Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Najma kini sedang berjaga di gerbang Asrama Putri, bersama dengan beberapa anggota IST dab juga beberapa ustadzah muda, termasuk Aiza.
Najma sambil mengerjakan tugas kuliahnya yang belum selesai dan harus di kumpulkan besok, karena besok ia juga harus sudah masuk kuliah.
Sedangkan Aiza, kini fokus ke ponselnya dan sesekali yang melirik ke arah Najma yang berada di depannya, posisinya adalah lorong koridor di tata beberapa meja dan di bagi perkelas untuk perizinan, dan setiap kelas di jaga satu anggota IST dan satu ustadzah.
"Ning, kalau misalnya jenengan sibuk, biar saya sendiri saja Ning gapapa" ujar Azkia santriwati yang mendampingi Najma.
" ehh enggak kok,udah selesai ini" jawab Najma yang kembali memastikan tugasnya terkirim,lalu menutup laptopnya dan kembali berbincang dengan yang lainnya.
Sedangkan di rumah sakit Kai baru saja menyelesaikan operasinya, kini ia berjalan menuju ke ruangannya dan merapikan beberapa barangnya untuk ia bawa pulang.
Ia sudah membuat keputusan untuk bulan depan ia akan resign, jauh sebelum ia menikah dengan Najma,ia sudah berjanji pada kedua orang tuanya untuk mengganti dan membantu abi Ibrahim di pesantren dan perusahaan,sebagai gantinya, Kai di bangunkan klinik yang berada di dekat pesantren dan pembangunannya di mulai tahun depan, karena ada beberapa yang harus di urus.
Awalnya Kai bingung,padahal masih ada sang kakak yakni Ilham, tapi mengapa dirinya yang harus menggantikan Abi Ibrahim di dua posisi yaitu Perusahaan dan juga pesantren, Anehnya Ilham menerima itu dengan lapang dada.
Tok...
Tok...
Tok...
Suara ketuka terdengar di ruangan Kai, Kai menoleh dan melihat sahabatnya Dokter Zidan yang muncul dari balik pintu.
" wehhh bukannya ente, libur hari ini? biasanya juga hari raya qurban libur ente? " tanya Zidan .
" Ada pasien darurat, kenapa tumben banget nyamper?" balas Kai.
" hehehe ini, mau tanya , di pesantren ente, terima anak magang gak sih?"tanya Zidan.
" terima aja sih... asal sesuai kriteria" jawab Kai sambil membereskan barang- barangnya.
" Apa kriterianya?" tanya Zidan.
" Sholat lima waktu, berpenampilan sopan, mematuhi aturan pesantren dan menutup aurat bagi wanita " jawab Kai.
" Emang siapa yang magang?" tanya Kai
" Adik ku lah masak aku" jawab Zidan.
" Si Izza?" tanya Kai kembali melirik Zidan.
" Iya lah siapa lagi, tapi Izza temannya istri mu kan, Najma? magang dimana dia? kalau di pesantren biar ada temen juga" sahut Zidan yang juga mengenal Najma, saat di resepsi Kai dan juga Najma.
Kai tampak diam sejenak, Najma belum mengatakan apapun kepada dirinya dan ia dan Najma pun, baru bicara panjang pun semalam dan Kai akan menanyakan hal ini, nanti setelah ia pulang .
" Belom tau... dia belom bilang, oh ya... kirim aja surat pengantarnya ke pesantren, kemarin juga ada yang masukin, teman adik mu juga kayaknya, warga sekitar " jawab Kai.
" ohh okey, nanti aku bilang ke Izza, oh yaa... Gus Ilham jadi nikah sama Aiza?" sahut Zidan yang mengetahui kisah cinta Kai, Aiza dan juga Ilham.
" Jadi, tiga minggu lagi, kenapa kamu tanya kayak gitu?" Balas Kai yang sedikit kesal, karena harus membahas orang yang membuatnya terluka.
" Gapapa, tanya aja.., istri kamu tau soal hubunganmu dengan Aiza ?" sahut Zidan.
"kepo kamu, udah ah... saya mau pulang, di pesantren masih banyak kerjaan " pamit Kai dengan membawa sebagian barangnya yang baru saja ia bereskan.
" Assalamualaikum " pamit Kai kemudian keluar dari ruangannya meninggalkan Zidan di sana.
" Yahh di tinggal gitu aja" gumam Zidan sambil menunjuk ke arah dirinya.
Sedangkan di pesantren, Najma mendapatkan laporan jika Billa sedang sakit, ia segera menjenguk Billa, padahal tadi Billa baik- baik saja, kenapa sekarang jadi tiba- tiba sakit.
Najma di temenin ustadzah Khansa, masuk ke kamar Billa, ini kala pertama Najma masuk ke kamar santri dan dirinya cukup terkejut dengan fasilitas yang di dapatkan oleh santri, dimana kamarnya di sediakan Ac dam juga kamar mandi dalam.
Najma terdiam sejenak, sebelum masuk,ia baru melihat pesantren semewah ini, pantas saja banyak yang minat untuk mondok di sini.
" Assalamualaikum " .
" Waalaikumsalam us, ning" sapa santri Ist Qismu-sh-Shihhah yang juga sedang melihat keadaan Billa.
Setiap kamar hanya berisi dengan sepuluh orang dan kamarnya cukup luas, itu yang Najma lihat dari menghitung ranjang yang ada.
" Bagaiman keadaan Ning Billa?" tanya Najma pada Qismu-sh-Shihhah.
" Ning Billa, sakit gigi Ning, Us, katanya kebanyakan makan sate tadi, terus karena tadi berisik jadi kepalanya sedikit pusing" jawab Nisa .
"Te- teh Najma, boleh minta tolong hubungin Umi?" tanya Billa bangkit dari tidurnya .
"Boleh Ning sebentar" jawab Najma merogoh ponselyna dan mencoba menghubungi Nyai Ida.
Satu kali....
Dua kali....
Tiga kali...
Panggilan Najma tidak mendapatkan jawabannya juga, " enggak di jawab Ning, mungkin umi sedang sibuk, mau kirim pesan saja?" ucap Najma menyodorkan ponselnya ke arah Billa.
" boleh teh" jawab Billa mengambil ponsel Najma dan mulai mengetik pesan untuk umi ida.
Setelah itu Billa mengembalikan ponsel Najma kembali dan sekarang di kamar Billa, hanya ada Najma, ustadzah Khansa dan juga Billa saja.
" Teh, ada nomer abi atau A'adam teh?" tanya Billa kembali.
" Aduh, enggak ada lagi Ning, tapi nomer Gus Razan ada" jawab Najma.
" bo- boleh dech teh, aku udah enggak kuat ini, sakit banget " jawab Billa memegang pipinya yang sudah bengkak.
" ke umi siti aja ning" saran ustadzah Khansa.
"enggak mau us, pasti di suruh cabut gigi, takut" jawab Billa.
Najma kemudian memberikan kembali ponselnya pada Billa, Dan Billa mencoba untun menghubungi kakak keduanya, namun hasilnya sama saja, tetap tidak di angkat.
" ini teh, kayaknya emang lagi pada sibuk" ujar Billa.
" mau, saya temenin periksa Ning, izin ke bagian perizinan aja, nanti bilang ke umi siti setelah dari periksa " ujar Najma memberikan saran.
" Tapi enggak mau di cabut teh, takut" jawab Billa.
" Kita periksa saja dulu, saya sama Ustazah Khansa yang antar " balas Najma.
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya Billa menyetujui saran dari Najma, Billa kemudian berganti baju dan keluar membawa surat perizinan yang langsung di acc oleh ustadzah Khansa, karena ia lah salah satu ustadzah bagian perizinan.
Kini Najma, Billa dan ustadzah Khansa sedang menunggu taksi online yang ustadzah Khansa pesan, namun sepertinya mereka sudah cukup lama menunggu di depan gerbang dan taxi onlinnya belum juga tiba.
Hingga akhirnya sebuah mobil gagah berwarna putih berhenti di depan mereka, itu adalah mobil Kai yang tidak lain adalah suaminya Najma.
" Assalamualaikum " sapa Kai.
" Waalaikumsalam " jawab Najma, Billa dan juga ustadzah Khansa bersamaan.
" mau kemana kok berdiri di sini?" tanya Kai.
" ini mas, mau anter Ning Billa periksa, giginya sakit" jawab Najma.
" terus ini nunggu apa?" tanya Kai.
" Nah.. itu...., taxi online " jawab Najma sambil menunjuk mobil di belakang mobil suaminya, yang nomer plat nya sama dengan yang mereka pesan.
" Mas, aku pamit dulu ya... anter Ning Billa" pamit Najma pada suaminya dan mengulurkan tanganya untuk mencium tangan suaminya.
" Iya.... hati- hati ya... kalau ada apa-apa telfon mas" jawab Kai mencium kening Najma yang membuat Billa dan ustadzah khansa senyum - senyum.
" ekhmmm di sini jomblo " ujar Billa melihat tingkah kakak sepupunya tersebut.
" Sekolah yang bener dulu, baru cinta- cintaan , kalau ustadzah Khansa mah tinggal ngejawab dari ustad imron, iya gak us?" sahut Kai.
" sudah ah.. malas kalau kayak gini, saya ke taxi duluan" jawab ustadzah Khansa karena di ejek oleh Kai.
" Ayo teh.." ajak Billa.
" Aku berangkat dulu yaa mas... Assalamualaikum " pamit Najma .
" Waalaikumsalam " jawab Kai.
Kai kemudian keluar dari mobil melihat kepergian taxi yang di tumpangi sang istri baru saja, ia tersenyum "enggak sesusah yang aku bayangin" gumam Kai.
" Aduh.... aduh senyum terus gus" tegur pak pardi salah satu satpam juga.
" Bisa saja pak, masuk dulu yaa pak Assalamualaikum " sahut Kai yang kemudian masuk ke dalam mobil dan mulai masuk ke area pesantren.
" Waalaikumsalam "
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭