Instagram : @imeldona
SEASON 2 : Tentang Kasih Sayang dan Perjuangan Orangtua untuk mengungkap kebenaran anaknya, juga berlatar belakang kisah cinta Remaja.
SEASON 1 :Kisah Cinta pertama.
Saling mencintai namun karena pertentangan orangtua, mereka saling dipisahkan.
Hingga Kemudian Mereka dipertemukan kembali, tapi mereka sudah tidak dapat bersama karena Sefia sudah menjadi istri pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Sefia keluar dari gerbang rumahnya tiba tiba seseorang menarik lengan dan berakhir jatuh dipelukan orang tersebut.
"Aaa lepaskan! tolong!" ronta Sefia tanpa tahu siapa yang telah menariknya
"Fia tenang! ini aku, Dedi"
Sefia mendongak membelalak kaget, mendapati Dedi tiba tiba menarik lalu memeluknya bak seorang penculik.
"Dedi, kamu ngapain pagi pagi disini? dan ngapain juga kamu mengagetkanku seperti ini, hah?" tanya Sefia bingung
"ya Tentu, aku merindukanmu. untuk apa lagi" sahutnya menyeringai
"hah?" Sefia tak percaya
"sudahlah, yuk ikut aku!"
Dedi menarik Sefia menuntunnya masuk kedalam mobilnya yang Ia kendalikan sendiri.
Sefia mengamati Dedi, Ia tidak berpakaian rapi seperti biasanya. hanya mengandalkan kaos oblong celana kedodoran serta lingkar hitam jelas terlihat dimatanya.
"kenapa kamu masih berpakaian seperti ini? bukannya hari ini kamu ada pekerjaan?"
"aku akan bekerja" sahutnya datar
lalu Sefia menangkup kedua sisi pipi Dedi agar menatap kepadanya, "kenapa kamu lusuh begini? kamu kurang tidur?"
Dedi kemudian menggerakkan jemarinya juga untuk menangkup kedua sisi pipi Sefia hingga mereka saling bersitatap penuh.
"Dengar ya, Fia!" tegas Dedi, "semalaman penuh aku gak bisa tidur, aku khawatir kamu bakal balikan lagi sama suamimu dan kamu ninggalin aku lagi, jadi aku putuskan untuk mengawasi mu semalaman didepan rumahmu bak seorang maling"
Sontak Sefia tertawa, "ha ha jadi...jadi kamu gak tidur dan juga mengawasi ku semalaman didepan rumahku? ha ha"
Dedi langsung cemberut, "dih, kamu gak tahu seberapa khawatirnya aku. tiap aku melihat kamarmu masih belum mematikan lampu, pikiranku sudah terbang jauh dan memikirkan sesuatu yang aneh"
"misalnya?" tanya Sefia masih dengan tawanya yang tak bisa ditahan
"ya... misalnya kamu dan suamimu sedang... ah aku gak berhak un..."
CUP
Sefia mengecup bibir Dedi, "kamu berhak untuk cemburu"
Ia lalu memeluk Dedi dengan hangat, Dedi kemudian melepas pelukannya dan menggerakkan jemarinya ditengkuk leher Sefia memperdalam lumatan mereka ketika saling berpagutan.
saat pagutan itu masih berlangsung, Sefia membelalak kaget melihat suaminya, Angga. sudah keluar dari gerbang rumahnya.
Sontak Sefia langsung menyembunyikan diri agar tidak tertangkap basah suaminya.
"dia sudah pergi" ucap Dedi memberitahu dengan kesal
"ah, untunglah" Sefia mengelus dadanya merasa lega.
Dedi langsung menancap gas berlaju langsung ke kantornya, untuk mengantar Sefia tapi sepanjang jalan Dedi mengabaikan Sefia, Ia memilih diam dengan amarahnya.
Sefia pun ikut canggung dengan sikap Dedi yang berubah diam dengan tatapan tajam.
apa aku melakukan hal yang salah?
Sefia pun hanya bisa ikut terdiam dengan hati was was.
"turunlah! dan siapkan laporan keuangan untuk semua perusahaan cabang maupun pusat untuk aku periksa. juga, aku mau kamu mempersiapkannya dari sekarang perjalanan kita minggu depan untuk mengunjungi perusahaan cabang!" ucap Dedi setelah Sefia turun dari mobilnya
"ah, iya baik pak, akan segera saya siapkan!" sahut Sefia membungkuk memberi hormat.
saat mobil berlaju pergi, Sefia baru menyadari bahwa kaca mobil tak terlihat jika dilihat dari luar.
"astaga, kenapa aku gak tahu sih" gumamnya memukul dahinya pelan
Dedi sengaja memberi banyak tugas untuk Sefia karena Ia sangat kesal atas sikap Sefia tadi.
Ia terang terangan tidak ingin suaminya tahu tentang hubungan mereka berdua, itulah sebabnya Dedi begitu sangat marah.
"sial, sampai kapan dia akan menyembunyikan semua ini pada suaminya. ah, padahal aku sendiri yang mengatakan akan menunggunya tapi kenapa aku jadi begitu egois seperti ini"
Dedi membanting pintu mobilnya merasa sangat kesal.
****
Setelah Dedi selesai membersihkan diri, dan memakai setelah jas rapi. Ia segera kembali ke kantornya dengan supir pribadinya.
dan ya, Dedi melihat Sefia dari jendela kaca ruangannya yang dimana langsung tertuju pada meja kerja miliknya. Sefia sedang sibuk menyiapkan laporan dan perencaan yang Ia minta tadi pagi. Ia sungguh merasa bersalah membuat Sefia jadi kerepotan tapi disisi lain Ia sedang merasa sangat kesal pada sikap Sefia tadi pagi.
Dedi kemudian menghubungi Sefia melalui telepon perusahaan yang langsung terhubung dengannya.
"apa laporan dan perencaan yang aku minta sudah bisa aku terima?" tanya Dedi dengan nada dingin
"iya pak sudah"
"kalau begitu antar ke ruanganku sekarang juga!"
Cepat cepat Sefia membawa berkas yang atasannya minta.
"permisi pak, ini laporan dan perencaan yang Anda minta"
"taruh saja!" sahut Dedi pura pura sibuk dengan laptop pribadinya.
"kalau tidak ada yang lain, saya permisi undur diri dulu"
Sefia pun membalikkan badan hendak keluar dari ruangan atasannya, tapi dengan sigap Dedi menahannya.
"siapa yang menyuruhmu pergi?" tanya Dedi sembari mendorong tubuh Sefia hingga membentur meja dan menyecap setiap sisi lehernya.
refleks sefia melingkarkan kedua lengannya di leher Dedi dan meremasi rambutnya.
"tapi pak, bapak yang...meminta saya keluar..." jawabnya terbata menahan erangan
"aku tidak pernah mengatakan hal itu, dan juga siapa yang menyuruhmu untuk berbicara formal padaku, hah?" tegasnya ketika melepas pagutannya kemudian kembali melumat lembut bibir Sefia.
"tapi pak..."
Dedi langsung mengangkat tubuh Sefia agar duduk diatas meja kerjanya, sedangkan dirinya berada diantara dua pahanya.
"maaf, tapi bisakah kamu gak ngelakuin disini? ini kan tempat kerja, kalo orang lain tiba tiba masuk dan ngeliat gimana?"
"aku tidak peduli" sahutnya masih dengan permainannya.
"tapi Ded, ku mohon jangan disini!" Sefia memohon berharap Dedi tidak melakukan tindakan diluar batas pada saat jam kerja kantor, walaupun dia sebagai pemilik perusahaan tetapi Sefia tetap merasa ini bukanlah tempat yang pantas.
"baiklah, aku akan membiarkanmu kali ini" sahutnya sembari membatu Sefia merapikan rambutnya yang berantakan, "tapi, aku bisa melakukannya ditempat lain kan?" bisiknya menggoda
"Dedi" Sefia menepuk bahu Dedi dengan malu serta pipi yang merona
"kamu udah makan siang?" tanya Dedi sembari mengelus rambut Sefia yang masih berantakan.
"belum, tadi kan kamu nyuruh aku siapin beberapa berkas" sahutnya sambil menebalkan bibirnya
"maaf ya tadi aku emosi, yuk makan siang bareng!"
"iya, yuk bareng. aku juga udah bawa bekal dari rumah khusus buat kamu"
"ah, baiknya. makasih calon istriku tercinta" ucapnya sembari mengecup kening Sefia
"ah, jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu. aku jadi merasa bersalah padamu"
"ya gak apa apa, biar kamu bisa menghapus kata calon, jadi istri saja nanti" sahut Dedi cekikikan
"ah, Dedi!"
****
Semua mata tertuju pada seorang perempuan yang bertubuh molek, jenjang dan cantik. dengan penampilan yang glamor sungguh bisa ditebak kalau Ia adalah seorang Artis dan sekaligus model terkenal.
"pak, ada yang ingin bertemu dengan Anda, katanya penting!" ucap Sefia memberitahu pada atasannya lewat telepon.
"siapa?" tanya Dedi
"Nona Sherly"
"beritahu dia bahwa aku sedang sibuk tidak bisa diganggu"
"Ah, iya baik"
Sefia langsung memutus sambungan teleponnya.
"maaf Nona, bapak sedang tidak ingin diganggu" Sefia membungkuk memberi hormat serta sebagai perminta maafan.
"apa kau bilang, aku ini calon istrinya. bagaimana mungkin Dedi menolak bertemu denganku?"
Sontak Sefia kaget bukan main, tapi sebagai asisten pribadi dengan sigap Sefia menghalau langkah Sherly yang ingin menerobos masuk keruangan atasannya.
"minggir!" Sherly mendorong Sefia dengan kasar hingga Ia jatuh terjerambat ke lantai.
Sefia ingin mengejarnya, tapi Sherly sudah lebih dahulu membuka pintu dan masuk begitu saja.
****
Terimakasih bagi yang udah Vote, dan juga udah luangkan waktu untuk baca Novel ini.
terus berikan dukungan dan cinta kalian, serta komentar untuk SARAN.
makasih :*
aga & Yuna jg donk Thor.. lg seru2 nya..