NovelToon NovelToon
Menjadi Madu Dalam Semalam

Menjadi Madu Dalam Semalam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kehidupan seorang gadis yang dulu bergelimang harta, Dimanja oleh ayah dan kakak laki-lakinya, sekarang hidup sederhana, karena perbuatan masa lalunya bersama Mamanya ...Selena.

"Panas...., Papa tubuhku rasanya sangat panas" rintih Patricia sambil berlari.
" cepat nak, kalau tidak lari, kau akan menjadi santapan para pria iblis itu" ucap Papanya yang bernama Tono, Putrinya akan dijual, bahkan mereka memberikan obat perangsang
Duarrrrrr...
suara guntur menggelegar ,hujan turun begitu lebatnya,membuat jalanan licin...
" Aaahhhh"
Patricia terjatuh, karena terpeleset,...
" Ayo cepat nak, "
" Iya pah"....
mereka memasuki gedung tua yang tak berpenghuni, suasananya begitu gelap....
"Paaaa...panas, ... hiks... hiks..... Cia tidak kuat pah, sakit"
Patricia terus menyakiti dirinya sendiri...
" Ya Allah....ini sangat menyiksa Cia...Pa....".
" Jangan, sakiti diri sendiri nak...." ucap Tono dengan nada khawatir....
" Brakkkkk"
tak lama kemudian... seorang pemuda datang dengan korek api yang meny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Beribu kilometer dari sana, di rumah besar Suhadi, Alendra benar-benar kehilangan jiwanya. Ia duduk di lantai paviliun yang kini kosong dan dingin. Ia memegang selembar jilbab milik Patricia yang tertinggal, menghirup aroma parfum Patricia yang mulai memudar.

Rambutnya berantakan, matanya merah karena kurang tidur "Kamu di mana, Cia...? Kenapa kamu setega ini? Kamu tahu aku hancur..., Aku sangat merindukan mu sayang....hiks.... pulanglah, jangan menyiksaku seperti ini...hiks..."

Ardiansyah masuk ke ruangan itu, menatap kakaknya dengan iba. "Bang Alen, makanlah sedikit. Bang Hilman, ishaq terus mencari. Kita juga sudah menyebar orang ke seluruh pelosok pulau Jawa, tapi belum ada titik terang."

Alendra hanya diam. Ia menatap dinding paviliun dengan pandangan kosong. Ia tidak tahu bahwa saat ia sedang depresi berat merindukan istrinya, istrinya sedang berjuang menghafal ayat-ayat suci untuk menenangkan jiwa mereka berdua.

___

Waktu seolah merambat pelan di kediaman Suhadi yang kini terasa lebih seperti makam daripada rumah. Satu bulan telah berlalu sejak kepergian Patricia, dan Satu bulan pula Kirana masih terjebak dalam tidur panjangnya di rumah sakit.

Namun, ada sesuatu yang aneh terjadi pada fisik Alendra.

Pagi itu, matahari baru saja mengintip, namun Alendra sudah berlutut di depan wastafel kamar mandi. Wajahnya pucat pasi, peluh dingin membanjiri dahinya yang tampak makin tirus.

"Uekk... huekk... huekk..."

Ia memuntahkan cairan bening karena perutnya benar-benar kosong. Rasa mual itu datang begitu tiba-tiba, menusuk ulu hatinya setiap kali ia mencium aroma parfum maskulinnya sendiri atau bahkan bau kopi yang biasanya ia gilai.

Ardiansyah yang sejak subuh sudah berada di sana untuk memantau laporan pencarian, berdiri di ambang pintu dengan dahi berkerut.

"Bang Alen, kamu benar-benar harus ke dokter. Ini sudah minggu kedua kamu begini. Kamu depresi, tapi gejala fisikmu ini... aneh. Kamu mual hanya di pagi hari, lalu lemas luar biasa."

Alendra menyeka bibirnya dengan tisu, napasnya tersengal. Ia menyandarkan punggungnya di dinding marmer yang dingin, matanya terpejam.

"Aku tidak tahu, Ardi. Rasanya perutku seperti dikocok. Baunya... semuanya bau anyir. Aku hanya ingin makan sesuatu yang asam, seperti mangga muda ."

Alendra tidak menyadari, secara spiritual dan biologis, ia sedang mengalami couvade syndrome, sebuah kondisi di mana calon ayah merasakan gejala kehamilan yang seharusnya dialami oleh sang ibu. Di kejauhan sana, istrinya sedang mengandung buah cintanya, dan Alendra mengambil rasa sakit itu untuknya.

___

Berjarak ratusan kilometer, di sebuah sudut asrama pesantren yang asri, Patricia duduk bersandar pada pilar kayu masjid setelah salat duha. Berbeda dengan Alendra yang tersiksa, Patricia justru merasa tubuhnya sangat ringan. Rasa mual yang sempat ia rasakan di awal-awal kini hilang sepenuhnya, seolah ada kekuatan gaib yang memindahkan beban itu darinya.

Wajahnya tampak lebih berisi dan bercahaya , meski ia tetap menutupinya dengan cadar hitam saat keluar kamar. Fokus hidupnya kini hanya satu: Al-Qur'an.

Jarinya menelusuri ayat demi ayat, bibirnya bergerak lembut melantunkan hafalan"... Inna ma'al 'usri yusra..."

Dalam satu bulan, ia telah menuntaskan hafalan 3 Juz. Setiap ayat yang ia hafal ia niatkan sebagai hadiah untuk janin di rahimnya dan sebagai bentuk tobat atas masa lalunya yang sombong.

Patricia menyadari kalau dirinya hamil , saat mengetahui dua Minggu yang lalu dirinya tidak mendapatkan tamu bulanan.

Saat asrama mulai sepi karena santri lain sedang mengaji di kelas, Patricia mengusap perutnya yang mulai terasa sedikit mengeras, meski belum tampak membuncit karena tertutup gamis yang longgar.

Patricia berbisik lembut, matanya menatap langit-langit masjid "Nak... hari ini kita hafalkan lagi satu lembar ya. Terima kasih sudah tidak membuat Bunda mual. Bunda tahu, Ayahmu di sana pasti sedang mencarimu. Tapi biarlah kita di sini dulu, sampai hafalan Bunda kuat, sampai hati Bunda siap."

Tanpa ia sadari, air mata jatuh mengenai punggung tangannya. Ia merindukan Alendra, namun ketenangan yang ia dapatkan dari setiap ayat yang ia hafal jauh lebih berharga daripada kemewahan yang dulu membuatnya tercekik.

___

Di Jakarta, Alendra duduk di meja makan dengan sepiring mangga muda yang ia minta kupaskan oleh pelayan. Ia memakannya dengan lahap, satu-satunya benda yang bisa masuk ke perutnya tanpa ia muntahkan kembali.

Monika masuk ke ruang makan, menatap putranya dengan iba"Alen... Nak, kamu sudah kurus sekali. Pipimu sampai kempot begitu. Kalau Patricia lihat kamu begini, dia pasti sedih."

Alendra menghentikan kunyahannya. Ia menatap potongan mangga di tangannya, lalu air matanya jatuh tanpa suara, menetes di atas piring.

"Dia di mana, Ma? Aku merasakannya... aku merasa dia ada, dia sedang berjuang, tapi aku tidak tahu di mana. Kenapa setiap pagi aku merasa sakit seperti ini? Apa dia juga sedang kesakitan di sana...aku sangat rindu ma....?"

Alendra meremas perutnya yang mual kembali. Ia tidak tahu bahwa rasa sakitnya adalah bukti ikatan batin yang tak terputus antara dirinya, Patricia, dan janin yang kini tumbuh subur di pesantren itu.

"sebaiknya kita kerumah sakit nak, kamu terlalu banyak pikiran, itu membuat asam lambung mu naik":ucap Monica menatap sendu.

Ardiansyah masuk membawa tumpukan dokumen. "Alen, Aku sudah menyerah mencari di area Jakarta dan Jawa Barat. Kita akan mulai memperluas ke Jawa Tengah dan Timur, tapi butuh waktu karena kita tidak punya petunjuk apa pun. CCTV di terminal terakhir rusak saat hujan badai itu."

Alendra hanya mengangguk lemah. Ia tidak tahu bahwa Patricia kini sudah berganti identitas sebagai Nia seorang hafizah yang sangat tertutup di sebuah pesantren yang tak terjangkau oleh radar koneksinya.

___

Heningnya malam di masjid tua itu hanya dipecahkan oleh suara rintik hujan dan lantunan zikir lirih dari bibir Alendra yang pecah-pecah. Sudah tiga hari ia tidak pulang. Ia meringkuk di sudut sajadah, tubuhnya yang dulu gagah kini tampak ringkih. Wajahnya pucat pasi, matanya cekung karena kurang tidur dan terus-menerus memuntahkan apa pun yang ia makan.

Malam itu, rasa mual kembali menghantam ulu hatinya dengan hebat. Alendra mencoba bangkit untuk menuju tempat wudu, namun dunianya tiba-tiba berputar.

Alendra berbisik parau sambil mencengkeram dadanya "Cia... aku... tidak kuat lagi..."

Bruk!

Alendra jatuh tersungkur di atas lantai marmer masjid. Tubuhnya dingin, napasnya pendek-pendek. Seorang pengurus masjid yang baru saja akan menutup pintu menemukan tubuh Alendra sudah tak berdaya.

" Tuan....tuan..Alendra...." seorang marbot mencoba membangunkan Alendra,namun nihil, ia segera keluar masjid untuk mencari bala bantuan...

Dalam hitungan jam, Alendra dilarikan ke rumah sakit yang sama di mana Kirana dirawat.

1
Yuyun Srie Herawati
hmm gila sama kamu mbak Cia
Meiny Gunawan
up yg bnyk atuh thor...
nunik rahyuni
lha..wes konangan to...kurang ahli dalam penyamaran🤣🤣🤣🤣
@Mita🥰
yeeee semoga CIA peka klu itu alen
@Mita🥰
wah Alen bandung Bondowoso ...atau Roro Jonggrang 🤭🤭
Ulandary Ulandary
up lagi min
Sukarti Wijaya
alen bertranformasi jd bandung bondowoso siap beraksi, sblm ayam berkokok dan suara adzan menggema🤣
Yasmin Natasya
lanjut,up yang banyak thor 😁🙏
Nur Ayra
sangat bagus alurnya , 💪🥰🥰
Yuyun Srie Herawati
wahh nanti mbak Cia malah cinta sama kang Asep
@Mita🥰
semangat ya CIA .....Abang Alen selalu ada tuk mu
@Mita🥰
Alhamdulillah klu alendra yang dulu udah kembali🫣🫣🫣
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 kang Asep Alon" 🤣🤣
Ulandary Ulandary
up lagi min
Nie
alhamdulillah kamu balik lagi ke asal Alen 😁🤭
Sukarti Wijaya
kekonyolannya ale muncul lg😄
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Supriatin
wouw da cerita baru n sdh 23 bab 👍👍..Happy Valentine days../Heart//Heart/ disimpen dulu bentar lagi Ramadhan...Tks thor tetap semangat ..🙏🙏
Ulandary Ulandary
up lagi min
Sukarti Wijaya
up lg thor, jgn bikin penasaran😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!