Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria pemaksa
Setelah pertengkaran itu, Riana Hanya duduk makan dessert dengan tenang sambil mendengar lagu Istana
"Kak.. Aku mengerti bahwa kakak tidak mengerti dengan Ini, tapi.. Ini acara yang di selenggarakan Oleh keluarga kerajaan" Ucap lisa dengan nada khawatir
"hm? Terus? Seharusnya kau tahu bahwa sifat tidak peduli ku ini Adalah ciri khas ku" jawab riana dengan tenang sambil memakan dessertnya
"T-tapi..."
"sudahlah lisa~ Aku tahu kau mengkhawatirkan ku, tapi jangan berlebihan ya. Takutnya Ego mu kesentil sendiri" Ucap riana Dengan wajah yang pura pura bodoh, padahal Ia mencoba tes lisa.
Lisa pun terdiam, menggigit bibirnya dengan kesal
Riana melhat reaksi kecilnya yang membuatnya menyeringai
Wah.. Sifatnya mulai terbuka ya.. Ku pikir kau malaikat, ternyata di dunia lain beda ya? Semoga duniaku disana lisa tetap menjadi malaikat sebenarnya tanpa Ada Kata kata palsu
Ding ding ding
Acara dansa pun segera mulai, dan Para peserta Harus memakai topeng
Riana pun segera mengambil Topeng dansa nya, lalu Lisa pun mengatakan "kak riana.. Bisakah Aku meninggalkan kakak?"
Riana pun mengangguk "Boleh boleh, pergilah. Aku akan menikmati sendiri"
"Kakak bisa, kan?" tanya Lisa dengan khawatir
Riana hanya tersenyum palsu dan membiarkan lisa pergi dengan partner dansa nya
riana pun sudah memakai topengnya, walaupun ia tahu tidak akan ada seorang pria yang akan mengajakku berdansa.
Riana pun duduk di kursinya seperti biasa, bersiap untuk menyantap hidangan mereka sendiri
ketika Riana sedikit lagi menancapkan garpunya ke Dessertnya, tiba tiba..
"Apa lady hanya makan kue itu dan tidak berdansa?" Tanya seorang pria dengan berseragam hitam seperti... Perajurit...
Riana kebingungan, mencoba mengenali Pria itu tapi sayangnya Kita semua tidak boleh membuka Topeng sebelum pesta dansa nya selesai
"Ah, anda mengajak saya?" ia menunjuk dirinya sendiri dengan kebingungan
Pria itu mengangguk "ya lady, jika tidak keberatan. Apa Anda mau dansa dengan saya?"
di kejauhan, Zephyrus mengawasi Zane sambil menyeringai "semoga sukses ya, Pria nolep" gumamnya sendiri
Riana pun terdiam lalu menyeringai "apa anda yakin? Saya tidak bisa berdansa loh" Riana memberi alasan agar Ia bisa menikmati hidup sendiri
Pria itu menggelengkan kepalanya "Tidak, lady. Saya akan mengajari anda, jadi anda tinggal Memegang tangan saya dan berdansa" Ucapnya sambil mengulurkan tangannya
Riana pun terkejut dengan alasannya yang begitu masuk akal, akhirnya ia menerima tangannya dengan enggan. Ia berdiri sambil tersenyum padahal ia sedang kesal "Huft.. Baiklah"
Mereka pun berdansa, mengikuti suara lagu
Riana tampak sedikit takut ia terjatuh, sampai membuat dirinya tidak sadar menggenggam tangan pria itu terlalu erat tapi pria itu hanya mengabaikan biasa
"Jangan membuatku jatuh, atau anda menerima akibatnya. Tuan pemaksa" Bisik riana dengan wajah waspada
Pria itu terdiam lalu tersenyum nakal "Tenang saja, Saya pria yang berbeda"
"Oh ya? Seperti apa sampai kau pikir kau adalah pria yang berbeda?" Tanya riana dengan wajah menantang
"saya berbeda karena saya ahli dalam berbagai hal" Jawabnya sambil Memandu riana dansa
"apa saja?"
Pria itu menyeringai, ia berdansa sampai membuat riana terjatuh tapi pria itu menangkapnya lagi "anda akan tahu nanti"
Riana terkejut akan tindakan Pria itu, namun ia kembali tenang ketika Pria itu menariknya untuk melanjutkan dansa
Setelah lagu selesai, riana melirik sekeliling. Mencari keberadaan Lisa
Pria itu kebingungan dengan mata Riana yang terus berkeliaran sana sini "kau cari siapa?"
Riana pun menoleh, menoleh, dan menoleh ke sekeliling "euhm.. Temanku, lisa"
Pria iu pun ikut melihat sekeliling "yang berambut pirang?"
riana pun mengangguk "Ya, itu dia. Dia kemana ya..."
Pria itu berdehem "Apa saya bisa membantu anda mencari nya?"
"Ya, tentu. Lebih baik menerima pertolongan orang" Riana pun akhirnya berjalan ke sekeliling ruangan acara itu dengan pria tadi yang di belakangnya
Mereka pun terus berjalan mencarinya, sampai mereka di koridor
"duh... Mereka dimana...??" ucapnya dengan sedikit Panik
"kenapa kau mencari mereka? Memang ada urusan lain?" Tanya pria itu lagi
"tidak.. ugh.. Kau tidak perlu tahu, pokoknya rahasia" jawab riana dengan sedikit frustasi.
Tiba tiba ada suara seseorang yang familiar, Yaitu Lisa! Tapi.. Dia bersama seorang pria..
Riana melihat lisa bersama seorang pria yang membuatnya bingung "Huh? Orang sesuci lisa? Ngapain Malam malam ke koridor?"
Lisa dan pria itu semakin dekat yang membuat riana panik, takut Dikira ngintip atau memperbesar masalah. Akhirnya Riana mendorong pria itu ke dalam sebuah ruangan kosong, tapi sayang sekali Lisa dan pria itu akan masuk yang membuat riana semakin panik.
"duh! Gimana ini.." Gumam riana dengan Frustasi
"biar aku yang keluar" tiba tiba Pria itu di tahan oleh Riana "Jangan, lebih baik kau ikut bersembunyi!"
Mereka pun bersembunyi