Blurb:
Ketika seorang ibu pengganti meninggal tragis saat melahirkan putranya, Jasper Jones, sang CEO miliuner itu mencari ibu susu untuk putranya.
Di tengah seleksi, muncul Chloe Miller—yang ternyata merupakan sahabat dari sang ibu pengganti.
Chloe adalah seniman muralis dari Brooklyn, berjiwa bebas dan penuh warna, dan dengan sadar ingin menyusui putra sang sahabat meskipun dia belum pernah punya anak.
Dia menawarkan untuk menyusui anak yang bukan darah dagingnya, melalui induced lactation, untuk menyelamatkan bayi sang sahabat yang lahir prematur.
Kontrak itu akhirnya disepakati. Chloe hanya ingin membantu, Jasper hanya ingin yang terbaik untuk putranya.
Namun, setiap cairan susu yang diberikan Chloe bukan hanya berisi nutrisi, tapi juga kelembutan yang tak pernah dikenal bayi itu.
Dan setiap aturan ketat Jasper perlahan luluh oleh tawa Chloe, oleh caranya mengajarinya mengganti popok sambil menari, oleh cara dia melihat putranya bukan sebagai penerus bisnis, tetapi sebagai sinar kecil yang perlu dicintai.
Perasaan mulai terjalin, lebih kuat dari kontrak yang telah disepakati. Tetes demi tetes, Chloe tak hanya memberi kehidupan pada bayi itu, tapi juga mencairkan es di hati Jasper.
Namun, bisakah hubungan yang dibangun dari formula duka dan susu yang diinduksi, bertahan di dunia nyata yang penuh dengan perbedaan kelas dan masa lalu yang kelam?
THE MILK CONTRACT: Sebuah kisah tentang pengorbanan yang tak terduga, ikatan yang kuat, dan cinta yang tumbuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengabaikan?
Malam setelah pertemuan dengan Robert, Jasper tidak datang ke kamar Chloe seperti biasanya untuk membahas hari mereka atau sekedar mencium Jonas sebelum tidur.
Dia mengurung diri di ruangan kerjanya, pintu terkunci. Chloe menunggu. Duduk di tepi tempat tidur, mendengarkan setiap langkah di lantai yang mungkin adalah langkah Jasper.
Tapi Jasper tak datang. Jonas terbangun sekali san menangis, dan Chloe yang menghampirinya, berharap suara tangisan itu akan memancing Jasper keluar.
Tapi tidak. Hanya ada dia, bayi yang kembali menyusu, dan kegelapan yang tiba-tiba terasa sangat asing di rumah yang sudah mulai ia anggap sebagai rumahnya sendiri.
*
*
Keesokan harinya, Jasper muncul dengan wajah yang sedikit dingin. "Pagi," katanya singkat, menghindari kontak mata, langsung menuju ke Jonas dan menciumnya.
"Pagi," balas Chloe, suaranya penuh tanya. "Kau ... baik-baik saja semalam?"
"Baik. Hanya lelah karena banyak pekerjaan." Jawaban itu tak memuaskan Chloe.
Dia mengambil Jonas dari gendongan Chloe. “Ayo jalan-jalan dengan daddy,” ucapnya dan berbalik pergi tanpa mengajak Chloe.
Itulah awal dari sebuah pola yang menyiksa. Dan berlangsung sebulan penuh. Hingga membuat Chloe bingung dan mulai terbiasa dengan pola baru itu.
*
Jasper berubah menjadi hantu versi dirinya yang dulu. Secara fisik dia hadir, bangun pagi, mencium Jonas dengan sebelum pergi kerja, pulang tepat waktu, makan malam di meja yang sama.
Tapi secara emosional, sia telah membangun sebuah tembok kaca yang lebih tebal lagi antara dirinya dan Chloe. Percakapan mereka terbatas pada hal-hal praktis.
"Jonas sudah makan?"
"Aku akan bermain dengan Jonas.”
"Aku akan lembur besok."
Tidak ada lagi tawa bersama saat Jonas melakukan hal konyol. Tidak ada lagi obrolan ringan di sofa sambil menonton film.
Tidak ada lagi sentuhan tidak sengaja, pelukan spontan, atau tatapan penuh arti yang dulu membuat jantung Chloe berdegup kencang.
Jasper dengan hati-hati menjaga jarak fisik, memastikan tidak ada bagian dari dirinya yang menyentuh Chloe.
Chloe merasa seperti terperangkap dalam sebuah rutinitas aneh. Dan membuatnya semakin bingung dengan sikap Jasper.
"Apa yang telah aku lakukan?" pertanyaan itu berputar-putar di kepala Chloe setiap malam.
Apakah karena Robert? Apakah Jasper masih cemburu? Apakah dia melakukan sesuatu yang salah tanpa sadar?
*
*
Chloe pernah mencoba membuka pembicaraan. "Jasper, kita perlu bicara."
"Tidak sekarang, Chloe. Aku sibuk."
"Tentang kita..."
"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Semuanya baik-baik saja."
Tapi jelas-jelas tidak baik-baik saja. Jonas, dengan nalurinya, juga merasakan ketegangan itu. Dia menjadi lebih rewel, lebih sering menangis, dan selalu mencari Chloe, seolah tahu bahwa Chloe sedang gusar.
*
*
Malam itu begitu berat bagi Chloe, dengan ketegangan yang sudah menumpuk selama sebulan penuh.
Jonas, yang biasanya tertidur lelap setelah menyusu, gelisah sejak sore. Tangisannya bukan rengekan biasa, melainkan hampir seperti jeritan pendek, seolah ada sesuatu yang sakit dari dalam tubuh mungilnya.
Chloe segera tahu. Demam tapi tak terlalu panas. Tubuh Jonas terasa panas di pelukannya, pipinya memerah, matanya berkaca-kaca dan tidak nyaman.
“Ssssssttt, Sayang, Mommy di sini,” Chloe berbisik, berusaha menenangkan.
Chloe mencoba menyusuinya, berharap kenyamanan dan nutrisi dari ASI bisa menenangkan sang bayi. Namun, begitu p****g susu menyentuh bibir Jonas, dia memalingkan kepala dengan cepat, menangis meraung-raung.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK YAK
Dulu aja gengsi mengakui perasaan cintanya pada Chloe😄
Dan skrg Jasper Chloe sudah punya 3 Anak lelaki😊
Tinggal menunggu kisah Jonas versi dewasa kak Zarin 🙏