NovelToon NovelToon
The Legend Of Hu Jin

The Legend Of Hu Jin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Wuxia / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Terbuang saat bayi dan nyaris tewas di Hutan Terlarang, Hu Jin tumbuh tanpa mengetahui identitas aslinya sebagai Putra Mahkota Kerajaan Timur.

​Ditolak oleh dunia dan diasuh oleh Dewi Es dari Sekte Teratai, Hu Jin bangkit membuktikan dirinya melalui Tulang Kaisar Langit—bakat mitologi yang mengguncang semesta. Namun, alih-alih menjadi alat politik sekte, ia memilih pergi menantang alam liar demi membebaskan gurunya dan merebut kembali takdir yang dirampas!

​Mampukah pangeran yang terbuang ini menaklukkan benua dan kembali sebagai Dewa Pedang Es Kuno?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pangeran Naga dan Terobosan Langit

​Angin dingin bertiup kencang menembus celah bebatuan di Pegunungan Angin Barat. Di dalam gua alam yang tersembunyi di balik air terjun beku, api unggun kecil menyala redup, memancarkan kehangatan bagi orang-orang di dalamnya.

​Hu Jin berdiri tegap di pinggir celah gua, menatap ke luar. Di belakangnya, Jenderal Gu baru saja selesai membalut luka-luka di tubuh Raja Hu Yan. Sang raja tua yang telah dipulihkan sebagian kondisinya oleh obat spiritual milik Qian Renxue kini tertidur lelap, napasnya jauh lebih stabil.

​Langkah kaki tegap Jenderal Gu menghampiri Hu Jin. Pria tua berwajah parut luka itu mendadak merapatkan kedua telapak tangannya, lalu berlutut dengan satu kaki di atas tanah keras.

​"Hamba Gu Zhen, Jenderal Pasukan Pelindung Istana, memberikan penghormatan tertinggi kepada Yang Mulia Putra Mahkota!" ucap Jenderal Gu dengan suara bergetar oleh emosi mendalam. Tangis harunya pecah tanpa bisa ditahan lagi. "Belasan tahun hamba hidup dalam rasa bersalah... Tanpa disangka, langit masih menyisakan darah sejati Kerajaan Timur di dalam diri Anda!"

​Hu Jin berbalik, memegang kedua bahu Jenderal Gu dan membantunya berdiri. "Jenderal Gu, tidak perlu seformal ini. Di luar sana aku hanya seorang pengembara. Tugas terpentingmu adalah menjaga Ayah di tempat aman ini hingga aku kembali."

​Dari jemarinya, Hu Jin mengeluarkan Cincin Stempel Kerajaan yang memancarkan pendar emas tipis, lalu menyerahkannya ke telapak tangan Jenderal Gu.

​"Pegang stempel ini sebagai mandat resmi dariku," tegas Hu Jin. "Kumpulkan kembali sisa-sisa prajurit loyalis. Saat waktunya tiba, stempel ini yang akan membakar semangat rakyat Kerajaan Timur."

​Jenderal Gu menerima stempel itu dengan tangan gemetar. "Hamba mempertaruhkan nyawa hamba demi menjalankan perintah Yang Mulia!"

​Di sudut gua lainnya, Qian Renxue berdiri anggun menatap interaksi tersebut. Cermin giok transmisi di pinggangnya bergetar tipis—pesan desakan dari para tetua senior Sekte Teratai agar sang Wanita Suci segera kembali.

​"Waktuku sudah habis, Hu Jin," ucap Qian Renxue pelan, melangkah mendekati muridnya.

​Hari ini, tiga jalan yang berbeda secara resmi membentang. Raja Hu Yan dan Jenderal Gu akan bersembunyi membina kekuatan gerilya, Qian Renxue kembali ke Sekte Teratai untuk menahan gelombang intrik politik, dan Hu Jin menempuh jalannya menuju kawah tempaan paling ekstrem.

​Hu Jin menatap gurunya dengan senyuman percaya diri. "Guru, tunggu aku di Ujian Tiga Sekte. Saat hari itu tiba, tidak akan ada satu faksi pun yang berani meremehkan Puncak Es."

​Qian Renxue mengukir senyum paling anggun di wajahnya. "Jangan mati di alam liar, Anak Nakal. Jika kau terlambat, aku sendiri yang akan memburu dan menghukummu."

​Dengan satu sentakan kaki, tubuh anggun Qian Renxue meluncur ke angkasa bagai dewi es, menghilang di balik awan. Hu Jin membungkuk sebentar ke arah ayahnya, membenahi letak pedang hitam di punggungnya, lalu melangkah mantap menuruni pegunungan menuju tujuan terlarang: Lembah Kematian Naga.

​Lembah Kematian Naga adalah jurang raksasa yang tertutup oleh badai salju abadi. Dikatakan bahwa belasan ribu tahun lalu, seekor naga es kuno jatuh dan mati di tempat ini, meninggalkan sisa-sisa aura keagungan yang sanggup meremukkan jiwa manusia biasa.

​Namun bagi Hu Jin, neraka ini adalah kawah candradimuka yang sempurna.

​Di dalam lembah terisolasi ini, Hu Jin bertarung melawan puluhan monster tingkat tinggi, meminum darah binatang spiritual untuk menguatkan fisiknya, dan bertapa di celah batu yang membeku.

​Pada bulan keenam pengasingannya, saat menyusuri celah jurang paling dalam, Hu Jin menemukan ruangan batu raksasa. Di sana terbaring Kerangka Tulang Naga Kuno sepanjang seratus meter yang di pusat dadanya mengambang sebuah Inti Jiwa Naga Es Kuno berukuran raksasa.

​"Ini..." gumam Hu Jin terpana. Tulang Kaisar di dalam tubuhnya mendadak bereaksi hebat, meraung bagaikan naga asli.

​Tanpa membuang waktu, Hu Jin melompat ke atas tengkorak naga raksasa tersebut, duduk bersila tepat di bawah pendar Inti Jiwa Naga. Ia menutup mata, mengalirkan teknik kultivasi penuh untuk menyerap seluruh energi murni yang tersisa.

​WUUUUUSH

​Kepompong es berwarna emas membungkus rapat tubuh Hu Jin. Dua tahun berlalu dalam meditasi mendalam tanpa henti.

​Pada hari terakhir di tahun kedua...

​Malam yang tadinya sepi mendadak berubah drastis!

​RUMBLEEEEE

​Tanah di radius ratusan mil dari Lembah Kematian Naga bergetar hebat bagaikan gempa bumi dahsyat! Suhu udara merosot secara ekstrem hingga sungai-sungai besar di perbatasan membeku seketika. Badai angin puyuh bertiup memutar, mengikis puncak-puncak gunung di sekitarnya.

​Di atas langit Lembah Kematian Naga, awan hitam tebal berputar membentuk pusaran raksasa. Dari pusat pusaran awan tersebut, meledak Pilar Cahaya Raksasa Berwarna Biru-Emas yang menembus hingga ke lapisan langit teratas!

​BUMMMMMMM

​Tekanan Qi yang teramat agung dan dingin meluncur bagaikan gelombang tsunami spiritual, menyapu seluruh daratan Benua Timur dalam radius ribuan li!

​Di berbagai pelosok benua, jutaan warga biasa dan para kultivator berlarian keluar rumah. Mereka mendongak ke langit malam yang kini dihiasi pendar naga emas dan es abadi.

​"Lihat ke langit utara! Cahaya apa itu?!"

​"Fenomena alam apa ini?! Suhu udara mendadak turun membekukan air minumku!"

​"Aura ini... ini bukan bencana alam! Ada seseorang yang sedang menerobos ranah kultivasi secara ekstrem!"

​Di saat yang sama, di kedalaman istana dan puncak-puncak gunung tertinggi:

​Di Sekte Pedang Langit, Tetua Agung yang sedang bermeditasi mendadak membuka matanya lebar-lebar. Ia melompat ke atas atap menara, menatap ke arah Lembah Kematian Naga dengan wajah pucat pasi. "Tekanan jiwa ini... Seseorang baru saja menerobos ke Ranah Inti Jiwa (Soul Core)! Tapi dari mana datangnya aura keagungan naga emas yang begitu murni ini?!"

​Di Istana Kerajaan Timur, Zhao Feng yang sedang minum anggur mendadak mencengkeram cangkirnya hingga hancur berkeping-keping. Dadanya sesak, jiwanya bergetar oleh rasa cemas yang tak terelakkan. "Sensasi dingin dan aura kaisar ini... Tidak mungkin! Apakah bocah haram itu masih hidup?!"

​Bahkan di Sekte Teratai, Qian Renxue yang berdiri di Puncak Es menatap pilar cahaya di utara dengan binar mata berkilat haru dan bangga. Ia tersenyum tipis. "Anak nakal itu... dia benar-benar melakukannya."

​Di dalam Lembah Kematian Naga, pilar cahaya perlahan menyusut dan menyatu kembali ke dalam dada Hu Jin.

​CRACK BANG

​Kerangka naga kuno dan kepompong es hancur menjadi abu kristal.

​Dari dalam debu berkilau, melangkah keluar seorang pemuda berwajah sangat tampan dan anggun. Usianya kini secara resmi menginjak lima belas tahun.

​Tubuhnya tinggi tegap, ramping berotot, dengan rambut hitam panjang terurai anggun. Matanya berwarna hitam jernih dengan kilatan manik emas murni di dalamnya. Di dalam Dantian-nya, sebuah kristal Inti Jiwa (Soul Core) berbentuk naga es berwarna emas berputar sempurna!

​Hu Jin telah menembus Ranah Inti Jiwa (Soul Core) di usianya yang baru lima belas tahun—menciptakan rekor legendaris paling gila dalam sejarah Benua Timur!

​Hu Jin menggenggam Pedang Hitam Kuno yang kini terlapisi ukiran naga emas abadi. Ia menghembuskan napas es tipis, menatap lurus ke arah Kota Besar Teratai Hitam tempat Ujian Tiga Sekte akan digelar.

​"Kultivasi Inti Jiwa..." desis Hu Jin. Suaranya berat, dalam, dan penuh karisma kaisar. "Saatnya menghadiri ujian para jenius."

​Dengan satu hentakan kaki, tubuh Hu Jin meluncur bagaikan kilat es menembus awan, siap mengguncang seluruh persilatan Benua Timur!

1
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!