NovelToon NovelToon
Bule Kepincut Gadis Pohon

Bule Kepincut Gadis Pohon

Status: tamat
Genre:Romansa / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:73.2k
Nilai: 5
Nama Author: Indira MR

Seminggu menjelang hari bahagianya, dunia Jamila runtuh seketika. Di sebuah gubuk tua di tepi sawah, ia menyaksikan pengkhianatan paling menyakitkan: Arjuna tunangannya, justru bermesraan dengan Salina, sepupu Jamila sendiri. Sebagai gadis yatim piatu yang terbiasa hidup prihatin bersama kakaknya, Jamal, serta sang kakek-nenek, Engkong Abdul Malik dan Nyai Umi Yati, Jamila memilih tidak tenggelam dalam tangis.
​Jamila mengalihkan rasa sakitnya dengan bekerja lebih keras. Dengan kulit hitam manisnya yang eksotis dan kepribadian yang pantang menyerah, ia mencari nafkah melalui cara yang tak lazim: live streaming di TikTok. Bukan sekadar menyapa penonton, Jamila melakukan aksi nekat memanjat berbagai pohon mulai dari jambu hingga durian sambil bercengkerama dengan para followers nya
​Awalnya hanya kagum pada keberanian Jamila, Daren, pemuda tampan dari Eropa perlahan jatuh cinta pada ketulusan Jamila, dan berniat melamarnya, apakah Jamila menerima atau tidak ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indira MR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14. Tamu Luar Negeri dan Luar Nalar

​Matahari mulai condong ke barat ketika rombongan itu akhirnya bergerak menuju rumah utama Jamila. Sebuah rumah panggung semi-permanen dengan halaman luas yang dipenuhi pot cabai, jemuran sarung, dan satu banner besar yang ditulis dengan cat semprot:

​“SELAMAT DATANG TAMU DARI LUAR NEGERI DAN LUAR NALAR”

​Daren membacanya sambil mengangguk sopan.

 “Very… welcoming,” gumamnya.

Jerry menepuk bahu sahabatnya itu.

 “Kalau di Jerman, banner begini biasanya buat festival bir. Di sini, ini peringatan buat menyambut kita.”

"Kayak selebritis kita nih"

​Jamila berjalan paling depan. Ia mematikan live streaming-nya sejenak.

“Daren, Jerry… . Ini keluarga aku.Mereka ramah, tapi kalau sudah kumpul, volumenya bisa mengalahkan speaker hajatan tetangga.”

Daren dan Jerry mengangguk.

​Begitu melangkah ke halaman, sebuah suara berat langsung menggelegar dari teras.

“MILAAAA!”

​Seorang kakek tua berpeci hitam dan bersarung kotak-kotak duduk di kursi rotan sambil memegang tongkat kayu. Itulah Engkong Malik. Matanya tajam, wajahnya keriput, tapi wibawanya membuat Jerry refleks berdiri tegap seperti sedang apel pagi.

​“Dia mantan mandor kebun zaman Belanda,” bisik Jamila.

“Kalau dia batuk saja, ayam tetangga bisa berhenti bertelur karena jantungan.”

​Engkong Malik menatap Daren dari ujung kepala sampai ujung sepatu hiking-nya.

 “Kamu ini… bule yang tadi manjat pohon pete?”

Daren menunduk hormat, dan menjabat tangan Engkong Malik.

 “Iya, Engkong. Saya Daren, dari Berlin.”

Engkong Malik mengangguk pelan.

“Berlin… jauh juga ya. Lebih jauh dari Pasar Rebo.”

Jerry hampir tersedak menahan tawa, sementara Daren hanya bisa mengiyakan dengan sopan.

​Belum sempat napas lega, muncul seorang nenek kecil dengan kebaya lusuh tapi aura galak tingkat nasional. Inilah Nyai Yati, sang ratu dapur dan penguasa komentar pedas.

“Milaaa! Tamu disuruh duduk! Jangan dibiarkan berdiri kayak nyamuk demam berdarah!”

​Nyai Yati menatap tajam ke arah rombongan, lalu berhenti lama pada Harun Dubai.

 “Kok panas ya di sini? Ini siapa? Kompor gas baru?”

Harun Dubai tersenyum percaya diri.

 “Saya Harun, Nyai. Dari Dubai.”

Nyai Yati mengangguk datar.

 “Oh… pantas. Bau minyak.”

Koko Sen terkekeh puas mendengar rivalnya dibilang bau minyak.

​Dari dalam rumah muncul Jamal, kakak Jamila. Badannya besar, wajahnya kalem, tapi kaosnya bertuliskan,

“Tenang Bukan Berarti Takut”.

“Mil, ini bule-bule yang viral itu?” tanya Jamal.

“Iya, Mas.”

Jamal menjabat tangan Daren sangat erat hingga tulang Daren sedikit berderit.

“Kalau macam-macam sama adik gue, gue nggak marah… tapi gue bikin elo babak belur"

Daren menelan ludah.

“Noted Mas.”

​Lalu muncullah Bude Wati, membawa nampan berisi gorengan dan ekspresi kepo permanen.

 “Ya Allah, Mila! Ini tamunya cakep-cakep amat. Yang mana calon suami lo?”

Jamila tersenyum diplomatis.

“Belum tahu, Bude. Masih seleksi alam.”

​Bude Wati langsung menepuk dada Koko Sen. “Yang ini kelihatan tajir.”

Harun Dubai tidak terima dan ikut maju.

 “Saya juga tajir”

“Iya, iya,” potong Bude Wati cepat.

 “Tapi kok bajunya kayak mau kondangan terus? cuakepnya”

​Tiba-tiba suasana berubah dramatis. Salina muncul dari dalam rumah… berjalan pelan dengan rambut tergerai, mata dilapisi eyeliner tebal, dan tangan memegang dada seolah habis ditinggal nikah di bawah hujan.

​“Milaaa…” suaranya bergetar hebat.

 “Apakah… ini tamu-tamu yang akan mengubah takdir keluarga kita?”

Semua orang hening. Jamila menutup mukanya dengan tangan.

“Ya Allah… mulai lagi.”

​Salina menatap Daren dalam-dalam.

 “Pria asing… apakah kau datang membawa cinta… atau luka berdarah yang akan mengoyak batin kami?”

Jerry berbisik ke Kayla,

“Dia latihan Oscar atau memang butuh bantuan medis?”

Kayla hanya menyengir.

​Arjuna, yang baru datang sambil memanggul galon air, langsung nyeletuk,

 “Salina… normal sedikit kenapa. Itu tamu mau minum, bukan mau dengar ocehan”

Salina langsung berubah ekspresi menjadi datar.

“Oh iya… maaf.” Lalu detik berikutnya balik lagi dramatis.

 “Tapi ingat, Mil… cinta itu kejam!”

​Nyai Yati yang gemas langsung melempar sendok kayu dari kejauhan.

 “CINTA APA! MASUK DAPUR BANTU MASAK!”

Salina langsung kabur. “Siap, Yang Mulia!”

​Sementara itu, Jerry duduk di bangku bambu. Kayla datang membawakan teh manis.

“Minum dulu, Mas Jerry.”

Jerry menatap Kayla dengan tatapan yang ia pikir romantis.

 “Kayla… setelah pengalaman jamban empang tadi… aku merasa hubungan kita naik level.”

Kayla mendengus.

 “Level jijik?”

​Belum sempat Jerry menjawab, Cintya lewat membawa piring gorengan.

 “Mas Jerry, mau nambah?”

Jerry langsung pasang senyum lebar. “Tentu! Untuk kamu… selalu.”

Kayla melirik tajam.

“Oh, begitu.”

Jerry panik.

“Eh bukan aku hanya… ramah pada semua orang, Kayla!”

Kayla mengangguk pelan.

​Di tengah halaman, ketegangan antara Daren, Koko Sen, dan Harun Dubai memuncak.

Koko Sen membuka suara.

 “Jamila, keluarga kamu sudah lihat. Aku niat serius. Paku-paku di toko kuberikan padamu!”

Harun Dubai menimpali.

 “Aku juga! Aku bisa bangun kebun pete di Dubai. Pete internasional!”

​Daren menarik napas panjang.

“Jamila… aku tidak menawarkan paku atau istana minyak. Tapi aku menawarkan kemitraan, teknologi irigasi, dan… rasa cinta”

​Jamila menatap mereka bertiga.

“Kalian lucu ya. Meributkan aku seperti aku ini hadiah lomba panjat pinang.”

Engkong Malik batuk pelan sambil menunjuk Harun Dubai dengan tongkatnya.

“Mil… kalau pilih suami, jangan yang gampang jatuh dari pohon. Malu-maluin mandor.”

​Harun tersenyum kaku.

 “Itu… terpeleset gak sengaja Kong.”

​Malam turun di Sukamaju. Lampu bohlam kuning menyala.

​Di kejauhan, spanduk baru telah terpasang di depan Kedai Sentosa Jaya:

​“BESOK MALAM: KARAOKE DANGDUT TERBUKA - DUEL MAUT BULE VS LOKAL”

​Salina kembali muncul, kali ini menyanyi lagu horor dengan penuh penghayatan di pojok ruangan. Jerry masih terjebak cinta segitiga yang melelahkan.

Koko Sen dan Harun Dubai sedang berbisik-bisik menyusun rencana sabotase.

​Jerry tidak berhasil mendapatkan nomor telepon Kayla maupun Cintya, tapi ia mendapatkan janji untuk membantu instalasi WiFi di rumah Jamila yang ia tafsirkan sebagai kesempatan kedua.

​Malam harinya, di bawah langit Sukamaju yang bertaburan bintang, Daren dan Jamila duduk di teras rumah.

​"Terima kasih, Daren," kata Jamila.

"Keluarga saya memang... sedikit gila."

​Daren tersenyum.

"Justru itu yang menarik. Di Berlin, tidak ada drama seperti ini."

​"Jadi, kamu betah?" tanya Jamila.Daren menatap ke arah kebun pete yang kini sudah terairi dengan sistem buatannya.

"Sangat betah, Jamila. Dan saya yakin, ini baru awal dari petualangan saya di Sukamaju."

​Namun, di kegelapan malam, di balik semak-semak, Koko Sen dan Harun Dubai diam-diam merencanakan sesuatu. Koko Sen sedang memelototi kaleng cat semprot berwarna merah, sementara Harun Dubai sedang membuka kotak berisi drone yang lebih besar dan bersenjata laser kecil.

​Bersambung...

Koko Sen

Harun Dubai

1
mama Al
cucok meong dah 🤣🤣🤣
Zanahhan226
nah, gitu kan enak..
gk ada musuhan lgi..
Zanahhan226
tanda tanda keknya nih
Zanahhan226
itu bukan cinta, hanya perasaan saja..
yg selalu ada pasti memberi kenyamanan dibanding yg bertepuk sebelah tangan..
Zanahhan226
kecil" udh tau sad boy aja nih
wkwkk
ceuceu
Mana lanjtan nya thor?
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Mangats selalu buat author, maapp bgt jarang mampir krna sibuk revisi🙏🙏
Indira Mr: kalo gak pindah novel nya ke platform lain, soalnya aku fans novel Devanna, hanya orang cerdas yg ngerti ini bacaan bagus.. 😂..maaf narsis kumat 😂😂😂
total 3 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Tonjok sekalian tu perempuan, biar mewakili hati aku ya. wkwk 🤣
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Iman kamu lgsg diuji sedemikian rupa Darennn
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
sok soan kau Jer, awas aja hasilnya anu, kubungkus juga kaau🤭
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Wah tuduhannya gak kaleng2 😄
ceuceu
Yah kok tamat thor?
ceritanya seru banget/Good//Good//Good/
ceuceu
Ya Allah ngebayangin si anak yg dapet angapo zonk/Frown/
ceuceu
Alhamdulillah selamat jerry kayla semoga samawa/Heart/
ceuceu
Suka banget bab jerry sakura dapat hidayah/Heart//Rose/
ceuceu
kasihan jamal kisah cintanya selalu rumit,disatu sisi engkong setuju dgn mohana,tapi jamal sukanya sama sakura.
terserah author aj deh yg atur jodoh jamal/Grin/
ceuceu
Salin nyebelin tapi penyelamat
ceuceu
Jgn ngedepanin emosi cintya,akhirnya bakal menyesal nanti.
Wednesday
si Mila Badas mah
Indira Mr: thank you kak 💓💓💓
total 1 replies
ceuceu
Harusnya di sunat setelah mualaf,bukan krn mau nikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!