Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Pembalasan Elina
“Hidup itu seperti roda, kadang di atas dan kadang ada di bawah. Yang terpenting, janganlah berhenti bergerak untuk sesuatu yang positif”
Pagi harinya, Elina keluar dari kamarnya untuk menemui Sumitra karena sudah merasa kangen melihat nenek dan ayahnya.
“Selamat pago non Elina” Sapa Para Asisten rumah tangga
“Selamat pagi juga bibi” Jawab Elina
“Mau langsung sarapan non ?, biar saya siapkan” Tanya Asisten rumah tangga
“Nanti saja bi, aku mau ke kamar nenek” Jawab Elina
“Baik non” Ujar Mereka
Elina meninggalkan meja makan, dan bergegas pergi ke kamar Sumitra.
Tok … Tok … Tok …
“Masuk” Ucap Sumitra
“Selamat pagi nenek” Ujar Elina sambil memeluk sang nenek
“Pagi cucu cantik nenek” Jawab Sumitra
“Aku sangat kangen sama nenek” Ucap Elina dengan mode manja
“Kamu ini, kan setiap hari kita itu bertemu sayang” Jawab Sumitra membuat Elina terdiam
“Tidak tahu kenapa, aku sangat merindukan nenek” Ujar Elina
“Apak amu sudah sarapan ?” Tanya Sumitra
“Belim nek, aku mau sarapan bareng sama nenek” Jawab Elina
“Ayo sekarang saja, kamu jangan menahan lapar” Ajak Sumitra
Mereka pergi ke meja makan, sedangkan Ayu sudah keluar dari rumah itu dan pergi ke rumah Arka untuk menjalankan rencana mereka.
Di saat mereka sedang makan, Laura datang ke sana …
“Selamat pagi nenek, Elina” Sapa Laura dengan begitu ceria
“Selamat pagi Laura” Jawab Mereka
“Sini sarapan bersama kita” Ajak Sumitra
“Tidak, terima kasih nek. Aku ke sini mau mengajak Elina untuk jalan-jalan, mungkin dengan jalan-jalan keluar dia bisa mengingat semuanya” Ujar Laura membuat Elina ingin muntak mendengarnya
“Nenek setuju, semoga dengan cara itu Elina bisa ingat semuanya. Kamu memang sepupu yang sangat baik, untuk Elina” Ucap Sumitra
“Semoga saja ya nek” Jawab Laura tersenyum manis
“Ngomong-ngomong ibumu kemana ? Kenapa tidak ikut ke sini ?” Tanya Sumitra
“Ibu ada urusan keluar kota, dalam beberapa hari ini” Jawab Laura
“Baguslah, kalau begitu. Itu memudahkan aku untuk menjalankan misiku” Lirih Elina tersenyum
Setelah selesai sarapan pagi, Laura dan Elina bergegas pergi ke café yang akan mereka kunjungi. Dengan diantar supir pribadinya, Elina bersama Laura menuju café yang menyatu dengan hotel terkenal di kota Yogyakarta dan di sana sudah ada Arka, Ayu dan satu teman Arka yang akan membantu mereka.
“Dimana kita akan menemuinya ?” Tanya Laura
“Di hotel xxxx” Jawab Elina
“Kenap disaana ?” Tanya Laura
“Dia sambil melakukan meeting di sana dengan kliennya, jadi agar tidak ribet lagi untuk menemui kita” Alibi Elina dengan wajah datar supaya Lauara tidak curiga
“kamu benar juga, dia orang yang sangat sibuk. Memberi kita waktu saja, itu sudah suatu kehormatan” Ujar Laura
“Iya” Jawab Elina tersenyum
“Kita sudah sampau, ayo kita turun” Ajak Elina karena sudah tidak sabar
Setelah turun, Elina menyuruh sopir untuk pulang dan tidak menunggunya.
“Pak, sebaiknya pulang saja karena aku akan menemui pria kemarin” Titah Elina
Mendengar Elina menyebut rekan Alvin, dia mematuhinya.
“Baik non” Jawabnya
Pria itu pun langsung pulang, sesuai pesan Alvin. Jika Elina bertemu dengan Arka, makan dia di perintahkan untuk pulang karena Arka bisa melindungi Elina sepenuhnya.
Setelah sampai di lobi, Elina menghubungi Arka …
Elina [Kamu dimana Arka, aku sudah di cafe]
Arka [Baiklah, aku akan segera kesana] lalu memutuskan sambungannya
“Dimana sekarang dia, Lina ?” Tanya Laura
“Ada di dalam, ayo cepat” Jawab Elina
Laura berjalan cepat, mengikuti langkah Elina.
“Ini bagus sekali, ini adalah salah satu hotel termewah di kota ini” Ucap Laura setelah melihat area café yang ada di sana
“Apa kamu pertama ke sini ?” Tanya Elina yang merasa kalau Laura norak
“Ya, aku baru pertama kalinya kesini” Jawab Laura
“Semoga tempat ini menjadi kenangan yang tak terlupakan untuk dirimu” Ujar Elina dengan tangan mengepal
Laura mengernyitkan keningnya …
“Maksud kamu apa ?” Tanya Laura
Elina sedikit terkejut mendapatkan dari Laura, karena dia terlalu bersemangat untuk menjebak Laura.
“Inikan pertama kalinya kamu dan dia berkencan bukan ?” Tanya Elina seraya menatap laura
“Iya, kamu benar” Jawab Laura
“Tentu saja, ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Bukan ?” Ujar Elina
“Semoga saja begitu” Jawab Laura yang belum bisa menebak seperti apa nantinya jika sudah bertemu
“Ayo kita pesan minum, aku sedikit harus” Ujar Elina
“Aku pesan es capicino saja” Jawab Laura
“Oke, sama kan saja” Ujar Elina
Lalu memanggil witter dan memesan minuman untuk masing-masing, ketika witter itu kembali ke dapur Ayu menyelipkan sesuatu kepada pakaiannya.
Setelah menunggu 5 menit, pesannan mereka sampai dan mereka meminumnya. Tak membutuhkan waktu lama, Laura jatuh pingsan dan Ayu serta Arka bergegas menghampiri Elina.
“Bagus, ini sesuai rencana” Ujar Ayu
Lalu agar mereka tidak di curiga oleh pengunjung disana, Ayu meminta tolong kepada salah satu witter di sana untuk membawa Laura ke sebuah kamar dan di ikuti oleh ketiganya.
“Memangnya temannya kenapa mba ?” Tanya Witter di sana setelah sampai di kamar yang mereka pesan
“Dia memiliki penyakit, dan sebentar lagi umurnya tidak akan lama karena itu kami menuruti apa yang dia mau. Karena di sisa hidupnya, dia ingin selalu bersama kakak kembarku ini karena mereka teman sejak kecil” Jawab Ayu
“Oh begitu ya, semoga temannya lekas sembuh. Kalau gitu saya permisi” Ujar Witter
“Iya mas” Jawab Ayu
Witter itu pergi dan mereka menjalankan rencannya …
“Ayo kita keluar dari sini” Ajak Arka
“Biar dia melakukannya” Lanjut Arka
“Ini dulu yang kamu lakukan padaku bukan ? Aku harap kamu juga mengalami hal yang sama denganku, bahkan lebih parah dari apa yang aku alami” Ucap Elina dengan senyuman seringainya lalu meninggalkan laura di sana
Happy Reading, jangan lupa likenya ya reader 🙏🏻🤗