NovelToon NovelToon
Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Putri asli/palsu / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir
Popularitas:48.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Meiji....!" Teriaknya memeluk jenazah putranya.

Pada akhir hidupnya Lily menyadari, semua orang yang ada di sekitarnya adalah pengkhianat. Cinta mereka palsu!

Berakhir dengan kematian tragis.

Karena itu kala mengulangi waktu, dendam seorang ibu yang kehilangan putranya, membuatnya tertawa arogan dan berucap...

"Bukan kamu, tapi aku yang membuangmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Little Rabbit

Mengangkat tubuh itu, dirinya berada dalam kepanikan saat ini. Apa yang harus dilakukan olehnya?

Pemuda yang dalam hidupnya tidak memiliki keinginan. Lebih tepatnya tidak memiliki hak untuk memiliki keinginan, kali ini menginginkan sesuatu, dapat memilikinya. Perasaan yang telah lama dipendamnya berbalas. Memiliki wanita ini...

Pemuda yang sebelumnya tidak pernah meminta apapun pada Tuhan. Pada akhirnya berucap dalam hatinya."Tuhan jaga napasnya..."

Hanya itulah permintaan yang ada dalam dirinya. Memeluk tubuh Lily dalam mobil yang melaju, ketakutan napas yang terasa itu akan lenyap. Seorang supir mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.

Dendam? Semuanya tidak terpikirkan. Lebih tepatnya belum terpikirkan. Karena...Lily adalah hal yang terpenting saat ini.

"Le... lebih cepat lagi." Perintahnya pada sang supir.

"Baik tuan muda." Pedal gas kembali diinjak lebih dalam.

Wajah yang begitu jelek bagi orang lain. Tapi cantik untuknya. Menghela napas, memeluknya, tidak ingin tubuh itu bertambah mendingin.

Hingga pada akhirnya mobil berhenti di depan area rumah sakit. Beberapa perawat segera keluar membawa tempat tidur beroda. Memindahkan tubuh Lily ke atasnya.

Sedangkan dirinya hanya dapat terdiam dalam ketidakberdayaannya. Melihat Lily ditangani, menghela napas. Bagaimana jika terjadi sesuatu? Bagaimana jika...

Kacau, itulah yang ada di pikirannya. Air mata masih mengalir di pipinya. Wajahnya terlihat masih tanpa ekspresi, anehnya...

"Bagaimana keadaan Lily?" Tanya Braja pada dokter yang baru keluar dari UGD.

Sang dokter menghela napas."Pasien hanya mengalami trauma dan beberapa luka kecet akibat pecahan kaca untuk sementara ini. Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut." Pria yang melangkah melanjutkan perjalanannya.

Rasa lega ada dalam hati Neiji. Tidak tertekan seperti sebelumnya. Matanya menatap ke arah Lily yang mendapatkan penanganan. Mencoba menenangkan dirinya sendiri, berusaha untuk tersenyum."Tidak... tidak apa-apa, dia akan selalu ada bersamaku. Tidak akan pernah meninggalkanku." Gumamnya dengan suara kecil.

***

Tidak ada yang serius, bahkan CT-scan sudah dua kali dilakukan. Pemuda yang mengupas buah pir menunggunya untuk sadar.

Hingga pada akhirnya perlahan wanita itu membuka matanya, menatap ke arah Neiji.

Kenapa Lily melindunginya? Selain karena mulai mencintainya, juga karena ini adalah ayah dari anaknya.

Tujuan dari segalanya adalah memiliki keluarga yang bahagia bukan? Apa langkah ini benar? Jujur saja Lily juga ragu dan tidak mengetahui kemana ini akan berakhir.

Tapi.

Pemuda yang menatapnya, tiba-tiba memeluknya, menangis bagaikan anak kecil penuh kecemasan."Aku pikir kamu tidak akan pernah sadar..."

Saat itulah Lily tertegun, sama sekali tidak pernah seperti ini. Perlahan membalas pelukan Neiji. Tidak ada yang pernah memperhatikannya seperti ini semenjak kematian mendiang neneknya.

"Ka...kamu cemas?" Tanya Lily pelan.

"Tentu saja! Dasar bodoh! Jangan pernah melindungiku lagi..." Tubuh Neiji masih gemetar, memeluknya dalam rasa takut.

Ini terasa sangat menyenangkan mendapatkan cinta dari seseorang.

"Kapan malam pertamanya?" Tanya seorang ibu yang tidak sabar untuk bertemu dengan putranya lagi.

Neiji melepaskan pelukannya menatap tidak percaya pada wanita ini."Saat kamu sembuh! Karena kalau tidak bernapas, aku tidak mau melakukannya dengan mayat. Juga... bagaimana mayat bisa melahirkan?"

"Aku sudah sembuh, ayolah...nanti malam ya?" Pinta Lily.

Jika...jika tidak mengingat luka di bagian punggung dan tengkuk wanita ini, dirinya akan langsung membawanya ke kamar pengantin.

Menghela napas kasar."Lain kali..." Neiji kembali mengupas buah. Wajahnya terlihat tanpa ekspresi.

"Lain kali itu kapan? Aku perlu waktu spesifiknya." Bagaikan wanita ini mencoba untuk menggodanya. Mengedipkan matanya beberapa kali dengan begitu polosnya. Kini berada tepat di hadapan Neiji.

Pemuda yang menelan ludah, sudah lama mencintainya. Dan kini wanita ini menempel bagaikan anak koala ke induknya? Dirinya tidak dapat menahan ini. Begitu polos, begitu baik, meminta untuk digigit.

"Hanya boleh berciuman!" Tegas Neiji mencoba untuk tidak pelit. Meletakkan pisau dan potongan buah ke atas piring.

Tapi.

Tanpa aba-aba wanita ini menciumnya agresif. Gila! Dirinya membeku slow respon, tapi pada akhirnya menahan tengkuk Lily. Matanya terpejam, menyisipkan ludahnya diantara kedua bibir wanita ini.

Manis? Tidak... begitu lembut. Ada yang mengatakan berciuman itu manis? Mungkin karena mereka berciuman sambil makan permen. Bukan manis lebih tepatnya, hanya perasaan ingin memilikinya. Semakin lama semakin gemas, semakin mendapatkan balasan maka semakin serakah.

Salahkah dirinya jika serakah?

Tangan kecil wanita ini entah kenapa bergerak melepaskan dasi yang dikenakan olehnya. Meraba area dadanya yang masih berbalut kemeja. Dasar wanita nakal! Semakin lama semakin sulit mengendalikan diri.

Lily adalah miliknya, hanya akan menjadi miliknya.

Tangan wanita itu dihentikan olehnya."Sudah aku katakan... tidak sekarang."

"Lalu kapan?" Tanyanya menantang.

"Setelah lukamu sembuh." Jawab Neiji begitu tegas menatap dingin.

"Kaku..." Lily merajuk manja, tapi terlihat begitu menggemaskan. Dirinya menghela napas, menahan senyumnya.

Tidak sekarang, harus bersabar, wanita ini telah menjadi miliknya. Selamanya akan bersama dengannya. Menghormatinya dan memperlakukannya dengan baik. Maka Lily akan tetap mencintainya.

Tentang ibunya...itu baru saja terpikirkan saat ini. Ada banyak rasa benci yang tertahan, ada banyak keraguan sejatinya, dirinya mempercayai dan mencintai tanpa syarat. Karena meyakini wanita itu adalah ibu kandungnya. Tapi...jika...

"Apa menurutmu hal yang dilakukan ibuku wajar?" Tanya Neiji membawa Lily ke dalam pangkuannya.

"Tidak! Tidak wajar sama sekali. Mirip dengan kedua orang tuaku. Mereka juga tidak wajar." Itulah jawaban dari Lily.

Neiji terdiam...mirip?

Satu rahasia yang disimpan olehnya. Alasan mengapa Braja menyayangi Lily tapi tidak menyukai Feno. Alasan kenapa perjodohan kedua keluarga harus dilakukan dengan Lily. Itu karena Lily...

"Apa mungkin aku bukan anak kandung ibuku?" Tanyanya meminta pendapat.

"Apa yang kamu bicarakan? Tidak mungkin bukan anak kandung. Tapi jika dipikirkan lagi, prilaku ibumu memang aneh." Lily menghela napas sedikit terdiam.

Sama-sama putra Lisa, tapi perlakuannya sangat berbeda. Bagaikan langit dan bumi, padahal Neiji tidak seburuk gosip yang beredar. Menyimpan wajah yang bahkan sangat tampan.

Membeda-bedakan anak hal yang biasa. Tapi kenapa dapat sekasar itu pada anak sulungnya sendiri? Hal yang sama sekali sulit untuk dimengerti.

"Setelah ini kita tinggal berdua...hanya berdua. Tidak usah pedulikan apapun." Bisik Neiji pada istrinya, mengigit pelan leher Lily terlihat begitu sensual.

Gila! Sebelum waktu terulang walaupun hanya melewati satu malam bersama, tapi prilaku Neiji memang begitu hangat dan lembut di ranjang. Kasar? Mungkin tidak, tapi brutal kala mereka sudah sama-sama terhanyut.

Ah! Sial!

Tiba-tiba saja pemuda itu tidak jadi melakukan apapun. Hanya memeluk Lily yang masih ada dalam pangkuannya.

"Jangan terluka lagi..."

"Kenapa?"

"Entah...tapi itu menyakitkan bagiku. Tetap disini ya?"

Wajah pemuda ini memang lebih sering tanpa ekspresi. Tapi terlihat bersungguh-sungguh kali ini.

"Aku tetap disini."

Kembali, dua orang ini hendak berciuman. Sepasang bibir yang mendekat.

Brak!

Pintu terbuka kasar."Kakak!" Seseorang dengan nada ceria yang wajahnya tiba-tiba pucat pasi."A...aku hanya kelinci kecil. Kalian lanjutkan saja."

1
RahaYulia
yg pnonton itu aac rio y sbnrnya, bnr2 mnikmati sajian🤣🤣🤣
RahaYulia
waduh🤭🤭🤭
RahaYulia
aku rasa dimasa sblm wkt trulang c neiji dg ksadaran pnuh bikin anknya😁😁😁
RahaYulia
🤣🤣🤣🤣ah dsr neiji pdhal klo kmu yg g tau malu jg lily g bkal nolak
RahaYulia
didlmnya psti byk tersimpan roti sobek atau batu bata 🤣🤣🤣😁
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍💪💪💪💪💪
Ika
lope lope sekebon
Ufiyyyy
ahirnya evan muncul... van jgn galak2 sm kkak ipar... nnti bella ngamuk kmu kurg ajar sm kakaknya.. 🤣🤣🤣
Eka Anam
iparan kah mereka itu
Imas Karmasih
Ervan hati hati itu sodara iparmu😄😄😄
Imas Karmasih
Rio figuran yg baik jangan berubah ya🤭
mimief
dilan?
ga mungkin otak nya ketinggalan di selakangan
Lisa...bisa jadi . kakeknya meninggal perebutan kekuasaan
apa Rio? si kelinci manis itu ternyata menyimpan taring.
apa mungkin malah keluarga nya,Rini yg ga puas berebut sama Silvia 😜
mimief
ow...ow
ternyata ipar nya😜
mimief
kaget ya ..
kaget donk
sama... reader juga
es batu ternyata bisa meleleh di suhu yg tepat🤣🤣🤣
Afrilho
Benar Ervan 😍
yesi yuniar
kapan neiji akan hadir dgn wajah aslinya di muka umum ??
Nur Wahyuni
eehh ada ervan disini... jangan gitu Neiji.. nanti kau sendiri juga akan takluk sama istrimu.. 😁
Indar
bakal tambah seru nih sudah mulai ketemu sama orang yg mempunyai hubungan keluarga sebenarnya/asli sama neiji
vj'z tri
sama nya ma elu 🤣🤣🤣🤣 cucok jadi ipar ini mah 🤧🤧🤧
vj'z tri
ehm apa adik ipar yang datang 🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!