NovelToon NovelToon
Tak Ada Kata Sayang

Tak Ada Kata Sayang

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:244k
Nilai: 5
Nama Author: Gelsanu Sahra

Apa kata sayang itu penting? Apa perlu diucapkan jika dia sayang? Tapi bagaimana, jika pasangan tidak pernah bilang sayang. Jangankan manggil sayang. Manggil namnya saja, jarang. Terus bagaimana, kisahnya ya?.




Tak pernah bertemu, tepi saling berkaitan. Bahkan saling menyakiti, satu sama lain. Kisah cinta yang aneh, karena saat mereka mencintai, salah satunya memilih untuk pergi.

Kisah cinta dalam diam, yang saling mencintai, tapi tak pernah tahu tentang kenyataan jika cintanya itu terbalaskan.

Saat seorang sahabat, jatuh cinta dengan sahabatnya tapi sang sahabat malah menjauh.

Saat mereka dipertemukan namun tidak lama mereka terpisah karena yang satu memutuskan untuk pergi.

Dia menunggu, beberapa tahun berharap cintanya terbalas. Dan disaat itu pula, Tuhan memperlihatkan Kekuasaan-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gelsanu Sahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eyang Bukan Sayang

Terdengar suara adzan membuat Cahaya terbangun dari tidur lelapnya. Perlahan mata itu, mulai menengok kesamping. Apa pemuda itu masih ada di sampingnya. Ternyata ...Langit masih tertidur dengan posisi yang sama, saat Cahaya belum terlelap malam itu.

Dahi Cahaya berkerut, saat melihat selimut itu menyelimuti tubuhnya. Siapa yang tadi malam menyelimuti tubuhnya. Jika pemuda yang ada di sebrang saja, masih tertidur.

Dengan posisi yang masih sama.

Cahaya mulai terbangun dan dia berjalan kearah kamar nek Endah.

Perlahan tangan yang ditaruh untuk menutupi wajahnya itu, ia jatuhkan ke lantai. Ia mengambil napas panjang. Pemuda itu berjaga semalaman, lihat saja matanya menahan kantuk. Bagaimana dia bisa tidur, jika ada seorang wanita tidur diluar ruangan. Bagaimana jadinya, jika ada penjahat atau apalah. Nenek juga malam itu dua kali terbangun. Lagi-lagi pemuda itu yang membantunya untuk hal apa pun itu, dari minum sampai membantu memperbaiki bantalnya.

Cahaya yang ada di dalam tersenyum, saat melihat nenek sudah terbangun. Mungkin tiga hari lagi nenek bisa pulang ke rumah pikir Cahaya.

Pintu terbuka. Cahaya keluar dari ruangan nek Endah.

"Sudah bangun, Bang?" Pemuda yang ditanya hanya mengangguk. Bosan sekali! Jika berbicara dengan pemuda itu. Kalau jawab cuma mengangguk dan mengangguk saja.

Matanya menangkap dua orang yang sangat ia kenal sedang berjalan kearah mereka. Kedua orang itu, sudah ada di depan mereka berdua.

"Tante pagi-pagi ngapain kesini?" tanya Cahaya, sambil mencium tangan Abidah Aminah.

"Ah ...calon menantu. Ya jenguk nenekmu, kamu bersiaplah untuk berangkat kuliah. Tante akan menjaganya disini."

Pembicaraan itu telah selesai sepuluh menit yang lalu. Malam itu Langit menelepon Jo, agar membawakan baju ganti punya Alula agar Cahaya bersiap di rumah sakit saja.

"Jo, antar kan dia ke rumahnya terlebih dahulu, untuk mengambil peralatan kuliahnya, setelah itu antar kan dia ke kampus." Langit berbicara kepada Jojo.

"Baik, Pak!" jawab Jojo.

Cahaya dan Jojo sudah ada di dalam mobil. Tak ada pembicaraan apapun dari keduanya.

Setelah sampai di depan rumah, Cahaya segera masuk rumah. Setelah mengambil tas kuliahnya, Cahaya sudah ada di dalam mobil lagi.

"Kabar gimana Kak Jo?" tanya Cahaya, sekedar basa-basi.

"Baik, kalau kamu bagaimana Cahaya?" tanya Jo, yang takut jika manggil 'Cabul' akan mendapatkan tatapan tajam dari Cahaya. Istilah Cahaya kan bentar lagi gelarnya sudah berganti menjadi Bu Bos.

Tapi Jo dia bukan sekedar bawahan.

"Baik, Kak!"

Percakapan antar keduanya telah berakhir lima menit yang lalu. Cahaya sudah ada di dalam kelasnya yang masih sepi. Tak ada lima menit dia sendirian, sahabatnya yang bernama Williams juga sudah datang.

"Bul Ca Bul, lu harus jelaskan," ujar Williams, sambil duduk di samping Cahaya.

"Maaf, Wil untuk saat ini belum bisa. nenek sedang ada di rumah sakit. Jadi mengertilah, akan gua jelasin semuanya." Cahaya tidak bisa berfikir tenang, jika nenek sakit.

"Rumah sakit mana?" Williams menatap wajah Cahaya.

"Rumah Sakit Islam Jakarta."

Jam kuliah telah mulai sekitar lima menit.

Kita bergeser ke sekolah menengah pertama. Pada waktu istirahat sekolah mereka bertiga kumpul di kantin.

“Gila, si Hitam waktu calon istri, kang mas mengajak salaman main peluk-peluk saja,” ucap Archer, yang duduk di samping Arche berhadapan dengan si Black.

Kak Arche menjawab. “Sudah kayak nonton sinetron ya, Cher!” Archer mengangguk.

“Kenapa lu cemburu, Cher?” goda Black, sambil menunggu pesanan datang. Semua siswa yang ada di kantin bersorak saat Black bicara.

“Sialan, lu Tam, bikin gosip saja.” Arche berseru. Mungkin jika tahun 2005 sudah ada kata ‘ANJAY’ mungkin saja Archer akan menggunakan kata itu.

Si Arche bertanya. “Eh, Black gimana lu setuju sama calonnya, kang mas?”

“Emangnya, kenapa? Jika itu yang membuat bang Langit bahagia, sih no problem.” Black menjawab santai, pemuda keturunan Aceh itu tak mempermasalahkan jika Langit sudah mempunyai calon istri.

Bakso pesanan ketiganya sudah datang.

“Emang kalian enggak suka dengan teh Cahaya?” tanya Black, kepada si kembar. Yang ditanya tak menjawab.

Black berbicara lagi. “Harusnya kalian itu bisa menerimanya, boleh jadi, teh Cahaya bisa membuat bang Langit seperti dulu lagi.”

“Tapi nanti prioritas kang mas kan jadi istrinya, kita adik-adiknya jadi tergantikan. Ya, kan Kak?”

“Iya, Black lu mah enggak ngerasain bagaimana jika kang mas berubah.” Arche menjawab, sambil memasukkan bakso ke dalam mulutnya.

“Kalian begitu munafik, waktu itu kalian bilang jika ada wanita yang bisa membuat bang Langit, jadi seperti dulu. Kalian akan menerimanya. Lalu di saat Tuhan, mengirimkan wanita itu, untuk bang Langit, kenapa kalian tak bisa menerimanya? Dan untuk lu Ar, apa lu bilang? Bang Langit akan melupakanmu... “ Black menghentikan ucapnya, dia tertawa sejenak, sebelum melanjutkan ucapnya.

“Bukankah dengan kedatangan, teh Cahaya, kalian bisa dekat dengan bang Langit. Pikirkanlah saat bang Langit, pergi bersama calon istrinya, pasti kalian diajak kan, yang awalnya bang Langit, enggak pernah mau ngantar ke sekolah. Sekarang dia mau. Kalian tahu kenapa bang Langit begitu?” Si kembar hanya menggeleng.

“Boleh jadi, bang Langit ingin hidup seperti dulu lagi. Dan pastinya itu juga bisa jadi, karena teh Cahaya. Ambillah sisi positif dari setiap masalah yang datang.”

Si kembar hanya mengangguk khusyuk, jika pemuda delapan belas tahun itu sudah berceramah. Maklum keturunan Aceh, eattitude jangan diragukan lagi.

“Begitu banyak kenangan, teh Mentari, untuk kang mas, sampai-sampai meninggalkan luka yang cukup mendalam, sampai butuh bertahun-tahun untuk bangkit lagi.” Archer mengeluarkan suara.

“Sama kok seperti kasih sayangku ke kamu Cher. “ Lagi-lagi si Black itu suka menggoda si bungsu dari keluarga Raharja.

Arche menjawab. "Kenangan,Tam bukan kasih sayang, Cu-kkk!"

"Iya, Yang!" jawab Black, yang membuat Archer meradang. Sedangkan Arche tersenyum melihat keduanya itu.

"Maksudnya, Eyang Acher!" jawaban Black, membuat Arche tertawa ngakak.

Mana ada usia tujuh belas tahun, memanggil orang usia delapan belas dengan panggilan 'C-uk'.

“Tapi Kang Mas, masih saja kaku. Tidak seperti dulu.” Gantian Arche yang berseru.

"Semua butuh waktu."

Entah apa hubungan Langit dan Mentari itu, semua butuh waktu untuk mendapatkan jawabannya.

Pembicaraan ketiga remaja itu sudah berakhir waktu jam istirahat telah selesai.

1
Nayla Nurul Aini
mumet ma cerita nya,kebanyakan anggota bingung bacanya Thor ...🙏 terpaksa aq berhenti bacanya, terlalu banyak nama
Ana Wiwid
apakah mike thor ayahnya gibril
Ana Wiwid
aduuuh thor sampai ikut mewek ni mudah mudahan gak batal puasanya
Ana Wiwid
nyesek banget thor
Ana Wiwid
asya kah itu thor yg di balik tembok
Ana Wiwid
mangka nya black jangan sok sok an... 😀😀
Ana Wiwid
bawaan orok kali ya..... 😀😀
Ana Wiwid
periksakan ke dokter pasti positif..... 😀😀
Ana Wiwid
mungkin cahaya hamil ya thor
Ana Wiwid
apakah laki laki itu senja temannya cahaya
Ana Wiwid
jangan jangan gibril anak nya mike
Ana Wiwid
partner di atas ranjang...... 😀😀
Ana Wiwid
gimana mau hamil langit aja blom menyentuhnya....
Yunita Simanjuntak
dasar ibu2 ganjen....bisa2nya suka Ama suami orang lain🤦
Yunita Simanjuntak
dasar eyang jadul...lht baik tdknya orang cuman dr luar....
🐰Far Choinice🐰
mampiirr lagii kakakkk
Yunita Simanjuntak
Thor....siapa pengarang cerita ibu kelinci dan anak kelincinya ya?😀
GelsanuSahra: Cahyono dong🤣
total 1 replies
Cici Kartini
aku maraton bacanya..tiap eps ada pelajaran semua.apalagi yg sdh berkeluarga .makasih author....gk smpet komen tiap eps..karna pngen cpet2
GelsanuSahra: makasih 🙏🏻
total 1 replies
Diah
asyiap, meluncurrrr...
🤔namanya unik harjunot🙄
Diah
hmmm..g jujur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!