NovelToon NovelToon
Luka Yang Tak Bersuara

Luka Yang Tak Bersuara

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan / Romantis
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: wnd ayn

Alice selalu terlihat biasa-biasa saja di mata semua orang—culun, pendiam, dan mudah dibully.

Tak ada yang tahu bahwa di balik senyumnya, ia menyimpan luka… dan sebuah rasa yang tak pernah terucap.

Danzel, sahabat yang selalu ada di sisinya, menjadi satu-satunya tempat Alice merasa aman. Namun, Danzel tak pernah menyadari bahwa kehadirannya adalah alasan Alice bertahan selama ini.


Mencintai dalam diam, terluka tanpa suara.

Bisakah perasaan yang tak terbalas menemukan jalannya?

noted: terbagi dua season

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wnd ayn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Rachel yang sejak tadi hanya diam memperhatikan akhirnya menghela napas panjang. Ia berdiri perlahan, menatap Danzel dengan senyum manis—senyum yang sekilas tampak lembut, tapi menyimpan bara di baliknya.

“Menarik sekali,” ujarnya pelan namun tajam. “Bahkan Rey, yang dulu membuat Alice trauma... kini justru jadi orang yang paling peduli pada gadis itu.”

Danzel menoleh sekilas, alisnya sedikit berkerut. Rey hanya menunduk singkat, memberi salam pamit tanpa banyak bicara, lalu berjalan pergi menyusuri koridor.

Begitu sosoknya menghilang di tikungan, Danzel memalingkan pandangannya kembali pada Rachel.

“Apa maksudmu dengan ucapan itu, Rachel?” tanyanya datar.

Rachel tersenyum tipis, menggeleng perlahan. “Oh, tidak ada. Lupakan saja.”

Namun Danzel tidak langsung menanggapinya. Ia hanya memandang ke depan.

“Kadang,” ucapnya tiba-tiba, suaranya tenang, “orang seperti Alice memang mudah disalahpahami. Dia terlihat lemah, tapi sebenarnya dia punya kebaikan luar biasa. Aku... kagum padanya.”

Rachel terdiam. Senyum di wajahnya perlahan memudar, tergantikan tatapan yang sulit diartikan—antara kaget, kecewa, dan tersinggung.

“Kau... kagum padanya?” tanyanya akhirnya, mencoba terdengar santai, meski suaranya sedikit bergetar.

Danzel menatap Rachel kembali, kali ini dengan ekspresi jujur dan tanpa ragu. "Alice adalah gadis yang sangat baik, tidak ada satupun seseorang yang sepertinya. hatinya begitu lembut dan matanya selalu membinarkan kebaikan. dari dulu aku selalu mengaguminya."

"Lihatlah walaupun Rey selalu menindasnya dan menyakitinya, dia tetap memaafkan Rey dengan ikhlas. Dan dibalik penampilan yang terkesan culun, sebenarnya dia memiliki kecantikan pada wajahnya dan juga hatinya."

Danzel tiada hentinya memuji Alice di hadapan kekasihnya itu, sehingga membuat hati Rachel memanas dan muak dengan pembicaraan Danzel yang terus membahas Alice.

Tanpa mengucapkan apapun, Rachel bergegas pergi begitu saja dengan perasaan marah.

"Rachel, kau mau kemana?" teriak Danzel mengejar Rachel yang pergi meninggalkannya tiba-tiba 

Hingga akhirnya Danzel berhasil menghentikan Rachel. "Kenapa kau pergi begitu saja?"tanya Danzel menatap Rachel sedangkan Rachel enggan membalas tatapan itu 

"Ada apa Rachel? apakah aku membuat kesalahan?"tanya Danzel sekali lagi karena tidak ada jawaban dari Rachel

"Ya Danzel!! kau telah membuat kesalahan yang sangat besar, kau telah menyakiti perasaanku."

Danzel mengerutkan dahinya."Apa kesalahanku sehingga membuatmu tersakiti? tolong jelaskan padaku, aku tidak tahu?"

Rachel menatap Danzel dengan penuh amarah yang tertahan."Kesalahanmu adalah membicarakan Alice dan terus memujinya di hadapan kekasihmu sendiri! tidakkah kau memikirkan perasaanku?"

Danzel terdiam, dia memang terlalu asyik membicarakan Alice. tetapi dia tidak pernah berniat membuat Rachel cemburu.

"Rachel, aku hanya memuji sahabat ku sendiri. perasaan kagumku hanya sebatas kagum kepada sahabatku dan tidak lebih dari itu."

Rachel tertawa sinis."hhh..hanya sebatas sahabat katamu?"

"Sahabat apa yang menunjukkan kepedulian yang begitu besar saat sahabatnya itu di lecehkan. ya aku tahu rasa kepedulian memang harus ada dalam persahabatan, Tapi...

"Tapi, entah kenapa aku merasa kepedulianmu sudah berubah menjadi sesuatu yang lebih. Sesuatu yang... seperti perasaan sayang dan cinta."

Danzel terkejut, tak tahu harus berkata apa. "Rachel, itu tidak benar. Aku hanya ingin melindungi Alice sebagai teman-

Rachel menggeleng,memotong kata-kata Danzel"Jangan bohongi dirimu sendiri, Danzel. Aku bisa melihatnya. Cara kau memandang Alice... Itu bukan hanya sekadar sahabat yang peduli. Ada sesuatu yang lebih di sana, dan kau terlalu buta untuk menyadarinya."

"Tidak Rachel, Aku hanya mencintaimu. hanya kau  percayalah padaku." sangkal Danzel mencoba menyakinkan

Rachel sempat terdiam beberapa saat 

hingga akhirnya ia sedikit luluh, meskipun tak sepenuhnya percaya. "hm baiklah, aku percaya padamu. Tetapi bolehkah aku meminta suatu hal kepadamu Danzel."

"Katakanlah..."

"Kau harus menuruti keinginanku, jika aku ingin menghabiskan waktu bersamamu kau harus selalu ada untukku. jangan pernah membahas Alice saat kita sedang bersama dan jangan pernah gunakan dia sebagai alasan saat kau jauh dariku."

Danzel terdiam merasakan keinginan itu begitu berat baginya"Tapi-

"Ada apa? apa kau tidak bisa melakukannya? kau tidak mencintaiku?"potong Rachel seolah ingin Danzel segera menuruti kemauannya 

"Tidak, bukan begitu," Danzel menghela napas panjang, merasa terjebak. Tanpa berpikir panjang, akhirnya ia mengangguk. "Baiklah, sesuai keinginanmu."

Rachel tersenyum puas dan langsung memeluk Danzel erat. Danzel membalas pelukan itu, namun matanya kosong, pikirannya berkelana jauh. Ada sesuatu dalam dirinya yang terasa hampa.

Rachel merasakan kemenangan di tangannya. Senyum sinis dengan sentuhan keangkuhan menghiasi wajahnya, seolah memastikan bahwa dia telah mengendalikan situasi. Baginya, Alice bukan lagi ancaman.

**

Sejak saat itu, Danzel mulai berubah. Dia tidak lagi menjadi sosok yang selalu ada di sisi Alice seperti sebelumnya. Alice, yang awalnya menganggap perubahan ini sementara, mulai merasakan bahwa ada sesuatu yang hilang.

Danzel tak lagi berbicara banyak dengannya; obrolan mereka kini hanya sebatas percakapan kecil yang dangkal. Meskipun mereka masih duduk sebangku di kelas, jarak di antara mereka terasa semakin nyata.

Pengaruh Rachel begitu kuat. Danzel kini lebih sering memenuhi permintaan kekasihnya untuk selalu berada di sisinya. Saat di sekolah, perubahan Danzel begitu mencolok. Selama jam pelajaran, ia tampak tidak fokus, seolah pikirannya berada di tempat lain. Wajahnya selalu terlihat murung, tidak lagi antusias seperti dulu ketika dia sering berbincang dengan Alice.

Di luar jam pelajaran, situasinya semakin jelas—Danzel selalu bersama Rachel, seolah-olah seluruh dunianya hanya berputar di sekitar kekasihnya itu. Bahkan di luar sekolah, Danzel lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Rachel, meninggalkan Alice yang semakin terpinggirkan dalam hidupnya.

Alice hanya bisa menyaksikan perubahan ini dengan perasaan campur aduk—kehilangan, kesepian dan kesedihan yang tak terungkapkan.

1
Ophy60
Danzel....jangan datang membawa masalah untuk Alice.Selesaikan dulu hubunganmu sama Rachel...
Mundri Astuti
preeet lah danzel, kesalahan terberat kamu mengabaikan Alice saat Alice butuh bantuan kamu tuk bawa papanya ke RS, hingga papanya Alice meninggal dunia
Ophy60
Susah y Alice melupakan masa lalu..
Ophy60
Danzel jangan menemui Alice lagi. Yg ada nanti Rachel salah paham dan mengganggu Alice.
Nurhayati
ngapain jg dy dket2 sm kamu danzel, dy udh berdamai dgn diri sendiri. klo bs jgn ganggu dia deh ntar pcar mu tau rachel mlah ganggu alice. kan bahaya
Sari Nilam
up nya lama
Mundri Astuti
nih ya danzel klo kamu beneran nikah sama Rachel, kamu akan kehilangan harga dirimu, Krn kamu dibawah kuasa Rachel dan keluarganya, suatu saat kamu bermasalah sama Rachel, bisa abis harga dirimu diinjak" , secara kamu kerja di perusahaan keluarga rachel
Ophy60
Bingung kan Danzel.Ninggalin Rachel kerjaan dr keluarga Rachel,sama Rachel tapi ga benar² cinta sama Rachel.
partini
sekarang dulu masa bodoh,, mending balik deh yg dulu masih cinta biar ga terlalu banyak drama nanti kamu kerja aja lagi
Ophy60
Semangat pak Dokter...
Meski masih mengingat masa lalu paling tidak Alice sudah mulai berusaha menerima orang baru.
Ophy60
Maunya Alice sama orla thor.Enak saja udah ninggalin Alice,bahkan saat Alice dalam kondisi sangat terpuruk juga ga ada masa mau sama Alice lagi.
partini
si dokter tamvan mau bertempur dengan masa lalu ,cape loh dok harus siap kan mental dan kesabaran seluas samudra dan patah hati
Nurhayati
sperti komen ku yang eps kmrn ato yg eps sblumnya, aq gak rela klo Alice berjodoh sm danzel. klopun berjdoh aq berharap alice sm orang lain dlu bru ktemu danzel lg. klo bisa danzel lah yg berjuang u mndapatkan hati alice kmbli. bru impas pnderitaannya
partini
ye elah zel kamu jadi kacung keluarga pacar mu ,, penyesalan datang di Ahir kalau awal itu pendaftaran nama nya
hemmmm masa lalu itu berat bersaing dengan masa lalu melelahkan,jarang sih novel yg bisa move on jadi aku tebak pemenang nya masa lalu
Sari Nilam: aku sih timbya alice dengan doker ..lupakan danzel yang dengan mudah melupakanmu .
jadi pelayan kel pacar sendiri biarpun punya jabatan ...miris .tp itu pulihanmu zel..nikmatilah.
total 1 replies
Ophy60
Alice jangan sama Danzel y thor....buat Danzel menyesal.
Ophy60
Danzel cowo jd cowo ga tegas.
Mundri Astuti
yg berikutnya buat Alice bahagia dng dunia barunya thor, lebih sukses dan mandiri Thor, buat danzel tau Rachel yg aslinya
partini
S2 apa kaya gini juga Thor mengseddih terus
Nurhayati
aku kcewa smga alice tdak bejdoh sm danzel. wlo ibu danzel yg mnolong pun aq tak rela klo alice berjdoh sm danzel
partini
kamu akan menyesal seumur hidup mu zel.,semoga yg di katakan ayahmu betul nanti ada seseorang yg begitu sayang dan cinta padamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!