HIATUS
"Pilihlah masa depanmu, dan yakinlah ada aku di dalamnya..."
Sekarang Luna sudah punya pacar! Bagaimana rasanya mendapatkan apa yang selama ini dia idam-idamkan?
Season 1 sudah tamat.
Luna, seorang siswi SMA biasa. Kehidupan sekolah yang biasa. Teman-teman yang biasa. Tidak ada yang spesial. Yang berbeda cuma kenyataan bahwa ia memiliki 4 orang adik laki-laki. Adik-adik usil ini selalu menggagalkan rencana kisah cinta SMA nya.
Bak cerita Cinderella yang selalu diganggu kakak tirinya, Luna selalu diisengin adik kandungnya.
"Dek,,, pleaseeeeee,, biarin kakak pacaran sekali aja!" ~Luna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewiluna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Dicegat
Saat Luna dan El sibuk suap-suapan di dalam mobil. Rombongan Arga dan Jessika sudah mengikuti dari tadi. Saat sudah akan memasuki wilayah komplek rumahnya, Arga menghentikan motor.
"Kenapa?" motor Tyo berhenti di depannya.
"Ini mau ke rumah. Tunggu sini aja," Arga pun melepaskan helm nya dan mengeluarkan hape.
📞 Arka, Arsya. Kak Luna bentar lagi sampe. Kalau dia udah masuk kalian langsung keluar.
📞 Siap bos.
Jessika menghampiri Arga. "Gimana?"
"Kita tunggu disini. Kita cegat dia."
Jessika merinding mendengar nada suara Arga.
Jadi begini cara mereka ngurus gebetan Luna? Pantes aja pada kabur semua.
"Kak Jess, tunggu disini. Kak Tyo, ayo jalan." Tyo mengerti. Mereka langsung memakai helm masing-masing dan menunggu tepat di depan gerbang.
Jessika sudah menggigiti kukunya cemas.
Ketika ujung mobil terlihat Arga dan Tyo langsung memacu motor mereka dan memepet mobil dari sisi kanan dan kiri.
"Woy, berhenti!" Arga berteriak sambil menggebrak jendela mobil dengan kasar. Sementara Tyo sudah melajukan mobilnya menghadang dari depan.
Tak lama, Arka dan Arsya muncul menghadang mobil dari belakang dengan menggunakan motor Bunda.
"Berhenti!!!" Arga menggedor jendela mobil lebih keras. Mobil akhirnya menepi.
Arga menghentikan motornya tepat di sebelah mobil, sementara Tyo di depan mobil dan Arka di belakang mobil.
Arga membuka helmnya dan memukul jendela mobil lagi, "KELUAR!!"
El menghela napas dan membuka pintu. Di depannya ada 4 orang laki-laki.
"Ada apa?" El bertanya santai.
"ELO SIAPA??" Arga bertanya dengan suara yang menggelegar.
"Harusnya, saya yang tanya. Anda SIAPA?" El menekankan nada pada kata siapa.
"Gue tanya duluan," Arga mencengkram kerah baju El.
"El. Nama saya El Rahardja." El melepaskan cengkraman Arga dengan tenaga yang tidak kalah kuat. Dia menggerakkan lehernya yang sebelumnya sesak. "Kalian siapa?"
"Apa hubungan elo sama kak Luna?"
El tersentak sesaat mendengar nama Luna, tapi sedetik kemudian dia memasang wajah santai ciri khasnya. "Pertanyaan saya belum dijawab. Kalian siapa?"
"Elo gak perlu tau" Arga menatap tajam. "Cukup jawab pertanyaan gue."
"Saya ga akan jawab sebelum pertanyaan saya dijawab."
Arga sudah akan melayangkan tinjunya sebelum--
"STOPPP!!!" Jessika datang dengan nafas terengah-engah. Dia langsung memegangi tangan Arga. "Arga! Elo mau bikin Luna tambah marah??"
Arga? Bukannya itu nama adiknya Luna ya? El mengingat-ingat nama yang disebut-sebut satpam sekolah tadi.
"CIH!" Arga menggeram kesal dan menurunkan tangannya.
"Kamu siapa?" El bertanya pada satu-satunya perempuan disana.
"Saya temannya Luna," Jessika masih memegangi tangan Arga.
El menoleh ke Arga. "Gue adiknya."
Kemudian ke Arka. "Gue adiknya."
Kemudian ke Arsya. "Gue adiknya."
Terakhir ke Tyo. "Gue mah pacarnya dia." Menunjuk Jessika.
El hampir tergelak karena jawaban Tyo yang berbeda sendiri.
"Jadi, elo siapanya Kak Luna?" Arga fokus pada tujuan utamanya.
"Bukan siapa-siapa." El menekuk wajahnya kesal.
Kenapa kalian ngingetin status lagi sih! Kesel kan jadinya.
"Bagus. Karena elo bukan siapa-siapa, gue lepasin elo sekali ini. Tetaplah jadi bukan siapa-siapa. Kalau engga----
Arga mengangkat tangan kirinya yang tak dipegangi Jessika dan menjentikkan jari.
BRAK! Arka menendang spion kaca mobil sebelah kanan hingga copot.
BRAK! Arsya melakukan hal yang sama ke kaca spion yang satu lagi.
-- bakal lebih buruk dari ini."
Jessika melongo melihat perbuatan Arga. Tyo tak kalah menganga lebar tak percaya. Sementara yang punya mobil tetap tersenyum santai.
Arga mengambil hapenya dan memotret El. "Gue bakal sebarin foto elo, dan kalau elo macem-macem, liat apa yang bakal gue sama geng gue lakuin!!"
Arga menyudahi ancamannya dan berbalik pergi.
Bersambung...
EPILOG
Sore hari...
"Jeng, tau ga? tadi ada yang tawuran di depan komplek." tetangga sebelah mengajak bergosip.
"Wah anak jaman sekarang macem-macem aja. Anak siapa coba? Pasti ibunya ga bener!" Bunda menyahuti.
krn el th, luna pgn kuliah ambil jurusan psikologi.
el mah aneh, smpe g kpikiran bln madu😒😒