NovelToon NovelToon
Jejak Kelima : Gerbang Rimba

Jejak Kelima : Gerbang Rimba

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Petualangan
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: Narishea

Lima sahabat Pramuka Penegak — Bima, Arga, Gilang, Maira, dan Elina— masuk ke Rimba Larangan hanya untuk mencari jejak yang hilang.

Satu langkah salah, mereka terperosok ke dimensi lain yang tak terlihat.

Saat Elina tiba-tiba hilang tanpa jejak, Maira panik dan berteriak memanggil namanya sekeras-kerasnya.

Itulah kesalahan fatal mereka.

Teriakan itu membangunkannya.
BHAYAVEDIN — makhluk buta Sang Perasa Takut yang memburu setiap suara. Semakin keras mereka berteriak, semakin dekat ia datang.

Kini mereka terjebak dalam aturan mengerikan: dilarang bersuara.

Dengan satu teman hilang di dalam kabut dan makhluk itu yang terus memburu, satu-satunya cara pulang adalah memecahkan kode rumit di Gerbang Kelima.

Tapi bagaimana memecahkan kode saat kau bahkan dilarang untuk berteriak meminta tolong?

Berhasilkah mereka keluar??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Narishea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18 : Tahan Napas

Bima, Maira, Elina, Gilang dan Arga membasuh seluruh tubuh mereka dengan air sungai hitam itu. Airnya sedingin es kutub, mengalir pelan tanpa riak seperti susu kental manis. Anehnya air itu terasa amat sangat ringan seperti awan.

Maira menangkup air hitam itu di telapak tangannya dan ajaib. Air itu langsung hilang tanpa bekas basah. Seolah langsung menguap ke udara tanpa jejak.

" Guys, air ini aneh banget deh. Coba lihat."seru Maira pada teman-temannya, memperagakan gerakan menangkup air ke telapak tangan.

" Eh, iya, langsung hilang."sahut Elina, ia ikut memperagakan gerakan Maira barusan.

" Beneran woy, lihat nih, nggak basah sama sekali."pekik Gilang takjub.

" Gilang!! Jangan keras-keras." Bima menegur dengan mata melotot tajam. Detik berikutnya mata Bima mulai waspada dengan sekitar mereka.

" Ck, mulai lagi." Arga mencibir sembari geleng-geleng kepala melihat spontanitas Gilang.

" Hehe, sorry sorry. Kelepasan."

" Oke, sepertinya cukup. Ayo keluar. Jangan lama-lama."titah Bima lalu berjalan mendekati tepi sungai.

Namun saat hendak keluar dari sungai, tiba-tiba dari jarak 5 meter terdengar langkah berat mendekati sungai. Siluet tinggi besar muncul dari balik kabut dengan hentakan kakinya yang langsung membuat kelimanya merinding.

" Guys, Bhayavedin datang."ucap Elina pelan tapi cukup didengar yang lain.

Arga berdecak kesal," Kan.. Baru juga dibilangin." Ia melirik sinis Gilang yang nyengir takut.

" Jangan gerak. Tetap diam."bisik Bima tanpa suara, cuma gerak bibir di dalam air hitam itu.

Mereka berlima menenggelamkan diri sampai sebatas mata. Cuma mata, hidung, dan sedikit dahi yang di atas permukaan. Sisanya ditelan hitam.

Di atas mereka, suara itu datang.

Srek... srek...

Langkah Bhayavedin. Bukan satu. Tapi lima.

Elina bisa lihat dari celah akar di pinggir sungai. Kaki-kaki pucat itu berhenti tepat di bibir sungai. Kuku-kukunya panjang, menghitam, menancap ke lumpur. Lalu mereka jongkok.

Satu tangan pucat menjulur, mengaduk-aduk air hitam persis 10 senti di atas kepala Gilang.

Gilang merem. Dia tahan napas. Detak jantungnya jedag-jedug sampai kedengeran di telinga Elina yang ada di sebelahnya. Satu gelembung kecil lepas dari hidungnya.

Tut...

Pecah di permukaan.

Tangan itu berhenti mengaduk.

Elina mau nangis, tapi air hitam itu udah masuk ke matanya. Perih. Dan di dalam perih itu, di bawah air yang keruh, dia lihat sesuatu yang lain.

Di bawah kaki Bima, ada yang bergerak.

Bukan ikan. Rambut. Segepok rambut hitam panjang, basah, melayang-layang didalam air seperti ubur-ubur,melilit pergelangan kaki Bima pelan-pelan, seperti ada yang narik dari dasar sungai.

Elina mencolek Bima keras. Bima melihat ke bawah, matanya melotot.

Di atas, lima Bhayavedin masih jongkok. Menunggu. Mengendus bau keringat mereka yang masih nempel meski udah di dalam air.

Gilang udah nggak kuat. Pipinya udah kembung nahan napas. Dari 60 detik, ini udah detik ke-52. 8 detik lagi paru-parunya meledak.

Tangan pucat di atas kepalanya masih di sana. Belum pergi.

Maira yang berada tak jauh dari Bima juga merasakan ada yang bergerak disampingnya. Ia ingin teriak tapi terpaksa ditahan. Maira sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Arga yang menyadari ada sesuatu dibawah mereka, diam-diam mengeluarkan pisau kecil dari balik saku celananya. Ia mendekat perlahan kearah Bima dan berbisik pelan.

" Pisau!"ucapnya pelan.

Namun Bima nge-blank. Otaknya mendadak error, ia tak fokus. Disisi lain ia masih terpaku dengan kelima sosok diatas tapi dibawah air ia mulai menyadari ada sesuatu.

" Pisau kecil lo Bim."ujar Arga lagi, menyikut lengan Bima yang bengong agar sadar.

" Hah, apa?" Akhirnya Bima tersadar.

" Keluarin pisau lipat lo."ulang Arga lalu memperhatikan sekelilingnya. Mereka harus segera keluar dari sungai itu bagaimanapun caranya.

Sosok rambut itu berusaha menarik Bima masuk lebih dalam ke air tapi Bima refleks menendangnya menjauh.

" Ga..." Ia melihat kearah Arga dan Arga paham tatapan itu.

Sementara itu tak jauh dari posisi Bima dan Arga, Gilang terlihat mengenaskan.

Gilang udah nahan napas di detik 61,batas normal manusia tahan napas. Tubuhnya mulai kejang kecil.Ia harus ambil napas sekarang atau pingsan dan tenggelam di sungai yang mereka tak tau seberapa dalamnya.

Elina hampir nangis saat melihat mereka dikepung makhluk hutan itu. Air dingin sungai masuk ke matanya dan itu membuat perih. Ditambah dingin yang menusuk tulang membuat gadis itu mulai gemetar hebat.

Lima Bhayavedin diatas masih terus mengendus-endus dengan lubang wajahnya yang banyak sementara tangannya mengaduk sungai itu semakin kuat.

Disisi lain, sosok rambut itu kembali mengincar kaki Bima. Tidak, kali ini rambut itu mengincar kaki Maira yang berada dekat dengan Bima.

Waktu mereka tak banyak. Mereka harus segera keluar.

***

***

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!