NovelToon NovelToon
Perfect Lies

Perfect Lies

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."

Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."

Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obsesi Yang menyakitkan

Suasana mansion yang sunyi seketika pecah oleh suara pintu utama yang terbuka kasar. Kaylee, yang sedang terduduk lemas di sofa dengan hasil testpack masih di genggamannya, tersentak saat melihat sosok wanita yang sangat ia kenali masuk dengan napas tersengal dan wajah yang pucat pasi.

"Mommy?!" pekik Kaylee. Ia berlari memeluk ibunya yang tampak gemetar hebat. "Mommy dari mana saja? Di mana Atlas? Kenapa semua orang pergi?!"

Mommy memeluk Kaylee dengan sangat erat, tangannya mengelus rambut putrinya sambil terisak. "Maafin Mommy, Sayang. Maafin Mommy karena harus ninggalin kamu sendirian sebulan ini tanpa kabar. Semuanya terjadi begitu cepat... begitu mengerikan."

Setelah tenang, Mommy menuntun Kaylee duduk di sofa. Dengan suara yang gemetar, ia menceritakan kenyataan pahit yang menjadi alasan di balik hilangnya keluarga Theodore dalam semalam.

"Ini semua karena obsesi, Kay," ucap Mommy sambil menggenggam tangan Kaylee yang dingin. "Keluarga Atlas diincar oleh klan mafia besar di Italia. Namanya Bianca Valerius. Dia putri tunggal salah satu gembong paling berpengaruh di sana."

Kaylee mengerutkan dahi. "Tapi gimana bisa dia kenal Atlas? Kita nggak pernah ke Italia!"

"Dia melihat Atlas dari postingan media sosialnya, Kay. Foto-foto kamu dan Atlas, foto pertunangan kalian yang mewah... Bianca itu wanita yang terobsesi pada kesempurnaan. Dia melihat Atlas sebagai objek yang harus ia miliki. Kekuasaan mereka luar biasa, Kay. Mereka bisa melacak siapa pun, di mana pun."

Mommy menyeka air matanya. "Mereka mengirim ancaman langsung ke Ayah Atlas. Pilihannya hanya dua, Atlas datang ke Italia untuk menikah dengan Bianca, atau... nyawa kita semua, termasuk kamu, akan dihabisi dalam satu malam. Mereka tahu segalanya tentang kita, Kay. Bahkan letak kamar tidurmu."

Kaylee merasa dunianya seolah berhenti berputar. Kata-kata Mommy seperti belati yang menghujam jantungnya.

"Atlas... dia tahu?" bisik Kaylee lirih.

Mommy mengangguk pelan. "Awalnya dia menolak keras. Dia hampir gila, dia mau melawan mereka sendirian. Tapi Ayah Atlas berlutut di depannya. Dia bilang, Kalau kamu nggak pergi, Kaylee yang akan jadi sasaran utama mereka. Akhirnya, demi menyelamatkan kamu, Atlas setuju. Dia pergi tanpa pamit supaya kamu nggak ikut dalam bahaya. Dia meninggalkan kamu karena dia ingin kita semua selamat, Sayang. Terutama kamu."

Mommy menangis lagi. "Dia harus membatalkan pertunangan itu secara paksa di bawah todongan senjata. Itulah kenapa keluarga Theodore hilang, mereka dibawa paksa ke Italia sebagai jaminan."

Deg!

Kaylee terdiam. Ia menatap perutnya yang masih rata, tempat di mana "Mini Atlas" baru saja mulai bertumbuh. Hatinya hancur berkeping-keping. Pria yang ia kira meninggalkannya karena bosan, ternyata sedang berkorban nyawa di tangan wanita gila di Italia demi dirinya.

"Tapi Mom..." suara Kaylee tercekat. "Gimana dengan ini?"

Kaylee menunjukkan dua garis merah pada testpack itu kepada Mommy.

Mata Mommy membelalak. Ia menutup mulutnya dengan tangan, terkejut sekaligus sedih yang luar biasa. "Ya Tuhan, Kay... kamu hamil?"

Kaylee mengangguk dengan air mata yang mulai mengalir deras. "Atlas bilang dia mau jadi Papa paling keren, Mom. Tapi sekarang dia ada di sana... bersama wanita itu. Dia nggak tahu kalau pasukannya beneran jadi."

.

.

DI sebuah kastil tua di pinggiran Tuscany, Italia, suasana kemewahan yang megah terasa mencekik bagi Atlas Theodore. Sudah satu bulan ia berada di sini, namun baginya, setiap detik terasa seperti di dalam sel penjara yang berlapis emas.

Atlas berdiri di balkon kamar yang dijaga ketat oleh pria-pria bersenjata di bawahnya. Wajahnya yang dulu cerah kini tampak kusam, rahangnya semakin tegas, dan matanya memancarkan kebencian yang murni. Ia menatap ke arah utara, membayangkan Kaylee di Helsinki.

"Kau merindukannya lagi?" sebuah suara wanita yang lembut namun tajam terdengar dari ambang pintu.

Itu adalah Bianca Valerius. Wanita itu berjalan mendekat dengan anggun, mengenakan gaun sutra merah yang menyapu lantai. Wajahnya sangat cantik, namun ada kegilaan yang tersembunyi di balik matanya yang dingin.

Bianca mendekati Atlas dan mencoba menyentuh pipi pria itu, namun Atlas dengan kasar menepis tangannya.

"Jangan sentuh gue," desis Atlas, suaranya rendah dan penuh ancaman.

Bianca tidak marah. Ia justru tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat bulu kuduk berdiri. "Kau masih saja keras kepala, Atlas. Apa kau tidak tahu betapa sulitnya aku mendapatkanmu? Aku melihat setiap foto yang kau unggah. Cara kau memeluk gadis pirang itu... cara kau menatapnya... aku ingin tatapan itu menjadi milikku."

Bianca berjalan memutari Atlas seperti predator yang mengincar mangsa. "Aku punya segalanya. Uang, kekuasaan, pasukan. Tapi aku belum punya pria yang memiliki jiwa sekuat dirimu. Kau adalah koleksi terindah yang pernah kutemukan."

"Gue bukan benda, Bianca. Dan gue nggak akan pernah cinta sama lo sampai kapan pun," balas Atlas tajam.

Wajah Bianca seketika berubah dingin. Ia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto yang diambil dari jarak jauh secara diam-diam. Foto itu adalah Kaylee yang sedang berjalan keluar dari apotek di Helsinki, tampak pucat dan mengelus perutnya.

Jantung Atlas seolah berhenti berdetak. Ia mengenali gedung itu. Ia mengenali ekspresi Kaylee.

"Gadis kecilmu tampak tidak sehat, ya?" Bianca mengelus layar ponselnya. "Hanya butuh satu perintah dariku, dan dia akan menghilang tanpa jejak. Jadi, pasang wajah manismu, Atlas. Turunlah ke ruang makan, temui ayahku, dan umumkan tanggal pernikahan kita. Jika tidak... aku tidak bisa menjamin dia akan bangun besok pagi."

Atlas mencengkeram besi balkon hingga buku-buku jarinya memutih. Amarahnya meledak di dalam dada, namun ia tidak berdaya. Ia merasa terancam bukan karena nyawanya sendiri, tapi karena nyawa Kaylee dan keluarganya ada di tangan wanita gila ini.

Ia tidak tahu kalau saat ini Kaylee sedang mengandung anaknya. Yang ia tahu hanyalah ia harus bertahan, bermain dalam sandiwara memuakkan ini agar Kaylee tetap bernapas.

"Gue akan turun," ucap Atlas pelan, suaranya terdengar hancur. "Tapi ingat satu hal, Bianca. Lo mungkin bisa memiliki tubuh gue di sini, tapi setiap kali gue tutup mata, cuma wajah Kaylee yang ada di kepala gue. Dan itu adalah sesuatu yang nggak akan pernah bisa lo curi."

Bianca tertawa dingin, lalu menarik dasi Atlas dengan kasar agar wajah mereka berdekatan. "Maka aku akan memastikan kau tidak akan pernah punya waktu untuk menutup mata, Sayang."

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍

1
falea sezi
uda end kahh
falea sezi
bagus np sepi like
falea sezi
baguss
falea sezi
berarti uda nganu belom kok Bianca gini
falea sezi
mending pergi jauh lah ngapain masih di situ
falea sezi
dih kucing di kasih ikan jelas di embat laki. kayak gini g ccok di jadiin suami
Desti31
Izin mampir Thor😍🙏
Ridwani
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!