NovelToon NovelToon
Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Juniar Yasir

Norma menolak keras ketika mertua memintanya menggadaikan rahimnya pada pria kaya, dengan dalih untuk pengobatan sang putri.
Namun saat kejadian nahas menimpa putrinya, dan tekanan dari Mariah mertua nya, membuat Norma terpaksa mengambil keputusan nekad.

Tak sampai disitu, keputusan Norma membuatnya di hina oleh keluarga Syamsul dan masyarakat sekitar.

Sementara suaminya bekerja di luar negeri sebagai TKI. Hilang kontak.

Akankah Norma mampu menjalani kehidupan yang dilema?


.
Mohon baca teratur disetiap bab nya🙏


Kemana kah suami Norma?

Bagaimana kisahnya?




Setting: Sebuah pulau di Riau

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juniar Yasir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Korban tapi di anggap tersangka

Matahari sore menyelinap masuk melalui jendela besar sebuah rumah minimalis mewah di pusat kota. Norma berdiri terpaku di tengah ruang tamu. Kakinya yang biasa beralas sandal jepit kini tenggelam dalam bulu halus karpet impor. Ini adalah hari ke dua ia menghuni tempat ini atas perintah Syakir.

Selama masa pembuahan ini, Norma di minta Syakir untuk tinggal dalam waktu sebulan di hunian pusat kota, letak strategis dengan rumah sakit. Agar pemeriksaan tidak perlu menempuh perjalanan jauh.

Pintu terbuka pelan. Prakoso, asisten kepercayaan Syakir yang selalu berpakaian rapi dan bertutur kata lembut, masuk membawa beberapa tas belanjaan.

"Buk Norma, ini ada sedikit keperluan tambahan. Tuan Syakir pesan, Ibuk jangan sampai kekurangan apa pun selama istirahat di sini," ujar Prakoso dengan senyum hangatnya yang menenangkan.

Norma menoleh, wajahnya masih nampak pucat namun sedikit lebih segar. "Pak Prakoso, apa tak berlebihan semua ini?" tanya Norma tak enak hati.

Prakoso meletakkan tas itu di meja kayu jati. "Buk Norma layak mendapatkan ketenangan. Tuan Syakir hanya ingin Ibuk fokus pada kesehatan... dan janin itu. Di sini aman, tak ada yang akan mengganggu." balas Prakoso.

"Tuan Syakir baik sekali, Pak. Tapi hati saya ini tak tenang. Macam ada duri yang menyangkut," bisik Norma sembari mengelus perutnya yang masih rata, namun di dalamnya tersimpan rahasia yang mahalnya melebihi harga apartemen ini.

Prakoso hanya diam, posisinya hanyalah bawahan. Jadi tidak bisa banyak bicara berujung kerjaannya terancam, lalu dirinya pamit undur diri.

Tiba-tiba, ponsel di atas meja bergetar hebat. Nama Daria, adik iparnya, muncul di layar. Norma ragu sejenak sebelum mengangkatnya.

"Assalamualaikum, Ria? Ada apa?"

Suara Daria di ujung telepon terdengar sedih, terasa dipaksakan. "Kak Norma! Alamak, sombong betul ya sekarang susah sekali dihubungi! Kak, ada kabar besar. Bang Syamsul sudah pulang dari merantau! Tadi pagi dia sampai di rumah." ucap Daria.

Jantung Norma serasa berhenti detak. Iya beranjak dari sofa. Syamsul, suaminya, telah kembali. "Syamsul pulang? Kenapa tak ada kabar sebelumnya?"

"Mana pulak kami tahu, katanya kejutan! Mak sama Bapak sudah senang bukan main. Tapi Bang Syamsul terus tanya, mana bininya? Mana Norma? Kak, pulanglah besok. Bang Syamsul sudah rindu berat, dia minta Kakak balik ke kampung secepatnya. Janganlah Kakak di kota terus, tak elok dipandang orang kalau suami sudah di rumah tapi istri entah di mana," cerocos Daria.

Norma terdiam. Ada rasa ngeri yang merayap. Ia tahu betul bagaimana watak mertuanya dan Daria. Namun, mendengar nama Syamsul, benteng pertahanannya runtuh. Ia merasa berdosa, merasa kotor, namun juga merindukan suaminya.

"Baiklah, Daria. Besok aku balik. Tolong jangan beri tahu padanya soal kontrak....."

Tuttttt.....

Di seberang sana, setelah telepon ditutup, Daria tersenyum licik ke arah Syamsul dan ibunya. "Dia akan balik, Bang. Kita lihat saja nanti, apa alasan yang di berikan padamu"." Daria tak melanjutkan kalimatnya, namun lirikan matanya penuh bisa racun.

Malam itu, Norma mengemasi pakaiannya. Prakoso datang untuk memeriksa keadaan.

"Anda sungguh mau pulang? Tuan Syakir belum memberi izin anda menempuh perjalanan jauh, mengingat pesan dokter...." tanya Prakoso khawatir.

"Suami saya pulang, Pak. Saya ini masih istri orang. Berdosa saya kalau tak menemui suami yang baru balik merantau. Tolong sampaikan pada Tuan Syakir, saya hanya pulang sebentar. Saya akan jaga 'titipan' ini baik-baik," jawab Norma dengan nada memohon.

Prakoso menghela napas panjang. "Baiklah, Mbak. Saya akan antar Anda sampai ke pinggir kampung. Tapi tolong, Ibuk... hati-hati. Lidah orang kampung kadang lebih tajam dari sembilu."

.

.

******

.

Keesokan harinya, sebuah mobil hitam mengkilap berhenti di depan gang sejahtera kampung duku. Norma turun dengan pakaian yang jauh lebih bagus dari saat ia berangkat dulu. Namun, ia sengaja memakai kerudung panjang untuk menutupi kegelisahannya.

Sebenarnya Norma enggan di antar oleh Suryo mengingat mobil yang di kendarai termasuk mobil mewah, tapi dirinya tak akan bisa menolak perintah dari Syakir.

Begitu kakinya menginjak tanah berdebu jalanan kampung, suasana mendadak sunyi. Sekelompok ibu-ibu yang sedang berkumpul di depan warung mpok Jenab langsung menghentikan pembicaraan. Mata mereka menyapu Norma dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Eh, tengok itu! Si Norma sudah balik. Wah, tengok bajunya, kinclong betul ya? Macam orang kaya baru," bisik seorang warga, namun suaranya sengaja dikeraskan agar terdengar.

"Iya ya, katanya kerja jadi pelayan toko di kota. Tapi kok pulangnya naik mobil mewah? Jangan-jangan kerjanya bukan di toko, tapi 'melayani' yang lain," sahut yang lain sembari tertawa sinis.

Norma menunduk, mempercepat langkahnya. Namun, gunjingan itu makin menjadi-jadi seiring ia melewati rumah-rumah warga.

.

Langkah Norma terhenti di depan rumah mertuanya. Di teras, sudah berdiri Syamsul, Daria, dan ibu mertuanya. Bukannya pelukan hangat yang ia terima, melainkan tatapan menyelidik yang dingin.

"Akhirnya datang juga menantu idaman ini," sindir Ibu Mertuanya sembari melipat tangan di dada. "Masuk kau, Norma. Jelaskan pada suamimu ini" ucap Mariah bersedekap dada.

Syamsul hanya diam, matanya merah, menatap Norma dengan tatapan seolah sedih dan curiga yang amat dalam. Norma masuk ke dalam rumah dengan perasaan hancur. Ia merasa seperti domba yang masuk ke kandang serigala yang lapar.

Di dalam rumah yang pengap itu, Norma duduk di kursi kayu tua. Daria duduk di sebelah sang ibu sambil memainkan kuku, sementara Syamsul duduk tepat di depan Norma.

"Nor, jujurlah padaku. Apa yang kau buat di kota selama aku tak ada?" tanya Syamsul, suaranya parau.

"Aku.... " jawab Norma gemetar.

"Alah, mana bisa Dia memberi jawaban, alasan. Sementara di luar sana banyak selentingan kabar jika bini mu ini menjual diri!" telunjuk Mariah menuding Norma.

"Astaghfirullah Buk" Norma mengusap dada.

"Jangan bawa-bawa nama Tuhan, Kak!" potong Daria sengit. "Kami dengar dari orang-orang, mereka pernah melihat mu masuk ke wilayah perkebunan sawit yang di dalamnya terdapat rumah panggung mewah" Daria tersenyum licik.

.

.

Jangan lupa like dan komentarnya 🙏

1
Juniar Yasir
SMG ttp stay ya🙏😭
Juniar Yasir
maaf guys ada kesibukan lain 😭🙏
Juniar Yasir
up 2 kk. sambil momong bocah 3😩🙏

SMG ttp stay ya 😁🙏😭
lilis indri hastuti
lg seru baca eeehh dah ga muncul lg/Cry/
lilis indri hastuti
jarang up date ya kak
lilis indri hastuti
seru kali lah kak... lanjut dah
Juniar Yasir: mksh kk sudah mmpir di krya sdrhanan sya.🙏 SMG suka
total 1 replies
Yulia Dhanty
menarik
Anita Rahayu
Buat karna pedih untuk samsul dan familtnya sekaligus selingkuhannya😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Juniar Yasir: asiap sisssa
total 1 replies
Sunaryati
Semoga setelah di talak hidupmu semakin baik dan keluarga Syamsul dapat balasan
Yulia Dhanty
Syamsul. brengsekkkk😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!