NovelToon NovelToon
Crazy Obsession

Crazy Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Pelakor jahat
Popularitas:185
Nilai: 5
Nama Author: Bertepuk12

Afnan tahu dia adalah penjahat, demi mendapatkan Dareen yang menjadi obsesinya sejak lama, Afnan tega menghancurkan kebahagiaan Jeslyn, sahabat sekaligus wanita yang dicintai Dareen.

​Satu jebakan licik darinya, sebuah penghianatan yang membuat Dareen kehilangan dunianya dan mulai menanam kebencian mendalam pada Afnan.

​Namun, Afnan belum puas.

​Melalui skenario malam yang kotor, Afnan akhirnya berhasil menyeret Dareen ke altar pernikahan, ia mendapatkan status, ia mendapatkan raga pria itu, tapi ia tidak pernah mendapatkan jiwanya.

​"Kau telah menghancurkan hidup Jeslyn, dan sekarang kau menghancurkan hidupku, Afnan. Jangan pernah bermimpi untuk dicintai di rumah ini."

​Di tengah dinginnya pengabaian Dareen dan bayang-bayang Jeslyn yang masih bertahta di hati suaminya, Afnan tetap bertahan dengan segala tingkah centil dan nekatnya untuk membuat sang suami bertekuk lutut.

​Akankah cinta yang berawal dari penghianatan ini akan menemukan titik terang?

#KOMEDIROMANSA
#KONFLIKRING

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bertepuk12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

PLAK.....

Suara tamparan nyaring itu terdengar memekik genderang telinga, membuat sang empu reflek tertoleh dengan kepala menunduk, menahan rasa perih yang menggerogoti pipinya.

"Beraninya kau, KELUAR!" Suara menggelegar terdengar, diringi dengan jambakan kuat dan teriakan kecil yang mana terdengar begitu memilukan.

"Ka-k, ini menyakitkan, k-umo-hon." Sang wanita berusaha menahan tangisannya agar tak terlihat lemah, namun sialnya jambakan itu malah semakin kuat.

Seolah, pria itu tengah melampiaskan dendam pribadinya tanpa menghiraukan pekikan serta desisan kesakitan menahan tangisan dari sang wanita akibat perlakuan buruknya.

Dia adalah Afnan Hors Michelle, gadis mungil berwajah sayu dengan air mata yang kini sudah membasahi wajahnya, namun sama sekali tak menutupi keelokan dari stuktur rupanya yang menawan.

Sangat jelita nan cantik, bibir cerah kemerahan alami karena terus dirawat dengan baik, mata bulat indah dengan alis lumayan tebal, lalu kulit bersih menambah nilai plusnya.

Namun, sayang kecantikan yang wanita itu punyai tidak digunakan dengan baik, seharusnya ia bisa memikat hati pria baik bermodal wajah untuk mencintainya dengan tuluskan? Tetapi, entah mengapa Afnan lebih memilih mencintai pria berdarah dingin seperti pria di hadapannya.

"Sakit?" Dareen tertawa pelan, pria itu melepas jambakannya sebelum akhirnya ia mendesah penuh kecewa, "Keluar, atau aku benar-benar akan memperlakukanmu lebih dari seekor binatang jika kau memberontak."

Dengan sisa keberaniannya, Afnan mendongok, bibir itu terasa kelu untuk sekedar mengeluarkan kalimat kecil, "Aku tidak bisa! Kita sudah resmi, aku tidak mungkin tidur di luar."

Dareen Kristian Fisnatoon Moore, pria berdarah Belanda dengan stuktur muka bak dewa Yunani itu menghela nafas kasar, kesabarannya benar-benar akan diuji sepertinya.

Lantas Dareen menatap wajah Afnan, seorang wanita yang baru beberapa jam resmi menjadi istrinya dengan cara menjijikkan.

Karena wanita itu semuanya hancur.

Karena wanita itu, Dareen harus tersiksa dengan pernikahan tanpa cinta.

Karena wanita itu, Dareen tak bisa bersama dengan orang yang ia cintai.

"Kau puas? Menjebakku untuk menidurimu, lalu kau bermain seolah menjadi korban." Dareen tersenyum tanpa arti, pria itu mengalihkan pandangan, otaknya kembali berpikir kesana kemari.

Jika saja Afnan tak menjebaknya dalam pernikahan sialan ini, pasti Dareen sekarang sudah bahagia bersama Jeslyn, wanita terkasihnya, wanita kesayangannya, belahan jiwanya.

Bajingan memang wanita di depannya ini, merusak segala yang sudah Dareen susun secara mantang.

Menutup mata sejenak, Afnan terkekeh geli, wanita itu mengusap sudut matanya yang mengeluarkan air mata, "Mengapa? Kakak tidak suka? Siapa suruh tidak bisa kumiliki." Jawabnya santai.

Senyuman kecut terbit diantara bibir Dareen, wah siapa yang menyangka bahwa Afnan sama sekali tidak merasa bersalah telah menjebak Dareen? Benar-benar wanita tangguh.

"Kaparat! Kau membuat semuanya hancur karena ulah menjijikkanmu!" Dareen berseru kasar, menatap penuh dendam Afnan. Wanita gila yang baru ia ketahui terobsesi padanya.

Siapa? Siapa yang menyangka bahwa wanita yang sudah ia anggap sebagai adik perempuannya ternyata menyimpan perasaan obsesi sampai melakukan cara kotor hanya karena ingin memilikinya?

Dareen bahkan sampai sekarang tidak menyangka, bahwa kasih sayang yang ia berikan pada Afnan, disalahartikan oleh wanita itu hingga timbul rasa obsesi.

"Oh my God," Afnan menaruh jari telunjuknya pada bibir Dareen, "Lebih baik berkata kasar saat melakukan malam pertama bukan? Mengapa malah toxic diwaktu seperti ini?"

Spontan Dareen menghempaskan jari Afnan kasar pria itu mengusap bibirnya seolah tengah digerogoti kuman, "Ciuh, aku tak sudi menyentuh wanita gila sepertimu."

"Kakak yakin?" Afnan tertawa geli, dengan berani ia membuka kancing piyamanya satu persatu, perlahan namun pasti.

Melototkan matanya Dareen mengeram, "Kau tak lebih baik dari seekor binatang." Ia menarik keluar tangan Afnan, tak ingin berlama-lama di ruangan yang sama dengan wanita yang ia anggap rabies.

Berdecak, Afnan memukul kaki Dareen hingga pria itu terjatuh menimpa marmer. Hayy! Jangan bermain-main, Afnan telah mendapatkan sabuk hitam dalam bidang taekwondo, ia bukan wanita lemah yang selalu mengandalkan kekuatan pria.

Ya walaupun energi Dareen memang lebih besar, namun jangan meremehkan kekuatan dari seorang wanita bersabuk hitam.

"Astaga suamiku." Afnan berkecak pinggang, lantas menatap Dareen yang kini terlihat menahan amarahnya, lihat saja wajah itu yang sudah memerah bagai kepiting rebus.

Nafas Dareen tersegel, pria itu mendongok menatap Afnan bagai ingin membunuh, "AFNAN! KAU SUDAH TAK INGIN HIDUP RUPANYA!?" Ujarnya penuh tekanan.

Bibir Afnan mengerucut maju beberapa centimeter ke depan, "Bagaimana mungkin? Aku ingin hidup bersama Kak Dareen selamanya." Ia menjawab santai, tersenyum manis.

Memijat pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri, Dareen berdiri dengan cepat, "Keluar, atau aku benar-benar akan bermain tangan lagi." Serunya minggir, mempersilahkan Afnan pergi.

Namun sayang sekali, Afnan malah menampilkan senyuman mesum, "Oh baik, bermain tangan seperti ini?" Tanpa sedikit malu, ia memperagakan adegan orang dewasa. Oral.

DUAR.....

Bagai disambar petir di siang bolong, ingin rasanya Dareen membedah isi otak Afnan, apa isi yang sebenarnya? Mengapa Afnan terlihat bagai orang gila alias tak waras?

Bukankah wanita itu baru tadi menampilkan ekspresi seolah tersakiti tatkala ia memberi tamparan kasar, namun sepertinya tidak bertahan lama perubahan tersebut, lihatlah Afnan tetap menjadi wanita gila tanpa tau rasa takut. Kembali ke sifat asli.

"Dasar wanita gila." Dareen bergumam, giginya bergelematuk kesal tatkala melihat wajah Afnan yang begitu tenang tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Reflek Dareen menyeringai, mana mungkin ia akan berlapang dada saat wanita di hadapannya itu dengan sengaja menendang lututnya hingga ia terjatuh, harga dirinya akan hilang sebagai pria.

"Kukatakan padamu sekali lagi Afnan, jika aku sudah mendapatkan bukti bahwa kau menjebakku, aku akan langsung menuju peradilan dan menceraikanmu." Dareen berseru cepat.

Menjalankan rencana yang sudah terbesit di dalam benaknya, Dareen mendorong bahu Afnan hingga wanita itu terjatuh, akan tetapi sayang sekali respon Afnan terlalu bagus, ia malah menarik piyama Dareen hingga mereka jatuh berdua.

BRUKKKK.....

"YAKKK PINGGANGKU!" Afnan berteriak melengking, menahan rasa sakit pada punggungnya, pun ia langsung menarik wajah Dareen yang menimpa marmer.

Lantas bibirnya tertarik, "Maka, tidak akan ada bukti yang bisa kakak temukan, terima saja aku sebagai istrimu Kak Dareen, dengan senang hati aku akan membuat kakak terjatuh ke dalam pelukanku." Ujar Afnan.

Dareen terdiam, pria itu mendengar kalimat Afnan yang terkesan panjang lebar tersebut, lantas ia segera berdiri, bagaimanapun ia akan berusaha menemukan bukti bahwa Afnan menjebaknya.

Atau, Dareen akan mati muda jika hidup bersama Afnan selamanya.

"Berisik, keluar!" Tanpa perasaan Dareen langsung menyeret keluar Afnan, melempar keluar dari pintu dan langsung mendelik, "Omong kosong." Ucapnya cepat.

BRAKKKK.....

Pintu ditutup dengan kasar, meninggalkan Afnan yang terpaku namun menampilkan siluet senyuman penuh arti. Ia adalah seorang nona konglomerat yang dibesarkan dengan harta, semua yang ia mau harus ia miliki.

Tidak, Afnan tidak akan menjadi wanita yang menangis jika diperlukan dengan buruk, ia akan tetap centil sama seperti dirinya dulu.

Bagaimanapun caranya, Afnan akan meluluhkan Dareen.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!