NovelToon NovelToon
My Sweet Revenge : Uncle

My Sweet Revenge : Uncle

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Kehidupan di Kantor
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.

"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.

"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.

Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belanja buat kencan

"Apa katanya tadi? kencan?" lirih Kiara sambil membola.

Jantung Kiara seketika berdebar-debar tak karuan membayangkan pergi berdua saja dengan Pak Kaisar yang sempurna. Dengan mengenakan pakaian santai, Pak Kai pasti terlihat sangat tampan. Aahh, Kiara pun harus tampil maksimal kan? jangan sampai saat mereka jalan berdua, penampilan Kiara kebanting karena Kaisar yang begitu sempurna bak artis Korea.

"Tapi... aku kan nggak punya baju bagus buat kencan dengan dia? masa aku pakai kaos biasa dan celana jeans?" gumam Kiara.

Dulu saat Fero mengajaknya jalan, Kiara tak pernah memikirkan penampilannya. Dia memakai apapun yang dia suka, namun kenapa ajakan kencan dari kaisar malah membuatnya kebingungan dengan penampilannya?

"Tetap saja! aku nggak boleh kelihatan jelek, kalau sampai penampilanku buruk dan Pak Kaisar malu jalan denganku, bisa-bisa rencana pernikahan (kontrak) kami terancam gagal. Benar, aku harus tampil maksimal!" Kiara memantapkan hati. Lalu dia berjalan keluar dari ruang meeting, setengah berlari menuju ruangannya dan berharap sahabat baiknya belum pulang dan masih di kantor.

Kiara mendesah lega saat melihat Riana masih berada di kubikelnya. "Riana!" panggil Kiara sambil berlari mendekat.

"Kenapa? lu mau minta gorengan? udah abis!" ucap Riana sambil memenuhi dua tangannya dengan bala-bala dan cabe rawit.

"Ah! bukan masalah gorengan!" geram Kiara sambil menculik satu gorengan yang di pegang oleh tangan kanan Riana.

Riana melotot, apalagi saat Kiara juga mencuri satu cabe rawit dan melahapnya bersamaan dengan bala-bala krispy super gurihnya yang barusan dia beli.

"Bukan masalah gorengan tapi tetap di embat! dasar!" geramnya sambil buru-buru melahap sisa gorengannya, takut di ambil paksa lagi oleh Kiara.

"Ayo!" ajak Kiara sambil menarik tangan Riana, karena jari-jari Riana penuh dengan minyak gorengan.

"Ke mana? beli gorengan?" bingung Riana.

"Bukan! tapi ke mall! temenin gue beli baju buat kencan," bisik Riana dengan mata jelalatan takut ada yang mendengar ucapannya.

Riana menatap sahabatnya, "Lu lagi deket sama siapa? jangan bilang lu balikan lagi sama Fero!"

"Biar dunia kiamat dan tersisa satu orang lelaki, dan itu Fero, gue nggak bakalan mau balikan sama dia!" geram Kiara tak peduli jika Fero bakal mendengar ucapannya.

"Terus? siapa?"

"Nanti gue cerita, tapi sekarang bantu gue, oke. Gue pengen tampil oke, elegan, cantik, pokoknya sempurna!"

"Oke! ayo!" Riana bangkit dari duduknya sambil menjinjing tasnya. Dia melirik Fero yang masih duduk bersebelahan dengan Mona, lalu dengan sengaja berkata dengan sedikit keras, "Yuk kita ke mall belanja gaun seksi buat kencan kamu, Kia!"

Kiara melototi sahabatnya, lalu bergegas menuju kubikelnya untuk mengambil tas kerjanya, kemudian buru-buru menarik Riana agar segera keluar dari ruang admin.

Lewat sudut matanya, Fero terus memperhatikan Kiara yang barusan pergi, lalu dia menoleh ke arah Mona, "Kiara sudah punya pacar?" tanyanya.

Mona menaikkan bahunya, "dia memang bilang pada ayahnya kalau dia sudah punya pacar, tapi aku yakin itu hanya kebohongannya agar ayahnya mau makan dan minum obat," jawab Mona cuek.

Fero mengangguk beberapa kali, lalu menarik napas panjang. "Baiklah, kita lanjut besok saja. Kita pulang sekarang?" ucapnya pada Mona.

"Ayok, mau langsung pulang atau mampir ke mana dulu?"

"Mampir ke mall yuk, minum es teller sambil cuci mata sebentar," ajak Fero.

"Ayok, mau..." pekik Mona dengan girang.

Fero mengulas senyum, karena Mona tak merasa curiga sedikitpun, padahal niatnya yang sebenarnya adalah ingin membuntuti Kiara. Ternyata Fero masih sangat penasaran dengan Kiara.

***

"Sweater ini gimana?" Riana mengambil sebuah sweater tipis warna sage yang pasti akan terlihat cantik saat menempel ketat di tubuh Kiara.

Kiara menggeleng,"aku mau kencan dengan lelaki dewasa, dia sepuluh tahun lebih tua dari ku, jadi kayaknya nggak cocok deh aku berpenampilan kaya anak-anak gitu," ucapnya sambil mengusap dagunya.

"Ohh, cowok dewasa ya..."

"Apa!!" pekik  Riana, baru sadar dengan ucapan sahabatnya. "Ka-kamu pacaran sama Om-Om? sebegitu desperate-nya kah kamu, Kia? sampai akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan sama Om-Om?" ucap Riana sambil menatap temannya dengan penuh rasa kawatir. "Kamu... nggak jadi ani-ani, kan?"

"Nggak usah lebay! i'am okey, gwencana, teng tong teng..." canda Kiara.

"Dan satu lagi, Om-Om ini kaya, ganteng dan masih single, jadi why not?!" lanjutnya.

"Okey...  tapi Lu harus janji, Lu cerita ke gue siapa orang itu!" pinta Riana.

"Iya, nanti pasti aku cerita," Kiara melirik rak yang ada di sebelahnya dan mengambil sebuah gaun motif bunga-bunga yang tergantung di salah satu hanger. "Ini bagus nggak?" tanyanya.

"No! Bos Kaisar nggak bakal suka!"

Kiara melonjak kaget, karena tiba-tiba saja ada seorang lelaki berdiri di belakangnya dan bicara persis di dekat telinganya. "P-Pak Pak Aldo!" pekiknya.

"Halo?" sapa Aldo sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

"Se-sedang apa di sini?" tanya Kiara.

"Aku baru saja membeli sesuatu," ucap Aldo sambil menunjukkan papper bag yang ada di tangannya. "Mau aku kasih saran? apa yang di sukai Kaisar?" bisiknya sambil mengedipkan sebelah matanya dan tentu saja membuat Kiara merona karena malu.

"Sa- Saya... bukan dengan..."

"Ah! nggak usah bohong! Saya tahu, kamu kan perempuan yang beberapa waktu lalu lagi cipok-"

"Sstt!!!!!" Kiara langsung mengisyaratkan agar Aldo diam dan nggak ngomong sembarangan. "Ada temenku! jangan sampai dia tahu!" bisik Kiara.

"Oh? apakah dia.. tempe?"

Kiara menatap Aldo dengan tatapan sebal, "garing!" ketusnya.

"Ahahaha! kelamaan sama Kaisar, aku jadi ketularan garingnya dia!" ucap Aldo sambil tertawa malu dan menggaruk kepalanya.

"Eh? Pak Aldo, kan?" Riana kaget dan segera mendekati Aldo dan Kiara. "Kok ada di sini?"

"Saya juga habis belanja," jawabnya.

"Eh Pak Aldo, bagaimana kalau kita mampir dulu makan apa gitu sambil ngobrol-ngobrol, " ajak Riana sambil tersenyum senang. bagaimana tidak, sudah setahun dia memendam rasa pada Aldo dan tak berani mengungkapkannya. Ada kesempatan untuk dekat seperti ini, mana boleh disia-siakan.

"Ri! fokus pada tujuan kita!" geram Kiara.

"Hmm, gaun bunga-bunga itu bagus, sudah beli itu saja," ucap Riana cepat lalu menoleh ke arah Aldo, "Ayo Pak, kita ke kedai es teler di sana? seger banget pasti sore-sore gini, panas-panas minum es teler, ya kan?"

"Dasar temen laknat! penghianat!" kesal Kiara sambil menggantungkan kembali gaun motif bunga tadi.

Aldo tersenyum saat melihat ekspresi Kiara yang kesal. "Sebentar," Aldo berjalan menjauhi Kiara dan Riana, lalu tak lama kemudian dia muncul sambil membawa sebuah gaun berwarna biru langit sepanjang lutut dengan aksen kancing di bagian depan dan sabuk kecil agar pinggang terlihat ramping. "Ini, pasti cocok sekali buat kamu," ucap Aldo sambil menyerahkan gaun tadi.

Kiara meraih gaun itu dan tersenyum, "bagus banget..."

"Ini bukan bagus lagi, Kiara! tapi sempurna! udah bungkus aja!" ucap Riana dengan cepat.

"Sebentar," Kiara mencoba meraih price tag yang tergantung dan melotot, "harganya!" pekik Kiara lirih sambil melotot ke arah Riana.

Riana yang penasaran pun ikut meraih gantungan harga itu dan melotot, "lima ratus..." bisik Riana sambil melirik Kiara. "Sepadan sih, bagus banget..." lanjutnya.

"Tapi..." Kiara tentu harus mikir dua kali untuk membeli gaun seharga uang makannya selama dua minggu.

"Kata mbaknya tadi, ini diskon 70%," ucap Aldo.

"Serius?!" pekik Kiara dan Riana berbarengan.

"Oke, aku ambil!" ucap Kiara mantap lalu meraih gaun itu dan berjalan menuju kasir.

"Ka, Saya ambil gaun ini," ucap Kiara pada seorang karyawan toko yang standby di meja kasir.

"Baik, Ka. Totalnya lima ratus ribu," ucap sang karyawan toko.

Kiara menoleh ke arah Aldo, sambil mengernyit seolah bicara 'katanya tadi diskon?!'

"Kalau punya member, diskon 70%, ya kan?" ucapnya pada kasir itu sambil mengedipkan matanya beberapa kali. "Kamu punya member?" tanya Aldo pada Kiara.

Kiara menggeleng.

"Tenang saja, aku punya," Aldo mengambil dompetnya dan berjalan menuju kasir. "70% nya saya yang bayar, mbak!" bisiknya.

Si kasir paham, dia tersenyum lalu mulai mengetik di mesin registrasinya, "diskon member 70% jadi sisanya 150 ribu, ka," ucapnya.

Kiara tersenyum senang, lalu menyerahkan selembar uang berwarna merah dan biru pada kasir tersebut. Begitu gaun itu ada di tangan Kiara, Riana dan Kiara langsung memekik girang dan segera pergi.

Aldo terkekeh, "polos amat calon nyonya gua!" ucapnya. Lalu dia menoleh ke arah karyawan tadi, "berapa sisa yang harus di bayar?"

"Tiga ratus lima puluh, Kak," jawabnya sopan.

Aldo mengeluarkan empat lembar uang seratus ribu, "udah nggak usah kembali, buat kamu. Terima kasih ya, sudah bantu Saya," ucap Aldo sambil mengedipkan sebelah matanya membuat si karyawan tersipu malu.

1
hiro_yoshi74
malah wis ngaku ah pk kai malah ember ki 🤭🤣🤣🤣🤣
Tamie: ora sabar wonge 🤭😁
total 1 replies
juwita
harus tegas kai sm si fero yg hny mokondo doank. jgn trs di kasih smua keinginan dia g akn mikir.
juwita
usir aj mrk berdua dasar benalu. mrk g pny rmh jd numpang trs di rmh kia
hiro_yoshi74
kapok sokor kono .... ngekos kan bisa ro . gengsi aje di gedein
juwita
jgn ketahuan dl. harus nikah dl biar Kiara bisa berkuasa
hiro_yoshi74
ngak rugi tapi bikin ketar ketir ......
🤭
juwita
aq kasih vote biar semangat up nya
Tamie: makasih kk 🥲
total 1 replies
hiro_yoshi74
kang londri menghancurkan vs menyelamatkan 🤣🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
di kukus ya kk biar panas 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: siyomae . cilok cilor koyo inak kk 🤭
total 2 replies
juwita
kaisar x thor yg keluar dr kamar mandi
hiro_yoshi74
💪semangat kk🤣
juwita
gunung kembar apa lg ya kai🤣🤣
Tamie: eeeeaaa.... ketahuan dia... 🤣🤣🤣
total 1 replies
tanpa nama
Wah.. Pkiranq mulai travelling ini kalau cari tmpt yg hangat 🤣
Tamie: 🤣🤣🤣🤣 berarti jiwanya Kaisar sudah menyatu di hati pembaca 🤣🤣🤣
total 1 replies
hiro_yoshi74
bagus
Tamie: makasih kk🥰🥰
total 1 replies
hiro_yoshi74
kira kira mlipir kemana ya 🤭🤣🤣🤣
Tamie: kemana ya... 🤭🤭
total 1 replies
juwita
ceraikan aj suruh ayah km Kiara. usir dua benalu dr rmh. eeh tp jgn dl km. nikah dl. sm kai biar jd kejutan buat mrk😄
hiro_yoshi74
cie cie kia tersepona 🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
juwita
pingin cpt kia sm kai nikah biar si dua kutu kupret ky cacing kepanasan🤣🤣
tanpa nama
Gk gitu konsepnya aldo 😂🤣

Km kira ini gaun buat pengantin baru yg mau unboxing 🤣
Tamie: Aldo nih emang syaiton nirojim 🤣
total 1 replies
hiro_yoshi74
lebih gercep kan do ...... kai dilawan
hiro_yoshi74: ponakane edyan kok kk
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!