NovelToon NovelToon
Bersinar Lah Bersama Matahari

Bersinar Lah Bersama Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Menjadi Pengusaha
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Melintasi Samudra

BAB 16: Melintasi Samudra

Februari 2026 baru saja dimulai, namun ruko Matahari Food sudah dipenuhi dengan kesibukan yang berbeda. Keberhasilan Nayla mematahkan hoaks digital lewat siaran langsung 24 jam ternyata terdengar hingga ke telinga para diaspora Indonesia di luar negeri. Pagi ini, sebuah email resmi dengan domain internasional masuk ke kotak surat Ranti, membuat seluruh kantor mendadak heboh.

"Nay! Cepat lihat ini!" seru Ranti sambil membawa laptopnya ke meja kerja Nayla. "Ini dari Nusantara Mart di Melbourne, Australia. Mereka ingin memesan dua ribu bungkus Basreng Matahari untuk dikirim secara konsinyasi ke toko-toko retail Asia di sana!"

Nayla tertegun sejenak. Australia? Selama ini ia hanya bermimpi bisa mengirim barang ke luar pulau Jawa, namun kini pintu pasar internasional terbuka lebar di depannya. Namun, kegembiraan itu segera diikuti oleh rasa cemas yang realistis. Mengirim makanan ke luar negeri berarti harus berurusan dengan standar biosekuriti yang sangat ketat, terutama di Australia.

"Australia punya aturan ketat soal kandungan produk makanan, terutama yang mengandung unsur hewani seperti bakso ikan," gumam Nayla sambil jarinya menelusuri persyaratan ekspor di layar. "Kita butuh sertifikat bebas kontaminasi, hasil uji nutrisi yang lebih mendalam, dan kemasan dengan label bahasa Inggris yang sesuai dengan standar internasional."

Nayla segera mengumpulkan tim intinya. Ia tidak ingin peluang ini hilang hanya karena ia kurang persiapan. "Bagas, saya butuh kamu fokus pada standarisasi bahan baku. Pastikan bakso ikan dari Pak Mamat memiliki dokumen sertifikasi higienis yang lengkap dari dinas terkait. Ranti, cari konsultan ekspor untuk membantu kita mengurus dokumen kepabeanan."

Tantangan ekspor ternyata jauh lebih rumit daripada masuk ke ritel nasional. Nayla harus merombak total label kemasannya. Ia harus mencantumkan detail kalori, kandungan lemak, dan peringatan alergi dalam format yang benar. Ia juga harus memastikan bahwa bumbu Sambal Ijo miliknya tidak mengandung bahan yang dilarang di negara tujuan.

Di tengah kesibukan itu, Nayla mendapatkan kunjungan tak terduga. Sebuah tim jurnalis dari stasiun televisi nasional datang ke rukonya. Mereka ingin mewawancarai Nayla untuk segmen "Tokoh Inspiratif 2026".

"Mbak Nayla, cerita Anda tentang melawan fitnah dengan transparansi total menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha muda," ujar sang jurnalis sambil mengatur kamera. "Bagaimana rasanya dari seorang pedagang kecil menjadi calon eksportir kuliner?"

Nayla tersenyum tipis, menatap kamera dengan tenang. "Rasanya bukan tentang kemenangan pribadi, tapi tentang pembuktian. Saya ingin membuktikan bahwa makanan rakyat seperti basreng bisa naik kelas dan bersaing di pasar dunia jika dikelola dengan integritas. Matahari tidak memilih di mana ia bersinar; ia bisa menyinari gang sempit di desa, dan kini ia siap menyinari rak-rak supermarket di Australia."

Wawancara itu ditayangkan malam harinya dan menjadi perbincangan hangat. Nama Nayla semakin melambung. Namun, popularitas justru membawa tekanan baru. Ibunya mulai didatangi banyak orang yang ingin meminjam uang atau meminta modal usaha, sementara adiknya, Maya, mulai sering pamer kemewahan di sekolah, membuat Nayla harus kembali bersikap tegas di rumah.

"Maya, Mbak tidak mau dengar kamu pamer soal rencana ekspor kita di sekolah," tegur Nayla saat makan malam. "Bisnis ini sedang di titik krusial. Satu kesalahan kecil soal dokumen bisa membatalkan semuanya. Jangan membuat seolah-olah kita sudah menang sebelum perang benar-benar selesai."

Malam itu, di meja kerjanya yang penuh dengan draf dokumen ekspor dan contoh kemasan baru dalam bahasa Inggris, Nayla merenung. Ia teringat kembali hari-hari di mana ia hanya punya satu bungkus bakso sisa untuk digoreng. Sekarang, ia sedang memikirkan peti kemas yang akan menyeberangi lautan.

"Ternyata, takdir tidak hanya membawa kita pindah tempat tinggal, tapi juga memindahkan cara kita berpikir. Dulu saya hanya memikirkan bagaimana cara habis jualan hari ini. Sekarang, saya memikirkan bagaimana produk saya bisa diterima oleh lidah orang di belahan bumi lain. Melintasi samudra bukan hanya soal kapal yang berlayar, tapi soal keberanian untuk melampaui batas-batas keraguan yang kita buat sendiri. Cahaya matahari tidak mengenal batas negara, begitu juga dengan mimpi yang kita bangun dengan jujur."

Satu jam lagi, ia akan memulai ritual subuhnya. Meski ia sudah punya manajer dan karyawan, ia tetap ingin menjadi orang pertama yang mencium aroma bumbu pertama yang digoreng hari itu. Karena baginya, aroma itulah yang menjaga hatinya tetap membumi di tengah mimpi-mimpinya yang mulai terbang tinggi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!