NovelToon NovelToon
Istri Cantik Tuan Presdir

Istri Cantik Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asti Amanda

Lanjutan dari novel: Wanita Cantik Tuan Muda Dingin.
__________

Setelah melewati banyak waktu dan masalah. Raka sang CEO termuda di perusahaan Welfin telah berhasil menemukan kekasihnya dan bahkan tak menyangka jika kekasihnya itu memberikan sepasang anak kembar yang cerdas dan menggemaskan.

Namun masalah kembali datang dari istri tercinta yang memiliki Kepribadian Ganda. Karena itulah Raka mencoba menyembuhkan Sovia dan mulai belajar untuk menjadi Suami idaman untuk sang istri.

Akan tetapi seseorang mulai meneror keluarga kecilnya dan bahkan mencoba menyingkirkan satu persatu keluarga dekatnya. Hal ini karena perebutan harta waris di masa lalu di keluarga Welfin. Dapatkah Raka melindungi sang Istri dan kedua anak kembarnya, serta menyembuhkan mental Sovia?

Yuk kita simak perjuangan Raka dalam menyembuhkan Sovia dan perjuangannya menyelesaikan masalah yang silih datang berganti di keluarga kecilnya Raka.

Baca sampai selesai ya ^^
Terima kasih~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Alter Ego Mira

...[Beri like dan komen]...

Kini Raka telah sampai di depan rumah yang cukup besar, walaupun begitu rumah kediamannya lebih besar dari rumah di depannya.

"Hm, Willy." Raka mendehem sebelum turun dari mobil.

"Ya, Presdir?" Willy menoleh ke belakang.

"Kamu kembalilah ke perusahaan, dan tolong jaga istriku di sana. Jika ada karyawan yang macam-macam padanya, kamu pecat saja dia." ucap Raka nampak serius.

"Baik, Presdir." Willy yang mendengarnya cuma menuruti perintah Raka.

"Ya sudah, nanti aku hubungi kamu." Raka berkata pada Willy lalu turun dari mobilnya.

Kini Willy pun melaju kembali ke perusahaan untuk mengawasi para karyawan serta istri atasannya itu.

Raka pun mulai berjalan memasuki pekarangan rumah Dokter Frans dan tiba-tiba saja seekor anjing pelacak berwarna hitam yang sedang diikat malah menggonggong ke arahnya.

"Guk ... gukh!"

"Hei njing! Kamu mau aku sate!" bentak Raka melototinya, ia terlihat risih digonggong sama hewan peliharaan itu.

"Guk ... gukh! (Manusia aneh, pergi lu).

"Wah, jangan cari gara-gara kau, njing!" Raka membentaknya lagi sambil berjalan ke arahnya.

"Guk ... guk ... gukh!" (Apa lu setan!).

"Ha!" bentak Raka melihatnya sinis.

"Guk ... guk ... gukh!" (Gue nggak takut sama lu).

Anjing tersebut tak henti-hentinya menggonggong. Hewan peliharaan Dokter Frans itu nampak tau jika Raka tidak seperti manusia lain yang diluar sana. Itu karena Anjing tersebut merasakan aura Raka yang berbeda dari orang-orang lain yang datang ke rumah Dokter Frans.

Hanya dengan sorotan mata tajam dari Raka, anjing tersebut langsung perlahan berhenti menggonggong. Terlihat hewan peliharaan itu langsung perlahan masuk ke rumah kecilnya. Tentu sorotan mata Raka tak bercanda, ia serius ingin sekali menyate daging anjing itu.

"Ck, meresahkan saja. Bikin telingaku sakit!" Raka cuma mendecak kesal lalu melanjutkan berjalan ke pintu utama rumah Dokter Frans.

Baru saja ingin membuka pintu, Raka langsung terkejut melihat pintu rumah Dokter Frans yang terbuka sendiri.

Krek!

Pintu itu terbuka perlahan-lahan dan tiba-tiba saja ada tangan kecil keluar dari balik pintu dan seketika ia dikejutkan dengan bocah laki-laki yang terlihat seumuran dengan Dean.

"Selamat datang, Paman Laka (Raka)." ucapnya tersenyum manis di depan Raka. Bocah itu terkena gangguan berbicara yang disebut CADEL yang artinya ia tak bisa menyebut huruf (R). Terlihat bocah itu tak kalah tampannya dengan Deva. Tentu ia terlihat begitu bakpau dan lucu menggemaskan.

"Ahaha ... dasar kau ya. Hampir saja bikin paman terkejut." Raka cuma tertawa kecil sambil mengacak-acak rambut bocah itu.

"Hihihi ... Paman Laka mau ngapain di lumah Gio?" tanya bocah itu yang bernama Gio Fransisco. Putra bungsu dari Dokter Frans.

"Papa Gio, ada?" tanya Raka tersenyum sambil melihat ke dalam rumah.

"Ada, sini Paman masuk duduk dulu," ucap Gio menarik tangan Raka ke arah sofa.

"Paman duduk dulu ya. Gio pelgi panggilkan Papa Flans." lanjut Gio tersenyum manis.

"Hahha ... baiklah." Raka tertawa kecil melihat perkataan Gio yang lucu. Ia pun duduk di sofa menunggu Dokter Frans.

"Hm, bocah itu lumayan juga." pikir Raka melihat Gio. Mungkin kini ia beranggapan jika suatu saat nanti Gio bisa menjadi menantu baginya di masa depan.

Gio pun berbalik lalu berlari menaiki tangga menuju ke kamar Ayahnya.

Tok tok tok

Gio mengetuk pintu kamar Ayahnya lalu tanpa waktu lama, Dokter Frans keluar dari kamar.

"Gio, kenapa ketuk-ketuk pintu?" tanya Dokter Frans melihat Gio di depannya.

"Papa, ada paman Laka di bawah. Paman Laka lagi di sana duduk nunggui Papa." jawab Gio terdengar lucu sambil menunjuk ke arah bawah.

"Oh itu. Ya sudah, Gio balik ke kamar belajar lagi ya." ucap Dokter Frans mengelus rambut putra bungsunya itu.

"Baik, Papa." Gio tersenyum manis lalu pergi ke kamarnya.

"Kenapa, Pah?" tanya seorang wanita muda yang tak lain istri dan ibu kandung Gio.

"Oh itu, ada Raka," jawab Dokter Frans.

"Ya sudah, kamu pergi temani Gio saja. Aku ke bawah dulu." lanjut Dokter Frans turun ke bawah. Sementara Istri Dokter Frans cuma menurutinya saja.

Sesampainya di bawah, Dokter Frans langsung duduk di sofa.

"Pantas saja, anjing peliharaanku mengonggong, ternyata kamu yang datang." Dokter Frans mulai berbicara dulu.

"Ck," Raka cuma mendecak.

"Oh ya, apa tujuanmu ke sini?" tanya Dokter Frans.

"Aku ke sini ingin tanyakan hasil terapimu kemarin. Apakah ada perubahaan atau keanehan yang kamu lihat pada istriku?" Raka bertanya balik dengan suara agak serius.

"Hm, ada. Lihatlah dahiku, ini gara-gara terbentur karena istrimu memukulku sendiri." jawab Dokter Frans sambil menunjuk keningnya.

"Kalau itu, aku sudah tahu." ucap Raka bernada datar.

"Ck, setidaknya meminta maaflah padaku atas istrimu itu." Dokter Frans agak jengkel melihat respon Raka.

"Apakah itu perlu?" Raka berkata dengan nada santainya.

"Sudahlah, lupakan saja," Dokter Frans bertambah jengkel.

"Oh ya, ada lagi yang aneh pada istrimu kemarin." lanjut Dokter Frans.

"Apa itu?" tanya Raka penasaran.

"Itu soal matanya. Kalau aku tak salah lihat, matanya tiba-tiba saja berubah menjadi ...."

"Menjadi apa?"

"Warna merah." jawab Dokter Frans membuat Raka langsung terdiam mematung di sofanya.

"Terus, apa yang terjadi lagi?" Raka semakin penasaran. Ia mulai curiga jika dugaannya benar kalau Sovia memang memiliki kepribadian ganda.

"Tidak tahu," Dokter Frans mengangkat kedua bahunya.

"Lho kok gitu?" Raka agak kecewa.

"Ya, soalnya setelah aku dipukul aku pingsan dan tak tahu apa-apa lagi," jawab Dokter Frans.

"Memangnya ada apa kau tanyakan itu?" lanjut Dokter Frans mulai ikut penasaran.

"Begini, kemarin dia ke kota Michigan dan ternyata Sovia tak tahu bagaimana ia sampai ke sana." jawab Raka menjelaskan keanehan apa yang dikatakan Sovia kemarin malam kepadanya.

Dari penjelas Raka itu membuat Dokter Frans sedikit terkejut.

"Hm, sebelum aku mengatakan ini, kamu jangan marah," ucap Dokter Frans mulai serius.

"Hm, baiklah." Raka menurutinya.

"Sepertinya memang ada kelainan pada istrimu. Jika dugaanku benar, mungkin saja istrimu mengalami ALTER EGO." jelas Dokter Frans sambil menyentuh dagunya memikirkan itu.

"Alter ego?" Raka nampak terkejut mendengarnya.

"Benar, sepertinya istrimu memiliki kepribadian lain dan itu sangat berbahaya pada istrimu dan juga oramg-orang di sekitarnya. Contohnya aku yang dipukul," Dokter Frans menunjuk lagi dahinya.

"Dan sepertinya aku sudah tahu jika kepribadian yang memukulku itu memiliki sifat yang sangat berbeda dari sifat istrimu sekarang." lanjut Dokter Frans menjelaskan.

"Jika begitu bagaimana caranya agar Sovia bisa sembuh total. Aku ingin sekali melihat dia menjadi wanita normal seperti wanita lainnya di luar sana." tutur Raka mulai gelisah.

"Ada satu cara. Yaitu kita harus berbicara pada kepribadian utamanya dan memberitahukannya untuk berkomikasi pada kepribadian yang lainnnya,"

"Dan menurutku, mungkin saja ada ruang alam bawah sadar yang tercipta dari dirinya." jelas Dokter lagi.

Kini Raka mulai paham. Terlihat pria muda tampan itu mulai gelisah dan kasihan dengan kelainan istri tercinta. Raka kemudian melanjutkan obrolannya membicarakan cara mengatasi dan cara ia bisa bertemu dengan kepribadian Sovia yang lain yang tak lain ia adalah MIRA.

____

Bersambung ....

Masih ada lagi part selanjutnya. ditunggu saja ya xixi

Maaf telat update soalnya author (Sakit perut). Jadi nggak bisa ngetik karena rasanya perih.

1
caca
kayaknya pelaku kecelakaannya pak Hendra sih
arfan
up
Anonymous
Anita lu gk tau diri
Aurora Almera
lanjut kakak
Ana Uhibbuka Fillah
aku mampir thor
Ernita Anggara
thor lia kn profesor... d awal baca dy kn yg membantu si tian Al....
Ernita Anggara
mata merah jangan2 it ayah nya mira. ato saudara ayah nya mira... y kan thor
uhuuuyyy
akyuuu sukaa cerita nyaa...maachii yaa thoor...selamat..karyamu sungguh menarik..hebaatttt😍😘
uhuuuyyy
ooh ikut bahagia thoor😍😍
uhuuuyyy
semakin seru
uhuuuyyy
apakah itu kakaknya mira
uhuuuyyy
haduuh perutku mules ngekek aja
uhuuuyyy
uhuuyyyyu coo cuiiit ..anita n willy😘😘😍😍
uhuuuyyy
haizzzh pasti modus ini si mira n liana n kevin🤭
uhuuuyyy
papa hendra mau menguasai harta keturunan welfin kyk nya
uhuuuyyy
pasti dalang di balik pertengkaran paman Al rachel dan ayahnya welfin adalah papa hendra..
uhuuuyyy
waah pak hendra gk beres niich
uhuuuyyy
ikutan tegang thoor🙈
uhuuuyyy
bahagia nyaa mrk bersatu dan berkumpul lagi😍
uhuuuyyy
berati Raka putra nya tuan Al...makanya Raka sperti tuan Al bisa melihat makluk astral
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!