NovelToon NovelToon
Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Time Travel
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Laksmi Harsa

kecelakan tragis itu merenggut nyawa Kiara, setelah mengetahui fakta bahwa dia dikhianati suaminya.

Tetapi Tuhan selalu memberi plot twist yang tidak pernah bisa kita tebak. Kiara mendadak terbangun kembali ke lima tahun lalu tepat di hari pertama pernikahan kontrak mereka dimulai.

Menyadari bahwa dia kembali mengulang waktu, kali ini Kiara bertekad untuk mengumpulkan uang lalu kabur demi menyelamatkan nyawanya. Akan tetapi, Kiara justru dibuat syok oleh perubahan drastis Dante, sang mafia kejam yang tiba-tiba berubah menjadi super bucin, posesif, dan memanjakan Kiara dengan uangnya yang tidak akan pernah habis itu. Kiara tidak pernah tahu bahwa suaminya yang kejam itu ternyata juga ikut bereinkarnasi dari masa depan, membawa rasa bersalah dan sejuta penyesalan yang siap melakukan apa saja agar sang istri tidak pernah pergi lagi dari pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laksmi Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Harsa bahagia memenuhi rongga dada saat tatapan matamu menyapa jiwaku. Ananta rasa cinta ini mulai mekar indah, membawa hangat dalam keheningan. Smara bersemi lembut mengubah seluruh duniaku menjadi penuh warna.

...----------------...

Mobil sedan hitam antipeluru yang dikendarai oleh Marcus membelah jalanan distrik barat yang basah setelah diguyur hujan deras sejak pagi. Di kursi belakang, Kiara Belmont duduk dengan punggung tegak, menatap lurus ke depan. Tatapannya dingin, namun jemarinya yang saling bertautan erat di atas pangkuan mengkhianati ketegangan yang berkecamuk di dalam dadanya.

Di sepanjang jalan, Kiara bisa melihat melalui spion samping bagaimana tiga mobil SUV hitam milik pengawal Belmont terus mengawal mereka dengan formasi ketat. Dante Belmont benar-benar tidak main-main dengan ucapannya. Pria bangkotan yang sayangnya sangat tampan itu telah mengubah seluruh kota menjadi mata dan telinganya.

"Kita akan sampai dalam waktu lima menit, Nyonya," suara Marcus memecah keheningan di dalam kabin mobil yang kedap suara. "Area lantai empat rumah sakit distrik barat telah dikosongkan dan dijaga sepenuhnya oleh orang-orang kita. Anda tidak perlu khawatir tentang masalah keamanan."

"Terima kasih, Marcus," jawab Kiara singkat. "Bagaimana kondisi pria tua itu?"

"Tuan Kairo—maksud saya, ayah Anda—mengalami gejala serangan jantung ringan akibat kepanikan saat penyitaan aset. Dokter memastikan kondisinya sudah cukup stabil untuk dipindahkan ke sel tahanan isolasi besok pagi. Hari ini adalah satu-satunya kesempatan jika Anda ingin bicara dengannya secara pribadi."

Kiara mengangguk pelan. Di kehidupan sebelumnya, Kairo adalah sosok ayah yang begitu asing di hidupnya. Namun sekarang, roda nasib telah berputar. Berkat campur tangan Dante yang kejam dan bergerak cepat, Kairo kini hanyalah seekor tikus yang terpojok di sudut ruangan, menunggu giliran untuk dieksekusi oleh hukum.

Mobil akhirnya berhenti di pintu masuk khusus basement rumah sakit. Begitu pintu mobil dibuka oleh Marcus, beberapa pengawal langsung membentuk barisan, menghalangi pandangan luar dan memastikan Kiara berjalan masuk tanpa celah bahaya sedikit pun.

Mereka naik menggunakan lift khusus menuju lantai empat. Begitu pintu lift terbuka, bau antiseptik yang menyengat langsung menyambut indra penciuman Kiara. Koridor rumah sakit itu tampak lengang, hanya diisi oleh pria-pria berjas hitam dengan emblem keluarga Belmont di kerah mereka yang berdiri siaga di setiap sudut ruangan.

Marcus berjalan di depan, memimpin Kiara menuju sebuah kamar bernomor 402 yang pintunya dijaga oleh dua pengawal bersenjata laras pendek tersembunyi.

"Saya akan menunggu di luar, Nyonya. Jika terjadi sesuatu, Anda hanya perlu berteriak atau menekan tombol darurat di samping ranjang," ucap Marcus sembari membukakan pintu untuk Kiara.

Kiara menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan, lalu melangkah masuk ke dalam kamar bernoda putih tersebut.

Di atas ranjang rumah sakit yang dikelilingi oleh berbagai peralatan medis, tampak seorang pria paruh baya dengan rambut yang sebagian besar telah memutih. Wajah Kairo yang dulunya selalu tampak congkak kini terlihat sangat pucat, dengan kantung mata hitam yang tebal dan tubuh yang tampak menyusut drastis dalam balutan pakaian pasien. Begitu mendengar suara pintu yang tertutup, Kairo menoleh dengan gerakan lemah. Matanya yang semula redup seketika membelalak lebar saat mengenali sosok wanita yang melangkah mendekat.

"Ki-Kiara...?" suara Kairo terdengar serak, bergetar menahan rasa terkejut dan ketakutan yang amat sangat.

Kiara berhenti tepat di ujung ranjang, melipat kedua tangannya di depan dada, menatap pria tua itu tanpa secuil pun rasa iba di matanya. "Lama tidak berjumpa, Tuan Kairo. Bagaimana rasanya menginap di fasilitas gratis milik keluarga Belmont?"

Kairo mencoba mendudukkan dirinya dengan susah payah, napasnya memburu hingga membuat mesin pemantau detak jantung di sampingnya berbunyi lebih cepat. "Kiara! Kau... kau harus menolongku! Kau adalah putriku, bukan?! Katakan pada suamimu yang bajingan dan monster itu untuk mencabut semua tuntutan hukum padaku! Dia telah menghancurkan segalanya! Rumahku, perusahaanku, semuanya disita!"

Mendengar kata 'monster' dan 'bajingan' disematkan pada Dante oleh pria di depannya, sudut bibir Kiara justru terangkat membentuk senyuman dingin. "Monster? Bukankah kau sendiri yang dengan senang hati menjualku pada monster itu? Di mataku, kau jauh lebih rendah daripada monster, Kairo."

"Kau anak durhaka!" Hendra berteriak parau, wajahnya memerah karena amarah yang memuncak. "Jika bukan karena aku yang sempat menampungmu, kau mungkin akan tetap menjadi gadis kampung miskin bersama bibimu itu dan menjadi gelandangan di jalanan! Kau berutang budi padaku! Sekarang setelah kau menjadi Nyonya Belmont yang terhormat, kau melupakan siapa yang berjasa atas kehidupanmu yang nyaman saat ini?!"

Kiara melangkah maju satu langkah, menumpukan kedua tangannya di pagar pembatas ranjang, menunduk dengan tatapan mata yang begitu tajam hingga membuat Hendra seketika bungkam dan menciut.

"Menampungku? Kau mengurungku di gudang belakang, membiarkan istrimu dan anakmu memperlakukanku seperti pelayan, dan memukulku setiap hari. Apakah itu yang kau sebut jasa, Kairo? Kau yang menyuruh orangmu untuk menjemputku di kampung, dan apakah kau lupa? selama dua tahun aku hidup dibawah atap rumahmu, aku sudah menebusnya dengan menjadi pelayan gratis di rumah itu! kau tidak pernah ada andil sedikitpun di hidupku dari sejak aku lahir hingga detik ini" bisik Kiara dengan suara yang bergetar menahan kilasan memori kelam dari kehidupan masa lalunya. "Aku datang ke sini bukan untuk mendengar keluhanmu. Aku datang untuk melihat kehancuranmu dengan mataku sendiri."

Kairo menelan ludahnya dengan susah payah. Menyadari bahwa permohonan dengan amarah tidak akan berhasil, pria tua itu mengubah taktiknya. Seringai aneh dan licik perlahan muncul di wajahnya yang keriput.

"Kau pikir kau sudah menang, Kiara? Kau pikir dengan berlindung di balik punggung Dante Belmont, kau akan aman selamanya?" Kairo terkekeh rendah, suara tawanya terdengar sangat menjijikkan di telinga Kiara. "Kau tidak tahu apa-apa tentang pria yang kau sebut suami itu. Kau hanya mainan yang dia manfaatkan."

Kiara menyipitkan matanya. "Apa maksudmu?"

"Dante Belmont... dia tidak memilihmu secara acak, Kiara. Kau pikir dia membelimu dariku hanya karena kebetulan? Jangan naif!" Kairo memajukan wajahnya, berbisik dengan nada penuh konspirasi. "Pria itu... dia mencari sesuatu yang dimiliki oleh mendiang ibumu. Sesuatu yang tersembunyi di dalam garis keturunan keluarga kandungmu sebelum ibumu menikah denganku. Ada alasan mengapa Dante bergerak begitu agresif menghancurkan perusahaanku seminggu setelah pernikahan kalian. Dia tidak sedang menghukumku demi dirimu, Kiara. Dia sedang melenyapkan semua jejak dan saksi yang tahu tentang masa lalu ibumu!"

Jantung Kiara seketika mencelos. Masa lalu ibuku? Kiara mencoba mengingat-ingat. Ibunya adalah seorang wanita biasa yang sangat tertutup, yang meninggal beberapa saat setelah melahirkan Kiara. Sepanjang pengetahuannya, tidak ada yang istimewa dari latar belakang keluarga ibunya, ibunya hanya seorang pelayan dari kampung yang hidupnya hancur setelah diperkosa oleh pria di depannya ini. Namun, ingatan tentang Dante di kehidupan lalu yang terkadang menatapnya dengan tatapan penuh teka-teki dan dingin tiba-tiba melintas di benaknya.

Apakah ada rahasia besar yang sengaja disembunyikan dari dirinya di kehidupan pertama?

"Kau berbohong. Kau hanya mencoba memanipulasi pikiranku agar aku meragukan Dante," ketus Kiara, mencoba mempertahankan ketenangannya meskipun hatinya mulai goyah.

"Bohong? Hahaha! Jika aku berbohong, silakan kau cari sendiri dokumen tua yang sekarang ada di tangan Dante Belmont" Kairo tertawa puas melihat keraguan yang mulai terpancar di wajah Kiara. "Dante Belmont adalah seorang mafia, Kiara. Dia berdarah dingin. Dia tidak mengenal cinta atau belas kasihan. Suatu hari nanti, ketika dia sudah mendapatkan apa yang dia cari dari masa lalumu, dia akan membuangmu ke jalanan seperti sampah, sama seperti yang dia lakukan pada Sora!" Ucap Kairo dengan senyum licik.

1
Shaqueena Wibowo
lanjt thor, minimal 2 bab lah 🤭
Shaqueena Wibowo
si jack ini punya nyawa cadangan kah? berani ganggu mama kiara gw
Shaqueena Wibowo
terimakasih untuk karya yang sejauh ini luar biasa thor 😍
Shaqueena Wibowo
siapa yang teror mama kiara gw???
Dhisha
lanjut Thor... suka banget kalau papa Dante mode sangar
Laksmi Harsa: ikutin terus mama papa dante ya kak
total 1 replies
Dhisha
hari ini agak telat update ya Thor? aku nungguin dari tadi loh
Laksmi Harsa: hari ini agak sibuk di dunia fana 🤭 tapi masih berusaha buat sempetin update walau agak telat. btw... makasih udah selalu mampir yaa kak 😍
total 1 replies
Dhisha
hayoo siapa yang telpon mama Kiara gw
Laksmi Harsa: penasaran yaa.... stay tune ok 🤭
total 1 replies
Dhisha
yaah... tanda² nggak jadi ikut mama Kiara kabur deh
Laksmi Harsa: kita culik mama Kiara aja apa gimana nih kak, paksa kabur 🤣
total 1 replies
Dhisha
nah kaaan, mama Kiara mending urungin deh niat kaburnya. papa Dante kan sekarang udah mode jinak 🤣
Dhisha: aku juga mau kali Thor... bagi napa, jangan diambil sendiri 😄
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
maaf ngelunjak thor... bisa kali double up 🤭
Laksmi Harsa: peregangan otot dulu kak 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ciee... mama kiara, udah mulai khawatir 😍
Laksmi Harsa: mama Kiara udah mulai kecantol pesona papa Dante 😄
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
nggak bisa... aku udah nahan diri buat nabung bab, eh pas ada notif update dari mama kiara langsung gatel pingin baca 🤭
Shaqueena Wibowo: siap kawal Belmont family sampe punya anak cucu nih thor
total 2 replies
Dhisha
Nah kaaan... mama Kiara udah kepelet sama pesona papa dante🤣 Thor... bisa kali satu bab lagi 🤭
Dhisha: ditunggu bab selanjutnya thor💪
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
penasaran sih.. rahasia apa yang di simpan dante. please thor... lanjut 😍🤭
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa like, dan beri ulasannya. jadi makin semangat aku nulisnya 😍🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
my hero dante 😍
Laksmi Harsa: love papa Dante
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kairo ini minta di masukin selokan kyaknya
Laksmi Harsa: ayo kak... aku temenin 🤣
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kusebut kau si tampan dan perkasa dante 😍
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa beri ulasan 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
jujur... keren banget ceritanya, minim typo dan bahasanya mudah dimengerti. 👍
Laksmi Harsa: kak... terimakasih 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
cuma kiara yang tau rasanya dante 🤭
Laksmi Harsa: gurih pasti ya kak 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
dante mode sugar daddy 😍
Laksmi Harsa: mau yang kyak Dante ya kak? 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!