Stella Jung gadis keturunan Indonesia Korea sangat tergila-gila kepada seorang pemuda dingin Dave Smith.
Dave Smith seorang pengusaha kafe terkenal dan memiliki banyak cabang dimana mana selalu bersikap ketus pada Stella.
Hingga Stella mengusulkan dalam 100 hari akan mengejar cinta Dave dan kalau tidak berhasil ia akan meninggalkan nya.
Namun sebelum hari ke 100 Stella mengalami kecelakaan yang membuat nya hilang ingatan.Akan kah project cinta Stella berakhir ?
Season 2 - Krystal Dastell Smith putri bungsu Dave dan Stella terobsesi dengan idola favoritnya Dylan Zhang atau dengan nama panggung Lei.Ia rela merubah penampilan nya menjadi culun demi dapat bekerja bersama Dylan.
Dylan Zhang salah satu personil boyband yang terkenal. Namun karena titah sangat kakek sehingga ia terpaksa vacum dari dunia entartainer dan menjadi CEO LY corporation.
Berhasil kah Krystal mengejar Cinta Dylan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda FK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegalauan Dave
Sudah seminggu Stella meninggalkan Dave membuat hati Dave gundah gulana.Langkah kaki Dave melunglai ia seolah sudah tidak memiliki semangat.Seluruh jiwa raganya seolah ikut pergi bersama Stella.Dave yang dingin dan cuek kini menjadi Dave yang rapuh,ia kini seorang diri di apartemen duduk di balkon kamar sambil meminum alkohol.Entah sudah botol ke berapa ia terus saja meminum minuman tersebut.
Bayang-bayang kebersamaan nya dengan Stella seolah terekam jelas.Suara nyanyian nya, senyuman nya, belaian nya membuat Dave semakin frustasi.Dave melempar botol minuman itu disaat ia mengingat Stella.Ia merasa sudah dipermainkan oleh Stella.
Apalagi kini Dave tahu kalau Stella pergi ke Korea meninggalkan nya dengan pria sipit rivalnya itu.
Dave memandangi ponselnya ia tidak lelah membaca pesan-pesan indah yang selalu dikirimkan Stella untuknya.Air mata Dave jatuh begitu saja,ia kini merasakan sangat merindukan Stella.
" *Aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku"
" Cita-cita aku be your wife*"
"My baby bear I love you"
Kata-kata Stella terngiang ditelinga Dave.Jonas dan Lexy yang khawatir akan keadaan Dave dengan cepat datang ke apartemen.Mereka tahu passcode pintu apartemen Dave jadi mereka bisa langsung masuk ke dalam.
Mereka terkejut kala melihat Dave yang hancur berantakan.Pecahan botol berserakan di mana-mana.Belum lagi wajah Dave yang sangat kacau.
Jonas merasa bersalah omongannya nya menjadi kenyataan.Dave benar-benar hancur ditinggal Stella.
" Dave lo bisa mati kalau minum sebanyak ini" pekik Lexy geram.
Dave menarik sudut bibirnya ia tertawa kecil," Untuk apa?dia udah ngambil seluruh jiwa raga gue"ucapnya getir.
" Gue gak yakin dia ninggalin lo Dave,pasti ada yang gak beres" sahut Jonas meyakinkan sahabat nya yang dilanda kegalauan itu.
" Gue gak tau entah kenapa sekarang gue ragu sama Stella".
" Yang gue takut terjadi sesuatu sama Stella, " sahut Lexy.
" Gak tau lah gue pusing, " Jawab Dave datar.
Jonas dan Lexy hanya bisa menghela nafas seperti nya akan sulit memberi saran pada Dave.
Sang rembulan malam kini sudah berganti dengan sang mentari yang sudah mulai menampakkan wujudnya.Cahaya masuk melalui sela-sela jendela kamar menyinari seorang pria yang masih setia dalam tidurnya.
Nampak garis hitam di bawah mata pria itu,entah pukul berapa Dave tertidur karena semalaman matanya terus terjaga.Ia sudah terbiasa dengan Stella sehingga ia kini tidak bisa tidur nyenyak.
Tak lama kemudian Dave menerjapkan matanya,ia melihat ke sekeliling.Berharap Stella masih bersamanya,namun ternyata harapan itu hanya harapan belaka.Kini ia tahu keberadaan seseorang sangat berarti disaat orang itu tidak ada.
Dave melangkah kan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Setelah selesai dengan ritual mandinya Dave pun berganti pakaian.
Kemarahan Dave bertambah disaat ia mendapatkan surat undangan yang baru saja ia dapatkan dari kurir.Surat undangan pertunangan dari orang yang ia cintai dengan pria lain.
Dada Dave sangat sesak rahang nya mengeras.Dave menghancurkan segala yang ada dihadapannya.Kini Dave benar-benar merasa dipermainkan.
Kata-kata manis Stella hanya omong kosong baginya.Dave membayangkan Stella dengan Ha Joon sedang menertawakan kebodohannya.
Tidak tidak bisa seperti ini,Dave harus bangkit tidak boleh lemah.Dave merapikan penampilan nya ia pun melenggang keluar apartemen nya membawa undangan tersebut untuk ia tunjukkan kepada teman-teman nya yang meragukan kecurigaan nya selama ini.
Tak lama kemudian Dave kini sudah sampai di kafe ia masuk kedalam ruangan nya.Bayangan Stella sedang bermain gitar sambil bernyanyi muncul kembali diingatan Dave.Ia kesal ia marah mengapa sangat sulit melupakan gadis yang jelas-jelas meninggalkan nya.
Stella berhasil memporak-porandakan perasaan Dave.Kini Dave berasa sedang terjatuh ke dasar jurang paling dalam.Ia tidak pernah menyangka akan merasakan mencintai yang sesakit ini.
Semalaman Dave tidak bisa tidur ia bermimpi bersama Stella sambil menggendong bayi mungil dan lucu.Apakah ini pertanda kalau Stella sedang hamil? Namun bagaimana dengan undangan yang ia dapat hari ini.
Seolah penuh misteri terlalu banyak teka teki dengan kepergian Stella yang mendadak.Hati kecil Dave berkata kalau Stella tidak mungkin meninggalkan nya namun pikiran Dave yang sudah terlanjur kesal dan sakit menepis semuanya.
Dave berusaha mengalihkan pikirannya dengan mengerjakan pekerjaan yang ia tunda kemarin - kemarin.
Walaupun ia berusaha keras ingin melupakan namun kenangan itu terus saja menghantui nya.Dave mengacak-acak rambutnya frustasi ia merutuki diri nya sendiri yang sulit sekali melupakan Stella yang jelas jelas sudah meninggal kan nya.
Sementara di Korea Stella kini sedang mencari gaun untuk acara pertunangannya dengan Ha Joon.
" Oppa otte? " tanya Stella sambil menunjukkan gaun yang sudah dipesan beberapa hari yang lalu.
" Daebak.. jinja yeppeo, " puji Ha Joon lalu tersenyum.
Ha Joon memeluk Stella dengan sangat erat seolah takut kehilangan.Manik mata mereka kini saling memandang.Jarak mereka semakin mendekat namun saat Ha Joon hendak mencium tiba-tiba Stella memalingkan wajah nya.
" Mianhae oppa, aku gugup, " sahut Stella merasa bersalah.
Entah mengapa Stella merasa tidak ingin di cium oleh Ha Joon.Ia merasa aneh dengan apa yang ia rasakan, bukan kah ini yang ia impikan bisa bersama dengan pria yang ia cintai sedari kecil.
Namun entah mengapa Stella seperti merasa ada sesuatu yang hilang di dirinya.Hati nya terasa hampa seperti sedang merindukan seseorang.Namun siapa? my baby bear nya ada di samping nya.
Setiap Stella berusaha mengingat namun kepalanya semakin terasa sakit.
Ironi sungguh ironi dua insan yang saling mencintai ini harus terpisah oleh keadaan.Akan kah cinta mereka akan kembali bersatu? atau tidak?