolol 🤣 .... vivian cs nggak lama terbongkar semua ulahmu
Rahma Inayah
lnjut Thor, ayo.sohie bongkar kebohongan ale palsu
Rahma Inayah
siap kah yg nyuruh nya JD Ale palsu mkn penasaran ceritanya
Rahma Inayah
sejaht apa pun Linda ttp istri Fian yg tlh menemani nya 5 THN LM nya walaupun perrilku dan pribadinya TDK spt Lana
Rahma Inayah
km GK tau aja Adrian klu meteo SDH di door oleh gorgio sendri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!