NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Akhir pekan!

"Melin? Apa baju kamu nggak terlalu terbuka?". Tanyaku padanya

"Lea, ini tuh lagi ngetren loh".

"Kamu sudah izin sama pacar kamu itu mau jalan sana kami?".

"Sudah dia juga mengizinkan kok, aku bilang mau menemin kamu jalan". Alasannya

"Oke, yuk Reno sudah di depan". Ajakku pada teman sekamarku ini.

Dia duduk di belakang dan aku di depan bersama Reno.

Selama perjalanan kami hanya saling diam, hanya alunan musik saja yang menemani, rasanya canggung dan nggak nyaman sama sekali

Hujan turun dengan deras membuat suasana semakin suram.

Setibanya di mall, Reno membeli tiket untuk 3 orang. Reno duduk di tengah di antara aku dan Melinda, setelah film mulai aku mulai fokus menonton dan tidak meperhatikan keduanya lagi.

Ku lihat mereka bermain di sampingku, bergandengan tangan bahkan Melinda menempelkan kepalanya pada lengan Reno.

Mungkin hanya perasaanku saja, atau mungkin Melinda hanya lelah saja.

selesai menonton kami makan malam, dengan penuh semangat Melin memilihkan makan malam di menu yang paling enak, karena katanya dia sering makan disini, benarkah? Bahkan aku dan ayahku sering makan di sini saat dia pulang ke kota.

Makanan di restoran ini lumayan mahal untuk seorang seperti melinda.

Tapi tidak untukku, aku manpu membayarkan semua pesanan ini.

"Tolong billnya". Pinta Reno pada pramusaji.

"Silahkan tuan".

Melihat Reno membayar Bill 2 juta rupiah membuat Melinda merasa takjub dengan Reno dia mampu membayar bill dengan seharga uang bulanannya.

"Mau kemana lagi?". Tanya melinda penuh semangat.

"Kita pulang yuk". Ajak Reno

"Kenapa pulang, bagaimana kalau kita belanja".

"Belanja kemana Lin?". Tanyaku

"Ya, mumpung kita sedang di Mall kan masa kita cuma nonton, makan terus pulang aja sih". Protesnya lagi

Benar saja saat kami berbelanja dia dan Reno terlihat sangat antusias dengan barang-barang yang kami lihat.

dengan mudahnya Reno membelikan apa yang Melinda inginkan di hadapanku, sedangkan aku hanya melihat-lihat bahkan Reno tidak membelikan apapun untukku.

"Loh Ren aku bisa beli sendiri, bagaimana kalau kamu belikan ini untuk Leana". Saran Melinda pada sebuah tas yang jauh dari rasa sukaku.

"Iya sih bagus, tapi Lea tidak suka dengan model seperti ini dia suka yang begini". Reno memilih pada sebuah tas selempang yang sering aku pakai.

"Tapi lumayan mahal ya harganya, bagaimana kalau di bawahnya ini".

"Tidak apa Lin, ini tidak seberapa dari harga tas dan baju kamu kemarin kan". Reno langsung menutup mulutnya.

"Kalian lagi ngobrol apa, kok kayaknya seru banget". ucapku basa basi.

"Oh ini, kami lagi memilihkan tas buat kamu Le". Jawab Melinda

"Tidak perlu, aku sudah punya banyak tas, apa kalian sudah selesai?".

"Baru aja nih, yuk kita pulang". ajak Reno

Entah kenapa dia begitu gelisah dan selalu mengajak pulang, tanpa banyak tanya aku mengiyakan ajakkan pulangnya, tapi Melinda enggan untuk pulang.

"Aku masih mau main". Bisiknya pada Reno

"Nanti ya kita atur lagi". Bisik Reno di belakangku.

Aku hanya bisa menarik nafas, ada yang dua orang ini sembunyikan dari diriku

Sesampainya di asrama, Reno segera pamit untuk pulang karena jam juga sudah menunjukkan pukul 8 lewat.

Ku lihat teman sekamarku ini begitu senang dengan apa yang dia dapatkan dari pasangan orang lain.

Keesokkannya dia langsung memakai baju dan tas yang Reno belikan untuknya, teman-teman sekelas mulai mengerubuninya dan memberikan berbagai pertanyaan tentang pakaiannya hari ini, semua ini bahkan bisa menghabiskan puluhan juta.

Bahkan Melinda tidak merasa malu dengan pemberian dari pacar orang lain, bukankah dia bilang punya pacar? Kenapa sampai sekarang aku tidak melihat batang hidungnya?

"Lea ayo ke kantin, kamu kayak melamun terus dari tadi". Ajaknya sambil memeluk lenganku

"Oke".

Di kantin Reno bersama tim basketnya sedang makan siang, tanpa babibu Melinda menarikku kesana dia menyapa semua teman Reno seakan dia sudah lama mengenal mereka di bandingkan aku.

"Eh ada Lea, ayo duduk Le". Ajak joe teman baik Reno

"Aku duduk samping Reno ya Le, maklum aku nggak kenal sama mereka". Aku mengangguk

Dan aku memutuskan duduk di samping Joe.

"Apa memang mereka sekarab itu Le".

"Iya Jo, Linda memang sudah akrab sama Reno kok, oh iya Joe kamu tahu pacar Melinda di tim basket?".

"Pacaran sama Melin? Tim basket kami? Serius kamu".

"Iya Melin bilang sama aku kalau pacarnya anak basket kampus".

"Coba nanti ku tanya sama anak-anak,takutnya nih ada yang main di belakang kamu ya".

"Hah? Maksud kamu, Reno selingkuh".

"Hahaha udah jangan terlalu serius Le nanti kamu cepat tua loh".

"Ish Joe nyebelin banget sih".

Waktu Joe bilang ada yang main di belakangku aku jadi semakin was-was. Ah aku terlalu overthinking saja sebaiknya aku makan dulu.

Selesai makan, tim basket mulai meninggalkan meja karena mereka mau latihan. Sebagai kapten tim Reno harusnya ikut latihan bukan, kenapa dia malah duduk santai begini sambil berbincang dengan asik sama Melinda aku yang pacarnya saja di abaikan begini.

"Yank kamu nggak ikut latihan".

"Oh cuma latihan biasa kok".

"Tandingnya kemarin gimana?".

"Kalah tipis banget yank, kamu sih nggak dukung aku".

"Kamu aja nggak ngasih tau aku kalau kamu tanding kan".

Akhirnya aku bisa bicara juga dengannya.

"Aku sudah beritahu kamu kok".

"Mana sini aku mau lihat".

"Sebentar".

Reno terdiam sejenak, dia bahkan sudah lama tidak mengirimkan pesan padaku, pesan paling atas adalah milik Melinda.

"Nggak ada kan".

"Maaf ya yank". Dia memegang tanganku di hadapan Melinda

"Lain kali jangan begitu lagi ya, aku kaget loh waktu Melin bilang tim basket kampus lagi tanding dan katanya ada pacarnya di sana, sesekali kenalin dong". Ucapku panjang lebar pada keduanya.

"Pacar". Dia melihat ke arah Melinda

"Oh iya bukannya kamu pacaran sama boby ya Mel". Reno terlihat gugup

"Katanya kemarin pacarnya cidera, boby kan main yank".

"Oh si anak baru yank, dia cidera minggu kemarin".

"Oh, kenapa nggak kamu jenguk dia Mel, kasihan loh pasti dia mau pacarnya jengukkin kan".

Melinda terlihat sangat panik dengan semua ucapanku, apa ada yang di sembunyiian dariku.

Berhubung kelasku dan Melinda hari ini berbeda aku masuk kelas lagi dan dia free, aku meninggalkan mereka berdua di kantin karena mereka sama-sama tidak ada mata kuliah lainnya.

"Ya ampun Ren aku udah gugup banget, untung Lea itu bodoh tentang hubungan".

"Lagian kamu kenapa bilang punya pacar di tim basket sih".

"Ya gimana dong pacarku kan memang anggota tom basket". Ucapnya manja pada Reno

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!