NovelToon NovelToon
Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Nayara tak pernah menyangka, pria yang dinikahinya dengan penuh cinta, justru tega mengkhianatinya.

Adrian berselingkuh, bahkan menghamili wanita lain, di belakang dirinya.

Di tengah luka dan pengkhianatan, hadir seorang pria yang mencintainya.

Rendra, pria yang mencintai Nayara dalam diam dan bersedia memberinya ketulusan, dan cinta yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya sendiri.

Kini, Nayara dihadapkan pada pilihan yang menyakitkan: bertahan demi pernikahan yang telah dikhianati atau pergi bersama luka yang belum sembuh.

Sementara itu, ada hati lain yang menunggunya, berharap suatu hari Nayara mampu membuka kembali pintu cintanya.

Namun, ketika Nayara akhirnya menentukan pilihannya, siapa yang akan ia genggam, suami yang mengkhianatinya, atau pria yang mencintainya? Dan akankah Adrian rela kehilangan istri yang selama ini ia sia-siakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16: Rumah Tangga yang Hancur

____🌺

Pertanyaan itu menggantung di antara mereka.

Adrian membuka mulut, tetapi tidak segera menemukan jawaban.

Nayara menggeleng pelan.

"Aku sudah mengorbankan banyak hal untuk pernikahan ini, Mas. Aku mengesampingkan karierku karena permintaan Mama. Aku berusaha menjadi istri yang baik, mengurus rumah, menyiapkan semuanya sendiri, dan menunggumu setiap kali kamu pulang terlambat."

Suaranya mulai bergetar.

"Aku selalu berpikir bahwa sesibuk apa pun kamu, setidaknya kamu masih menganggap rumah ini sebagai tempatmu kembali. Aku tidak pernah meminta kamu menjadi suami yang sempurna. Aku hanya ingin kamu jujur dan setia."

Air mata menggenang di pelupuk matanya.

"Tapi ternyata ... selama aku berusaha menjaga pernikahan ini, kamu justru sibuk menghancurkannya."

Adrian menunduk. "Aku minta maaf."

Nayara memejamkan mata sejenak.

Dulu, dua kata itu mungkin cukup untuk membuatnya luluh. Dulu, ia mungkin akan menangis dalam pelukan Adrian, lalu memaafkannya karena takut kehilangan pria yang dicintainya.

Namun, malam ini berbeda.

Permintaan maaf itu datang setelah kebohongan yang panjang. Setelah enam bulan perselingkuhan. Setelah perempuan lain mengandung anak suaminya.

Dan setelah Nayara dipaksa menghadapi kenyataan bahwa pernikahan yang ia jaga sepenuh hati ternyata tidak pernah dijaga dengan cara yang sama oleh Adrian.

"Maafmu tidak akan mengubah semua yang sudah terjadi, Mas."

"Aku tahu, itu."

"Tidak, Mas. Kamu tidak tahu."

Nayara mengusap pipinya yang basah. "Kalau kamu tahu, kamu tidak akan memintaku untuk tetap tinggal seolah-olah semuanya bisa kembali seperti semula."

Adrian menghela napas berat. "Aku akan memperbaiki semuanya."

"Bagaimana caranya, Mas? Semuanya sudah terlambat!"

"Aku akan mengakhiri hubunganku dengan Selena."

Nayara terdiam.

"Aku tidak akan membiarkan dia mengganggu rumah tangga kita lagi. Aku juga akan memastikan dia tidak datang ke rumah ini."

Nayara menatapnya dengan tatapan penuh kecurigaan. "Lalu anak itu, Apa maksudnya? Apa yang kamu akan lakukan?"

Adrian tidak langsung menjawab.

Hening sesaat.

"Aku akan mengurus masalah itu," kata Adrian.

Nayara mengernyit. "Mengurus bagaimana?"

"Aku akan mencari jalan keluar. Aku bisa memberikan apa yang dia butuhkan supaya masalah ini tidak semakin besar."

Nayara menatap Adrian lama sekali.

Ia tidak tahu apa yang sebenarnya direncanakan pria itu. Namun, dari cara Adrian berbicara, ia bisa membayangkan kemungkinan yang membuat dadanya semakin sesak.

Adrian mungkin akan memberikan uang kepada Selena. Mungkin juga menyediakan tempat tinggal untuk perempuan itu, memastikan kebutuhannya terpenuhi, lalu kembali ke rumah ini seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Sementara Nayara?

Ia diharapkan tetap menjadi istri yang patuh, menjaga rahasia suaminya, dan menerima kenyataan bahwa sebagian kehidupan Adrian kini menjadi milik perempuan lain.

"Jadi, kamu ingin menyelesaikan semuanya dengan uang?" tanya Nayara.

"Aku hanya ingin mencari solusi."

"Solusi untuk siapa, Mas? Untukmu? Untuk Selena? Atau untuk nama baikmu?"

"Jangan memutarbalikkan kata-kataku." desis pria itu.

"Aku tidak memutarbalikkan apa pun. Aku hanya mencoba memahami bagaimana kamu bisa begitu tenang membicarakan masa depan anak itu, sementara kamu bahkan belum memikirkan apa yang harus kulakukan dengan perasaan ku, yang kamu hancurkan, Mas."

Adrian terdiam.

Nayara kembali memandang koper di atas tempat tidur. Sebagian barangnya sudah masuk. Tinggal beberapa benda kecil yang masih harus ia rapikan.

"Aku tetap akan pergi," katanya tegas.

Adrian langsung bergerak menghalangi jalannya. "Nayara, aku tidak mengizinkanmu pergi."

Nayara menatapnya tajam. "Dan sejak kapan aku harus meminta izin untuk menyelamatkan diriku sendiri?"

"Kamu istriku!"

"Berhenti menggunakan status itu untuk mengendalikan ku, Mas!"

Suara Nayara meninggi. Dadanya naik turun, sementara air matanya kembali mengalir. "Kamu selalu ingat bahwa aku istrimu, ketika kamu takut aku pergi. Tapi ketika kamu memilih untuk mengkhianati ku, kamu bertindak seolah-olah aku tidak berarti apa-apa!”

Adrian mengepalkan tangan di sisi tubuhnya. "Aku tidak ingin kehilanganmu."

Nayara terdiam sesaat.

Kalimat itu seharusnya membuat hatinya luluh. Setidaknya, begitulah yang mungkin terjadi beberapa bulan lalu.

Namun, sekarang Nayara hanya bisa bertanya-tanya, mengapa Adrian baru mengucapkannya setelah semuanya terlambat.

"Kalau kamu memang tidak ingin kehilangan aku, seharusnya kamu memikirkan itu sebelum selingkuh, bahkan menghamili wanita itu."

"Aku menyesal, Nay."

"Penyesalanmu adalah urusanmu, Mas. Apa kamu pernah berpikir bagaimana perasaanku, setelah kamu menyakitiku."

Adrian menatapnya dengan wajah pucat.

Perempuan itu sungguh-sungguh ingin pergi.

"Nayara, tolong. Beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya."

Nayara menarik napas panjang. Ia menatap suaminya, mencoba menemukan sedikit saja alasan untuk mempercayainya kembali.

Namun, yang ia lihat hanyalah pria yang masih ingin mempertahankan dirinya tanpa benar-benar melepaskan pilihan yang telah menghancurkan pernikahan mereka.

"Baik," ucap Nayara.

Adrian mengangkat wajah. "Baik bagaimana?"

"Aku akan memberimu satu kesempatan untuk menjawab pertanyaanku."

Nayara berdiri tegak di hadapannya. Kali ini, ia tidak lagi berusaha menyembunyikan luka di matanya.

"Kamu harus memilih, Mas."

Adrian terdiam.

"Kalau kamu masih ingin mempertahankan pernikahan ini, kamu harus meninggalkan Selena dan tidak mengakui anak itu. Kamu harus memutuskan hubunganmu dengan mereka sepenuhnya."

Wajah Adrian berubah.

"Nayara, anak itu tidak bersalah."

"Aku tahu."

"Kalau begitu, kenapa kamu memintaku melakukan itu?"

Nayara menelan ludah. Ia berusaha menjaga suaranya tetap stabil meskipun hatinya terasa seperti diremas.

"Karena aku tidak sanggup menjalani pernikahan seperti ini. Aku tidak sanggup hidup dengan kenyataan bahwa suamiku memiliki anak dari perempuan lain, sementara aku harus berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja."

"Tapi—" perkataan Adrian terpotong.

“Dengarkan aku sampai selesai, Mas!”

Adrian langsung bungkam.

Nayara menarik napas dalam-dalam.

"Kalau kamu memilih Selena dan anak itu, aku tidak akan menghalangi mu. Kamu boleh bersama perempuan yang kamu pilih. Kamu boleh membesarkan anak itu bersamanya. Tapi kamu harus melepaskan, aku."

Tatapan Nayara mengunci mata Adrian. "Aku ingin kita bercerai."

Kata-kata itu akhirnya terucap.

Meskipun berat, Nayara tahu ia tidak bisa terus bersembunyi di balik ketakutannya sendiri.

"Aku tidak mau menjadi istri yang harus berbagi suami dengan perempuan lain."

Air matanya jatuh lagi.

"Aku mencintaimu, Mas. Itu sebabnya semua ini begitu menyakitkan. Tapi aku juga masih punya harga diri. Aku tidak bisa terus memaksakan diriku bertahan hanya karena aku pernah berjanji akan hidup bersamamu."

Adrian menatap Nayara tanpa berkedip.

"Aku tidak memintamu memilih siapa yang paling kamu sayangi," lanjut Nayara, "Aku hanya memintamu menentukan kehidupan seperti apa yang ingin kamu jalani. Kalau kamu ingin tetap bersamaku, kamu harus meninggalkan Selena dan tidak mengakui anak itu. Kalau kamu tidak bisa melakukannya, lepaskan aku."

Ruangan itu mendadak terasa begitu sunyi.

Adrian memalingkan wajah. Rahangnya mengeras, seolah ia sedang berjuang melawan sesuatu di dalam dirinya.

Nayara menunggu.

Ia menunggu Adrian mengatakan bahwa pernikahan mereka masih berarti. Menunggu pria itu memilihnya, sebagaimana selama ini ia selalu memilih Adrian.

Namun, detik demi detik berlalu tanpa jawaban.

Sampai akhirnya, Adrian kembali menatapnya.

"Aku ingin kamu tetap menjadi istriku," ucap Adrian pelan, rahangnya mengeras. "Aku juga tidak akan meninggalkan anak itu."

1
sunaryati jarum
Bagus Nay, hempaskan nama Adrian.Jika dia merecoki atau mempersulit pekerjaan kamu,ancam kamu akan beberkan perselingkuhan Adrian dengan Selena
sunaryati jarum
Yakinlah Nay, perlakuan suamimu jadikan cambuk untuk berkarir dan kekuatan untuk berdiri di atas kaki sendiri.
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetap pendirian kamu.Perusahaan dan nama keluarga bukan urusan kamu,itu urusan Adrian.
sunaryati jarum
Viralkan perselingkuhan mereka jika tidak mau menceraikan kamu.Mungkin Adrian yang bermasalah kesuburannya,dan mudah - mudahan anak yang dikandung Selena bukan anak Adrian, membuat Ny Marissa MALU.
sunaryati jarum
Sudah jangan hiraukan perihal Adrian dan Selena, fokus pada perceraian dan menciptakan kebahagiaan diri sendiri Nay
sunaryati jarum
Semoga keguguran dan itu bukan bayi Adrian
Adinda
jangan jangan kamu yang mandul andrian bukan nayara,anak selena bukan anakmu🤣🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🫣,,, kayaknya kak😅
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru mampir , langsung viralkan perselingkuhan mereka dipastikan perusahaan bangkrut
Adinda
tinggalin rumah itu sembunyi dulu dari suamimu urus perceraian mu
My_Lucia
istrinya udah se-effort ini lho
My_Lucia
bener kata lakinya .. masing-masing aja udah .. dia selingkuh, selingkuh balik aja 😆
emang lu doang yang bisa 🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🤭, bener lah, yuk, kita, saling selingkuh 🤭
total 1 replies
My_Lucia
laki-laki kurang ajar, udah di masakin gak di hargain... cari yang baru aja Nay, mumpung masih muda
My_Lucia
terlalu berbaik sangka kamu
My_Lucia
terlalu makan ati mikirin laki-laki begini mah
My_Lucia
waduh ada aku di sini 😆
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang benar sih. makan saja dulu. jangan kelaperan menunggu yg ga pasti. kalau suami pulang, boleh menemani makan dengan porsi sedkit
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
masih tetap positif thinking ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!