NovelToon NovelToon
TAP-TAP LAYAR ATAU MATI

TAP-TAP LAYAR ATAU MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Horror Thriller-Horror / Fantasi / Iblis / Konflik etika
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

​Vanya, sang ratu live streaming, tewas mengenaskan di depan ribuan penonton saat kalah dalam tantangan PK Maut. Namun, kematiannya justru menjadi awal dari teror digital yang tak masuk akal.
​Kini, akun Vanya kembali menghantui. Di jam-jam keramat, ia muncul di live orang lain dan mengirimkan undangan duel. Pilihannya hanya dua: Terima dan menang, atau menolak dan mati.
​Di dunia di mana nyawa dihargai lewat jumlah tap layar dan gift penonton, Maya harus mengungkap rahasia di balik algoritma berdarah ini sebelum namanya muncul di layar sebagai korban berikutnya.
​Jangan matikan ponselmu. Giliranmu sebentar lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PK MAUT BAB 1: Sultan, Filter, dan Darah

​Lampu ring light berdiameter 40 sentimeter itu memantul di pupil mata Vanya, menciptakan lingkaran cahaya putih yang membuatnya tampak seperti malaikat digital. Di depan meja riasnya yang penuh dengan produk kecantikan mahal, Vanya menyesap kopi literan yang sudah dingin. Jam menunjukkan pukul 02:15 pagi, waktu di mana algoritma biasanya sedang berbaik hati kepada para "pencari suaka" perhatian di dunia maya.

​"Halo Kak @Sultan_Bintaro! Makasih ya Rose-nya! Yuk, dikit lagi kita tembus satu juta likes malam ini!" suara Vanya melengking ceria, nada yang sudah ia latih selama tiga tahun terakhir agar terdengar akrab namun tetap berkelas.

​Padahal, di balik layar ponsel kelas atas itu, jempol kaki Vanya bergetar hebat. Ia kelelahan. Namun, di dunia live streaming, lelah adalah dosa. Begitu kau berhenti tersenyum, penonton akan pindah ke kanal lain secepat mereka menggeser layar. Vanya adalah "Queen of PK". Rekor kemenangannya tak tertandingi. Wajahnya yang tirus, berkat filter V-shape level maksimal adalah komoditas yang menghasilkan ratusan juta rupiah per bulan.

​Malam itu, suasana kolom komentar terasa berbeda. Di tengah hujan stiker bunga dan topi yang memenuhi layar, muncul sebuah akun dengan nama @Anatomi_Maut. Akun itu tidak memiliki foto profil, hanya siluet hitam yang hambar.

​@Anatomi_Maut: “PK Maut. 10 menit. Yang kalah, terjun dari balkon.”

​Vanya tertawa kecil, menganggap itu hanya gertakan dari penonton yang ingin mencari panggung. "Wah, Kak @Anatomi_Maut tantangannya ngeri ya. Tapi kalau cuma terjun, kurang seru dong? Taruhannya apa nih? Universe? Atau Lion sepuluh biji?"

​Tiba-tiba, sebuah notifikasi merah besar muncul di tengah layar. @Anatomi_Maut mengajak Anda melakukan PK.

​Tanpa pikir panjang, didorong oleh ego dan rasa haus akan konten viral, Vanya menekan tombol Accept. Layar ponselnya terbelah dua. Di sisi kiri adalah wajah Vanya yang cantik bersinar; di sisi kanan hanya ada kegelapan total. Tidak ada wajah, tidak ada suara, hanya suara deru angin yang statis dan berat, seolah-olah lawan bicaranya sedang berdiri di puncak gedung yang sangat tinggi.

​"Loh, mana orangnya? Kok gelap?" tanya Vanya, mulai merasa sedikit tidak nyaman.

​Penonton di kolom komentar mulai riuh.

“Wah, horor nih!”

“Settingan ya, Van?”

“Gimmick-nya jago banget!”

​Namun, sebuah pesan muncul dari si akun misterius di kolom chat pribadi yang hanya bisa dilihat Vanya: “Tantangan dimulai. Aturannya sederhana: Jangan matikan Live. Jangan minta tolong. Jika poinmu lebih rendah saat durasi habis, kau milikku.”

​Skor muncul di bagian atas. 0 vs 0.

​Tiba-tiba, akun @Anatomi_Maut melemparkan gift Legendary Whale hadiah termahal di aplikasi tersebut sebanyak lima kali berturut-turut. Angka di sisi lawan melonjak drastis. Jutaan poin tercipta dalam sekejap.

​Wajah Vanya memucat. Ia mulai berteriak ke arah kamera, memohon pada para pengikutnya. "Guys! Tolong! Tap-tap layarnya! Gift apa saja! Aku nggak mau kalah! Ini... ini bukan bercanda! Tolong!"

​Suasana di kamar apartemen Vanya mendadak mendingin. Suhu turun drastis hingga napasnya mengeluarkan uap putih. Lampu ring light miliknya mulai berkedip tidak stabil, menciptakan bayangan yang meloncat-loncat di dinding. Di dalam layar ponselnya, Vanya melihat sesuatu yang tidak ada di ruangan nyatanya: ada sesosok bayangan tinggi kurus berdiri tepat di belakang kursinya, memegang seutas tali tambang yang melilit lehernya sendiri.

​Vanya menoleh ke belakang. Kosong. Hanya ada tembok putih. Namun saat ia melihat kembali ke layar ponsel, sosok itu semakin dekat. Tangan bayangan itu perlahan terjulur keluar dari bingkai frame PK lawan, menembus batas digital, dan mulai menyentuh bahu Vanya di dunia nyata.

​"Tolong... ini bukan konten! MATIKAN LIVE-NYA!" teriak Vanya histeris. Namun, tombol 'End Live' di layarnya hilang. Ponselnya panas seperti bara api, seolah ingin membakar kulit tangannya.

​Waktu menunjukkan 00:01. Skor Vanya tertinggal jauh.

​"Waktunya habis, Vanya," sebuah suara berat, serak, dan berlapis-lapis muncul dari speaker ponselnya.

​Di depan puluhan ribu mata penonton yang terpaku pada layar mereka masing-masing, tubuh Vanya tiba-tiba terangkat ke udara seolah ditarik oleh kabel tak terlihat. Ponselnya melayang, tetap menyorot wajahnya yang membiru dan matanya yang membelalak penuh horor. Pintu balkon apartemennya di lantai 42 terbuka lebar oleh angin kencang.

​Vanya diseret keluar. Jeritannya terputus oleh suara deburan keras di aspal bawah.

​Kamera ponsel tetap menyala, memperlihatkan pemandangan balkon yang kosong selama beberapa detik, sebelum akhirnya muncul sebuah tulisan di layar yang ditulis dengan warna merah darah:

​"PK BERIKUTNYA: SIAPA YANG MAU NAIK?"

​Lalu, Live terputus. Sunyi. Di seluruh penjuru kota, ribuan orang yang menonton hanya bisa menatap layar hitam ponsel mereka dengan tangan gemetar, tidak menyadari bahwa algoritma maut baru saja memilih target berikutnya.

1
Hunk
Ku kira Physicopat ternyata hantu. Gue baca malem lagi🤣🤣👍
Panda
wakakaka gue tuh Uda baca ini

cukup seru sih terlihat menjanjikan
APRILAH
mantap, satu mawar meluncur thor
APRILAH
Mulai baca Thor 🙏
Serena Khanza
seru wajib baca nih rekomen horrorr nya bedaaa 🥰
Serena Khanza
wuih apa ini thor 🫣 seru horror nya bukan yang gimana gitu tapi ini horror nya beda 🤭🥰
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
apa harus gitu banget demi sebuah popularitas di dunia virtual 🤦‍♂️
Zifa
next
Kaka's: bab 21 dan selanjutnya lebih horor lagi kak..
total 1 replies
Zifa
ternyata cerita horor...
ok next
Zifa
cek dulu
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
serem banget euhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!