NovelToon NovelToon
Dosen Posesif

Dosen Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dosen / One Night Stand / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.

 "Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.

  "Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."

 Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.

  Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam panas ~(21+)

Robi sengaja datang sembari membawa minuman yang sama seperti Malia miliki.Malia terdiam tak terlalu banyak bicara setelah melihat kehadiran Robi diantara mereka.

"Bagaimana menurut kalian acara malam ini?" Tanya Robi yang sekedar basa-basi.

"Meriah,memang kenapa kamu bertanya hal seperti itu?" Tanya balik Nita.

"Hanya ingin bertanya saja, lihat itu teman kalian." Robi segera menunjuk kearah ujung yang dimana Malia dan Nita menoleh kearah itu tanpa mereka tahu jika Robi sedang menukar minuman miliknya dengan Malia.

"Mana, seperti bukan dia."ucap Nita yang tidak melihat jelas jika itu Wina.

"Mungkin aku salah lihat."Robi asal menebak jika itu Wina, dibelakang sebenarnya dia sedang melakukan sesuatu pada Malia.

Tiba-tiba saja,ada seorang pria menghampiri Robi,dan pria itu membisikkan sesuatu ditelinga Robi.

"Ya sudah,aku akan kesana."jawab Robi yang langsung berdiri dari tempat duduknya.

"Aku tinggal dulu." Pamit Robi yang bergegas pergi meninggalkan mereka, Mereka berdua sedari tadi terdiam melihat Robi pergi dengan teman cowoknya.

Setelah Robi pergi Nita membisikkan sesuatu ditelinga Malia,"Sepertinya Robi masih usaha mendekatimu."Mendengar perkataan itu,Malia hanya membalas dengan mengangkat kedua bahunya.

"Mana aku ,aku pun sudah menolaknya.Untuk apa membicarakan hal itu." Malia malas untuk membicarakan hal yang menurutnya sudah lewat.

"Jangan begitu, bagaimana dia tetap mengejarmu.Memang apa yang kurang bagimu sampai menolak cintanya?" Tanya Nita yang tak tahu pikiran temannya itu.

"Aku sudah bilang dari awal kan,aku hanya ingin fokus untuk kuliah.Aku tak ingin membuat kecewa ibuku yang selama ini merawat ku walaupun beliau bukan ibu kandungku aku tetap ingin membuat beliau bangga dan ada ingin untuk membahagiakan ibu dengan adik-adikku yang lainnya." Malia begitu tulusnya menyayangi mereka.

"Baiklah aku paham,aku hormati apa keputusanmu itu." Nita tak bisa berbuat berbuat apa-apa setelah Malia sudah bulat dengan keputusan yang dia buat.

Mereka pun duduk santai sembari menikmati minuman mereka.

Sedangkan di lokasi Dio saat ini ,dia berada di pintu keluar bersama asisten pribadinya.

"Apa tadi kamu bilang, Mama sudah lebih dulu pulang?"tanya Dio pada asisten pribadinya.

"Iya tuan, Nyonya besar sudah lebih dulu pulang." Setelah mendengar informasi itu, dia pun akhirnya pulang di saat itu juga.

 Sedangkan di posisi Malia saat ini, Iya nampak menahan sesuatu yang membuat badannya tak begitu nyaman.

 "Kamu kenapa, seperti orang kesakitan begitu?"tanya Nita yang melihat kondisi temannya seperti sedang menahan sesuatu.

 "Aku tinggal sebentar dulu ya, Aku mau ke toilet."pamit Malia yang langsung lari meninggalkan Nita.

Nita terlihat begitu kebingungan dengan kondisi Malia yang tiba-tiba saja pergi seperti ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan.

Malia berjalan sempoyongan seperti sedang menahan sesuatu yang panas dalam tubuhnya," Kenapa tiba-tiba badanku panas begitu." Batin Malia yang mencoba berjalan menuju toilet.

Malia pun tidak sengaja menabrak seseorang pria yang membuat dirinya makin merasakan panas dalam tubuhnya.

Orang itu terdiam melihat wajah wanita itu,"Bukannya wanita itu yang aku temui di kampus itu?" Batin Dio yang melihat langsung wanita itu seperti sedang bingung.

"Kamu kenapa?"tanya Dio yang tiba-tiba saja wanita itu memeluk tubuhnya, spontan kejadian itu dilihat oleh asisten pribadinya yang tahu betul masalah yang sedang di hadapi tuannya.

 "Tolong,panas.Badan saya panas semuanya."Dio mulai mengerti apa yang dimaksud oleh wanita itu.

"Apa mungkin ada seseorang yang sengaja memberikannya obat perangsang pada wanita ini?" Tanya Dio pada asisten pribadinya yang melihat langsung kejadian itu.

"Bisa kemungkinan tuan, apalagi ciri-ciri sama.Apa yang harus saya lakukan tuan?" Dio terdiam dengan posisi dipeluk oleh wanita itu yang tak lain anak didiknya sendiri.

"Pesankan satu kamar di hotel ini, setelah itu aku yang akan mengurus wanita ini.Kebetulan aku mengenal wanita ini." Orang itu segera dia melakukan perintah tuannya.

Dio terdiam mendengar desahan pada wanita itu yang terus merasakan panas hebat di badannya,"Sepertinya obat perangsang itu mulai bekerja lebih cepat." Gumam Dio yang segera menuju lantai 5 yang dimana itu adalah kamar yang dia pesan.

Dio langsung mengantarkan wanita itu ke kamarnya,saat mereka masuk kedalam kamar Malia langsung memeluk badan pria itu,"Tolong,panas."Malia benar-benar tak bisa menahan rasa panas didalam tubuhnya.

Dio tak bisa berbuat apa-apa, setelah tubuhnya dipeluk oleh wanita itu,Dio pun merasakan sesuatu aneh di dirinya.

"Tolong panas." Wanita itu semakin berani memeluk erat tubuh pria itu.Hingga wanita itu berani mencium leher Dio hingga dia merasakan sesuatu yang membuat sesak dibagian bawahnya yang semakin membuat dirinya kaget,"Apa, tidak mungkin." Dio tak percaya aset penting milik Dio tiba-tiba tegang dan membuat respon kaget luar biasa.

"Aku tidak mimpi kan,apa yang selama ini menjadi masalah hidupku seketika dia bangkit juga." Dio langsung melirik kearah wanita itu,ternyata karena ulah wanita itu aset miliknya akhirnya berdiri juga.

"Tolong."Wanita itu terus memohon pada Dio, hingga akhir Dio membisikkan sesuatu ditelinga wanita itu.

"Jangan salahkan aku melakukan hal ini, karena semua ini adalah keinginanmu."Bisik Dio yang langsung mencium bibir wanita itu.

  Kedua makin terlarut dalam gairah,hingga Dio melihat tubuh wanita itu yang nampak putih bersih yang semakin membuat aset milik makin tegak dan seolah siap untuk menikmati tubuh wanita itu.

  Benar saja kedua menikmati malam indah berdua dengan posisi Dio semangat menggempur tubuh wanita itu,tak hanya sekali tapi berkali-kali Dio mengeluarkan sesuatu yang membuat dia semakin puas.

 Tiga jam mereka melakukan tanpa henti, apalagi bagi Dio inilah hari yang spesial baginya akhirnya dia sembuh dari penyakitnya.

 Posisi Malia tertidur dengan posisi tubuhnya telanjang hanya ada selimut menutupi tubuhnya.Sedangkan posisi Dio berada di kamar mandi.

  Setelah selesai mandi,Dio menatap terus wanita yang tertidur begitu pulas beralasan selimut menutupi tubuhnya,"Sepertinya hanya wanita ini yang mampu membangunkan,jika memang itu kebenarannya aku tak akan melepaskannya begitu saja." Batin Dio yang merasa puas setelah sekian lama tak menikmati nikmatnya bercinta dengan seorang wanita yang mampu memberikan kepuasan.

Dio perlahan-lahan kembali tidur di samping wanita itu sembari mengamati wajah wanita itu,"Malia bukannya itu namamu, mulai saat ini kamu hanya milikku."Bisik Dio yang tiba-tiba saja merasakan sesuatu yang aneh lagi hingga Dio melakukan itu dalam posisi wanita itu tertidur dengan posisi lemas bercampur lelah karena efek dari obat perangsang itu.

1
Blueberry Solenne
enaknya jadi Dosen tinggal tunjuk aja bawain tugas muridnya😁
Blueberry Solenne
Lokal banget namanya tapi bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!