Prasetya Ramadhan menikahi Anisha wanita bercadar namun ia tak pernah melihat wajah dibalik cadar itu dan ia menyimpan perasaan pada wanita yang entah dimana keberadaanya .
Dihari pernikahan.....
"gua gak akan nyentuh lo sedikit pun, jangan mimpi lo".
Namun Pras menyentuhnya karena obat perangsang dan membuat Anisha hamil.
Bagaimanakah kisah mereka apakah harus berakhir buruk atau kah baik dan dimanakah sebenarnya wanita yang dicintai oleh Pras....
Dan siapakah Anisha itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulva rivana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 18
Keesokan harinya Pras tiba-tiba saja kepikiran dengan istrinya tersebut, entah apa yang telah terjadi pada istrinya yang pasti saat ini ia merasa sangat gelisah begitu saja, ia mencari handphonenya namun tak kunjung menemukannya, sampai akhirnya ia mengingat bahwa handphonenya telah ia buang.
" Huh, kenapa gue kepikiran banget lagi ma cewek kampung bercadar itu ya?, Aduh handphone dah gue buang lagi, gini kan Aku sekarang gak tau gimana keadaanya?". Batinnya sambil mengacak-ngacak rambutnya kesal.
Ia merasa gelisah karena kepikiran tiba-tiba pada Anisha, bagaimanapun Anisha tetaplah istrinya dan tanggung jawabnya jika Anisha kenapa-napa ia harus bertanggung jawab, ia mondar-mandir mencari cara agar mengetahui kabarnya tanpa harus pulang, Akhirnya ia mendapat ide, ia pun memutuskan untuk kembali kerumah Omnya Lisa kembarannya Nisa untuk meminjam Handphone.
Sesampainya disana ia segera mengetuk pintunya dengan mengucap salam, namun tak ada jawaban sekalipun ia pun mencoba mengencangkan suaranya dan ketukan pintunya, mungkin masih ada orang didalam dan tidak mendengarnya.
Beberapa menit menunggu, tiba-tiba saja ada seorang dengan tangan yang sangat keriput menepuk pundaknya dan bertanya padanya sedang apa dirinya didepan rumah orang mengetuk pintu seperti orang yang menagih utang.
" Hey, anak muda sedang apa kau?". Tanya seorang Pria tua itu.
" Eh.... maaf kek, saya sedang mencari pemilik rumah ini, apakah pemiliknya sedang tidak ada di rumah?". Tanyanya pada seorang kakek tersebut.
" Oh.... tuan rumah ini pergi menjenguk ponakannya yang sedang sakit di kota". Ucap kakek itu padanya.
" Ponakan?, Apakah berarti Nisa, bagus Akhirnya tuhan memberiku jalan untuk bertemu dengan mu Nisa". Batinnya dalam hati seketika lupa kekhawatirannya terhadap Anisha.
" Boleh saya minta alamat Ponakannya gak kek". Tanya Pras bermaksud meminta alamatnya.
Kakek itu pun menyerahkan alamatnya tanpa tanya apa alasannya pada Pras. Padahal Pras sudah bingung memikirkan alasan ada urusan apa ia meminta alamat orang yang bahkan baru di kenal.
" Hah, dikasih gitu aja?". Ucapnya dalam hati terkejut sekaligus senang karena tak perlu memikirkan alasan apapun.
Ia pun segera mengantungi kertas alamat itu di sakunya, dan tak lupa juga ia meminjam Handphone pada kakek tersebut, dan kakek itu dengan senang hati meminjamkanya meski hanya telephone jadul.
Pras pun segera menghubungi Ayu, Dokter yang ia suruh untuk merawat Anisha dengan baik.
" Halo dengan Dokter Ayu disini, jika ingin membutuhkan pelayan silahkan hubungi". Ucap Dokter Ayu seketika terputus ketika mendengar suara orang yang ia kenal.
" Halo!, Ayu bagaimana kabar si ce... huh...
Istriku maksudku?". Ucap Pras.
" Itu Tuan Pras, Nyonya Muda mengalami geger otak tuan dan sekarang dalam keadaan koma, dan Nyonya butuh transfusi darah sedangkan stok dirumah sakit saat ini sedang kosong, apakah Nyonya memiliki sanak keluarga atau keluarga?". Ucapnya Dokter Ayu sembari bertanya pada Ayu.
" Untuk sanak keluarga atau kerabat saya tak tau pasti yang saya tau dia dari keluarga Alexander, saya mohon kau urus dia dengan baik, dan bagaimana keadaan bayi yang ada di kandunganya?". Ucapnya.
" Baik tuan, tidak ada yang dikhawatirkan dengan kandungan Nyonya, tapi ada masalah dengan Nyonya nya . Sambung Dokter Ayu.
Mendengar hal itu ia lega karena anaknya tidak kenapa-napa, ia pun memutuskan untuk kembali ke Vila dan mengembalikan Handphone nya pada kakek tersebut.
" Makasih banyak kek, sudah mau meminjamkan telephonenya pada Saya". Ucapnya.
" Tidak perlu sungkan, kalo mau pinjam tiap hari, Saya akan senantiasa meminjamakannya". Balas kakek tersebut.
" Makasih kek, Saya pulang dulu Assalamu'alaikum". Ucapnya lagi.
" Wa'alaikumsalam, jangan sungkan untuk mampir kesini lagi anak muda". Balas kakek itu lagi.
Ia pun kembali ke Vilanya dan menuju kekamarnya dan menjatuhkan tubuhnya ke kasurnya sembari memejamkan matanya.
.
.
.
Kediaman Pras
" Ini sebenarnya anak mu itu kemana sih Na?, kamu didik anak itu gimana sih?, masak udah beberapa hari istrinya dalam kondisi keadaan begini malah gak pulang dan gak bisa dihubungin". Ucap Oma kesal.
.
.
.
Helo gays Saya sudah merevisi ulang semoga kalian suka.
banyak novel yg sdh saya baca tp crt novel ini yg pling parah paling gak jls dan gak nyambung berantakan bener bener hancur ceritanya kemana jadi gk mutu... 🙏🙏