NovelToon NovelToon
ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Sejak ibunya meninggal, hidup Bima berubah menjadi neraka setelah ayahnya membawa istri baru dan anak tirinya yang egois, membuatnya diperlakukan seperti pesuruh dan orang asing di rumahnya sendiri.
Puncaknya, ia difitnah mencuri barang berharga dan diusir begitu saja tanpa ampun, membawa luka hati yang mendalam serta sebuah kotak peninggalan misterius dari mendiang ibunya.
Tak disangka, kotak rahasia itu menjadi kunci bagi Bima untuk bangkit dari titik terendah, bermetamorfosis menjadi sosok sukses dan berpengaruh besar yang siap membuat keluarga pembuangnya bertekuk lutut memohon pengampunan.

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Lampu sorot berkilauan menerangi halaman depan Hotel Grand Palace malam itu.

Karpet merah sepanjang seratus meter membentang menyambut para tamu undangan penting dari berbagai kalangan elit kota.

Mobil-mobil mewah berdatangan silih berganti menurunkan para pengusaha dan pejabat tinggi. Suara kilatan kamera wartawan berkedip bertalu-talu menghiasi malam yang megah itu.

Blar...

Kilatan lampu kamera menyilaukan mata siapa pun yang melewatinya.

Di dalam ruang ballroom utama yang sangat luas, dekorasi bunga segar memenuhi setiap sudut ruangan.

Acara malam ini adalah malam amal besar yang diselenggarakan secara khusus oleh PT Cipta Sentosa.

Bima berdiri di atas panggung utama mengenakan setelan jas hitam buatan desainer ternama dunia.

Penampilannya tampak sangat sempurna, memancarkan karisma seorang pemimpin muda yang sukses besar.

"Selamat malam dan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian di acara amal ini," ucap Bima lewat mikrofon.

Suaranya terdengar tenang, berat, dan sangat berwibawa memenuhi seluruh penjuru ruangan.

Para tamu undangan tampak mendengarkan dengan penuh takzim dan kekaguman yang mendalam.

"Acara malam ini saya dedikasikan sepenuhnya untuk mengenang jasa mendiang ibu saya tercinta," lanjut Bima dengan nada tulus.

Di sudut belakang ruangan, Pak Hartawan dan Rian mengangguk bangga melihat kesuksesan bos muda mereka.

"Tuan Bima benar-benar mengubah perusahaan ini menjadi raksasa baru di kota," bisik Rian pelan pada Pak Hartawan.

"Dia adalah anak muda paling jenius yang pernah kutemui seumur hidupku," balas Pak Hartawan tersenyum lebar.

Sementara itu, di luar area hotel yang mewah, situasi sangat kontras dengan kemegahan di dalam.

Rina dan Kevin berdiri di trotoar seberang jalan dengan pakaian compang-camping dan bau kencing yang menyengat.

Mereka berdua baru saja diusir oleh petugas keamanan karena mencoba mendekati pintu masuk hotel.

"Sialan! Penjaga itu benar-benar tidak punya hati!" maki Kevin sambil meludahi lantai trotoar.

"Kita harus masuk ke dalam dengan cara apa pun, Kevin," ucap Rina dengan mata menyala penuh kebencian.

"Bagaimana kita bisa masuk kalau baju kita saja seperti ini, Ma?" tanya Kevin kesal.

"Kita buat keributan besar di depan pintu masuk supaya Bima malu di hadapan semua tamu pentingnya!" ajak Rina kalap.

Rasa lapar dan penderitaan di kolong jembatan selama beberapa hari terakhir telah melenyapkan sisa akal sehat mereka.

Mereka sudah tidak peduli lagi pada harga diri, yang penting bisa menemui Bima dan memerasnya habis-habisan.

"Ayo kita nyebrang sekarang!" perintah Rina menarik lengan anak lelakinya itu.

Mereka berdua berlari melintasi jalan raya di antara deretan mobil mewah yang melaju kencang.

Tinj... tinj...

Suara klakson mobil berbunyi nyaring kaget melihat orang nekat menyebrang sembarangan.

Sreeet...

Sebuah sedan hitam mengerem mendadak nyaris menabrak tubuh mereka berdua.

"Woi, mau mati ya kalian?! Jalan sembarangan!" maki sopir mobil itu dari balik kaca jendela.

Rina dan Kevin tidak memedulikan makian itu dan terus berlari menuju pintu utama Hotel Grand Palace.

Petugas keamanan hotel yang berjaga di depan pintu langsung bersiaga melihat kedatangan dua gelandangan kumuh.

"Berhenti! Kalian dilarang masuk ke area hotel!" bentak satpam berbadan tegap menghadang jalan mereka.

"Lepaskan kami! Kami ini keluarga dekat pemilik acara ini!" ronta Rina histeris mencoba menerobos masuk.

"Keluarga dari mana? Penampilan kalian seperti pengemis jalanan!" tolak satpam itu tegas mendorong mereka mundur.

"Bima! Keluar kamu anak tidak tahu diuntung!" teriak Kevin histeris memanggil nama direktur utama.

Suara teriakan melengking itu langsung menarik perhatian para tamu undangan yang berada di dekat lobi kaca.

Beberapa wartawan yang memegang kamera langsung menoleh ke arah sumber keributan di depan pintu masuk.

"Ada apa itu? Kenapa ada gelandangan teriak-teriak di acara resmi?" bisik seorang wartawan bingung.

Bima yang mendengar keributan itu dari atas panggung menghentikan sejenak pidatonya.

Ia menatap ke arah pintu masuk lobi utama dengan ekspresi wajah yang tetap tenang tanpa emosi.

"Silakan lanjutkan acaranya sebentar, saya akan urus gangguan kecil di luar," ucap Bima kepada hadirin.

Bima berjalan tenang turun dari panggung utama diiringi pandangan penasaran ratusan pasang mata tamu undangan.

Langkah kakinya membawanya berjalan mendekati pintu kaca lobi utama hotel yang megah.

Di balik pintu kaca tersebut, Rina dan Kevin tampak meronta-ronta dicengkeram oleh empat orang satpam.

"Lepaskan tangan kalian dari ibu dan adikku," perintah Bima dengan suara dingin yang mencolok.

Para satpam langsung melepaskan cengkeraman mereka begitu mendengarkan suara sang pemilik acara.

Rina dan Kevin terdorong jatuh berlutut di atas lantai marmer lobi yang bersih mengkilap.

Mereka mendongakkan kepala dan melihat sepatu kulit mahal milik Bima berdiri tepat di hadapan mereka.

"Bima... tolong kami, nak..." rintih Rina langsung memeluk kaki Bima dengan air mata bercucuran.

"Kami kelaparan, Bima... berikan kami uang dan tempat tinggal," rengek Kevin ikut memegang ujung jas Bima.

Semua tamu undangan dan wartawan merapat mendekat untuk menyaksikan drama keluarga yang mengejutkan itu.

Beberapa kilatan kamera langsung menyala berturut-turut mengambil gambar pemandangan tersebut.

Blar... blar...

Kilatan cahaya kamera berkedip tanpa henti di sekeliling mereka.

Bima menatap kedua pengemis di kakinya itu dengan tatapan mata yang sangat dingin tanpa belas kasihan.

"Bukankah kalian dulu yang menyuruhku pergi dari rumah tanpa membawa apa-apa?" tanya Bima dengan suara tenang.

Rina dan Kevin tertegun kaku mendengar kalimat telak yang diucapkan oleh pemuda di hadapan mereka.

"Dulu kalian mengusirku di bawah hujan lebat tanpa memberiku kesempatan membela diri sedikit pun," lanjut Bima tajam.

"Sekarang, kenapa kalian datang mengemis di hadapan ribuan orang dan merusak acara ibuku?" hardik Bima tanpa ampun.

"Kami menyesal, Bima... ampuni ibu tirimu ini..." tangis Rina histeris mencium lantai marmer.

"Penyesalan kalian sudah sangat terlambat, tidak ada tempat untuk parasit di dalam hidupku," jawab Bima dingin.

Bima mengibaskan kakinya pelan untuk melepaskan diri dari pegangan tangan Rina.

Ia berbalik badan dan memberikan isyarat kepada petugas keamanan hotel untuk bertindak.

"Keamanan, seret dua pengemis ini keluar dari hotel dan pastikan mereka tidak pernah mendekat lagi," perintah Bima mutlak.

"Baik, Tuan!" jawab satpam serentak langsung menarik tubuh Rina dan Kevin secara paksa.

"Lepaskan kami! Bima kamu anak iblis yang tidak punya hati!" teriak Kevin histeris meronta-ronta.

"Bima! Ampuni kami!" tangis Rina semakin kencang diseret menjauh dari lobi hotel yang mewah.

Suara teriakan dan tangisan mereka perlahan menghilang seiring pintu kaca utama ditutup rapat.

Bima berbalik menghadap para tamu undangan dan wartawan yang terpaku menyaksikan kejadian dramatis barusan.

"Maaf atas gangguan kecil tadi, mari kita lanjutkan kembali malam amal ini," ucap Bima ramah tersenyum tenang.

Suasana ballroom kembali tenang dan tepuk tangan meriah langsung bergemuruh menyambut wibawa sang direktur utama.

1
Aman Wijaya
lanjut terus Thor di tunggu updatenya 💪💪💪
Cherlly: iya kak ku😘😘
total 1 replies
Cherlly
makasih kaka suport nya😘😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk pooolll Thor lanjut terus semangat semangat semangat dalam berkarya
Cherlly: makasih kaka udah membaca sejauh ini😘😘😘
total 1 replies
Aman Wijaya
top markotop top lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll mantab Thor lanjut terus
Cherlly: trimakasih sudah baca sejauh ini kaka😍😍😍
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus
Cherlly: iya kaka kami akan lanjyutin cerita nya sampai tuntas😊😊😊😘
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus
Cherlly: siap kaka semangat kaka adalah motivasi saya untuk berkarya😍
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Bima lanjut
Cherlly: siap kaka ikutin ya keseruan nya😊😊😊

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
rahasia Bima mulai terkuak sedikit demi sedikit
Cherlly: iya kaka lanjutin biat nambah seru😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Bima
Cherlly: makasih kaka

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Tatiek Faruq
aku mampir thor, lama² dibaca seru juga
Cherlly: ttimakasih kaka sudah mampir ikutin keseruan cerita nya ya kaka biar saya nambah semangat untuk berkarya😍😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
kak mampir novelku "Vampir vs Serigala versi novel" makasih
Cherlly: makasih kaka nanti sama2 baca kita
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!